
"Tuan Jeon mau pergi kemana? Ada meeting sebentar, anda tidak bisa pergi" ucap sekretaris Jungkook.
"Istri ku akan melahirkan, berikan tugas itu ke karyawan lain, aku sedang terbu-aakkhh!!" karna terburu buru Jungkook tak memperhatikan jalannya, alhasil Jungkook jatuh terpeleset.
"Jungkook!!" teriak Jin dan Taehyung bersamaan. Kebetulan mereka berkunjung untuk membicarkan masalah kerja sama dengan perusahaan Jungkook.
"Tuan Jungkook!!" teriak sekretaris Jungkook.
"Akkhh.. Sshhh.. Kepala ku..." Jungkook memekik akan rasa sakit di kepalanya.
"Kenapa bisa terpeleset? Dahi mu sampai memar begitu, ambilkan kain dan es batu cepat!! Duduklah dulu!!" perintah Jin sambil menitah Jungkook.
"Aku harus cepat ke rumah sakit, Eunha akan melahirkan. Aku harus segera kesana, aku harus-aakkkhh ssshh kaki ku sedikit sakit.."
"Melahirkan??!! Sekarang??!!" tanya Jin dan Taehyung bersamaan.
"Iyaa, bantu aku ke mobil!" pinta Jungkook.
"Tunggulah sebentar sampai team medis tiba, siapa yang tidak menaruh tanda lantai sedang di pel disini?? Seharusnya teliti dan bukan malah ceroboh seperti ini!!" bentak Taehyung.
"Taehyung aku tidak membutuhkan team medis, istri ku membutuhkan ku sekarang!! Aku tidak peduli dengan kaki atau kepala ku, aku ingin ke rumah sakit sekarang juga!!" sentak Jungkook sambil beranjak berdiri.
"Jungkook tunggu! Biarkan kami menemani mu," ujar Jin.
***
Sesampainya di rumah sakit, Jungkook langsung masuk dengan jalannya yang sedikit pincang karena kakinya yang sempat terkilir tadi. Jungkook melihat Eunha sedang duduk di sebuah bola besar. Jin dan Taehyung juga ikut, sebelumnya mereka juga sudah menghubungi ponsel Yoongi agar segera ke rumah sakit.
"Eunha-ahh?? Hai, bagaimana??" Jungkook masuk dan langsung menggenggam erat tangan Eunha.
"Hai, dia menunggu mu datang, kenapa dahi mu memar begitu? Apa yang terjadi?" Tanya Eunha dengan mengusap pelan memar di dahi Jungkook.
"Jalan mu tadi juga terlihat sedikit pincang, apa yang terjadi Jungkook?" tanya ibu Jungkook
Jungkook tersenyum "Bukan apa apa, sudah tidak sakit. Jadi sekarang bagaimana? Masih nyeri? Tidak sesuai dengan hitungan hari ya?" tanya Jungkook pada Eunha. Namun Eunha malah menghiraukannya, ia lebih memilih mengalihkan dengan bertanya pada Jin Oppa.
"Jin Oppa, apa yang sudah terjadi pada suami ku? "
"Aku tidak begitu tau, aku melihat Jungkook terpeleset dari lantai basah tadi saat aku dan Taehyung baru saja tiba, aku tidak tau Jungkook berlari kenapa karna dia sudah terlihat khawatir tadi. Mungkin dia terpeleset karna khawatir pada mu" ucap Jin menjelaskan.
"Jangan tanya lagi ku mohon, aku tidak ingin membuat mu memikirkan ku dulu. Ku mohon.. Aku sedang ingin bersama mu, kita fokus ke si kecil saja ya? Ku mohon sayang.." pinta Jungkook dengan memelaskan wajahnya.
Eunha mencium dahi memar Jungkook.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah merasakan kontraksinya dari tengah malam tadi, tapi pikir ku tidak terlalu parah. Aku tidak ingin mengganggu mu tidur, karena akhir akhir ini kamu sering kelelahan."
"Dasar payah! Anak ini hasil bukti cinta kita, bukan cinta mu saja. Anak ini juga darah daging ku!" seru Jungkook dengan menyentil pelan dahi Eunha.
