
Jika misalnya aku dan Aria mati dalam pertarungan kali ini, Lilith akan mengambil semua item berharga kami dari【Storage】maupun yang tengah kami pakai saat ini.
Tapi, apa benar begitu? Apa benar kami akan kalah dari Lilith dan mati dalam pertempuran?
- Lucu sekali, tentu saja kami yang akan menang.
Atau setidaknya, akan kubuat kami memenangkan pertempuran ini, dan membuat Lililth menyesali perbuatannya.
Tapi, apa aku bisa melakukannya?
- Tentu saja aku tidak akan menang melawan Lilith, jika hanya aku sendirian.
Aku memang tidak pernah melihat kemampuan penuh Lilith secara langsung, tapi aku tahu bahwa sebenarnya gadis itu sangat kuat. Lilith adalah seorang petualang rank A yang bisa disebut sebagai rank tertinggi di kerajaan manusia saat ini.
Rank petualang dibagi menjadi SSS, SS, S, A, B, C, D, E, dan paling rendah, F.
Rank SSS hanya ada di legenda. Mengikutinya adalah SS dan S, yang juga adalah rank tingkat lanjut dengan tingkat kesulitan untuk mencapainya yang juga sangat tinggi. Berbeda dengan peningkatan rank biasa seperti C ke B, atau B ke A, peningkatan rank untuk A -> S sangatlah sulit, begitu juga dengan S -> SS, apalagi SS -> SSS yang dikatakan butuh perjuangan ratusan tahun untuk mencapainya.
Lalu bagaimana caraku mengalahkan orang sepertinya yang adalah petualang dengan rank terkuat di kerajaan manusia? Tentu saja, kami sudah membuat strategi untuk itu. kami bertiga terhubung melalui item telepati yang kami dapatkan dari labirin Zefestia, dan menggunakannya beberapa saat yang lalu. Lilith membuka mulutnya, berkata:
“Baiklah, bagaimana jika aku memulainya sekarang?”
Baiklah, jadi aku harus memberinya jawaban yang benar untuk pertanyaan itu.
“Maaf, Lilith. Tapi kami sudah memulainya lebih dulu darimu.”
Sesaat, rumput di sekitar Lilith memanjang menjerat kaki gadis itu, membuatnya terikat dengan tanah tempatnya berdiri saat ini. Satu detik, dua detik berikutnya, seseorang dengan mantel hitam sudah berada di samping kirinya, ia membuat kuda-kuda untuk mengayunkan pedang panjang satu tangan berbilah violet yang terselimuti dengan api berwarna putih.
Seperti pedangnya, sarung tangan dan sepatu yang orang itu kenakan juga diselimuti dengan api berwarna putih, yang mengandung buff sesuai dengan apa yang laki-laki itu perintahkan.
Namun tepat sebelum pedang itu mencapainya, sebuah logam menghalangi tebasan pedangnya, menghasilkan percikan api di udara.
Humanoid berwujud logam dengan dua tangan memanjang seperti bilah pedang muncul di antara mereka, menebaskan tangan kanannya yang bebas ke arah laki-laki itu, membuat Aria melompat mundur untuk menghindarinya.
Bahkan Fairy Sword: Origin yang memiliki kelebihan berupa massanya yang ringan dan kekuatannya yang jauh melebihi penampilannya, yang juga telah diselimuti dengan api putih masih tidak cukup untuk menembus pertahanan aether humanoid itu?
.... Tapi, tidak apa, kurasa, itu sudah cukup.
- KABOOM~!!!
Tepat setelah Aria membuat lompatan, ledakan terjadi di sekitar tanah yang Lilith pijak. Itu adalah apa yang sebenarnya kami incar sebagai ganti serangan dadakan Aria yang kemungkinan berhasilnya relatif rendah.
【Magic Card】tingkat 2, dengan perintah【ledakan】Aria jatuhkan bersama serangan pedangnya yang gagal, yang pada saat dia sudah menjauh dari Lilith, aku mengaktifkannya.
Belum diketahui apakah ledakan itu berhasil memberinya dampak yang telak atau tidak, tapi kupikir Lilith tidak mungkin bisa lolos tanpa setidaknya sedikit saja luka bakar.
