
Pukul 10.00 pagi di Caffetaria
Eunha duduk sendiri sambil mengaduk aduk secangkir coffe latte yang ia pesan, Jimin? Jimin tidak disini, Eunha hanya akan bertemu dengan nya sekitar pukul 22.00 keatas, ya itu batasan waktu yang sudah di takdirkan oleh alam.
Manusia dan hantu tak bisa setiap jam bertemu, oleh karena itu saat siang hari Eunha hanya akan melihat hantu hantu lain dan itu pun tidak ada aktifitas, mereka hanya diam saja. Para hantu biasanya melakukan aktifitas nya ketika malam tiba dan itu sudah menjadi kodratnya.
Saat tengah menikmati coffe latte pesanannya, mendadak Eunha merasa tidak enak pada perutnya. Ia segera bangkit dan langsung menuju ke toilet yang berada di caffe itu.
Sesampainya di toilet dan membereskan masalah perutnya, ia pun hendak kembali ke mejanya, baru selangkah ia melangkahkan kakinya Eunha dikejutkan oleh sosok hantu pria dengan lubang besar di dahinya.
Kebetulan saat itu toilet caffe itu sedang sepi.
"Siapa kau? Apa mau mu?" tanya Eunha lantang.
"Tolong bantu aku.." pinta hantu itu.
Eunha mengernyit "Bantu apa?" tanya Eunha lagi.
"Kekasih ku.. Ia mencoba untuk bunuh diri.." hantu itu mulai menangis.
"Dimana dia sekarang?"
"Ia bekerja disini, tadi ku lihat ia mencoba untuk memotong urat nadinya.. Bisakah kau mencegahnya?" pinta hantu itu.
"Baiklah, aku akan menemuinya dan mencoba untuk membujuknya"
Eunha melangkahkan kakinya ke dapur caffe itu, ia mencoba untuk mencari keberadaan Lee Minah, kekasih hantu itu. Setelah mencari di setiap sudut dapur, kedua mata Eunha menangkap satu ruangan yang memang belum ia lihat isinya.
Eunha melangkahkan kakinya kedalam dan benar saja seorang wanita tengah berdiri membelakanginya dengan memegang sebuah pisau di tangannya, dengan cepat Eunha menepis kasar pisau itu hingga jatuh ke lantai.
Eunha mencoba untuk membujuk perempuan itu, namun sia sia. Ia kekeh akan pendiriannya untuk menyusul kekasihnya. Sampai pada akhirnya hantu laki laki itu masuk kedalam tubuh Eunha dan mencoba untuk membujuk kekasihnya.
Perlahan lahan hatinya melunak, ia sadar bahwa selama ini yang ia coba lakukan salah. Meskipun sakit, ia mencoba untuk menerimanya dengan lapang dada.
Setelah itu, hantu laki laki itu berterima kasih pada Eunha karna sudah mau membantunya. Eunha tersenyum dan mengiyakannya, perlahan lahan hantu laki laki itu mulai menghilang. Memang kadang suka merepotkan tapi dengan senang hati Eunha mau membantu mereka.
***
Eunha kembali ke tempat duduknya, saat tengah memandang ke sembarang arah tak sengaja Eunha menangkap sosok wanita cantik dengan balutan pakaian berwarna putih bersih serta rambutnya yang panjang tergerai indah, ia masih terlihat cantik walau wajahnya pucat fasih. Ia tersenyum pada Eunha. Eunha yang penasaran memilih untuk menemui sosok wanita itu dan mengajaknya ke tempat yang sekiranya tak di jangkau oleh penglihatan orang banyak.
__ADS_1
"Ada apa? Apakah kau membutuhkan bantuan ku?" tanya Eunha lembut.
"Nama ku Song Ji Eun. Benarkah kau mau membantu ku?" tanyanya memastikan.
"Tentu, katakan saja.."
"Aku baru saja meninggal kemarin karna tertabrak mobil saat menyelamatkan anak perempuan ku, aku tidak sempat lagi memberikan hadiah ini kepadanya di hari ulang tahunnya besok. Bisakah kau memberikan ini pada anak perempuan yang ada disana itu?" wanita itu mengulurkan tangannya untuk memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah muda kepada Eunha lalu menunjuk anak perempuan yang sedang bersama ayahnya. Anak perempuan itu terlihat sedih dan habis menangis.
