
Jungkook menatap punggung Eunha dengan debaran, perasaannya bercampur aduk antara sedih takut jika ia tetap pergi dan ia menjadi salah satu korban disana dan perasaan bahagia karna itu tak terjadi padanya berkat putra kesayangannya itu. Membayangkan kalau dirinya jadi pergi ke Busan dan berakhir meninggal entah akan bagaimana keadaan istri dan putra kesayangannya itu, Jungkook sampai berkaca kaca, benar benar tak sanggup jika harus membayangkannya.
Eunha tersentak kaget saat tiba tiba mendapat pelukan dari belakang, dan pelukannya benar benar sangat erat.
"Hiks.. Aku benar benar tidak sanggup kalau harus meninggalkan kalian" bisik Jungkook dengan terisak.
Eunha bungkam, kaget juga saat tau Jungkook menangis?
Seolah olah ia pura pura tak mengetahui sebab Jungkook menangis, "Kamu kenapa hey?"
Jungkook bukannya menjawab, dia malah memeluk Jaemin yang kini tengah mengulum senyum manis.
"Jae senang ada teman, cekalang bukan Jae aja yang cuka nangis daddy juga"
Jungkook terkekeh di sela tangisannya.
"Terima kasih karena sudah menahan daddy agar tidak pergi" bisik Jungkook lirih walau tau kematian di tangan tuhan.
Eunha hanya diam sambil mengulum senyum samar. Eunha mendekat kearah dua pangerannya, ikut memeluk keduanya menenangkan Jungkook dan membiarkannya menumpahkan segala rasa yang kala itu ia rasakan.
Jungkook mengusap air matanya lalu melerai pelukan, "Membayangkannya saja sudah membuat ku menangis.. Aku benar benar tidak sanggup.." Jungkook mencuri ciuman singkat di bibir Eunha, lalu memeluknya lagi.
Tak jauh dari ketiga orang yang sedang berpelukan layaknya teletubis itu, Seorang namja berbalut pakaian putih bersih itu ikut tersenyum bahagia dan haru karna keluarga itu masih lengkap tak ada yang akan pergi.
***
Jungkook mengecup leher Eunha dengan acak, gairah laki laki satu orang anak itu kembali terusik saat Eunha mengecup pipinya, hanya pipi saja sudah mampu membuatnya bergairah.
"Rindu kamu.." bisik Jungkook dengan terus mengecup leher dan rahang Eunha.
"Women on top" sambung Jungkook seraya membalik Eunha hingga kini istrinya itu duduk di atasnya dengan gaun tidur yang sudah tak beraturan. Seksi.
Jungkook mengerang saat Eunha mulai beraksi di lehernya.
"Sekarang sudah tidak malu ya?" goda Jungkook.
Eunha memeluk Jungkook.
"Aku malu, tapi tidak bisa menolak" bisiknya pelan.
***
__ADS_1
Jimin tinggal disini sekarang, berdampingan dengan Eunha, Jungkook dan pangeran kecilnya Jeon Jaemin yang kini usianya menginjak lima tahun, dan beruntungnya lagi, Jaemin juga memiliki bakat khusus seperti Eunha.
Dan Jimin adalah samchon terbaik yang pernah Jaemin miliki, ia sangat senang bermain dengan Jimin dan juga Yurra.
***
"Jaemin-ahh sedang apa disini nak? Ayo ikut daddy ke dapur dulu mommy dari tadi memanggil mu sayang.." pinta Jungkook lembut sambil mengusap kepala Jaemin.
"Sebentar daddy, samchon sedang mengajari ku berhitung" jawab Jaemin yang masih sibuk dengan jari jari kecilnya.
Haissshhh.. Anak ibu sama saja batin Jungkook.
"Hmm.. Jimin-ssi permisi hyung, bisakah kau suruh anak ku ini pergi dulu ke dapur untuk makan, atau aku yang akan di amuk Eunha nanti" ucap Jungkook tanpa mengetahui dimana letak keberadaan Jimin.
Dan benar saja, setelah Jungkook berkata seperti itu Jaemin langsung berlari ke dapur untuk makan.
***
"Aku heran dengan anak mu ini, dia lebih menurut pada Jimin hyung dari pada aku Eunha-ahh haisshh, aku daddy nya yang benar saja" keluh Jungkook setelah tiba di dapur. Ia mendudukan tubuhnya di kursi meja maka samping Jaemin.
