INDIGO (Love Two World)

INDIGO (Love Two World)
Berani Merebutmu


__ADS_3

"Sedang apa Eonnie disini?" Yurra bertanya seakan tak tau apa yang sedang terjadi, padahal ia tau betul apa yang di alami Eunha saat ini.


"Sedang memancing!" seru Eunha.


"Eoh, benarkah itu Eonnie? Tapi dimana pancing dan ikannya? Kenapa kau tidak membawa apa apa?" tanya Yurra dengan polosnya.


"Yurra-ahh, kau ini sungguh menyebalkan! Beruntung sekali aku menyayangi mu, kalau tidak sudah ku buat kau menjadi makanan vivi (anjing peliharaan Eunha)" seru Eunha.


"Tidak! Tidak Eonnie, aku hanya bercanda, hehe.. " Yurra terkekeh kikuk dan memalingkan wajahnya agar tidak bertatapan langsung dengan ekspresi membunuh Eunha.


"Emm.. Apa kau sudah tau Eonnie? Akan ada kabar bahagia setelah ini" ucap Yurra dengan tersenyum senyum memandangi wajah Eunha.


Eunha mengernyit, "Kabar bahagia apa?" tanya Eunha pura pura penasaran. Padahal ia tahu apa yang di maksud Yurra.


"Kita tunggu saja sebentar lagi Eonnie.." ucap Yurra, ia langsung menghilang untuk menghindari Eunha yang pastinya nanti akan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.


"Huh! Selalu saja" Eunha mendengus kesal.


***


20 menit kemudian, nama Eunha di panggil untuk melakukan pendaftaran. Setelah melakukan pendaftaran ia juga memberitahukan keluhannya kepada pegawai rumah sakit itu. Lalu pegawai itu memberitahu Eunha untuk ke poli kandungan, karna mendengar keluhan yang dikatakan Eunha, sepertinya ia hamil.


Jungkook mengernyitkan alisnya saat tiba di depan sebuah ruangan yang menampakkan tulisan "POLI KANDUNGAN DAN GINEKOLOGI"


"Kenapa kita kesini?" tanya Jungkook.


"Aku juga tidak tahu. Ayo! Kau ingin masuk tidak?" tanya Eunha.


Jungkook tidak menjawab, huh galak sekali dia.. Gumam Jungkook.


"Bicara apa kau barusan?" celetuk Eunha.


"Ti-tidak sayang.. Aku tidak mengatakan apa pun, percayalah!" ucapnya bohong, ia takut jika ia menjawab maka ia akan membangunkan singa yang tengah tidur.


Bisa bisa nanti aku dimakan lagi. Gumamnya dalam hati.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan yang menampakkan banyak poster poster tentang ibu hamil dan bayi.


Sesampainya di dalam, Jungkook dan Eunha di persilahkan duduk di kursi depan meja dokter.


"Di lihat dari keluhannya, sepertinya kalian akan mendengar kabar bahagia" ucap Dokter itu dengan tersenyum.


"Nyonya Jeon, usia 23 tahun, benar?" tanya dokter.


"Benar dok," jawab Eunha.

__ADS_1


"Sudah berapa lama menikah?" tanyanya kembali.


"Sudah 4 bulan dokter" jawab Jungkook


"Kapan terakhir kali anda menstruasi Nyonya?"


"Saya lupa, tapi seharusnya minggu ini sudah menstruasi dok"


"Baiklah, mari ikut saya"


Eunha beranjak dan mengikuti Dokter. Ia di arahkan untuk naik dan berbaring ke tempat tidur, lalu seorang perawat meminta izin untuk menyingkap keatas baju yang di pakai Eunha sehingga ia leluasa memberikan gel ke permukaan perut Eunha yang terlihat masih rata itu.


Setelah itu, Dokter mulai melakukan USG, ia menggeser alat USG nya ke kanan, ke kiri, ke bawah, dan ke atas serta tak lupa pula ia juga mengabadikannya. Tampaklah sesuatu yang mirip biji kacang di dalam sebuah kantung.


Seusai melakukan USG pada Eunha, Dokter duduk kembali ke kursinya, ia menulis hasil pemeriksaannya di sebuah kertas. Eunha yang perutnya sudah di bersihkan dari gel pun turun dari tempat tidur, Jungkook mengajaknya untuk duduk kembali di hadapan dokter.


