
"Aku mencintai mu.."
"Apa??" tanya Eunha memastikan apa yang telah baru saja ia dengar itu tidaklah salah.
"Sejak dulu aku mencintai mu, sejak selai bluberry masih sering menempel berantakan di bibir manis mu itu" ucap Jungkook yang masih setia menatap dalam penuh arti mata Eunha.
"Aku bersyukur Tuhan masih mengizinkan ku bertemu dengan mu, aku bersyukur Tuhan mengabulkan doa doa ku untuk membuat gadis kecil ku ini selalu sehat, tumbuh cantik seperti saat ini" imbuhnya.
"Cha Eunha-ahh, I want to make your mine, boleh??" tanya Jungkook.
"Aku milik mu.." jawab Eunha yakin.
"Seriously??" tanyanya lagi untuk memastikan kembali ucapan Eunha.
Eunha mengangguk yakin. Bagaimana tidak yakin, karena dulu diam diam Eunha juga pernah menyimpan perasaan pada Jungkook dan berharap Jungkook juga menyukainya, hanya saja naas mereka sempat berpisah dan kehilangan kabar.
Setidaknya sekarang mereka bertemu.
Mianhae Jimin. Tapi Oppa benar, aku tidak bisa memaksakan takdir, itu tidak boleh. Tuhan akan marah padaku Jim. Gumam Eunha dalam hati.
Dan sekarang, Eunha memilih Jeon Jungkook sebagai seseorang yang sudah resmi menggantikan posisi Jimin di hati Eunha.
Jimin-ssi, ku harap kau tenang disana, aku akan selalu berdoa yang terbaik untuk mu dari sini Gumam Eunha kembali dalam hati.
^
Singkatnya, satu tahun Eunha dekat dengan Jungkook, dan sudah satu tahun pula Eunha menjalin hubungan dengannya, entah karena apa tapi sepertinya Jungkook membuat Eunha merasa nyaman, saat ini yang di bingungkan oleh Eunha adalah bagaimana caranya mengatakan semua ini kepada Jimin.
***
Hari ini Eunha sedang berada di kediaman rumah Jeon, tak lama lagi Eunha dan Jungkook berencana akan menikah sekaligus menggelar acara resepsi pernikahan mereka.
"Dua hari lagi orang tua ku akan ke Seoul, aku sudah bilang kan tiga hari lagi kita akan menikah sayang? Dan untuk masalah persiapan, Eomma ku dan Eomma mu yang akan merencanakan segalanya" ujar Jungkook dengan mengusap lembut ujung kepala Eunha.
"Iya aku tau, kau masih sibuk di kantor belakangan ini, dan kau bilang kita akan menikah, kau yakin akan datang ke pernikahan mu sendiri??" cibir Eunha dengan melirik sinis ke arah Jungkook.
"Haisshh.. Ayolah sayangg, aku hanya ingin menyelesaikan tugas ku segera dan setelahnya aku akan mengambil libur panjang untuk honeymoon kita" ujar Jungkook sambil memelaskan wajahnya.
"Jung.. Tapi, setiap kau mengerjakan tugas lembur mu di kantor ada--" seru Eunha dengan setengah setengah ucapannya terdengar seperti nada yang sedang menakut nakuti.
__ADS_1
"Shhhttt.. Aku tau kau akan berbicara hal hal horror lagi kan? Hentikan sekarang juga atau ku bungkam bibir mu dengan bibir ku disini. Kau mau?" seru Jungkook dengan nada mengancam.
Eunha hanya tertawa, "Iya iya, tidak tidak. Dasar kau ini penakut sekali. Bagaimana mau jadi suami ku jika kau sepenakut ini Jeon Jungkook, aku jadi ragu untuk mengubah marga ku jadi Jeon jika begini ck ck" ucap Eunha sinis, ia memang sengaja menggoda Jungkook.
"Yaa.. Aku boleh saja jadi penakut jika begini, tapi yakinlah aku tidak akan pernah takut untuk bertarung di ranjang dengan mu setiap malam, kau akan ku buat takut sekaligus puas dengan milik ku nanti" seru Jungkook, ia menaikkan salah satu sudut bibirnya, sehingga membentuk senyuman miring disana.
