
Jimin berucap lirih sambil menatap sendu kedua mata Eunha, terlihat matanya sudah mulai berkaca kaca seakan menahan sesuatu agar tidak terjatuh disana.
"I see you Park Jimin.. I see you.." ujar Eunha sambil menakup kedua pipi Jimin. Tak sedikit butiran bening yang ikut tersapu di kedua sudut mata Jimin.
"Sudah sudah. Aku tidak ingin melihat ini lagi. Apa kau tau Park Jimin? Kau terlihat sangat jelek saat menangis, anak itik ku sangat jelek jika menangis, dan aku tidak suka itu!" Eunha terkekeh sambil mengunyel ngunyel pipi Jimin yang mirip kue mochi itu, ia mengusap lembut sisa air mata yang masih terlihat mengalir disana.
Jimin hanya membalasnya dengan tersenyum lembut, ia begitu gemas akan tingkah Eunha yang ia rasa sangat menyebalkan itu. Jimin kembali menyatukan bibir mereka, dan menciptakan kecupan kecupan hangat akan kasih sayang serta tak lupa sedikit saling *******.
"Hei ayolahhh, jangan lupa ada anak di bawah umur disini!" celetuk Yurra dengan muka yang sudah ditekuk masam, ia merasa terabaikan oleh kedua manusia yang sedang bercumbu mesra itu.
Seketika itu juga Eunha melepaskan lumatannya pada bibir tebal Jimin.
"Wae??" tanya Jimin heran.
"Apa kau lupa? Yurra masih ada disini.." ucap Eunha dengan berbisik.
Sedang enak enaknya ada saja yang mengganggu gerutu Jimin dalam hati.
"Oppa, aku bisa mendengar mu.." sahut Yurra santai.
"Yurra bilang dia bisa mendengar mu.." Eunha kembali berbisik di telinga Jimin.
"Haisshh jinjja.." Jimin menghela nafasnya sambil mengusap kasar wajahnya.
Eunha hanya tersenyum gemas akan tingkah mereka. Walaupun Jimin tidak bisa melihat Yurra, tapi mereka sering terhubung berkat adanya Eunha.
"Ahh aku sungguh terlupa ada si cantik Yurra disini. Aku kira karna kau merasa terabaikan, kau akan pergi bermain bersama Robbert, ternyata kau masih disini. Maafkan kami nee?" ucapan Eunha terdengar kikuk plus garing untuk mencairkan suasana kala itu.
Yurra hanya berdecak kesal.
"Yurra-ahh kau ini sungguh menyebalkan!" ucap Jimin, mereka lalu tertawa bersama.
__ADS_1
***
"Eonnie, eonnie akan pergi kemana?" tanya Yurra yang baru saja masuk ke dalam kamar Eunha. Terlihat disana Eunha tengah sibuk memilih gaun yang akan ia pakai saat pesta.
"Eoh, Yurra-ahh aku akan pergi ke pesta yang di adakan Jimin di rumahnya, apa kau ingin ikut?" tanya Eunha tanpa menoleh ke arah Yurra.
"Aku akan ikut, tapi eonnie dari tadi aku merasa akan terjadi sesuatu yang tidak baik tapi aku tidak tau apa itu. Aku sangat takut kau kenapa napa" Yurra berucap dengan cemasnya.
Eunha tersenyum lalu menoleh dan menatap nanar mata gadis kecil di hadapannya, "Asal kau selalu berada di dekat ku tak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada ku, apalagi sampai aku kenapa napa, karna aku yakin kau akan selalu menjaga dan melindungi diri ku. Jangan takut, disana kan juga ada Jimin, aku pasti akan aman bersama kalian"
"Baiklah Eonnie" ujar Yurra dengan tersenyum.
***
Pukul 20.00 malam di rumah Jimin
Terlihat semua orang rumah sudah berkumpul di ruang tengah sembari menunggu yang lainnya datang, dan disana terlihat Namjoon dan Hoseok sudah datang dan tengah berbincang bincang bersama Jin dan Yoongi. Sedangkan Eunha sibuk membantu Jimin menyiapkan bahan bahan yang hendak di gunakan untuk barbeque.
