
Jimin melangkahkan kakinya agar lebih mendekat dengan Eunha lalu ia mengecup lama dahi Eunha.
Jimin tersenyum lalu menatap lekat kedua mata Eunha "Sayang, kau adalah wanita yang hebat!" tangannya bergerak untuk membelai lembut pucuk kepala Eunha. Eunha tersenyum sambil mengelus pipi Jimin. Kebetulan waktu itu tidak ada orang. Jadi hanya Yurra yang dapat melihat mereka.
***
"Bagaimana keadaan mu sayang?" tanya ibu Eunha yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Eunha bersama dengan ibu Jungkook.
"Baik bu" jawab Eunha dengan tersenyum.
"Jungkook? Mata mu terlihat sembab dan merah, kamu begadang? Menangis?" tanya ibu Jungkook.
Seketika itu juga Jungkook yang sedang menggendong putranya langsung berbalik badan memunggungi ibunya.
"Ahaha ibu, jangan tanyakan itu. Dia malu.." jawab Eunha dengan terkekeh.
"Jungkook menangis dari tadi bibi, Oh iya Jungkook kamu beri nama siapa putra mu?" tanya Taehyung pada Jungkook.
Jungkook berbalik badan, "Hm? Nama? Aku sudah mencari nama tapi belum mendiskusikannya dengan Eunha, namanya Jeon Jaemin"
"Jaemin? Aku suka nama itu" ucap Eunha.
"Baiklah Jaemin, paman ingin menggendong mu untuk yang pertama kalinya" Taehyung mengambil Jaemin dari Jungkook.
"Huwaaa.. Dia sangat manis, lucu sekali.. Aku suka, aku ingin menci- uhm apa ini? Tangan ku hangat" Taehyung mengernyitkan dahinya.
"Kenapa?" tanya Eunha.
"Pipis lagi" Jungkook mengambil Jaemin dari Taehyung.
***
Beberapa bulan kemudian..
"Sayang.. Tolong mandikan Jaemin sebentar yaa" Eunha berteriak untuk memanggil Jungkook.
Tak butuh panggilan yang kedua kalinya, Jungkook langsung datang dengan tergopoh gopoh, "Mana mana mana? Ayo mandi dengan daddy.. Mandi berdua.."
"Tidak ada mandi berdua, kamu mandinya lama. Jaemin sempat demam kan? Aku ingin memasak dulu, ajak Jaemin bermain ya? Aku mencintai mu" Eunha mencium bibir Jungkook sekilas lalu pergi ke dapur.
"Kita mandi berdua lagi yaa? Jangan sampai mommy mu tahu hehe" Jungkook tertawa penuh kemenangan.
Ciplak Ciplak!!
"Hm? Siapa yang mandi? Tidak mungkin Jungkook kan? Dia sedang bermain bersama putranya" Eunha mengernyitkan dahinya saat mendengar suara ciplakan air ia langsung datang ke kamarnya.
Saat Eunha masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian kotor milik Jungkook, tiba tiba saja Eunha mendengar ciplakan air dengan suara tawa di kamar mandi. Eunha mencoba melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan mencoba untuk membuka pintu.
__ADS_1
"Astaga.. Ternyata suara anak dan daddy hmm? Jungkook sayang.. Kamu keras kepala sekali hah?" Eunha menjewer pelan telinga Jungkook.
"Aduh.. Sayangg.. Lepaskan ini sangat menyakitkan" Jungkook mengaduh dengan begitu sedihnya agar Eunha mau melepaskan tangannya itu dari telinganya.
"Hah! Baiklah. Jaemin sayang sudah nak, ayo nanti kamu akan masuk angin.." Eunha mencoba meraih Jaemin dari Jungkook.
Jungkook tidak membiarkan Eunha untuk membawa putranya, alhasil..
"Mommy mu belum mandi Jaemin, jahili mommy yaa? Hehe yeayy.." Jungkook menyemprotkan shower ke tubuh Eunha.
"Ahh! Jungkook hentikan, aku sudah mandi dan jangan basahi lagi. Hentikan Jungkook-sshi ahahaha.."
Dan yaahh.. Lantai basah semua, Eunha juga membalas kelakuan Jungkook sampai satu bathub berisi tiga orang.
"Sudah lama tidak bisa berdua dan bermesraan dengan mu, aku merindukan mu, aku mencintai mu..." ucap Jungkook di telinga Eunha.
