
"Manis. Menurutku itu cocok denganmu.. iya kan, Hajime?"
"Hee~ memangnya pendapatku masih dibutuhkan setelah kaubilang begitu? Lihat saja warna kemerahan di sebelah sana."
Aku memalingkan pandangan kepada warna merah yang ditunjuk Hajime. Dan pada penglihatanku, wajah Kyoka terlihat.
"Bu- Bukan begitu... ini cuma karena panas matahari, ya, karena panas, huuh. Sebaiknya aku segera melepas pakaian tahan dingin ini.
Kyoka melambai-lambai seolah menciptakan kipas dari tangannya. Aku tidak yakin apakah cuaca panas itu memang berasal dari matahari atau pakaian Kyoka. Tapi apa yang sedang kurasakan ini tidak salah lagi adalah perasaan hangat. Melihat Kyoka yang bertingkah seperti itu memberiku perasaan yang disebut dengan kehangatan.
"Terima kasih... akan segera kupakai ya. Sepertinya aku akan ganti baju di...” pandangan Kyoka beralih ke sana sini, kemudian menunjuk sebuah tempat di belakang “sebelah sana. Tidak boleh mengintip, oke?"
Kyoka mengambil satu set pakaian tersebut beserta sepasang sepatu bot dan membawa mereka ke semak-semak yang ditunjuknya, ia berlari tergesa-gesa, meninggalkanku dan Hajime, kami melihat-lihat baju selagi menunggu ganti baju Kyoka selesai.
"Sebenarnya aku menyukainya, Kyoka."
“Huh?”
Aku mendengar sesuatu yang sangat-sangat mengejutkanku. Tadi, Hajime, bilang, apa?! Aku tidak bisa menebak esensi khusus yang sifatnya sangat tersirat itu pada kalimat pernyataan yang sangat tidak masuk itu. Siscon? Obsesi terhadap adik perempuanmu sendiri? Tapi sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Hajime melanjutkan,
"Tidakkah ini saat yang tepat untukmu mengatakan itu?"
Saat yang tepat untuk mengatakan-- Apa?...—apa yang baru aja orang ini katakan? Yah....
Tidak, tidak juga... sebenarnya aku paham.
Sebenarnya itu wajar saja jika Hajime yang selalu bersama denganku menyadarinya. Wajar saja jika Hajime menyadari perasaanku kepada adik perempuannya, dan sebenarnya, itu tidak seperti aku bermaksud menyembunyikan perasaanku dari Hajime juga.
"Jadi kautahu? Sejak kapan?"
Aku mengambil posisi duduk di atas rerumputan, menatap langit biru tanpa banyak awan di atas sana. Hajime duduk mengikutiku, angin yang dari tadi berhembus sekali lagi menunjukkan dirinya. Aku melanjutkan,
"Itu sudah lama sekali.... Seharusnya aku mengatakannya dari dulu."
Melihat ke langit yang sama, Hajime membuka mulutnya,
"Tidak, kaupikir siapa aku sampai tidak menyadarinya dari dulu juga, huh?"
Dia tertawa. Aku memukul bahunya dengan suatu tingkatan tenaga yang bahkan tidak dapat disebut sebagai sebuah pukulan, dan tertawa bersamanya.
"Tidak pernahkah kauterpikir sesuatu seperti mengatakan ‘kesudahtahuanmu’ dari dulu?"
"Kausendiri seharusnya menembaknya dari dulu juga. Apalagi yang kautunggu? Apa kautipe orang yang berkata 'aku akan menyatakan perasaanku setelah perang ini berakhir' begitu? Asal kautahu saja, ya, mereka yang mengatakan itu kebanyakan mati sebelum menyatakan perasaan mereka."
"Yah, mungkin alasan itu akan lebih cocok untukku. Tapi sebenarnya ini bukanlah sesuatu semacam itu, sungguh. Aku ingin menembak Kyoka. Tapi aku tidak ingin merusak suasana yang kita miliki saat ini. Aku tidak mungkin bisa membohongi perasaanku yang ingin terus bersama dengan semuanya. Dan menjaga waktu kita untuk terus melakukan semua hal bersama. Karena itu, karena itulah, aku tidak ingin ada yang berubah... Hajime, itu karena aku takut sesuatu akan berubah jika aku menembaknya."
