Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan

Illusion & Magic jilid 1: Menggapai Kenangan yang Tak Tertahankan
Episode 19


__ADS_3

Yang arti tersirat lain dari perkataannya adalah, dimana usia ēnfinity laki-laki ini yang terlihat seperti sekitar 10 tahun sebenarnya sudah melebihi batas yang amat sangat tua- Yaitu lebih dari 2000 tahun. Dia menghabiskan waktu yang sangat banyak dengan mengurung dirinya sendiri di tempat ini.


Sesuatu seperti apakah yang membuatnya melakukan itu? Siapakah sebenarnya orang ini? Dan hal seperti apakah yang telah ia lalui sampai semuanya menjadi seperti ini? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tiba-tiba memasuki pikiranku.


Tempat apa ini?” Tanya gadis Elf, Feyrish Earlyspring kepada seseorang dengan penampilan anak laki-laki tersebut. “Apa yang kamu lakukan di labirin ini?”


Ia menutup bukunya, kursi yang orang itu duduki berputar ke arah kami. Jarak yang tercipta adalah 10 meter, kami saling melihat dalam selang lokasi yang tidak jauh.


“Apa yang kalian cari di tempat ini?” Dia katakan dengan nada dan sikap yang sama sekali tidak mencerminkan aura ‘kekanak-kanakan’. Dia mengangkat bukunya dua, tiga centimeter ke atas. Partikel-partikel cahaya kemerahan menyelimuti buku itu, sebelum satu detik kemudian menghilang bersama dengan objek yang diselimutinya. “Harta, kekuatan, kekuasaan, atau kedudukan... mana yang kalian cari?”


Tanpa kusadari Feyrish sudah mengambil satu langkah ke depan, dan menjawab pertanyaan tersebut yang ditujukan untuk kami.


”Kebenaran dunia ini.”


Ēnfinity berwujud anak laki-laki manatap keseriusan di mata Feyrish, matanya yang kemerah-hijauan melihatnya sebelum dua detik kemudian, ia tertawa.


“Hhahahahaha~” mengambil nafas panjang satu kali, suara tawaan itu berhenti. “Yah... hahah... jika kalian mencari kebenaran di dunia ini, kupikir kalian sudah datang ke orang yang tepat. Setidaknya, 2000 tahun di masa lalu.”


Lagi-lagi anak ini memberi kami sebuah fakta baru yang membingungkan. Aku berpikir untuk menjawab ketidaktahuanku dengan【Analyze】,tapi kukurungkan kembali niat itu kerena kemungkinan besar adalah tindakan yang sia-sia. Yah, pada akhirnya aku tidak akan melihat apa pun. Bagaimanapun juga, dia sudah hidup jauh lebih lama dariku, yang tidak mungkin seseorang sepertinya adalah orang lemah berlevel rendah.


Tapi meskipun dengan pemikiran seperti itu, rasa keingintahuan yang timbul dari dalam diriku membuatku ingin mencobanya. Namun sebelum hal tersebut sempat terealisasikan, laki-laki itu berkata:


“Ah, kalian pasti tidak paham, yah? Sebelum itu, apa kalian tertarik mendengar ceritaku? Meskipun agak panjang, sih.”


Feyrish melirikku, seolah meminta persetujuan langsung dariku, yang kujawab dengan:


“Aku tidak keberatan.”


Mengambil konfirmasi dariku, Ēnfinity laki-laki misterius memulai ceritanya.


“Baiklah... dimana aku harus memulainya, ya...? ah, oke.... mari kita mulai dari sini... tapi ini adalah cerita yang tidak terlalu menarik, barangkali kalian akan jadi bosan, jadi bilang saja jika ingin minum sesuatu, aku bisa membuatkan setidaknya secangkir teh.... yah, baiklah, ini


dia... ....


dulu sekali, sebelum ras-ras di Verdernia mulai membentuk kerajaan mereka masing-masing, dunia yang saat itu masih dipenuhi dengan berbagai macam ras yang menyebar, tidak hanya mendiami satu kerajaan saja.


Belum ada yang namanya kerajaan manusia ataupun kerajaan Elf di masa itu. Setiap kerajaan memiliki rakyat-rakyatnya tersendiri yang berasal dari berbagai macam ras yang tergabung menjadi satu, hidup saling berdampingan satu sama lain, tanpa ada perbudakan dan diskriminasi.