"Tutup mata Jaemin dulu!" perintah Eunha dengan melototkan kedua matanya.
Jungkook menutup kedua mata Jaemin dan Eunha langsung mencium bibir Jungkook. Menghisap, bertukar rongga mulut mereka sampai bersih tersapu, hisapan demi hisapan mulai meningkat.
"Ughh.. Huhu..." terdengar suara Jaemin yang mulai menangis.
Seketika itu juga Eunha melepas ciuman, "Ah? Ahaha maafkan mommy sayang jadi melupakan mu, ayo sudah mandinya.."
"Tidurkan Jaemin yaa? Kita lanjutkan yang tadi setelah itu kita bercumbu.." ucap Jungkook dengan wajah polosnya namun penuh arti di baliknya.
"Simpan sendiri khayalan mu itu tuan byuntae! Jaemin harus makan, kamu juga cepat turun dan makan ya?" Eunha melenggang pergi meninggalkan Jungkook yang masih dengan segala kekesalannya karna hasratnya itu tidak tersampaikan.
***
"Mm! Jangan sendok daddy sayang, makanan daddy tumpah nanti. Itu makan buah mu.." seru Jungkook dengan lembut pada Jaemin.
"Jungkook taruh Jaemin di infant seat saja, dia akan terus mengganggu mu nanti.." ujar Eunha.
"Tapi aku ingin menggendongnya, aku ingin bersama putra ku setiap saat.." protes Jungkook.
"Astaga daddy satu ini.." Eunha menghela nafas kasar akan kelakuan Jungkook yang di rasa berlebihan. Ya mungkin karna rasa sayangnya yang teramat besar pada putranya itu.
Eunha mencuci tangannya dan menghampiri Jungkook yang sedang ribut dengan putranya.
"Kemarikan sendoknya, aku suapi!" Eunha mengambil piring Jungkook lalu menyuapinya.
"Hehe terimakasih sayang.." Jungkook terkekeh.
***
"Putra ku Jaemin dimana sayang?" tanya Jungkook yang sedang melakukan panggilan video dengan istri dan anaknya.
__ADS_1
"Sedang berma- aaa!! Sayang jangan di makan, kotor, tidak boleh ya? Ayo berikan pada mommy remot ACnya!" pinta Eunha pada putranya.
"Dia makan apa?" tanya Jungkook.
"Remot AC, lihat ulah putra mu ini, bantalnya di **** sampai basah terkena air liurnya.." Eunha mengadu pada Jungkook layaknya anak kecil yang tidak mendapat permen.
"Aaa.. Ahaha! Aaa.. Aa.. Aaaaaa!!" Jaemin ikut bersuara dengan mengoceh seperti mengerti apa yang sedang orang tuanya bicarakan.
"Ahahaha dia bicara apa sih hah? Ah.. Lucu sekali, aku rindu putra ku.." rengek Jungkook dengan mempoutkan bibirnya.
"Ya makanya cepat pulang!" ketus Eunha.
Kala itu Jungkook sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, itu membuatnya merasa sangat merindukan keduanya, ia bahkan melakukan panggilan video setiap saat agar bisa melihat keduanya.
"Putra ku manis dan tampan sekali seperti ku, sayangg kita buat duplikatnya hehe" goda Jungkook.
"Aku tau maksud mu Jeon Jungkook, jawabannya tidak! Biarkan Jaemin besar dulu.. Eoh? atau bagaimana kalau kau saja yang hamil lalu melahirkannya!" seru Eunha
Wajah Jungkook berubah datar, "Yang benar saja kau ini Eunha-ahh!" serunya.
Seketika itu juga Jungkook mendapatkan tatapan membunuh dari Eunha, membuatnya merasa sedikit merinding. Ah ralat, Takut!
"Hehe aku juga sangat merindukan mu sayang, berikan ponselnya ke Jaemin, taruh di hadapannya yaa?" pinta Jungkook
"Aku juga ingin mengambilkan makan untuk Jaemin, aku akan meletakkannya sedikit jauh darinya.."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf yaa akhir akhir ini jarang up, karna memang ada sesuatu yang membuat Author tidak setiap saat bisa nulis. Oh iya mungkin akhir akhir ini juga ceritanya bakal fokus dulu ke keluarga kecil Jungkook sebelum nantinya masuk ke dalam konflik yang sebenernya.. Eitss tapi jangan sampai baper ntar yaa hehe 😆
Jangan lupa tinggalkan jejak, huu calangeooo 😍