'hnh~' sesekali Hajime akan mendengus seperti itu, menandakan ia sedang menyombongkan sesuatu atau sekedar mengejek.
"Satu-satunya yang akan berubah adalah status kesendirianmu dan fakta bahwa kautidak mempunyai seorang kekasih. Semuanya? Siapa saja semuanya itu? Apakah orang-orang itu akan begitu saja meninggalkanmu begitu kauberpacaran dengan Kyoka?
Nah, dengarkan aku, Aria. Teman baik adalah mereka yang mengerti masa lalumu, percaya pada masa depanmu dan menerimamu apa adanya. Mereka yang tidak mengerti hal ini tidak memiliki hak apa pun untuk melalui semua itu denganmu. Kenapa bertahan jika kauakan menyesalinya? Lebih baik melawan, kan?
Memang benar itu adalah hal yang baik dengan membiarkan sesuatu yang baik tetap menjadi sesuatu yang baik juga, tetapi semua orang pasti memiliki hak untuk menginginkan suatu kebahagiaan. Meski begitu Kenapa orang sepertimu membuangnya hanya untuk menjaga perasaan orang lain? Jangan membuatku tertawa."
Aku berpikir sesaat. Memikirkan semua hal yang dia katakan. Memikirkan betapa bodohnya orang sepertiku. Dan memikirkan bagaimana diriku di masa lalu bisa tidak memahami hal seperti ini. Angin berhembus sekali lagi, aku mengeluarkan semua yang kutahan dan tertawa.
kali ini aku memandangnya “Maaf Hajime, aku malah tertawa seperti ini.... iya, kaubenar.
Apa yang kukhawatirkan, ya? Seharusnya aku menyadarinya dari dulu. Apanya yang berubah? Apanya yang tidak akan tetap sama? Maaf membuatmu mengatakan semua itu... Aku akan menembaknya. Aku akan menyatakan perasaanku pada Kyoka. Tapi aku tidak ingin melakukannya saat ini. Mungkin butuh waktu, tapi kali ini kukatakan pada diriku sendiri untuk menembak Kyoka begitu kita sampai di desa atau kota terdekat, begitu juga tidak masalah kan?"
"Yah, seperti itu juga boleh."
Hajime memukul bahuku dengan suatu tingkatan tenaga yang tidak dapat disebut dengan sebuah pukulan. Menunggu 4 menit, Kyoka datang dari semak-semak. Aku menyapanya,
"Kyoka, kausudah selesai?"
"Iya, kalian sudah memilih pakaian?"
__ADS_1
"Lihat ini, Kyoka, aku menemukan syal yang bagus di sebelah sini. Bagaimana kalau kita semua memakai ini?"
Hajime dengan tertawa kecil menyatakan itu. Dulu sekali, Kyoka pernah membuatkan kami syal seperti itu. Tapi lama-kelamaan mereka mendapatkan banyak robekan yang cukup parah setelah kami pakai bermain di berbagai macam tempat. Dan syal-syal itu sekarang disimpan dalam sebuah kotak kayu di dojo kakekku.
"Baiklah, kami akan ganti baju di sebelah sana."
"Aku tahu apa yang kaupikirkan. Jangan mengintip Aria ya, Kyoka."
"SI- SIAPA YANG MAU---"
"Hey sudahlah, kau punya kebiasaan mengganggu adikmu sendiri, Hajime."
Aku menarik kerah leher Hajime dan menyeretnya ke dalam semak-semak di hutan.
"Jangan terlalu dipikirkan, Kyoka. Dia tidak bermaksud buruk."
Empat, lima menit berlalu. Kami keluar dari semak-semak, menuju tempat Kyoka yang sedang menunggu kami sebelum sesuatu yang aneh memasuki penglihatanku. Aku dan Hajime melihat tubuh Kyoka sedang diselimuti dengan cahaya kebiruan yang pucat. Aku memanggil nama gadis itu dan menghampirinya.
"Kyoka."
Seolah suaraku mencapainya, cahaya kebiruan hilang, meninggalkan Kyoka yang berdiri dua meter membelakangiku. Aku mendekat, memegang kedua bahu gadis itu dan membalik tubuhnya untuk menghadapku.