Aku dibesarkan di sebuah kerajaan kecil bernama Zefestia. Itu adalah kerajaan yang cukup makmur dengan luas wilayah yang relatif kecil. Aku sangat menyayangi orang-orang di kerajaan Zefestia. Aku punya banyak teman di tempat itu. Tidak peduli apakah itu manusia, Elf, Dwarf, demon, angels, dan tentu saja, rasku sendiri Fairy.


Ras Fairy terkenal dengan bakatnya dalam melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh ēnfinity biasa pada umumnya, seperti data statistik seseorang sampai sesuatu seperti membaca pikiran, mengetahui apa yang sedang seseorang cari dan ‘dimana mereka bisa menemukannya’, atau melihat masa lalu dan juga masa depan. Banyak dari ras kami yang menggunakan kemampuan itu untuk menjadi peramal atau sesuatu semacam itu.


Aku adalah petualang yang aktif menjelajahi dunia ketika masih muda. Yah, bisa dibilang penampilanku akan selalu terlihat muda, iya kan? Itu karena【Ageless】yang menghentikan penuaan setelah usiaku mencapai 10 tahun. Tapi bukan berarti semua ras Fairy memiliki【Ageless】dengan konstitusi yang menghentikan penuaannya setelah usia 10 tahun juga. Kautahu? Itu lebih seperti ras kami memiliki batas usia penuaan yang berbeda-beda, dan kebetulan saja batas penuaanku adalah 10 tahun.

__ADS_1


Intinya, aku adalah seorang petualang yang menjelajahi dunia pada awalnya. Tapi pada hari itu, ketika aku kembali dari penjelajahanku, aku bertemu dengan sang raja.


Raja pada masa itu adalah seorang laki-laki ras Elf tinggi berkulit putih bernama Zefias Zefestia. Bisa dibilang usianya tidak jauh berbeda denganku.


Aku tidak sengaja bertemu Zefias di ibu kota saat sedang tidur siang di bawah pohon dengan menikmati hembusan angin dan paparan rumput hijau di tengah cerahnya cahaya matahari siang di musim itu, yang membuat setiap indraku merasakan suatu kenyamanan tersendiri.


Raja yang mengenakan pakaian penyamaran sederhana mirip penduduk biasa menghampiriku, berkata “Apa tempat di sebelahmu kosong?” Tanpa membuka mata aku menjawabnya “Itu sudah dipesan.” Meskipun mataku tertutup aku tahu Zefias agak kebingungan dengan jawaban itu, kulanjutkan dengan, “Oleh seorang teman yang sangat kaya dan mirip sepertimu.”


Yah, bisa dibilang aku sudah lama berteman dengan sang raja. Dan memang benar pertemuan itu bukanlah sesuatu yang kami sengaja sebelumnya, namun dengan mendengar suaranya aku tahu bahwa dia ada di sini. Kami mengobrol banyak hal di tempat itu.


Keesokan harinya, aku sekali lagi bertemu dengan Zefias. Di dalam ruangan super luas yang raja itu sebut dengan ‘kamar’, aku membicarakan banyak hal dengannya. Seperti apa aether kuat yang kulawan dalam petualanganku, makanan unik apa yang kumakan, orang-orang seperti apa saja yang kutemui, dan sebagainya.


Anggota kerajaan seperti menteri, penasehat, maid dan yang lainnya telah membuat penafsiran dimana diriku yang seorang pertualang adalah teman baik dari raja mereka, dan merekapun mempercayaiku dengan baik, sehingga aku bisa bicara dengannya tanpa penjagaan apa pun.


Hari itu adalah hari dimana kerajaan mengadakan pesta ulang tahun untuk adik perempuan Zefias yang berumur 200 tahun, Ellaine Zefestia. Acara itu dihadiri tamu-tamu yang didominasi oleh bangsawan. Namun aku yang sama sekali tidak memiliki gelar kebangsawanan juga turut ambil bagian sebagai pengawal paruh waktu sang raja, Zefias Zefestia.


Namun, aku gagal melindunginya...


Kastil diserang dan sekumpulan orang dengan pakaian assassin masuk memenuhi ruangan, membuat aula itu dipenuhi dengan bercak darah berwarna merah. Prajurit-prajurit yang disiagakan telah membantu sebisa mereka, semampu mereka sebanyak yang mereka dapat lakukan.


Meski begitu, kejadian yang begitu cepat telah membuat banyak sekali orang yang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.


“Jaga Ellaine, dan jika aku tidak kembali, kuserahkan kerajaan ini padamu.”


