
Yurra adalah teman astral Eunha, dia terus ikut dengannya ketika Eunha masih bayi. Yurra berbeda dengan hantu hantu lainnya, jika biasanya yang lain merepotkan Eunha dan meminta pertolongannya, Yurra kerap kali menolong Eunha begitu juga sebaliknya.
Seperti saat Eunha tengah berada di koridor kampusnya, ia tak sengaja meninggalkan buku yang ia pinjam dari perpustakaan kampus. Saat ia teringat akan bukunya ia langsung berbalik arah dan kembali lagi ke dalam kelas untuk mengambil bukunya.
Namun sialnya sesosok wanita dengan rambut panjang dan wajah yang bersimbah darah muncul tiba tiba di hadapan Eunha. Hantu itu tak segan segan mencekik leher Eunha dan mengangkat tubuh mungil milik Eunha ke langit langit koridor itu dan menghempaskannya begitu saja ke lantai.
"Matilah kauuu!!!" teriakan itu diiringi dengan tawa dan seringai jahat hantu itu.
Eunha bingung harus berbuat apa karna saat itu kampus telah sepi, semuanya telah kembali ke rumahnya masing masing. Saat hantu itu sekali lagi ingin menghajar Eunha, Yurra yang kala itu tengah berada di roftop kampus tiba tiba mendapat pandangan buruk tentang Eunha, ia langsung bergegas mencari Eunha.
Sesampainya di koridor, Yurra melihat sendiri bagaimana hantu itu ingin kembali mencekik leher Eunha. Ia langsung menahan hantu itu di bantu oleh hantu lain yang sebelumnya sempat ia mintai bantuan untuk mengusir hantu jahat itu. Dan benar saja seketika itu juga hantu jahat itu pergi dan tak berani untuk menyakiti Eunha lagi.
***
"Hyung, dimana Eunha?" tanya Jimin yang baru saja kembali dari kantor.
"Gadis hantu mu itu sejak tadi sedang berada di taman belakang rumah tengah berbicara dengan taman teman hantunya!" seru Jin dengan ketusnya kepada Jimin sambil mencuci peralatan makan yang ia pakai tadi.
"YAA hyung!! Kau masih saja menyebut Eunha gadis hantu? Dia akan menjadi sepupu mu nantinya setelah menikah dengan ku hyung.." protes Jimin, ia berjalan mendekat kearah Jin.
"Iya iya aku tau itu Park Jimin, tapi.. apa kau tau? Setiap kali Eunha melihat teman teman hantunya itu, aku selalu merinding tak jelas dan aku sangat benci akan hal itu. Dia saja yang aneh, bakat itu seharusnya dalam menyanyi atau menari atau apalah itu, ini tidak bakat kok melihat hantu!" gerutu Jin saat ia mengingat kembali kejadian beberapa waktu yang lalu saat melihat Eunha dengan tatapan horrornya, ia terlihat bergidik seram.
Jimin hanya membalasnya dengan kekehan sembari merangkul dan menepuk pundak Jin.
"Apa yang sedang kau tertawakan? Tidak ada yang lucu tau" celetuk Jin sembari melepaskan rangkulan Jimin.
"Ahahha.. Tidak hyung. Sudahlah hyung, kau akan terbiasa nantinya. Aku pamit pergi dulu menemui Eunha, sudah lama rasanya tidak bertemu dengannya. Huh, jadi jarang sekali bermanja manja. Ahh aku sangat merindukannya" Jimin terkekeh. Tak mau mendengar celotehan Jin lagi, Jimin segera berlalu meninggalkannya sendirian di dalam ruangan itu.
"YAA Park Jimin!! Dasar kau BUCINNNNNNNNNEEERRRSSS!!" kesal Jin saat melihat Jimin yang sengaja tiba tiba pergi meninggalkannya, ia juga berlalu pergi menuju ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.
***
__ADS_1
Kini Jimin telah berada tepat di belakang Eunha, tangan kekarnya bergerak merengkuh dan melingkar tepat di pinggang Eunha, kepalanya ia letakkan berada tepat diatas bahu Eunha dan tak lupa bibir lembabnya menyentuh leher Eunha.