"Nee.. Nee tuan CEO muda, kami akan membantu kalian" dengan malasnya Jin menghampiri Jimin dan Eunha untuk membantu mereka.
Mereka bersama sama menyiapkan bahan bahan untuk barbeque. Setelah di rasa sudah siap, mereka kembali berkumpul di halaman belakang rumah Jimin, terlihat sudah banyak orang yang datang disana. Memang, Jimin sengaja mengundang teman temannya untuk membagikan rasa bahagianya tersebut.
Di taman belakang rumah terlihat para laki laki muda itu tengah duduk berhadapan sambil berbincang bincang kecil. Eunha yang melihat Jimin dari belakang seketika langsung tersenyum kakinya mengajaknya utuk mendekat ke arah Jimin, setibanya di belakang Jimin ia meletakkan kedua tangannya menutup mata Jimin.
"Eh sayang.. Ada apa?" tanya Jimin lembut.
"Tidak, makanannya sudah siap, ayo kita kembali kedalam rumah untuk makan malam setelah itu melakukan BBQ party" ucap Eunha lembut sambil menarik kecil tangan Jimin.
"Baiklah, tunggu disini aku akan mengajak yang lain untuk masuk" Jimin berlalu meninggalkan Eunha setelah mengelus lembut pipinya.
Eunha menganggukkan kepala tanpa bersuara dengan senyuman hangat merekah di bibirnya.
__ADS_1
Setelah mengajak yang lain untuk masuk, Jimin kembali menghampiri Eunha yang masih setia menunggunya, saat mereka akan masuk ke dalam untuk menikmati makan malam bersama tiba tiba Eunha melihat sesosok wanita, dengan darah bersimbah di sekujur badannya, ia menatap Eunha dengan tatapan membunuh seolah ingin membawa Eunha ke alamnya saat itu juga. Sebelumnya Eunha juga merasakan ada aura negatif, tapi ia tidak memperdulikannya karna tidak tau dari mana aura negatif itu berasal.
Karna rasa penasaran, Eunha memutuskan untuk meminta izin sebentar pada Jimin untuk ke kamar kecil, dan benar saja hantu itu kembali mengikutinya. Eunha merasakan aura negatif tersebut berasal dari hantu itu, karna itu Yurra tak bisa berada di dekatnya sebab aura jahat yang berasal dari hantu itu bisa saja dapat melenyapkannya.
"Siapa kau? Mau apa kau? Jangan pernah berani beraninya kau mengganggu kami!!" bentak Eunha saat ia melihat pantulan hantu itu dari cermin, sedikit pun ia tak merasa takut akan buruknya bentuk hantu itu.
"Apa kau pura pura tak mengenal ku? Atau kau memang sudah lupa dengan ku? Cihh.. Dasar kau wanita j*lang" bentak hantu itu, terlihat jelas di wajahnya bahwa ia sangat murka akan Eunha.
"Sedikit pun aku tak mengenal mu, untuk apa kau selalu mengikuti ku akhir akhir ini??" tanya Eunha lantang.
"Kaulah yang telah merebut Jimin dari ku!! Aku yang telah lama memendam perasaan padanya, tapi dengan mudahnya kau merebutnya begitu saja dari ku!!" sahut hantu itu.
Wanita itu tak lain adalah Nancy, ia adalah sekretaris pribadi Jimin di perusahaannya. Ia telah lama bekerja dengan Jimin, hampir lima tahun lamanya. Dan selama itu juga ia menyimpan perasaan terhadap Jimin, namun Jimin sama sekali tidak pernah merasakan atau bahkan membalas perasaannya. Hingga Eunha hadir dan berhasil memikat hati Jimin. Ini membut Nancy memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
Minta bantuannya yaa kakak kakak, jangan lupa tinggalkan jejak yaa kakak kakak hehe 😅 Biar Author semangat ngelanjut ceritanya hehe 😅
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