Itu adalah kata-kata yang terakhir ia ucapkan untukku. Zefias memegang pedangnya, membawa senjata itu dan menerjang kerumunan assassin kelompok itu. Pertarungan yang sengit terjadi antara mereka dan laki-laki itu, yang berakhir dengan tewasnya sang raja kerajaan Zefestia.


Memenuhi wasiat Zefias, temanku yang sekaligus adalah raja Zefestia sebelumnya... aku menaiki tahta, menduduki kursi yang Zefias tempati sebelumnya.


Namun, kenaikanku sebagai raja bukanlah sesuatu yang dapat kusyukuri atau sedikitpun membuatku bahagia. Teman baikku, Zefias kehilangan nyawanya karena aku tidak sanggup melindunginya. Meskipun aku adalah pengawalnya waktu itu... ... meskipun aku adalah... sahabatnya... tapi apa yang bisa kulakukan untuknya...?”


Anak laki-laki itu menggeram, menggertakkan giginya dan memukul sandaran lengan pada kursinya dengan telapak tangannya.


“Aku memulai banyak penelitian semenjak hari itu, meninggalkan jalan hidupku sebagai seorang petualang. Hasilnya, kemampuan visualku sebagai Fairy meningkat sangat tajam, bahkan kemampuan tingkat tinggi seperti membaca masa depan dan masa lalu dapat kulakukan dengan mudah.


Seorang penyihir terkenal pernah berkata bahwa di dalam diriku terdapat bakat yang mengagumkan sebagai ras Fairy, kupikir alasan itulah yang membuat kemampuanku berada sangat jauh di atas ras Fairy pada umumnya.


Dibantu oleh peneliti dari berbagai macam ras, adik perempuan Zefias- Ellaine, yang dikenal sebagai seorang jenius, dan kemampuan identifikasiku yang tinggi, telah menjadikan penelitian-penelitian yang kami lakukan berkembang dengan sangat pesat.


Pada akhirnya kami menciptakan relix-relix dan artefak berkualitas tinggi dengan ether yang terkandung di dalamnya.


Namun, pada akhirnya aku hampir kehilangan semua itu.


50 tahun setelah penobatanku sebagai raja Zefestia, Kastil kerajaan sekali lagi diserang. Totalnya mencapai 10 kali lipat jumlah assassin yang menyerang kastil 50 tahun yang lalu. Dengan cepat mereka memasuki dan mengambil alih kastil tersebut, tapi ada satu tempat yang belum mereka kuasai.

__ADS_1


Satu tempat itu adalah laboratorium tempat para peneliti melakukan penelitian.


Semua orang yang masih selamat termasuk aku dan Ellaine hanyalah para peneliti yang mendiami laboratorium tersebut. Aku tidak tahu kenapa mereka menyisakan tempat itu sebagai bagian terakhir, dan kenapa timingnya sangat tepat ketika aku sedang berada di tempat tersebut.


Semua orang menjadi panik, kuyakinkan diriku sendiri untuk menenangkan pikiranku mati-matian. Jika pikiranku tidak tenang, mustahil aku mampu membuat keputusan yang baik untuk smeua orang. Kuyakinkan diriku sendiri untuk berusaha setenang mungkin, dan membuat keputusan sebaik mungkin.


Ada sebuah pedang khusus yang sedang kami kerjakan. Nama produksi untuk pedang itu adalah Z-13. Ia memiliki kemampuan khusus untuk merubah bentuknya, seperti yang sebelumnya adalah pedang es ke pedang api, atau tipe penyembuh ke tipe es, dan sebagainya.


Namun, pedang itu belum selesai. Kami telah berusaha sebaik mungkin yang pada akhirnya hanya membuat kami menemui jalan buntu. Meskipun sebenarnya kami, bukan, aku, mampu menghilangkan jalan buntu itu dengan suatu cara, yang membutuhkan pengorbanan 12 Fairy dan seorang Elf untuk melakukannya.


Tapi, tak pernah terlintas sekalipun pemikiran untuk mengorbankan semua hal itu hanya untuk sebuah item dalam pikiranku. Kalaupun ada meskipun hanya sedikit aku harus segera membuangnya dengan cepat.


Tetapi saat itu, kami benar-benar membutuhkan Z-13 untuk melawan para assassin. Karena mungkin akan ada suatu tipe pedang yang mampu melawan mereka. “Gunakan diriku. Korbankan tubuhku untuk menghancurkan mereka.” Kata Ellaine.