"Kautidak apa-apa? Cahaya apa yang barusan?"
Tapi yang kulihat selanjutnya adalah tetesan air mata. Aku tidak mengerti kenapa matanya memerah. Aku tidak mengerti kenapa butiran air hangat itu membasahi pipi Kyoka. Aku tidak mengerti kenapa cahaya kebiruan itu menyelimutinya. Aku tidak mengerti kenapa kaumenangis.
Kyoka menabrakkan dirinya ke pelukanku. Aliran air hangat itu tersapu membasahi pakaianku. Aku memeluknya, menekankan seluruh tubuhnya ke dalam pelukanku. Tidak apa. Tidak apa-apa, Kyoka, keluarkan semuanya. Keluarkan semua tangisan dan air mata itu, lalu beri tahu aku.
Satu menit berlalu, Kyoka menjauhkan badannya dariku, perlahan aku melepaskan pelukanku dan menatap wajah Kyoka yang bersemu dengan warna merah.
"Tidak apa. Aku sudah tidak apa-apa.... Terima kasih..."
"Bisa kamu ceritakan semuanya?"
"Kamu menempelkan tanganmu pada bola sihir itu, iya kan?” Hajime bertanya dengan nada yang intens. Mendapati sebuah dugaan logis mengikuti instruksi yang Emilia Evelyn ajukan di dunia itu. Hajime melanjutkan, “Apa yang terjadi?"
"Kenangan. Semua kenangan tongkat sihir ini... semua kenagan Early Evelyn, aku melihatnya."
Nadanya diwarnai dengan kesedihan. ‘Kenangan’-- Itu adalah kata sederhana yang memiliki esensi rumit yang sulit untuk dijelaskan. Ia berarti ditinggalkan, bukan dihilangkan. Ia berarti ingatan, bukan dilupakan. Meski begitu, ia tetap memiliki semua perasaan yang dibutuhkan untuk hati manusia. Ia mengisi lubang-lubang kosong dengan kebahagiaan dan kesedihan, dan melengkapinya membentuk sebuah kenangan menyenangkan dan menyedihkan.
Dan dari semua ‘ia’ yang mungkin itu, kenangan seperti apakah yang dilihat Kyoka? Sesuatu seperti apakah yang membuat gadis ini meneteskan air matanya? Aku tidak tahu. Aku tidak tahu semua itu---
"Emilia, dan semua orang yang bertarung bersamanya. Semua orang yang mengalami kenangan itu bersama dengannya, semuanya. Bagaimana mereka melindungi satu sama lain, bagaimana mereka menutupi kekurangan untuk saling melengkapi satu sama lain. Dan, bagaimana, mereka mati untuk orang lain... untuk sesuatu yang ingin mereka lindungi, untuk sesuatu yang ingin mereka lawan tidak peduli apa pun, dan untuk sesuatu yang mereka cintai... perasaan kuat itulah yang mengisi setiap serpihan dalam tongkat sihir ini.... maaf, sekarang aku sudah tidak apa-apa. Aku baik-baik saja sekarang."
