
"Ah! Jungkook menyebalkan! Kamu mencium dada ku bukan mencium pipi Jaemin, daddy mu menyebalkan sayang ahahaha" Eunha memeluk Jaemin.
"Aku tidak melihat ahaha bentuknya sama jadi mana aku tahu.." Jungkook tergelak sekaligus mengelak padahal modus.
"Apa sih? Ahaha kamu saja yang byutae" ledek Eunha.
Kringggg kringgg
"Siapa yang menelfon?"
"Taehyung hyung yang menelfon" Jungkook menggeser ikon berwarna hijau untuk menerima panggilan video.
"Haiiiiiii Jaeminnnnnn" Taehyung dan Jin berteriak seakan ingin menghancurkan gendang telinga Eunha dan Jungkook sedangkan Yoongi yang tampak cuek hanya menatap datar tingkah keduanya. Alien!
Mereka melakukan panggilan video di tempat yang berbeda, Taehyung dengan kesendiriannya sedangkan Jin dan Yoongi yang masih betah di rumah Jimin.
Masih dengan paras polos nan tampan putra Jungkook, hanya diam sambil meminum susu dalam botol.
"Ah paman ingin melihat keponakan paman yang tampan, bagaimana kabarnya? Tampan sekali seperti ku.." ucap Jin dengan tingkat kepercayaan diri yang membuat semua orang bergidik ngeri mendengarnya, tanpa sadar Jungkook telah mendaratkan tatapan tajam padanya.
"Hey! Ingin berurusan dengan ku, hah?!"
"Hyung jangan membuat masalah, aku tidak mau kamu terkena bogeman mentah Jungkook seperti tempo hari. Hai Jaeminnn.. Mchhh!" Taehyung mencium layar ponsel seakan ia mencium pipi gembul Jaemin.
"Uwh.. Bibirnya melebar kotak" cibir Jungkook, Jin dan Yoongi bersamaan. Sedangkan Eunha tergelak melihat ekspresi ketiganya.
"Orang tampan bebas..." celetuk Taehyung dengan ekspresi songongnya.
"Ah! Jaemin sakit, jangan di jambak rambut mommy hmm?" tiba tiba Eunha memekik sakit saat tangan Jaemin tak sengaja menarik rambutnya.
Jaemin hanya meracau tak jelas membuat Eunha gemas dan menciumi seluruh wajah putranya.
"Manisnyaa..." senyuman merekah di wajah keempat pria itu saat melihat Eunha dan Jaemin.
"Baiklah, putra ku harus tidur, sudah malam, belum lagi tengah malam suka terbangun"
"Selamat malam pangeran tampan Jeon Jaemin, paman menyayangi mu.." ucap mereka bersamaan, tak di sangka Yoongi yang terlihat datar itu ikut berekspresi jenaka kala sudah berkumpul dengan dua Alien itu.
Baiklah, acara rindu merindu antara keponakan dan tiga paman sudah selesai, kini Jungkook memeluk tubuh mungil Eunha, walau usianya bertambah dan juga sudah menjadi seorang ibu satu anak, Eunha masih sama. Sedikit pun tak pernah berubah, kecantikannya pun semakin bertambah, dan err.. seksi tentunya.
Kini Jungkook sedang memeluk Eunha, dan tidur di atas dada Eunha. Seperti biasa, ingin di manja.
Eunha mencium pipi Jaemin, "Lihat, putra mu ini belum mengantuk juga, tidak lelah mengoceh? Sayang ayo tidur.. Daddy mu sudah mengantuk.." ajak Eunha lembut pada Jaemin.
Masih tetap pada paras imutnya, Jaemin tetap mengoceh setelah minum susu, tertawa sendiri, terkadang tiba tiba diam dan tertawa sendiri lagi.
"Apakah waktu bayi mu dulu juga seperti ini? Selalu berisik, tidak bisa tidur tengah malam?" tanya Jungkook pada Eunha.
"Itu normal sayang.. Dulu bayi mu pun juga seperti itu, bayi memang seperti itu, kamu ini. Sudah mengantuk ya? Tidur saja, biar Jaemin aku yang urus, hm? Sini sini peluk.."
__ADS_1
"Aku ingin ciuman.."
"Cium? Ada Jaemin sayanggg.."
"Jaemin sedang sibuk sendiri, ayo duduk dan ciuman" Jungkook beranjak untuk duduk seraya menarik narik ujung baju Eunha.