"Maaf.. "
Jungkook mencium bibir Eunha, lalu Eunha kembali melakukan anjuran dokter sambil Jungkook menemaninya. Tapi ada sesuatu yang terjadi pada Jungkook, matanya berkaca kaca.
***
Detik dan menit terus berjalan, Eunha masih saja terus menjalani ini dan itu, sampai berjam jam.
"Sepertinya calon ayah satu ini sedang menangis, aku bisa meminjamkan bahu ku untuk bersandar, tapi ku rasa sebaiknya aku mintakan saja tisu untuk mu bersandar, karna bahu ku ini hanya untuk istri ku saja nantinya" ucapan Jin seolah mengolok Jungkook yang sedang berdiri di depan ruang bersalin sambil menangis.
"Hyung ini bagaimana, itu sama saja tidak memberikan tumpangan. Aku akan menyewakan paha ku untuk kepala mu Jungkook-sshi, kemarilah.." Taehyung melambai lambaikan telapak tangannya seolah menyuruh Jungkook untuk mendekat.
"Menyewa itu membayar, dasar payah! Sama saja tidak gratis!" seru Jin acuh.
"Kalian diamlah aku tidak tega melihat Eunha kesakitan seperti itu, kapan aku boleh masuk? Air mata ini juga menyebalkan, berhentilah menangis Jungkook-sshi.." seru Jungkook dengan mengusap air matanya.
Jin dan Taehyung tertawa dengan kerasnya sedangkan Suga hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah mereka.
^
Dengan di temani Jungkook di sebelah kanannya dan Jimin di sebelah kirinya, Eunha terus berjuang untuk melahirkan buah hatinya. Kedua busan boys itu memberikan semangat pada Eunha sambil menangis karna tak kuasa melihat Eunha yang terus merintih kesakitan. Hingga pada akhirnya..
"Mmm!! Ahhhh!!! Hah..."
Keluar..
"Oekk.. Oeekk"
Seketika itu juga Jungkook langsung memeluk Eunha, tangisannya pecah. Ia mencium pipi Eunha dengan menangis, dari awal sampai akhir Jungkook terus menangis, benar benar menangis. Sedangkan Jimin tersenyum bahagia walau tak sedikit butiran bening tanda kebahagiaan itu masih terlihat mengalir dengan derasnya.
"Selamat.. Bayinya laki laki" dokter tersenyum lalu meletakkan bayinya di dada Eunha.
"Eunha-ahh..." Jungkook masih menangis.
***
"Astaga sayang sudah menangisnya, sudah menjadi ayah masih menangis? Tidak malu dengan putra mu? Hmm?" Eunha menyusui bayinya sambil membelai pipi Jungkook.
"Sesakit itukah rasanya?" tanya Jungkook.
__ADS_1
"Kalau di bilang ya, memang iya sakit. Tapi kalau di bilang tidak, ya tidak mungkin juga. Sudahlah, kami berdua juga selamat dan sehat, tidak perlu menangis terus begini Jung.." ucap Eunha menenangkan Jungkook.
"Huu.. Aku tidak tau perjuangan ibu seperti ini, hantikan tangisan ku.." Jungkook memeluk Eunha.
Jimin dan Yurra yang saat itu ikut melihat tingkah Jungkook ikut terkekeh bersamaan dengan Eunha.
"Ahaha sayang lihatlah ayah mu ini, tidak tau malu ya? Kalah dengan putranya. Putranya saja sudah tidak menangis lagi malah ayahnya yang menangis" ledek Eunha.
"Jangan katakan itu di depan putra kita, aku malu.." Jungkook menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Eunha.
"Hai, lihat aku!" pinta Eunha.
Jungkook mengusap air matanya dan menatap Eunha "Hmm??"
Eunha menarik kepala Jungkook lalu mencium perlahan bekas luka memar di dahinya itu dengan lembut.
"Maaf membuat mu terluka" ucap Eunha menatap hangat Jungkook.
Jungkook tersenyum "Sudah sembuh" ia kembali memeluk dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Eunha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf yaa baru bisa up sekarang, karna memang kemarin Author juga sempat kurang sehat. Terima kasih kepada para readers yang setia nungguin novel ini up. Annyeong! Jangan lupa tinggalkan jejak yaa hehe 😅
Selamat berhalu riaa wkwk anggap aja Eunha itu kalian wkwkw 😂
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