"...Nah, Kyoka... “ Aku membuka mulutku dan membentuk perkataan. Sambil menatap wajah Kyoka seolah melihatnya sebagai sesuatu yang jauh. “Aku memang tidak tahu kenangan seperti apa yang kamu lihat, tapi perjalanan yang para Argonaut lakukan pastinya adalah sesuatu yang begitu mengharukan, benar....? Empat puluh tujuh orang- Itu adalah jumlah anggota mereka yang meninggal. Melihat kematian mereka dan bagaimana cara mereka mati pastinya adalah hal yang sangat membuatmu sedih, yah? Tapi kita juga harus yakin pada pilihan yang kita ambil. Karena kita sendirilah yang memilih jalan ini, dan kita sendirilah yang akan menentukan akan jadi seperti apakah pertarungan kita nantinya. 2.000 tahun yang lalu mereka bertempur, berjuang, dan mengorbankan nyawa mereka. Melalui semua jerih payah itulah mereka meninggalkan sesuatu yang begitu penting untuk dunia yang mereka sayangi. Hal yang membuat kita ada disini, dan membiarkan kita memulai satu langkah inilah yang disebut dengan harapan. Kita tidak boleh menyia-nyiakan semua ini, kita harus menyelesaikan apa yang belum sempat mereka selesaikan. Karena itu, Hajime, Kyoka... Kita akan memulai semuanya dari sini.... 【Status】"
Mengikutiku, Hajime dan Kyoka menyebutkan kata itu bersama. Persegi panjang semi tansparan memasuki penglihatanku, melayang di udara tidak jauh dari leherku- Dan tertulis:
<<【】>>
Name : Aria Horizon Race : Human Level : 1 Job : None Gender : Male Class : None
Life : 200/200 Ether : 100/100 Strength : 90 Vitality : 75 Defense : 70 Agility : 150 Accuracy :
80 Intelligence : 10
Art : · Asterial Stlye (Sword)
Ability : · Analyze · Sword Mastery LV 10
Scared Ability : · Plants Creator
Equipment Ability : · Sword Regen · Scabbard · Legth Disposition · Automatic Grind Down
Tittle :
【Human Race】【Other Worlder】【Scared Ability User】【Sword Man】【Agi Blesser】
__ADS_1
Party Member :
- Hakuharu Kyoka - Hakuharu Hajime
Setelah itu aku meminta Hajime dan Kyoka untuk menunjukkan status mereka masing-masing.
<<【】>>
Name : Hakuharu Hajime Race : Human Level : 1 Job : None Gender : Male Class : None
Life : 175/175 Ether : 100/100 Strength : 75 Vitality : 60 Defense : 65 Agility : 75 Accuracy :
200 Intelligence : 10
Art : · Asterial Stlye (Archery)
Ability : · Storage · Archer Mastery LV 15
Scared Ability : · Detecless
Equipment Ability : · Light Arrow
Tittle :
【Human Race】【Otherworlder】【Scared ability User】【Archer】【Acc Blesser】
Party Member :
- Hakuharu Kyoka – Aria Horizon
<<【】>>
Name : Hakuharu Kyoka Race : Human Level : 1 Job : None Gender : Female Class : None
Life : 100/100 Ether : 500/500 Strength : 30 Vitality : 50 Defense : 30 Agility : 50 Accuracy : 80
Intelligence : 200
Art : -
Ability : · White Magic LV 3 · Black Magic LV 3 · Fire Magic LV 5 · Water Magic LV 1 · EarthMagic LV 2 · Wind Magic LV 2
Scared ability : · Time Oracle
Equipment ability : · Small Magic Increase
Tittle :
【Human Race】【Other Worlder】【Scared Ability User】【Witch】【Int Blesser】
Party Member :
- Hakuharu Hajime - Aria Horizon
Perbedaan dari masing-masing status dan bakat kami terlihat. Seketika aku membuka jendela transparan itu, semua informasi yang ada di dalamnya masuk ke dalam otakku; apa itu life, ether, stregth, vitality, agility, accuracy, intelligence, art, ability, tittle, party. Semua informasi termasuk cara pemakain, pengertian dan batasan penggunaan ability masuk ke dalam otakku; tentu saja hanya status milikku sendiri yang aku tahu, aku tidak tahu arti dari semua skill yang Hajime dan Kyoka miliki.
Dari semua hal yang baru saja memasuki otakku, scared ability 【Plants Creator】 adalah skill spesial yang jauh melampaui skill lainnya. Pengertian, cara pemakaian dan batasan-batasannya memberiku lusinan pertanyaan lain.
- Ini adalah pemberian terakhirku.
- Bayangkan sesuatu yang paling kalian inginkan di saat–saat terakhir kehidupan kalian di dunia itu.
Perkataan Emilia memberiku semua jawabannya. Sesuatu itu, yang belum sempat kudapatkan, dan belum sempat kudapat lakukan dan perjuangkan di dunia itu. Apa yang kubayangkan? Apa yang kuinginkan? Dan sesuatu seperti apakah itu yang kuharapkan?
- Aku ingin memberikan gadis yang kucintai sebuah bunga.
__ADS_1
Kyoka menyukai bunga-- Dengan fakta itu, hal seperti inikah yang kuharapkan? Itukah yang kubayangkan? Dan karena itukah aku mendapatkan kemampuan ini?