Kepulan asap akibat ledakan itu menyelimuti area di sekitar, 5, 6 meter darinya, dan semakin menyebar lagi hingga kepulan asap itu menunjukkan bayang-bayang sosok Lilith yang agak samar. Bersama aether logam yang sebelumnya dia summon, dan satu Aether lagi yang berdiri- Tidak, terbang bersamanya.
__ADS_1
Asap menghilang dan menunjukkan sosok satu ēnfinity dan dua aether kepada kami, di dalam bola transparan keunguan yang kuduga adalah medan pelindung milik sosok aether humanoid perempuan berambut panjang, dengan wajah tanpa mulut dan hidung sama sekali.
Dan tidak seperti yang kuduga sebelumnya, Lilith berhasil selamat tanpa terluka sedikitpun. tidak perlu dipertanyakan lagi sesuatu seperti apakah yang membuatnya selamat kali ini.
Aether berambut panjang itu mungkin adalah spesialis dalam hal sihir, sedangkan aether logam itu dalam serangan fisik. Selain ular-ular yang mendiami tanah, Lilith telah men-summon dua aether kuat yang belum pernah kulihat sebelumnya.
“Haaahhh~... untung saja aku men-summon mereka sebelumnya, kalau tidak begitu pastinya aku sudah mati sekarang.”
Pernyataan itu mengacu pada kemampuan summoner untuk mengatur aether-nya dalam mode ‘siap’, yang berarti dapat mereka gunakan secara instan kapan saja. Namun, hal itu juga membuka kelemahan berupa penyerapan ether berkala milik si pengguna. Penyerapannya tidak terlalu banyak juga jadi para summoner seringkali menggunakan cara itu karena mereka rasa sangat berguna. Lilith berkala lagi:
“Serangan kejutan itu curang lho, ahaha~ yah, aku masih hidup juga jadi tidak apa. Baiklah, bagaimana jika aku mulai menyerang kali ini?” Lilith membentuk gesture ‘serang’ dengan tangan kanan dijilurkan ke depan. “X1, Z1, serang mereka~”
Mengikuti perintah tersebut, aether logam melesat ke arah kami, sedangkan yang satunya hanya berdiri membuat gerakan tangan seolah ingin mengeluarkan sesuatu dari tangannya.
Cahaya putih menyelimuti seluruh tubuh aether logam, sebelum mulai mengayunkan tangan kanannya menuju Aria, yang juga telah menggunakan White Flame pada pedangnya, sarung tangan dan sepatunya.
Bunyi benturan benda keras menggema di hutan, angin dari tabrakan itu dapat kurasakan dari tempatku yang berjarak 10 m dari mereka. Aria tidak tampak terdorong, begitu juga dengan aether logam, bisa dibilang, kekuatan mereka seimbang.
『 Feyrish! 』
Telepati dari Aria mencapaiku. Tanpa diminta lagi aku menyiapkan busurku dan mengambil anak panah dari【Storage】, membidik aether logam dan menambahkan【Magic Card】 tingkat 1: 【kekuatan, ketahanan, kegigihan】 dan【Magic Card】tingkat 2: 【mengikuti】 pada anak panahku, sebelum melepaskannya menuju target logam yang sedang bersilangan pedang dengan Aria.
Anak panah itu melesat ke arahnya, yang kemudian melepas kuncian pedang dengan Aria dan menebas anak panah itu secepatnya, ia membuat gerakan akrobatik dengan tangan di bawah untuk mundur 4, 5 kali, hanya untuk dikejar lagi oleh anak panah yang sebelumnya dia tebas. Adegan itu terus berulang 3 kali sebelum aether penyihir menembak anak panah tersebut dengan sihir angin hingga patah.
『 Lakukan, Feyrish, sekarang kesempatanmu. 』
Kali ini aku menggunakan【Magic Card】tingkat 2:【teleport】untuk berpindah ke atas pohon besar 300 m ke belakang dari pertempuran. Teleport dengan 【Magic Card】tingkat 2 memiliki batasan jarak 300 m, hitung mundur untuk pemakaian kembalinya yang sangat lama membuatku tidak bisa menggunakannya berulang kali.
Kali ini aku menggunakan kacamata transparanku yang berlesa lebar dengan bagian kaca penghubungnya yang hampir selebar lensanya, yang Aria bilang model kacamataku ini seperti kacamata shield dan goggles yang disatukan dan didesain ulang menjadi lebih stlylish, jujur saja, aku tidak mengerti apa yang dia maksudkan.