Kekuatan pedang itu sangat kuat, bahkan terlalu kuat untuk menghancurkan mereka. 15-20 ēnfinity dari ras Fairy di kelompok penelitian kami mengajukan hal yang sama dengan Ellaine. Namun, tetap saja, aku keberatan memberi persetujuan atas pengorbanan yang mereka inginkan.


Selagi aku berpikir, beberapa assassin mulai memasuki ruangan itu. Aku tahu jika begini terus kami semua cepat atau lambat akan mati.


.... Yang pada akhirnya, aku membuat perintah untuk mengorbankan mereka, agar Z-13 mendapatkan kesempurnaannya.


Ellaine dan kedua belas Fairy berdiri mengelilingiku, aku memulai ritual untuk menyempurnakan pedang itu. Para peneliti yang lain berusaha melindungi kami yang malah membuat beberapa dari mereka terbunuh.


Dan pada akhirnya, pedang legendaris, Z-13 mendapatkan kekuatannya. Aku menggunakan pedang itu untuk melawan mereka. Tapi, pedang legendaris gagal mencapai kesempurnaan; hanya satu bentuk yang dapat dibuka: Origin.


Pada akhirnya aku gagal melindungi orang-orang, gagal menyelamatkan nyawa mereka yang telah mengorbankan dirinya untukku. Pada akhirnya hanya aku sendirian yang tersisa, penghuni kastil lain kemungkinan besar sudah mereka bunuh.


Untuk mencegah kemungkinan terburuk yang mungkin juga akan menimpa rakyatku, aku menggunakan teknik terlarang... dengan mengubah kastil itu menjadi labirin, dan mengorbankan tubuh fisik dan kemampuanku untuk itu.


Sebagai hasilnya seluruh penghuni kastil termasuk para assassin, pelayan dan prajurit yang masih hidup kehilangan nyawa mereka. Dan semua item di dalam kastil termasuk buku-buku dan relix-relix tersimpan di dalam labirin ini.”


Anak laki-laki itu tersenyum lemah, memandangi kami dari atas kusinya. “Haaahh... sudah lama sekali sejak terakhir kali aku bicara dengan seseorang... rasanya lega sekali, setelah kuceritakkan semuanya... ahaha, maaf, ceritaku terlalu panjang ya? Hahahaha, entah kenapa aku tidak bisa berhenti setelah sekian lama tidak bicara.”


Feyrish memandangnya untuk memastikan..


“Jadi maksudmu, kamu yang sekarang tidak punya kemampuan visual apa pun untuk melihat kebenaran yang sedang kucari itu?”


Laki-laki ras Fairy itu mengangguk seolah memberinya sebuah persetujuan. Memang benar jika kemampuan visual orang ini tidak hilang, kami bisa mendapatkan jawaban yang Feyrish cari selama 200 tahun masa menelitinya dengan cepat.


Kita bahkan bisa menemukan dimana tempat orang tua Feyrish berada saat ini, untuk apa mereka berada di sana, dan pergi menemui mereka sekarang.


“Apa tidak ada cara untuk mengembalikan kekuatanmu? Bagaimana dengan ras Fairy yang lain? Apa kamu tahu dimana aku bisa menemukan salah satu dari mereka?”


Aku tidak tahu apa pun tentang ras Fairy atau sekalipun bertemu dengan salah satu dari mereka. Yang pasti, mereka tidak termasuk ke dalam salah satu dari ras besar seperti manusia atau Elf.

__ADS_1


Dan memang ada banyak ras yang sudah jarang, langka, atau bahkan punah di dunia ini. Mengikuti pembicaraan yang telah kami buat selama ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa ras Fairy termasuk ke dalam kategori ras yang langka atau punah itu.


“Tidak ada cara untuk mengembalikan kekuatanku sejauh yang kutahu... ah, mungkin saja itu ada, hanya saja aku tidak tahu. Atau memang tidak ada caranya? Yah, biar bagaimanapun, kamu bisa bertanya pada ras Fairy lain dengan kemampuan visual yang tinggi. Aku tidak tahu dimana lokasi tepatnya, kupikir mereka sedang menyembunyikan diri untuk suatu alasan. Yah, sebenarnya aku memliki akses untuk sekedar melihat dunia luar dari tempat ini, lebih tepatnya, dari bola kristal di sebelah sana.”


__ADS_2