
Disisi lain..
Eunha sedang menunggu Jungkook yang tak kunjung menampakkan dirinya. Ia meminta Yurra untuk sekedar mengajaknya mengobrol agar tidak tertidur. Yurra pun mengiyakannya. Mereka mengobrol hingga terdengar suara pria yang sudah tak asing lagi di pendengaran Eunha, dia Jimin.
"Eunha-ahh dimana Jungkook? Apa dia belum juga pulang dari kantornya? Tapi ini sudah larut sekali.."
Jimin berucap sambil melangkahkan kakinya untuk menghampiri Eunha, ia duduk di pinggir tempat tidur tepat disamping Eunha, "Aku tidak bisa tidur. Aku juga sangat ingin sekali makan Teokbeokki, jadi Jungkook sedang mencarikannya untuk ku. Sejak tadi aku juga merasa tidak nyaman karna ia terus bergerak Jim, ia menendang nendang perut ku" Eunha menunjuk perutnya dan berucap dengan nada yang manja.
Jimin tersenyum, ia menggerakkan tangannya untuk membelai lembut perut buncit Eunha.
Seharusnya aku kan? Aku kan yang seharusnya merasakan apa yang Jungkook rasakan saat ini? Eoh aku lupa, aku bukanlah lelaki yang baik untuk Eunha, ahh pastas saja Tuhan mengambil nyawaku Gumam Jimin dalam hati.
Tanpa di sadari Jimin ternyata sedari tadi Eunha tak hentinya berceloteh layaknya anak kecil.
"Jim.. Park Jimin.. Gwaenchana?" tanya Eunha saat melihat Jimin yang sedang melamun. Eunha juga terlihat memiringkan kepalanya dan memandang kesal ke arah Jimin karna sempat menghiraukan celotehannya.
"Ah.. Gwaenchanayoo.. Aku baik baik saja" tutur Jimin. Sebenarnya tidak. Ia sedang sangat tidak baik baik saja.
"Apa ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" tanya Eunha kembali.
"Ti-tidak ada, aku hanya tak sabar saja ingin melihatnya lahir ke dunia ini" ucap Jimin yang masih mengelus elus lembut perut Eunha.
"Sabarlah, sebentar lagi ia akan lahir. Ia pasti sudah tak sabar ingin bermain dengan mu" ucap Eunha sambil tersenyum.
Jimin hanya tersenyum.
"Kenapa kau masih belum tidur juga? Kepala mu akan sakit nanti. Ayo! Aku akan menemani mu tidur!" seru Jimin.
"Tapi Jim.."
"Tidak ada tapi tapi, Jungkook akan baik baik saja, tak lama lagi ia akan tiba" ucap Jimin menyakinkan Eunha.
"Emm.. Baiklah" Eunha terpaksa mengiyakannya.
Jimin membaringkan tubuhnya disamping Eunha, ia memeluk Eunha seraya membelai lembut kepala Eunha, tangan yang satunya juga terus bergerak mengelus perut Eunha. Hingga tak butuh waktu lama, akhirnya Eunha tertidur karna rasa katuk yang tak bisa lagi ia tahan.
__ADS_1
Jimin tersenyum memandangi wajah polos Eunha saat tertidur, ia mengecup hangat dahi Eunha dan bergegas pergi meninggalkan Eunha, sebelumnya ia juga sudah berpesan pada Yurra untuk menjaga Eunha sampai Jungkook kembali, Yurra pun mengiyakannya.
***
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya Jungkook mendapatkan Teokbeokki permintaan Eunha. Ia segera membayarnya dan kembali melajukan mobilnya menuju rumah. Senyuman manis pun tak pernah pudar dari wajahnya.
Setibanya di rumah Jungkook membuka pintu rumah dan segera masuk menemui Istrinya. Sesampainya di kamar, Jungkook melihat Eunha yang sudah tertidur. Jungkook mendekati istrinya itu dan mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidur. Sebenarnya ia enggan untuk membangunkan Eunha. Namun bagaimana lagi, ia takut anaknya tak mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Emm.. Sayang.. Apa kau benar benar sudah tidur?" panggil Jungkook lirih memastikan. Namun tak ada jawaban dari Eunha, ternyata ia sudah tertidur dengan nyenyaknya.
