
"Hmm iya, lagi pula aku sudah lama tidak meminum pil kontrasepsi itu lagi, saat Jaemin berusia 4 tahun aku sudah berhenti mengonsumsinya" terang Eunha.
"Jinjjayo? Ahh lalu kenapa kau belum hamil juga sayang ku? Padahal ini sudah setahun lebih" ucap Jungkook dengan mengerucutkan bibirnya.
"Mana aku tahu, bukan aku yang menentukan aku harus punya anak kapan Jungkook, kita hanya bisa berusaha" ucap Eunha setenang mungkin.
"Oke kalau begitu aku akan lebih keras lagi, setiap malam aku akan mengisi diri mu bagaimana?" ucapnya excited.
"YAAA JEON JUNGKOOK, kau mau membunuh ku atau bagaimana?" geramnya.
"Haha tidak chagiya, aku hanya sedang berusaha" ucapnya dengan mengeratkan pelukannya.
"Haisshh kau ini" ucap Eunha kesal sembari menepuk kecil lengan suaminya.
***
Eunha turun tepat setelah dirinya selesai mandi dan bersiap, di bawah sudah ada Jungkook dan Jaemin yang sedang memakan sarapan buatannya yang ia siapkan sejak pagi buta tadi.
Saat Eunha menginjakkan kakinya di satu persatu anak tangga tiba tiba saja Eunha melihat sesosok bayangan aneh dari luar jendela entah siapa, dan entah apa dan tiba tiba saja perasaannya menjadi tidak enak.
"Eonnie kenapa melamun?" tanya Yurra membuat Eunha sedikit terjingkat karna terkejut.
"Eoh Yurra, hmm kau ini, dimana Jimin?"
"Tidak tahu, tadi pagi dia bilang akan pergi ke suatu tempat, eonnie lihat apa tadi?" tanya Yurra dengan alis menaut heran.
"Yurra-ahh apa belakangan ini kau melihat ada yang mengintai rumah ku?" tanya Eunha.
"Tidak eonnie, Yurra tidak melihat apa pun, hanya hantu hantu kecil saja, dan itu pun sudah di usir oleh Jimin oppa karena mereka nakal"
"Yurra-ahh aku melihat sosok lain di luar jendela tadi, ku kira seorang wanita, tapi wajahnya tidak jelas, dia hanya lewat sekilas dan auranya sangat negatif" ujarnya seraya mengingat ngingat wajah sosok misterius tadi.
"Aku takut itu pertanda buruk" lanjutnya.
"Mungkin dia hanya numpang lewat saja eonnie, jangan khawatir" ujar Yurra menyakinkan Eunha.
"Ahh ya kau benar, ya sudahlah kalau begitu aku turun dulu, hmm oh iya Yurra jika kau melihat Jimin tolong katakan padanya aku ingin berbicara" pesan Eunha.
"Nee eonnie"
***
Kedua kaki Eunha kembali melangkah ke arah kedua orang pangeran tampannya, ciuman lembutnya melayang ke pipi lembut Jaemin dan yang satunya hanya menatap cemburu.
"Mom, daddy tidak di cium?" rengeknya.
"Daddy sudah tua masih saja manja, huu dasar" ledek putranya.
"Haisshh Jaemin-ahh, daddy mu ini juga manusia butuh perhatian dan kasih sayang mommy mu bukan hanya kamu saja" jelas Jungkook.
__ADS_1
Jaemin hanya merotasikan matanya, jengah. Lalu melengos dan segera mendatangi mommy nya dan mencium lembut pipi wanita yang telah melahirkannya itu.
"Jae berangkat ya mom, mommy hati hati di rumah" kemudian Jaemin berbisik "Belakangan ini Jae merasakan aura yang aneh mom, dia jahat tapi Jae tidak tahu dia siapa"
"Hmm nee sayangnya mommy, kan ada samchon yang menjaga mommy dan Yurra noona juga, Jae jangan khawatir" jelasnya lembut.
Setelah mendengar itu, Jaemin segera berlari duluan menuju ke arah mobil, kemudian giliran Jungkook yang mendatanginya.
"Dasar Jeonkookie manja, kamu itu sudah jadi ayah, putra mu juga sudah besar dan kamu masih saja bersikap manja di depan putra mu" omel Eunha.
