INDIGO (Love Two World)

INDIGO (Love Two World)
Sakit Sekali


__ADS_3

"Mana mana aku ingin melihatnya!" setelah selesai menggosok gigi, Jungkook cepat cepat menghampiri Eunha dengan tatapannya yang tajam.


"Ini lihatlah!" seru Eunha dengan menunjukkan video anak kecil yang ada di ponsel Jungkook.


"Anak siapa itu?" dahi Jungkook terlihat mengernyit. Pertanyaan konyolnya itu membuat Eunha sedikit kesal.


"Mana aku tau! Kan Taehyung oppa yang mengirim video ini!" Eunha berbicara dengan ketusnya.


"Heh! Lebih manis lagi anak ku!" celetuk Jungkook.


"Ahahaha.. Iya iya dad.. ayo tidur!" ajak Eunha.


"Ayo kita tidur bertiga! Oh iya, besok orang tua mu ingin kesini kan? Ibu ku juga akan berkunjung, ayah ku menyusul, nanti ayah ibu mu akan aku jemput ya?" ujar Jungkook.


"Tidak sayang, bukankah kau akan ada rapat di kantor besok?" tanya Eunha.


"Rapatnya siang hari, aku sudah menjadwal semuanya, aku akan menjemput ayah ibu mu besok di bandara" ucap Jungkook menyakinkan Eunha.


"Sayang.. Tidak perlu, mereka akan naik taxi saja ke rumah" Eunha menolak halus usulan Jungkook karna ia takut akan merepotkan Jungkook.


"Namanya bukan menantu baik jika aku mengurus pekerjaan ku saja, aku akan menjemput mereka. Sudah, ayo tidur!" seru Jungkook.


"Hehe.. Terimakasih!" Eunha memeluk Jungkook.


"Tiga hari lagi, dia akan lahir kan?" tanya Jungkook dengan menatap lekat manik coklat Eunha.


"Semua sudah kita siapkan. Jungkook aku takut, temani aku dan tetap di samping ku yaa.." Eunha berucap dengan memelaskan wajahnya.


Jungkook tersenyum dan membelai lembut rambut Eunha "Tentu saja aku akan menemani mu.."


"Aku sangat senang bisa merasakan pertumbuhannya sampai sekarang ini. Jungkook, terimakasih sudah menjaga ku dengan baik.." terlihat mata Eunha berkaca kaca.


"Aku mencintai mu.." ucap Jungkook.


Jungkook mencium Eunha, dan membaringkannya agar tidur. Lalu melepaskan lumatannya dan akhirnya tertidur dengan saling memeluk.


Di sudut ruangan itu ternyata juga ada seorang pria yang keberadaannya tidak di sadari oleh Eunha yang tengah asik beradegan romantis dengan Jungkook.


***

__ADS_1


Tengah malam..


"Sshhh.. Rasanya sakit sekali. Jungkook, usap usap perut ku tolong.." dengan mata yang masih terpejam Eunha mengernyit akan rasa sakit yang berasal dari perutnya itu.


"Hmm" Jungkook hanya mengiyakannya, matanya masih setia terpejam tapi tangannya langsung mengusap perut Eunha.


***


Keesokan paginya Eunha terlebih dahulu terbangun, ia mengerjap untuk menyesuaikan matanya dari cahaya yang masuk melalui celah celah kamarnya. Ia beranjak bangun dan turun untuk menyiapkan sarapan untuk Jungkook.


Setengah jam kemudian Eunha terlihat kembali ke kamarnya untuk membangunkan Jungkook. Sebelum mandi ia terlebih dahulu menyiapkan seragam kerja suaminya itu. Kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mandi bersama Jungkook.


Setelah semuanya siap, Eunha mengajak Jungkook untuk sarapan. Setelah sarapan mereka menunggu ibu Jungkook yang kala itu sudah mengabari akan segera sampai. Jungkook takut terjadi sesuatu pada istrinya terlebih lagi saat sendirian di rumah.


Baru saja ibunya menginjakkan kaki setelah turun dari mobil yang di kemudikan supirnya itu, Jungkook langsung berpamitan dan segera melajukan mobilnya ke bandara untuk menjemput ayah dan ibu Eunha. Ia takut membuat kedua mertuanya itu menunggu terlalu lama.


