
"Oppa bercanda kan? Jimin.. Jimin tidak sungguh sungguh meninggalkan aku kan Oppa? Tidak!! Jimin tidak mungkin meninggalkan aku Oppa, ia sudah berjanji pada ku akan selalu berada di sisi ku, Oppa bicaralah! Kenapa kau diam saja Oppa? Katakan!! Katakan kalau semua ini hanya lelucon mu saja kan?" ucap Eunha, ia tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya, suaranya yang serak dan terbata bata karna menahan air matanya kembali dan pandangannya juga tiba tiba menjadi kosong.
"Eunha-ahh.." Yoongi dengan cepat menangkap tubuh Eunha yang seketika itu juga sudah lemah tak berdaya.
Eunha juga melihat Yurra menangis sesenggukan, bahkan setan kecil ini juga bisa menangis ketika ia menangis, hatinya bagaikan di timpa ribuan batu besar rasanya sesak, sangat sesak. Sampai sampai ia tak kuat untuk menahannya.
***
Kini, jenazah Jimin sudah di bawa ke rumah orang tuanya, tinggal proses pemakamannya saja Eunha datang kesana. Saat disana, ia di sambut oleh sorot mata iba dari semua orang yang hadir dalam proses pemakaman Jimin. Tentu saja iba, Eunha adalah calon istrinya dan Jimin meninggalkannya di saat pernikahan mereka sudah di depan mata.
Eomma Jimin langsung mendatangi Eunha, mendekap lembut tubuhnya, serta mencoba untuk membuatnya tegar dan tak lupa memberikannya semangat, kemudian melepas dekapan itu dan menatap kedua mata Eunha dengan tatapan lembut seorang ibu.
"Setidaknya hidup Jimin penuh warna karna mu Eunha-ahh, terima kasih sudah membuat Jimin bahagia" Eomma Jimin berucap di selingi deraian air mata yang sudah tak bisa ia tahan.
***
"Eunha-ahh" Ucap Jin parau dan ia langsung mendekap tubuh Eunha, Eunha kembali menangis sesenggukan di dalam pelukannya. Pria periang ini bahkan terlihat sama terpukulnya dengan Eunha.
"Oppa.. Jimin.. Jimin.." racau Eunha saat ia kembali menangis dalam pelukan Jin.
"Sayang.. Oppa tau ini semua sangat berat untuk mu, berat juga untuk kami semua tapi kamu harus tetap kuat, hmm?" ucap Jin sambil mengeratkan pelukannya membiarkan Eunha menumpahkan segala kesedihannya di bahunya yang kekar itu. Ia mencoba untuk menenangkan Eunha, namun rasanya sia sia, Eunha tetap menangis, bahkan ia menangis sesenggukan. Ia begitu meratapi kepergian Jimin, pria yang sangat ia cintai itu.
Eunha di tuntun oleh Jin untuk menghadap ke jasad Jimin, jasad pria yang tiga tahun lebih ini menemaninya dalam suka mau pun duka, pria yang memberikannya segala bentuk rasa cinta dan kasih sayang, pria yang selalu membawa tawa di hidupnya serta kebahagiaan yang sudah di pastikan tidak akan pernah bisa ia lupakan dan ia dapatkan kembali.
Wajah tampannya masih baik baik saja, Jimin meninggal karena kekurangan oksigen saat dirinya hendak menyelamatkan diri keluar dari gedung itu.
"Jimin-ssi.. Kenapa?? Minggu depan kita akan menikah bukan? Ayo! Bangunlah.." pinta Eunha sambil menyentuh tangan dingin milik Jimin.
__ADS_1
Jin dan Yoongi berada di sisi kanan dan kiri Eunha, kedua sepupu Jimin ini sudah seperti oppa baginya, mereka mendekap Eunha layaknya kakak yang tak mau melihat adiknya terus terusan larut dalam kesedihannya.
***
Pukul 23.50 malam di rumah Eunha
Eunha masih terjaga hingga kini, bagaimana ia bisa tidur? biasanya jika ingin tidur Eunha selalu mendapat ucapa selamat malam dari Jimin, tapi kini tidak ada lagi, ia tidak akan lagi bisa mengucapkannya.