"Memangnya kenapa hmm?" Jungkook menarik pinggang Eunha erat.
"Tidak Jeon, sudah berangkat saja sana nanti putra mu itu akan berceramah panjang jika ia sampai terlambat lagi karena mu" dengus Eunha.
Jungkook menghela nafas pelan "Hmm kau benar, dia sangat mirip dengan mu, benar benar rewel" Jungkook mencium lembut dahi Eunha, turun ke hidung dan berakhir di bibirnya.
"Sampai bertemu nanti malam istri ku, jaga diri mu di rumah baik baik, aku mencintai mu"
"Aku juga mencintai mu" Eunha mengecup sekilas bibir Jungkook "Hati hati di jalan, pulang lah dengan selamat aku menunggu mu suami ku" lanjutnya masih dengan senyuman hangatnya.
Pria itu lagi lagi tersenyum miris dari kejauhan, lagi lagi harus melihat pemandangan yang mengoyak jiwa dan menyayat hatinya, dirinya menggigit bibir bawahnya, menahan seluruh rasa sesak di dadanya.
"Seharusnya aku yang begitu kan?" tanyanya pada dirinya sendiri dengan suara serak menahan tangis.
"Seandainya kebakaran sial itu tidak pernah terjadi!!!" erangnya menahan segala emosi yang menguasai dirinya.
Jungkook tersenyum, mencium gemas pipi Eunha kemudian Eunha mengantarkannya berjalan keluar arah mobil hingga mobilnya menghilang dari pandangan Eunha.
***
"Ahh khamjaggiya!!!" Eunha memekik terkejut akan sosok asing yang tepat berada di hadapannya.
Eunha menghembuskan nafasnya kasar, sedangkan yang di hadapannya hanya tertawa tak jelas sembari mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Yaa!! Siapa kau?!! Kenapa kau bisa masuk ke rumah ku?!! Pergilah!!!" Eunha berteriak lantang pada sesosok makhluk bertubuh tinggi namun hanya tulang dan lidahnya menjulur sembari mengeluarkan darah.
"Aku suka kau, kau manis, kau berkilau, aku ingin kau.."
"Pergi sebelum ku musnahkan dirimu!!!" Eunha berteriak pada sosok asing di hadapannya.
Makhluk itu tetap menyeringai, sangat mengerikan. Hingga ketika dia mulai mendeka kearah Eunha.
KRAKKK!!!
seseorang mencekik makhluk itu dari belakang, hingga mata makhluk itu membelalak ingin keluar dan berteriak ampun.
"Pergi dari sini!! Atau kau benar benar tak akan pernah muncul lagi, akan ku musnahkan kau sekarang juga!!" tekan Jimin, wajah Jimin berubah menjadi menyeramkan. Darah kembali mengalir deras hampir di seluruh daerah wajahnya.
Makhluk itu mengangguk, dengan cepat ia berlalu dan pergi jauh dari sana. Sementara itu Eunha mendekati Jimin, sedangkan Jimin langsung membuang wajahnya dari hadapan Eunha, dengan cepat Eunha kembali mengarahkan wajahnya ke hadapannya.
__ADS_1
"Tidak Eunha-ahh jangan lihat aku sekarang, nanti saja," ucapnya sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Eunha menurunkan kedua tangan mungil nan bantet itu, mengusap aliran darah dari wajahnya dan tersenyum manis.
"Masih tampan, aku tidak takut," ucap Eunha santai.
Perlu waktu beberapa menit hingga wajah Jimin kembali ke bentuk sewajarnya.
"Boleh aku merindukan mu Jimin-ssi?" tanpa menunggu jawaban, Eunha langsung berhamburan ke pelukan Jimin.
"Boleh, kebetulan sekali aku juga sedang merindukan mu sayang," balas Jimin lirih.
"Aku takut, jangan pergi meninggalkan aku ketika tidak ada siapa siapa di rumah ini," Eunha bergumam masih dengan merasakan hangatnya pelukan seorang Park Jimin.
"Maaf, aku tadi hanya mengecek keadaan luar,"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Haihai ketemu aku lagi nih wkwk jangan lupa tinggalkan jejak yak hehe 😍😂
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Fullsunnya sijeuni uri Haechanieee 💚💚💚