Jaemin memang sedang sibuk sendiri. Bermain kaki, entah bagaimana caranya itu jempol kakinya bisa sampai ke wajahnya dan terus dia gigiti sendiri.
Bagitu Jungkook duduk, Jungkook langsung menarik Eunha dan dia cium. Baiklah, kali ini Jaemin di abaikan, mungkin sangking rindunya Jungkook pada Eunha, karena ciuman itu terlihat Jungkook sangat ganas, padahal setiap ingin tidur ciuman.
Tunggu tunggu, sepertinya ada yang marah. Jaemin bangun dari kesibukannya, dia membalikkan badan mungilnya untuk tengkurap dan mulai merangkak menghampiri Jungkook dan Eunha yang sedang berciuman. Eunha merasakan Jaemin melintas di pahanya dan.. Dan...
"Em! Ahh! Sakitt!" Jungkook memekik sakit.
Seketika Jungkook melepaskan ciumannya.
"Ada apa?" tanya Eunha.
"Daddy tidak pakai celana dalam sayang, kenapa tangan mu nakal sekali? Jangan seperti mommy mu. Tangan Jaemin meremas adik ku, keras juga remasannya" Jungkook mengadu seperti layaknya anak kecil yang sedang mempoutkan bibirnya merajuk karna tak di beri permen.
"Apa? Ahahahahaha menggemaskan!" Eunha tertawa sampai sampai air matanya seperti ingin menetes.
"Uwaaa.. Ahahaha" Jaemin ikut tergelak saat melihat Eunha tertawa.
"Ketawa lagi" Jungkook mendengus kesal melihat keduanya yang sedang menertawakannya.
***
Dengan perlahan Eunha menidurkan Jaemin ke dalam box bayi, agar Jaemin tak terbangun.
"Hu.. Ugh.. Huhu.."
Dan menangis lagi. Memang, beberapa hari ini Jaemin sedang tidak sehat, ia demam dan sedikit flu, membuatnya sedikit lebih rewel dari biasanya. Jungkook juga terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan putranya itu. Eunha juga sampai pernah menangkap basah Jungkook yang sedang menangis melihat putranya menangis terbangun tengah malam karna mungkin merasa tak enak sebab demamnya belum turun kala itu.
"Akhh kenapa bangun lagi?" tanya Jungkook.
"Huu aku sudah pelan pelan sayang, kamu tunggu di kamar saja ya? Aku harus menyusuinya kembali, sabar.." Eunha kembali mengambil Jaemin dan menyusuinya.
***
"Sudah tidur?" tanya Jungkook pada Eunha yang baru saja memasuki kamar mereka.
"Hah.. Sudah, lama juga tidurnya. Aku sudah mengantuk.." Eunha tiduran di atas tubuh Jungkook.
"Kita begadang, sudah lama aku tidak bercumbu dengan mu, aku sangat merindukan mu. Sebentar saja, mumpung Jaemin tidur.." Jungkook menerobos baju dan melepaskan pakaian Eunha perlahan.
Eunha hanya diam menuruti Jungkook.
***
__ADS_1
Tepuk tangan dan aura bahagia menyelimuti keluarga kecil Jungkook malam ini.
Kue bertingkat dua dengan lilin berangka tiga menjadi yang mencolok di antara mereka bertiga.
Kini, saatnya untuk meniup lilin, Jungkook mencondongkan tubuh berisi Jaemin ke arah kue di depannya.
"Ayo sayang tiup lilinnya" interupsi Eunha dan Jungkook pada putranya yang kini baru saja menginjak usia tiga tahun itu.
Dengan riang Jaemin menggembungkan pipinya mencoba meniup lilin di depannya. Api di lilin pun padam, mereka bertiga bersorak ria.
Jungkook mencubit pipi Jaemin gemas, semua yang bertepuk tangan dan bersorak terlihat gemas melihat keluarga yang harmonis itu.
Semua doa ucapan dan harapan mengalir deras untuk Jaemin. Jaemin tentu saja menyambutnya dengan sangat riang dan antusias
***
Jaemin terlihat lelah, memeluk leher Eunha dengan rengekan manja. Benar benar seperti daddy nya!
Jungkook mengambil alih Jaemin, menggendongnya dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Jaemin, sedangkan Eunha hanya mengusap punggung Jungkook seraya berjalan di sampingnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya aku up lagi. Stay tune teruss yaaa..
Aku bakal rajin up kalau para readers ga pada sider hehe.. Ayo dongg vote like komen nya hehe 😂
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