"Park Jimin.." ucap Eunha lirih. Kini matanya kembali berkaca kaca. Tak lama kemudian, ia mendengar suara yang sudah tak asing lagi melintas di gendang telinganya.
"Kenapa chagiyaa? Aku di sini" ucap Jimin dengan senyuman lembut mengembang di bibir tebalnya.
Eunha sedang berdiri di pinggiran jendela kamarnya, saat mendengar suara itu berasal dari belakangnya, lantas ia langsung menoleh ke belakang mencari asal suara tersebut.
Tak butuh waktu lama, ia langsung mendapati seseorang yang sangat ia cintai itu kembali dan sedang berdiri tepat di hadapannya sambil memamerkan senyum manisnya itu. Kedua mata Eunha membulat dengan sempurna. Bukan karna takut, ia justru terkejut.
Bagaimana Jimin bisa kembali? Pikirnya.
Dasar Eunha bodoh!! Jimin disini!! dia disini!! Gumam Eunha dalam hati.
"Sayang.." Eunha langsung berlari memeluknya, memeluk Jimin yang sudah bukan lagi sebagai manusia melainkan hantu yang ia lihat jelmaannya.
"Jangan menangis lagi. Aku disini, aku kembali untuk mu" ucap Jimin sambil membalas pelukan Eunha.
"Kembali apanya!! Kita berbeda sekarang kau tau itu, beruntung aku memiliki bakat ini, apa kau gila eoh?!! Sudah ku bilang kan berhati hati dan kenapa sekarang malah pergi??!!!" omel Eunha yang tak hentinya pada Jimin.
Eunha terus menangis sambil mengoceh pada makhluk ini, lihatlah bahkan Jimin masih terlihat tampan walau dengan wajah pucatnya itu.
__ADS_1
"Aku senang kau bisa melihat ku, aku senang bisa melihat mu, dan yaa aku juga sekarang bisa melihat Yurra, dia yang mengajak ku kesini malah" ucap Jimin dengan tersenyum.
Eunha melirikkan matanya kearah belakang Jimin, ya.. ada Yurra disana.
Pasti Yurra yang mengajari Jimin bagaimana cara nya roh nya itu bisa kembali ke bumi. Aku yakin itu! Gumam Eunha dalam hati.
Eunha menghela nafas, "Tapi seharusnya kau kembali ke alam mu kan? Kau akan lelah di sini Jimin, hanya aku yang bisa melihat mu"
"Apa kau tidak bahagia aku kembali hm? Aku tidak peduli asal ada diri mu aku akan baik baik saja Eunha-ahh, sekarang tidurlah, ini sudah larut aku akan menemani mu sayang" Jimin mengajak Eunha untuk duduk di pinggir ranjang. Ia juga menyuruh Eunha berbaring untuk beristirahat karna ia tahu pasti saat itu Eunha sudah mengantuk.
Jimin berbaring di sebelah Eunha matanya menatap sendu kedua mata Eunha dengan senyum pucat merekah di bibirnya.
"Jangan memandangi ku seperti itu jim!" ujar Eunha saat ia menyadari bahwa Jimin yang tak lepas memandanginya.
"Aku ingin sekali mencium mu lagi, tapi apa masih bisa? Apa masih ada rasanya?" tanya Jimin sambil tersenyum getir.
Eunha tersenyum kecut mendengar celotehan Jimin, mana mungkin ada rasanya, manusia dan hantu itu tidak akan bisa melakukan skinship, mereka hanya bisa bertatapan. Tapi karna Eunha tak ingin mengecilkan hati Jimin, Ia pun langsung mencium singkat bibir Jimin sembari tersenyum lembut menatapnya.
"Ada rasanya, bibir mu masih sama manisnya seperti dulu sayang.." ucap Eunha menghibur Jimin sembari menutup kedua matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah sebab menangis seharian.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen dan votenya yaaa kakak kakak hehe 😅