"Jadi, bagaimana keadaan istri saya dok? Mengapa dia selalu mual dan muntah? Padahal ia sama sekali belum mengisi perutnya dengan apa pun" tanya Jungkook tak sabar.


"Itu adalah gejala Morning Sickness. Sudah menjadi hal yang biasa dialami wanita hamil"


"Hamil? Ja-jadi.. Istri saya hamil dok?" tanya Jungkook tak percaya.


"Benar, usianya sudah memasuki minggu ke 4"


"Sayang.. Kita akan menjadi orang tua, Aku akan menjadi ayah dan kau akan menjadi ibu" ucap Jungkook, ia begitu terharu atas apa yang di ucapkan oleh Dokter, sampai sampai kebahagiaan tak dapat di sembunyikan lagi dari wajahnya.


"Baik dok" jawab Jungkook


Mereka berterima kasih dan segera pamit dari sana.


Jungkook mengajak Eunha untuk pulang ke rumah. Di sepanjang jalan Jungkook terus tersenyum dan tangannya tak henti bergerak untuk mengusap lembut perut Eunha yang masih datar itu.


^


Tujuh bulan sudah Eunha resmi menjadi Nyonya Jeon, Eunha tidak pernah kembali ke rumah lamanya. Apa Jimin masih disana? Terakhir kali Yurra bilang pada Eunha Jimin masih disana, dia masih menunggu Eunha.


Eunha memutuskan untuk kesana malam ini, Eunha harus bicara setidaknya sekali lagi dengan Jimin, atau ya membuatnya mengerti keadaan Eunha dan keadaan mereka berdua.


***


Pukul 22.00 malam di rumah Eunha


"Jimin-ssi..." panggil Eunha ketika membuka pintu.


"Eunha-ahh..." terdengar suara lirih Jimin yang berasal dari belakang Eunha.

__ADS_1


Hati Eunha benar benar sangat perih melihat Jimin, ia menangis di hadapan Eunha, kakinya melangkah lesu ke arah Eunha.


"Jimin, kamu apa kabar??" tanya Eunha seraya menatap dan tangannya bergerak untuk menangkup pipi pucat Jimin.


"Kamu kemana?? Aku tunggu kamu, aku kira kamu benar benar pergi meninggalkan aku Eunha-ahh.." ucap Jimin yang masih menangis.


Eunha lupa dengan niatnya datang ke rumah lamanya itu, ia lupa segala hal yang seharusnya ia katakan pada Jimin, hati Eunha terlalu lemah ketika melihatnya menangis seperti itu, karna mau bagaimana pun juga Jimin itu tetap laki laki yang pernah sangat membuatnya bahagia.


Alhasil malam itu Eunha kembali tidur di rumah lamanya, ia juga sudah bilang pada Jungkook akan tidur disana dulu, Eunha pun kembali tidur dengan Jimin di satu ranjang yang sama.


Bau anyir di mana mana, Jimin sedikit berdarah. Kini keadaannya jauh lebih menyeramkan dari sebelumnya, tapi semua itu tak membuat Eunha takut atau pun jijik.


Dia Jimin, Aku tau dia akan selalu menjadi Jimin ku. Gumamnya dalam hati.


Aku tau segalanya Eunha-ahh!! Akan ku bunuh dia yang telah berani merebut mu dari ku, kau itu milik ku!! Hidup atau pun mati kau tetap milik ku!! Gumam Jimin dalam hati.


***


Keesokan paginya, Jimin hilang seperti biasanya, Eunha kembali ke rumahnya yang sekarang ia tempati bersama Jungkook, ia mendapati Jungkook yang tengah bersiap siap untuk pergi ke kantornya, Eunha melangkahkan kakinya untuk memperbaiki dasi suaminya itu.


"Terima kasih sayang, oh iya mungkin nanti aku pulangnya agak larut, kalau capek tidur aja duluan ya sayang ya, jangan tunggu aku" ucap Jungkook seraya mencium lembut dahi Eunha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like komen and votenya ya kakak kakak hehe 😅

__ADS_1


Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍


__ADS_2