"Itu karena saat Jaemin bermain dengan Jimin kamu tidak pernah mau ikut bergabung, ikutlah sekali kali Jungkook, jangan hanya karena kamu takut dengan hantu, kamu jadi merelakan anak ku seperti itu" ujar Eunha sambil mengambilkan makan untuk Jaemin.
"Kamu perlu pendekatan dengannya juga Jungkook, anak mu itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan Yurra dan Jimin, jelas dia lebih menurut pada mereka" imbuhnya lagi.
"Jimin juga bilang, lagian kamu juga tidak bisa melihatnya kan tidak akan jadi masalah" ucap Eunha saat mendapat bisikan Jimin.
"Tidak melihat apanya, terakhir kali aku melihatnya dalam wujud yang sangat mengerikan Eunha, dan aku masih ingat itu" celetuk Jungkook. Ia sedikit mempoutkan bibirnya pertanda ia sedang merajuk. Hah gemas!
"Kalau begitu sini, akan ku buang pandangan mengerikan mu itu. Jimin sudah jauh lebih tampan sekarang" ucap Eunha menyakinkan Jungkook.
Saat melihat Jungkook yang sedikit pun tak beranjak dari kursinya akhirnya Eunha lah yang berjalan mendekat ke arah Jungkook, ia menutup mata Jungkook dengan tangannya dan saat Eunha menjauhkan tangannya, Jungkook pun membuka matanya.
Jungkook melihat Jimin, dengan pakaian serba putih dengan Yurra seperti manusia biasa hanya saja wajahnya jauh lebih pucat.
"Wahh.. Hyung, kau sangat tampan rupanya, pantas saja istri ku susah move on dari mu, Yurra juga sangat cantik. Jaemin, apa kau tidak tertarik dengan Yurra noona??" Jimin dan Yurra tertawa.
"YAA!! Dasar kau kelinci aneh, bicara apa kau ini dasar!!" Eunha memukul pelan lengan Jungkook.
Dan tiba tiba saja Jungkook berteriak dan memeluk tubuh Eunha, Eunha mengira Jungkook kesakitan karna pukulannya ternyata tidak, Jungkook melihat hal lain disana.
"YAA EUNHA-AHH!! Di belakang!! Di belakang Jimin hyung ada seseorang yang mengerikan aakkkhhh tutup!! Tutup lagi cepat!! Aku tidak mau lagi melihat dunia lain Eunha-ahh.." rengek Jungkook.
__ADS_1
Tentu saja ketika mata batin di buka, kau akan melihat semuanya termasuk mereka yang mengerikan dan hanya orang orang dengan mental tinggi yang tahan dengan bakat ini.
"Akkhh.. Yaampun, cukup sekali saja tidak mau lagi, dan yang terpenting aku sudah tau bahwa Jimin hyung sangat tampan" ucap Jungkook terengah engah.
Eunha tertawa, Jaemin pun ikut tertawa, Jimin dan Yurra juga kembali tertawa melihat ekspresi menggelikan yang Jungkook buat.
Eunha memeluk erat Jungkook yang saat itu tengah duduk, membuat kepalanya tepat di dada milik Eunha, ia juga mengusap lembut kepala Jungkook.
Kalian tau? Ini untungnya memiliki kekasih dua dunia. Saat aku memeluk Jungkook, Jimin juga ikut memeluk ku dari belakang mencium puncak kepala dan leher ku. Dan itu hanya diri ku saja yang dapat merasakan dan mengetahuinya. Tugas Yurra saat aku sedang begini adalah menutup mata Jaemin agar anak itu tidak mengetahui kelakuan ******* ibunya.
"Aku mencintai mu suami ku Jeon Jungkook" ucap Eunha lirih.
"Aku juga mencintai mu istri ku Jeon Eunha" balas Jungkook masih memeluk erat Eunha.
"Aku juga mencintai mu Park Jimin" bisik Eunha.
"Aku juga mencintai mu kekasih ku Cha Eunha" balas Jimin seraya memeluk dan mencium pucuk kepala Eunha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Udah tamat ni, mau lanjut ga?
__ADS_1
Readers : Engga!!!
Xixi 😂