Ah dia sudah tertidur, ini pasti karna menunggu terlalu lama, padahal aku sudah membawakan Teokbeokki pesanannya. Gumam Jungkook dalam hati.
Ia meletakkan bungkusan yang berisi Teokbeokki itu di nakas samping tempat tidur.
Tiba tiba Eunha mengerjap, perlahan ia membuka matanya.
"Eoh, kau sudah pulang sayang?" tanya Eunha.
"Sudah. Kenapa kau bangun? Ayo lanjutkan lagi tidur mu, aku akan disini menemani mu" ucap Jungkook. Walaupun sebenarnya ia sangat mengantuk tapi ia tak mau menunjukkannya pada Eunha.
Eunha melirik ke arah bungkusan yang tadi sempat Jungkook letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya. Sebenarnya ia sudah tidak berselera lagi, namun mau tak mau ia harus memakannya. Eunha mengambil bungkusan itu dan membukanya, Ia juga meminta Jungkook agar menyuapinya, Jungkook pun dengan senang hati menyuapi istrinya itu dengan telaten sampai habis. Walaupun Eunha sesekali merasa mual namun ia tahan karna ia ingin menghargai jerih payah suaminya.
***
Pagi pagi sekali Jungkook sudah bersiap siap berangkat ke kantor untuk menghadiri rapat penting pagi itu juga. Ia terlihat sudah rapi dengan balutan kemeja berwarna maroon dan jas kerjanya. Setelah membantu memakaikan dasi dan menemani sarapan, Eunha berjalan beriringan bersama Jungkook untuk mengantarkannya ke luar rumah menuju mobil.
Jungkook berpamitan pada Eunha tak lupa ia mengecup dahi, pipi, bibir dan perut buncit Eunha. Setelah itu ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Saat di rasa mobil Jungkook sudah tak terjangkau oleh matanya, Eunha kembali masuk ke dalam rumah. Baru selangkah ia berbalik, Eunha di kejutkan oleh Jimin yang sedang memandanginya dengan tersenyum.
"Sayang.. Kau disini? Ada apa?" tanya Eunha.
"Tidak apa apa, aku hanya sedang merindukan mu saja" jawab Jimin dengan tersenyum
Eunha tersenyum, ia mendekat ke arah Jimin dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Sayang.. Kau semakin cantik.." ujar Jimin dengan mengeratkan pelukannya.
"Eoh, jadi selama ini aku tidak cantik? Begitu maksud mu?" seru Eunha dengan melototkan kedua matanya.
"Ti-tidak sayang... Bukan begitu maksud ku, kau semakin cantik saat perut mungil mu ini semakin membesar.." ucap Jimin kikuk sambil mengusap lembut perut Eunha. Entah apa yang terjadi kalau ia salah bicara, mungkin Eunha akan mengamuk padanya. Entahlah, semenjak hamil Eunha menjadi sangat sensitif, apalagi jika di singgung soal fisiknya.
Eunha-ahh.. Andai saja kita tidak berbeda seperti sekarang ini.. Sudah pasti aku yang akan di posisi Jungkook kan.. Gumam Jimin dalam hati.
***
Pukul 20.00 di kamar Eunha dan Jungkook
"Huwaa.. Taehyung oppa imut sekali.." ucap Eunha, kedua matanya tak berkedip dan terus menatap lurus ke layar ponsel Jungkook dengan suara cekikikannya yang memenuhi setiap sudut kamar itu.
Tok tok tok!!
Seketika Jungkook menggedor pintu dengan keras, Jungkook pulang lebih awal dan sedang sikat gigi di kamar mandi jadi ia bisa mendengar suara cekikikan Eunha. Memang Jungkook suka sensitif jika Eunha menyebutkan nama pria lain. Rasa cemburunya itu tidak pernah hilang.
"Bukan Taehyung oppa sayang, tapi video anak kecil yang di kirim Taehyung oppa di ponsel mu, uhh imut sekali.." ucap Eunha santai.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