"BYUNTAEEE JEON JUNGKOOKKKKKK!!!!" teriak Eunha dengan tangannya yang kini tak henti memukul pelan dada bidang milik Jungkook itu.
Jungkook sangat suka menggoda Eunha seperti itu, seolah ada kepuasan sendiri saat melihat ekspresi Eunha yang ia rasa sangat menggemaskan itu.
***
Pukul 23.00 malam di rumah Eunha
Jimin tertidur dengan bertumpu pada paha Eunha.
Sungguh Tuhan, bagaimana cara mengatakan padanya jika aku akan menikah, terakhir kali saja saat Jimin mengetahui bahwa aku di antar pulang malam hari dengan teman lelaki kampus ku, Jimin menampakkan dirinya dalam wujud yang sangat mengerikan pada lelaki itu Gumam Eunha dalam hati.
Jimin benar benar benci saat Eunha dekat dengan lelaki lain, bahkan ia membuat seisi rumah Eunha berantakan karna kemarahannya, dan berkat Jimin pula dahi Eunha sempat terluka akibat benturan sebuah kursi yang Jimin terbangkan ke platform rumah lalu menjatuhkannya begitu saja tepat mengenai dahi Eunha.
"Park Jimin.." Eunha mencoba memanggil Jimin dengan suara terendahnya, kini perasaannya benar benar bercampur aduk, ia takut Jimin akan marah atau bahkan akan melukai seseorang.
Tapi mau sampai kapan hal ini akan terus terusan di tutup tutupi darinya, toh ujung ujungnya Jimin juga akan tahu pastinya. Pikirnya seperti itu.
"Apa kau masih menyayangi ku??" Eunha bertanya dengan sedikit takut seraya menggigit bibir bawahnya.
"Aku mencintai mu.." jawabnya santai.
"Eonnie..." Yurra berdiri tepat di samping Eunha seraya menatap sendu kedua matanya, bocah ini tau apa yang sedang di rasakan oleh Eunha, Yurra juga tau jika Jungkook adalah calon suami Eunha sekarang.
Yurra itu hantu kecil yang ikut dengan Eunha sejak ia masih bayi, tak ada batasan baginya untuk keluar, berbeda dengan Jimin. Jimin hanya muncul pada jam 22.00 ke atas, itu pun ia hanya bisa berada di rumah Eunha dan saat pagi ia akan menghilang dengan sendirinya.
"Jimin kembalilah..." pinta Eunha pada Jimin, mengatakan itu membuat perasaan Eunha sakit, ia menahan keras air matanya agar tidak terjatuh membanjiri pipinya.
"Apa maksud mu??" Jimin langsung beranjak dan langsung duduk tepat di hadapan Eunha.
"Jimin jangan marah dulu nee? Jimin, dengarkan aku, kita berbeda sekarang, kita tidak bisa bersama lagi kau tau itu kan?" ucap Eunha.
"Lalu apa mau mu?" tanya Jimin dengan sinisnya.
__ADS_1
"Jimin, aku akan menikah.."
Mata Jimin memerah, wajahnya seketika berubah menjadi mengerikan. Bau anyir tercium dengan jelas di indra penciuman Eunha dan darah pun sudah mulai bersimbah di mana mana.
"Jimin, jangan membuat ku takut..."
Jimin berteriak marah, seketika barang barang berjatuhan. Semua benda benda berantakan, Jimin juga mencekik kuat leher Eunha.
"Jim.. Akkkhhh... Jimm... Sakitt Jimm... Lepaskan akkkhhhhh..." Eunha memekik akan rasa sakit akibat Jimin yang mencekik kuat lehernya.
"Berani beraninya kau meninggalkan aku Cha Eunha!!" teriak Jimin. Tangannya semakin mencekik kuat leher Eunha.
Tubuh Eunha melayang tinggi, Jimin melemparkan Eunha hingga kepalanya terbentur keras ke dinding hingga Eunha kehilangan kesadarannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍
__ADS_1