***


"Yeay!! Selamat datang ayah ibu.." Eunha langsung memeluk kedua orang tuanya itu.


"Selamat datang tuan dan nyonya.." ucap Ibu Jungkook memberi salam.


"Tidak bisakah di berikan pada manajer mu dulu? Ada kedua mertua mu pun masih mengurus kantor? Memalukan!" seru Ibu Jungkook.


"Ibu, tidak apa apa. Ayah ibu ku juga akan istirahat sejenak, lagi pula manajer Jungkook kemarin menelfon, ia meminta izin tidak masuk hari ini karena sakit, tidak apa apa" ucap Eunha menyakinkan ibu Jungkook.


"Tapi putri ibu ini sedang hamil besar, bagaimana jika terjadi sesuatu?" tanya ibu Jungkook.


"Tidak lama ibu, setelah makan siang aku akan segera pulang, aku janji!" ucap Jungkook. Ia terlihat seperti orang yang sedang uring uringan.


"Maaf ini ada apa ya kalau boleh tau? Jika Jungkook sedang ada urusan penting di kantornya, tidak apa apa. Sebaiknya segera di selesaikan" ucap Ayah Eunha.


"Ahaha iya maafkan putra saya tuan, Jungkook janji setelah makan siang langsung pulang ya?" pinta ibu Jungkook.


"Iya ibu, aku janji. Aku pamit dulu, sayang aku mencintai mu, jaga diri mu jangan lupa telfon aku." Jungkook mencium kedua pipi Eunha lalu pergi.


***


Siang harinya

__ADS_1


"Iya ini akan makan, kamu sedang apa? Bagaimana kabar mu? Perutnya bagaimana?" tanya Jungkook tak ada hentinya.


"Aku sedang memasak untuk makan siang, kabar ku? Baik, si kecil juga baik sshhh.." Eunha terdengar mendesis seakan menahan sesuatu.


"Tapi kenapa suara mu dari tadi seperti sedang menahan sesuatu? Katakan! Ada apa?" tanya Jungkook dengan cemasnya.


"Jungkook, sebenarnya awh.. Perut ku sakit.. Cepat pulanggg.. Ibuuu!!!" Eunha memekik akan rasa sakit yang berasal dari perutnya itu, ia mencoba memegang pinggiran meja kompor untuk menumpu tubuhnya.


"Astaga! Eunha-ahh?!! Sayang?!! Aku segera pulang, tunggu akuu!!" teriak Jungkook lalu mengakhiri panggilan ponselnya. Ia beranjak dan segera berlari menuju lobby kantornya.


***


"Ibuuu!! Ibu tolong aku.. Emhh!!" teriak Eunha. Ia menangis dan kini sudah terduduk di lantai sambil memegang pinggangnya untuk menahan rasa sakit perutnya.


"Astaga!! Eunha-ahh!! Ada apa? Kenapa sayangg??" ucap ibu Eunha saat menghampiri putrinya itu di ikuti ibu Jungkook.


"Ibu perut ku sakit.. Sepertinya dia ingin keluar.. Ibu tolong akuu.. Sakit.." racau Eunha.


"Nyonya ayo cepat kita bawa Eunha ke rumah sakit, aku akan menghubungi Jungkook" ucap ibu Jungkook.


"Tidak perlu ibu, aku sudah menghubungi ponsel Jungkook, dia akan segera datang"


"Kita langsung menuju rumah sakit saja nyonya, ayo sayang kita keluar, pelan pelan.." ujar ibu Eunha dengan cemasnya, seakan tak mau sesuatu terjadi pada putri semata wayangnya.


Kala itu Jimin serta Yurra tengah berada di sudut ruangan yang sama pula dengan Euha dan para ibu ibu yang terlihat kelewat panik itu. Mereka hanya bisa melihat Eunha yang sedang kesakitan, ingin sekali rasanya membantu, lantas apa yang bisa mereka lakukan? Mereka kan hanya hantu, bahkan tak semua orang dapat melihat mereka.


Jimin memandangi Eunha dengan rasa sesak di dada, ia benar benar tak bisa melihat Eunha menangis dan merasakan sakit yang luar biasa seperti itu. Hatinya seakan teriris bersamaan dengan suara rintihan bahkan jeritan Eunha yang tengah berjuang untuk melahirkan jagoannya itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅


__ADS_2