"Ayolahhh.. Perhatikan aku sayang.. Aku disini. Jangan terus terusan mereka hm?" rengek Jimin kepada Eunha sembari tak henti menghujani leher jenjang milik Eunha dengan ciuman hangatnya.
"Eoh Jimin Oppa? Ada Yurra disini, jangan seperti itu.." Eunha memutar tubuhnya menghadap kearah Jimin, tak lupa ia juga mengalungkan lengan tangannya ke pundak Jimin.
Ahh, untungnya Jimin tak setinggi si tampan Choi Soobin, pacar halu ku uuWuu Eunha terkekeh meledek Jimin dalam hati.
"Yurra? Kenapa gadis kecil itu tidak bermain bersama Robbert hm? Kenapa ia mengikuti mu terus?" tanya Jimin yang semakin mengeratkan pelukannya serta menciumi wajah Eunha dengan gemasnya.
"Dia cemburu saat aku berbicara pada Narra tadi.." Eunha melirik kearah samping kanannya sambil tersenyum jahil kepada Yurra.
"Eoh, siapa Narra?" tanya Jimin lagi seraya menatap lekat kedua manik coklat milik Eunha.
"Gadis yang meninggal di sekitar sini. Dia tinggal di belakang halaman mu. Tadi dia meminta tolong kepada ku" jawab Eunha yang kini ikut membalas pelukan Jimin.
"Ahh.. Yang benar saja Eunha-ahh, minggu lalu kau bilang di ruang tamu ada wanita muda berambut panjang sedang bergelantungan, sekarang gadis kecil di halaman belakang rumah? Apa aku harus pindah rumah saja eoh?" tanya Jimin. Sama seperti Jin, Jimin juga ikut bergidik ngeri, ekspresi lucunya itu membuat Eunha gemas di buatnya.
"Kenapa aku bisa sangat jatuh cinta pada gadis hantu seperti mu hm?" Jimin mengeratkan pelukannya kembali dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Eunha.
"Haishh.. Kau ini, jangan panggil aku gadis hantu Jimin. Aku ini manusia eoh!! Aku marah pada mu!!" ketus Eunha, ia hendak menepiskan tangan jimin dan melepaskan pelukannya tetapi Jimin malah semakin mengeratkan pelukannya itu pada Eunha.
"Park Eunha sayangkuuu.." Jimin berucap dengan lirihnya, tapi masih bisa di dengar oleh Eunha.
"Hei Jimin-ssi, bisakah kau memanggil nama ku dengan marga yang benar?" celetuk Eunha.
"Wae wae? Tidak bolehkah? Sebentar lagi kau juga akan menjadi Nyonya Park, apa salahnya aku memanggil mu seperti itu?" tanya Jimin dengan sedikit nyolot.
"Ahh arasso arasso. Jika berdebat dengan mu memang tidak akan ada habisnya, kau pasti tidak akan mau mengalah. Pada akhirnya akulah orang yang selalu mengalah dan jika kau merajuk, pasti aku juga yang nantinya akan merayu mu. Hmm.. Wae? Apa yang ingin kau tanyakan tadi?" Eunha berceloteh dengan masih memeluk Jimin.
"Jika aku mati duluan nanti, apa kau bisa melihat ku juga?" tanya Jimin tiba tiba.
__ADS_1
"Kau ini bicara apa sih sayang??!! Jangan seolah olah aku akan melihat mu dalam wujud hantu, aku hanya ingin melihat mu dalam wujud manusia saja Jim, tidak ada yang lain!" seketika itu juga Eunha melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah Jimin.
"Aku hanya bertanya saja sayang, apa salahnya? Aku seperti ini karna terlalu mencintai mu. Dan jika nanti aku mati terlebih dahulu dari pada diri mu aku ingin tetap bisa melihat mu begitu juga sebaliknya kau juga bisa melihat ku Eunha-ahh"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Minta bantuannya yaa kakak kakak, jangan lupa tinggalkan jejak yaa kakak kakak hehe 😅 Biar Author semangat ngelanjut ceritanya hehe 😅
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