Ketika digunakan, kacamata ini akan menampilkan posisi target, jarak, bidikan, kelembaban udara, kecepatan angin, waktu dan sebagainya pada penglihatanku, yang pada saat itu Aria sebut dengan ‘kemajuan teknologi’ yang sama sekali tidak dapat kumengerti sama sekali. Ah, dia juga mengatakan sesuatu seperti menjadi ’sniper’ atau semacamnya yang membuat terbentuknya taktik ini.
Aku membidik Lilith melalui kacamataku:【Ethelier Crystal】, dan menembakkan anak panah yang ditambah dengan perintah 【akurasi, kecepatan, kekuatan, dan ledakan】tingkat 1. Di waktu yang sama aku menembakkan anak panah serupa menuju kedua aether yang Lilith summon.
Lilith menyadari hilangnya keberadaanku dari arena, dan seperti yang diduga dari petualang tingkat atas, ia mampu merasakan niat membunuhku dari jarak 300 m.
“Y1, buat pelindung dengan barrier!”
Tepat sebelum anak panahku mengenai mereka, lingkaran transparan keunguan muncul melindungi mereka dari luar. Untungnya, tembakanku berhasil menghancurkan barrier yang aether bernama Y1 keluarkan. Meskipun tidak memberi Lilith dampak yang fatal, sedikit luka bakar terlihat di beberapa bagian di tubuhnya.
Namun tidak seperti Lilith, barrier pelindung keunguan tidak mampu melindungi Y1 dan X1 dengan baik, atau mungkin memang tidak sempat, karena luka bakar yang mereka derita jauh lebih fatal ketimbang Lilith.
Hal itu membuat X1 si logam hancur menjadi debu, tanda bahwa dia sudah berhasil dikalahkan, butuh waktu yang sangat lama untuk memanggil kembali aether yang kuat seperti dia. Sedangkan Y1 si penyihir dipenuhi dengan luka bakar dan sekarat, meskipun belum hancur seperti X1.
__ADS_1
“Feyrish, kausialan...! Y1, cepat pakai healing.”
Y1 menggunakan semacam sihir penyembuhan pada Lilith, sihir itu menyembuhkan seluruh luka bakar yang Lilith derita, namun, kemudian Y1 hancur menjadi debu menyusul X1 yang telah mengilang terlebih dahulu.
Setelah menggertakkan giginya, Lilith tertawa pelan, itu seperti tawaan seseorang yang sedang memikirkan sesuatu yang licik.
“Baiklah, kalian yang memintaku, ok? Jangan menyalahkanku jika aku serius.”
Ia mengambil pisau kecil dari pinggangnya dan memegang gagangnya dengan tangan kiri, lalu menggenggam bilahnya dengan tangan kanan. Ia menyayat telapak tangan kanannya hingga aliran darahnya menetes ke tanah. Lilith memulai ritual summoningnya dalam skala besar. Lingkaran sihir terbentuk dalam radius 3 meter dari tempat Lilith menempelkan kedua tangannya ke bawah.
“Pemilihan. Seleksi. Analisa. Pemecahan. pembentukan kontrak, selesai. Penerapan kontrak, selesai. Pelafalan. Pembentukan. Pengumpulan. Mengulangi. Mengulangi. Mengulangi. Mengulangi. Mengulangi. Pembagian ether. Penerapan bentuk, selesai. Penyesuaian. Mengambil bentuk, selesai. Memindahkan. Memindahkan. Penentuan lokasi, selesai. Pemanggilan. Summon!!”
Kumpulan aether bermunculan dari lingkaran sihir tersebut. 20-- Tidak, 30? Ah, bukan juga, jumlahnya terus-terusan bertambah setiap detik, saat ini mencapai 50, atau mungkin 60? Yang jelas, itu sudah bukan dalam jumlah yang dapat kami lawan dengan mudah. Meskipun Aria adalah pengguna tiga scared ability yang belum pernah ada dalam sejarah manapun, meskipun kami telah mendapatkan item dan equipment-equipment baru yang kuat, dan meskipun aku adalah pengguna scared ability langka sekaligus pemegang bakat memanah yang hanya ada setiap ratusan tahun sekali, kami masih akan kesulitan menghadapi semua monster itu.
