INDIGO (Love Two World)

INDIGO (Love Two World)
Cintaku Membuatmu Sengsara


__ADS_3

"Jika karena cinta ku membuat mu berubah menjadi sosok iblis seperti mu Jimin. Seharusnya waktu itu Tuhan mengambil nyawa ku saja!! Jangan diri mu!!" seru Eunha dengan air mata yang telah membanjiri wajahnya.


Eunha terduduk lemah di lantai rumahnya, air matanya sudah lolos entah berapa banyak, Eunha sakit ketika melihat Jimin yang seharusnya pergi dengan tenang, tapi malah menjadi seperti iblis hanya karna mencintainya.


Raut wajah Jimin berubah, dia tampak sedikit khawatir karena Eunha yang menangis tersedu sedu di hadapannya. Eunha memang tidak pernah menangis sesedih ini di hadapannya dan ini untuk yang pertama kalinya Eunha menangis bahkan sampai tersedu sedu di hadapan Jimin.


"Kau tidak mau lagi dengan ku Eunha?? Apa karena kau takut pada ku Eunha?? Apa karena aku yang menyeramkan ini??" tanyanya lirih.


"Aku tidak takut pada mu, aku bahkan tidak pernah takut pada mu Jimin-ssi. Bagi ku kau akan selalu sama, Jimin-ku yang tampan dan lembut" ucap Eunha tak kalah lirihnya.


"Lalu, kenapa kau tidak ingin dengan ku?? Aku hanya mencintai mu!! Yang ku inginkan hanyalah diri mu!!" ucapnya.


"Aku juga mencintai mu Jimin, sangat mencintai mu. Tapi pada kenyataannya manusia dengan hantu tidak bisa hidup bersama!!" seru Eunha dengan sesenggukan.


Jimin mendekati Eunha dan mencoba mengusap air matanya yang jatuh saat Eunha menundukkan kepalanya.


"Tatap aku Cha Eunha! Apa aku membuat mu sedih??" tanyanya lirih.


"Tidak.." Eunha menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Lalu, mengapa kau menangis?" kini Jimin juga ikut menangis.


"Berhentilah menangis chagiyaa.. Aku tidak bisa melihat mu mengeluarkan air mata mu seperti ini" ucap Jimin di sela tangisannya.


"Dia yang sedih Jim..." Eunha memegang tangan Jimin dan mengarahkan tangan Jimin ke perutnya yang sedikit membuncit itu.


"Aku hamil anak Jungkook, apa kau rela membiarkan anak ini lahir tanpa ayahnya Jimin??" tanya Eunha kembali sambil menangis.


"Kau hamil??" Eunha hanya mengangguk.


"Sudah 4 bulan Jimin, janin ini sudah memiliki nyawanya sendiri, jika kau ingin menjadi seorang berhati iblis maka ambil Jungkook dan biarkan aku hidup dengan anak ini berdua saja"


"Tapi jangan harap aku bisa tersenyum lagi, atau aku bisa melihat mu. Akan ku buang bakat ku ini jauh jauh jika itu hanya membawa petaka!!" seru Eunha.


"Ti-tidak Eunha, jangan lakukan itu! Maafkan aku.. Maafkan aku, aku egois!!" ucap Jimin dengan menundukkan kepalanya.


Perlahan tapi pasti, Jimin pun berubah. Darah yang semula bersimbah di tubuhnya pelan pelan menghilang, wajahnya kembali bersinar seperti pada awalnya.


"Maafkan aku, akan ku kembalikan Jungkook. Aku akan pergi, maaf aku sudah mengganggu mu chagiya, maaf aku sudah menyusahkan mu dan membuat mu menangis" ucap Jimin, ia benar benar tidak bermaksud untuk membuat Eunha menjadi seperti ini, namun karna di butakan oleh cinta, ia berubah menjadi sosok seperti itu.

__ADS_1


"Aku bodoh, tujuan ku itu membuat mu bahagia, tapi aku malah membuat mu bersedih, aku memang bukan laki laki yang baik untuk mu Eunha, pantas saja Tuhan mengambil nyawa ku. Aku akan pergi ke alam ku yang seharusnya, aku akan lepaskan Jungkook, dan.. Cha Eunha.." ucap Jimin lirih. Eunha hanya menatap sendu wajah Jimin.