"Baiklah" ujar Eunha dengan menepiskan senyumnya.
***
"Hai.. Kau cantik sekali, siapa nama mu?" tanya Eunha yang kini sudah berada di hadapan anak kecil itu.
"Namaku Kim Aera.." jawab anak kecil itu.
"Kemarin ada seseorang wanita cantik yang memberi ku ini (mengangkat kotak kecil yang di berikan hantu wanita tadi). Ia meminta ku untuk memberikannya pada mu.." ucap Eunha sambil mengulurkan tangannya kepada Aera untuk memberikan kotak itu.
"Benarkah? Terima kasih Eonnie" seketika itu juga Aera tersenyum senang, ia menerima kotak itu dan menunjukkannya kepada ayahnya.
"Sama sama, eoh sepertinya Eonni harus kembali. Annyeong Aera" pamit Eunha pada Aera dengan melambaikan tangannya. Eunha melangkahkan kakinya meninggalkan Aera dan ayahnya untuk kembali menemui hantu wanita tadi.
"Terima kasih banyak, berkat mu ia kembali tersenyum." ucap Ji Eun.
"Ahaha kau bisa saja. Baiklah, kalau begitu aku bisa pergi dengan tenang, sekali lagi terima kasih." ucapnya kembali
Eunha hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan perlahan hantu itu menghilang begitu saja.
"Dia cantik sekali.." gumam Eunha.
Eunha kembali lagi ke dalam Caffe, ia kembali duduk seperti sebelumnya dan meminum coffe latte pesanannya.
***
"Heii.." Eunha terperanjat ketika seseorang tiba tiba menepuk pundaknya dan tak sengaja mengagetkannya. Eunha mengernyitkan alisnya.
Tunggu!! Aku mengenal suara itu!! Batin Eumha.
Eunha langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Nugu (siapa)?" Eunha bertanya dengan memiringkan kepalanya masih dengan mengernyitkan alisnya.
"Kau lupa pada ku? Aku Jungkook!! Kau Eunha kan?" tanya lelaki itu antusias tak heran jika bunny smilenya langsung terlihat.
"Jungkook??" tanya Eunha kembali memastikan dengan nada lupa lupa ingat.
"Aigoo.. Tega sekali kau melupakan ku Aegi!!" Jungkook mendengus kecewa sambil memanyunkan bibirnya.
Tunggu, tunggu!! dia memanggil ku Aegi? Setahu ku hanya ada satu orang di hidup ku yang memanggil ku Aegi.. Dan itu bunny, bunny teman kecil ku di busan! Gumam Eunha dalam hati.
"Jungkook bunny??" Eunha bertanya untuk memastikan kembali dan Jungkook pun langsung mengangguk antusias dengan senyuman bunnynya yang merekah ruah di bibir tipis nan merahnya itu.
"Eohh astaga!! Jeon Jungkook!!" Eunha langsung berdiri dan memeluk Jungkook erat, sampai sampai aroma yang berasal dari tubuh lelaki itu tercium sangat pekat di indra penciuman milik Eunha.
Jungkook adalah teman masa kecil Eunha dulu di Busan, mereka berpisah saat Eunha pindah ke Seoul untuk pendidikan SMP nya. Dulu ia sempat mengirim pesan dengan Jungkook untuk sekedar berhubungan dan bertukar kabar, tapi setelah itu posel milik Eunha hilang, dan sialnya ia tidak mengingat nomor ponsel Jungkook.
"Boleh aku duduk?" tanya Jungkook yang masih tak henti menatap ke arah Eunha.
"Silahkan.." Eunha menepiskan senyuman hangatnya dan mempersilahkan Jungkook duduk.
Jungkook duduk di hadapan Eunha dan ikut bergabung memesan pesanannya dan mengobrol banyak hal dengan Eunha.
.
.
.
.
.
.
.
Minta dukungannya nih kakak kakak hehe jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅
Visual Jeon Jungkook suami halu Author 😂
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