Bagaimana jika kami lari saja? apakah Lilith tidak akan mengejar kami? Tidak, tentu saja dia akan mengejar dan membunuh kami.
Bagaimana dengan bicara? Apakah setelah itu Lilith akan melepaskan kami? Tidak, tentu saja dia akan membunuh kami, bahkan jika kuserahkan semua item, mungkin saja dia tetap akan membunuh kami.
“Meskipun secara individu kalian sangat kuat, dan meskipun kalian saling melindungi satu sama lain, dihadapan ratusan monster-monster-ku, kalian berdua akan mati, pasti!”
Aether terus bermunculan dari lingkaran sihir, jumlahnya mencapai hampir tiga digit angka, berdiri, merangkak, merayap, dengan Lilith sebagai pusatnya. “Ahahahahaha~ nah, apa kalian tahu? Membenci itu lebih baik dari mencintai, aku menemukan itu saat aku kecil. Cinta ditemukan di seluruh dunia. cinta, cinta, cinta.... kenapa? Kenapa orang-orang membabi buta percaya bahwa meninggalkan seseorang yang keluar dari cinta adalah cara yang tepat untuk pergi? Dunia ini jelas dipenuhi dengan kekerasan!”
Aria melemaskan tubuhnya dan menjawab.
“Lilith, ya...? Setahuku, tiap orang mendapat kebahagiaan dengan cara mereka masing-masing. Hidup tidak akan pernah adil jika kamu terus membandingkan dirimu dengan orang lain. Begitulah menurutku. Dan ini tidak seperti kami saling melindungi karena cinta, kasih sayang atau semacamnya. Ah, tadi kaubilang ‘kami akan mati’, ya? Itu lucu. Sungguh, itu benar-benar lucu. Mana mungkin aku bisa mati karena monster-monster-mu.
Nah, dengarkan aku, Lilith... ada dua alasan kenapa kami tidak akan kalah darimu, meskipun jumlahmu ratusan kami lebih banyak dari kami, bahkan jika kamu memanggil ribuan aether lagi sebagai sekutumu. Pertama,”
Aria mengacungkan telunjuknya ke atas. Aku dapat melihat dengan jelas karena kemampuan farsight dari kacamataku, dan bisa mendengarkan semua percakapan yang mereka buat karena kemampuan dari item komunikasi jarak jauh yang sedang Aria dan aku bawa.
“Karena kami selalu memiliki harapan untuk menang, karena kami hidup. Kedua,” Aria mengacungkan juga jari tengahnya, membentuk gesture jari yang melambangkan angka 2, ia melanjutkan, “Karena tikus got sepertimu ingin merampas sesuatu dari kami, tidak mungkin aku bisa kalah!”
Hnh~ aku tertawa sedikit mendengar kata-kata Aria. Sungguh, betapa sombongnya orang ini. Tapi tentu saja, itu tidak apa, aku tidak membencinya sama sekali, karena dia mengatakan itu di hadapan ratusan aether yang akan menjadi lawannya, tentu saja dia punya rencana, iya kan? Aku bertanya.
『 Jadi, apa rencanamu? 』
“Apanya yang apa(?), tentu saja kita akan menyerang dan menghabisinya.”
『 Tidak, tunggu... apa? 』
Jawaban macam apa itu?! Bukan, apa-apaan maksudnya? Menyerang dan menghabisi mereka? apa yang sedang orang gila ini bicarakan?! Mana mungkin kita bisa melakukannya!
“Kita bisa.” Jangan membaca pikiranku! Ah, dia tidak bisa membaca pikiranku. Jadi itu cuma kebetulan.
『 Tidak, kita tidak bisa. Kita hanya berdua, dan mereka ada ratusan. 』
“Hanya karena kita kalah jumlah bukan berarti mereka lebih kuat.”
__ADS_1
Omong kosong! Kenapa Aria malah bicara seperti itu di saat seperti ini? Apa karena dia sudah putus asa setelah melihat jumlah musuh? Bagaimanapun juga, itu sulit, bahkan hampir tidak mungkin untuk mengalahkan mereka.
『 Itu tidak mungkin, Aria. Lupakan saja, mustahil kita bisa menang melawan mereka. 』