"Maaf karena cinta ku membuat mu sengsara" ucapnya dengan senyum lirih.


Pada dasarnya Jimin-ku itu memang laki laki berjati malaikat, aku yakin dia akan mengerti diriku, dia sangat menyayangiku, begitu pun aku. Jika boleh saja manusia dan hantu bersatu, aku akan lebih memilih Jimin. Gumam Eunha dalam hati.


Saat Jimin berbalik arah dan hendak pergi, Eunha menahan tangannya.


Aku juga tidak ingin dia benar benar pergi, maksudku, kalian tau aku juga masih sangat mencintainya. Pikirnya.


"Kau bilang kau sudah bisa kemana pun kan? Tidak mau jadi teman anak ku? Jimin.. Aku akan senang jika anak ku mendapat samchon seperti diri mu" pinta Eunha.


"Seperti Yurra yang menemani ku dan melindungi ku dari kecil, kau tidak mau jadi teman dan melindungi anak ku dari kecil juga?" tanya Eunha kembali.


Jimin berbalik menatap hangat kedua mata Eunha.


"Kau tidak keberatan?? Apa kau bersungguh sungguh Eunha-ahh??" tanyanya yang masih tak percaya akan ucapan Eunha.


"Tidak, lagi pula aku senang jika kau menjadi temannya, Jimin. Dan aku masih bisa terus melihat mu" ucap Eunha menyakinkan Jimin.


"Tapi bagaimana jika aku tiba tiba ingin mencium mu??" tanya Jimin dengan menunjukkan smirk andalannya.


"Cium saja, toh Jungkook juga tidak akan melihat mu" ucap Eunha yakin.


Suasana pun berubah seketika, tidak semencekam sebelumnya.


Jimin kembali, Jimin ku kembali menjadi sosok yang lembut dan penyayang. Gumam Eunha dalam hati.


"Berselingkuh itu dengan manusia Jimin, kau kan hantu ku, hantu yang paling aku sayang, lagi pula aku masih mencintai mu chim chim ku" ucap Eunha manja.


Jimin tak berkata apa pun dia langsung mendekap tubuh Eunha dan Eunha tidak bisa untuk tidak menangis. Tak bisa di pungkiri jika Eunha memang masih sangat mencintai pria ini.


"Aku akan selalu mencintai mu dari dunia ku Eunha-ahh" ucap Jimin lirih.


^


Keesokan harinya, Jungkook tersadar dari komanya, ia mengerjap menyesuaikan kedua matanya akan cahaya yang ada di ruangannya itu. Setelah penglihatannya jelas ia menangkap sosok wanita yang ia cintai itu tengah tidur terduduk di sampingnya.


Ia merasa iba melihat istrinya, bagaimana tidak? Setelah pulang dari rumah lamanya, Eunha kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Jungkook. Namun, sesampainya di rumah sakit, ternyata Jungkook sudah di pindahkan ke ruang rawat untuk memulihkan keadaannya.

__ADS_1


Semalaman penuh Eunha dengan setia menunggu Jungkook sadar. Ia duduk di kursi samping pembaringan Jungkook. Hingga akhirnya rasa lelah dan kantuk menyerangnya, Eunha tertidur dengan sendirinya padahal saat itu posisinya masih sedang terduduk.


Eunha akan merasa sakit saat bangun nanti. Gumam Jungkook.


Tangannya bergerak untuk mengusap lembut kepala Eunha, tak lupa ia memanggil lirih Eunha agar ia bangun.


"Eunha-ahh, bangun sayang.." suaranya terdengar begitu lemah.


Eunha mengerjap ia langsung terbangun begitu ia teringat akan suaminya yang belum sadar. Ia mengangkat kepalanya, betapa terkejutnya ia saat melihat Jungkook sudah sadar dan sedang memandanginya itu.


"Ahh sayangg.. Kau sudah bangun? Apa kau merasa sakit? Katakan pada ku! Apa yang sakit, hm? tanya Eunha.


"Aku baik baik saja, berkat kalian aku sama sekali tidak merasakan sakit" ucapnya tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅


Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍


__ADS_2