
Sudah seminggu ini Jungkook di rawat di rumah sakit, Eunha dengan telaten merawat suaminya itu, walau kadang ia merasa lelah tapi setelah melihat senyum di wajah suaminya, seketika itu juga rasa lelahnya hilang begitu saja.
Jungkook juga sangat mengkhawatirkan keadaan Eunha. Ia takut jika Eunha kelelahan karna hal itu pasti akan berdampak buruk pada kandungannya. Meski sudah berulang kali mengingatkannya agar lebih banyak beristirahat, namun, Eunha bersih keras untuk merawat Jungkook. Jika disuruh beristirahat ia selalu beralasan, "Aku ingin kau segera sembuh agar bisa bergantian merawatku juga, kau tau ini semua tak gratis!" setelah itu Eunha akan tertawa lepas, ia sengaja mengajak Jungkook untuk bersenda gurau agar Jungkook tak terlalu mengkhawatirkannya.
Hari ini Jungkook sudah di perbolehkan pulang, keadaannya sudah sangat baik dari sebelumnya. Setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit, Eunha mencoba menghubungi ponsel milik Taehyung, ia ingin meminta bantuan Taehyung untuk menjemput mereka dari rumah sakit karna Jungkook melarangnya untuk mengemudikan mobil.
***
4 bulan berlalu...
Kini perut Eunha sudah terlihat semakin membesar mungkin hanya tinggal menghitung hari saja untuk menunggu jagoan kecilnya itu lahir ke dunia. Bahkan banyak sekali orang orang di sekitarnya yang menuangkan banyak sekali perhatian kepadanya tak terkecuali Jungkook, suaminya. Ia sama sekali tak mau melewatkan apa lagi sampai kehilangan waktu demi waktu berharganya untuk menyambut kelahiran buah hatinya.
Meskipun Eunha yang setiap hari selalu semakin manja padanya, itu semua tak ia keluhkan sama sekali. Sebisa mungkin ia memenuhi apa yang diinginkan istrinya walau tengah malam sekali pun.
"Ayo kita tidur, ini sudah malam, kepala mu akan sakit jika kau kurang tidur sayang.." ajak Jungkook, Eunha mengiyakannya lalu mereka membaringkan tubuh lelah mereka diatas tempat tidur, Jungkoook memeluk dan menenggelamkan kepala Eunha di dada bidangnya. Tangannya tak henti mengelus lembut perut Eunha. Ia mencoba memejamkan matanya, begitu juga dengan Eunha.
Namun, Eunha tak kunjung tidur ia begitu sulit memejamkan matanya sebab ia merasa hatinya tak tenang seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Ia masih setia memandangi wajah tampan milik suaminya itu. Tiba tiba Jungkook membuka matanya.
"Kenapa kau tidak tidur dan malah memandangiku seperti itu?" tanya Jungkook
"Ayo cepat tidurlah! Atau aku akan memindahkan mu dan membiarkan mu tidur di kamar mandi sendirian!" seru Jungkook.
"Haisshh kau ini.. Aku benar benar tidak bisa tidur" Sahut Eunha dengan nada manja.
"Aku akan menemani mu tidur, Ayo! Sekarang pejamkan mata mu lalu cobalah untuk membayangan domba yang sedang melompat, kau hitung saja jumlahnya, dengan begitu kau akan lelah dan perlahan lahan kau akan tertidur dengan sendirinya.." tutur Jungkook, ia memeluk tubuh mungil Eunha kembali dan mencium pipinya yang semakin mengembang itu.
Eunha kembali memejamkan matanya, namun tetap saja ia sulit untuk tertidur hingga hampir tengah malam dirinya tak kunjung tertidur. Ia kembali membuka matanya dan memandangi wajah Jungkook (lagi). Jungkook yang kala itu sudah tertidur dengan pulasnya tidak mengetahui bahwa istrinya itu kembali membuka matanya dan sekali lagi memandangi wajah tampannya.
"Jungkook.. Sayang.." panggil Eunha lirih.
"Jungkook.. Aku tidak bisa tertidur... Sayang.." rengek Eunha seraya menggoyang goyangkan lengan kekar suaminya itu.
__ADS_1
"Sayangg.. Jungkook ayolah! Aku tidak bisa tidur.. Sejak tadi anak kita terus bergerak dan menendang nendang perut ku, aku jadi merasa tak nyaman" rengek Eunha kembali. Ia sedikit meninggikan suaranya.
Kedua mata Jungkook terbuka dengan tidak sempurna, ia hanya mengerjap karna masih sangat mengantuk. Namun, karna Eunha tak kunjung tertidur akhirnya dirinya pun terpaksa bangun dari tidur nyenyaknya yang sedikit lagi padahal menggapai mimpi indahnya itu.
Jungkook menghela nafasnya dan segera beranjak duduk, ia mendekati perut Eunha, mengelus dan membisikkan sesuatu disana, "Sayangg... Anak Daddy yang tampan dan baik hati, jangan nakal ya di dalam sana, atau nanti Daddy mu ini akan di makan oleh Mommy, Daddy benar benar sangat takut.."
"Hey.. Apa yang kau katakan barusan?" celetuk Eunha.
"Ti-tidak.. Tidak sayang, aku tidak mengatakan apa apa, aku hanya memintanya agar tidak nakal di dalam sana" sahut Jungkook.
"Haisshh kau ini, kau kira pendengaran ku ini sudah tidak berfungsi lagi eoh?? Jelas jelas aku mendengar semuanya. Emm.. Tapi Kook, bagaimana kau bisa tau kalau anak kita ini tampan?" tanya Eunha dengan memiringkan kepalanya dan menatap heran ke arah suaminya itu.
"Kau ini bagaimana? Aku ini kan Daddy nya. Jelas aku tau apa pun itu tentang anak ku, ia pasti akan sama tampannya seperti ku, aku yakin itu!" ucap Jungkook yakin.
"Dasar kau ini narsis sekali eoh.. Menyebalkan!" celetuk Eunha.
Jungkook hanya terkekeh.
"Sayang.. Ini sudah tengah malam. Mana ada warung atau restoran yang masih buka!" sahut Jungkook.
Eunha hanya diam dan semakin memelaskan wajahnya.
"Bukan aku yang menginginkannya, tetapi anak mu.." seru Eunha.
Selalu saja anak ku yang di jadikan alasan. Gumam Jungkook dalam hati.
Jungkook menghela kasar nafasnya, "Baiklah, aku akan mencarikannya untuk mu, tunggulah disini, oke?" ucap Jungkook.
"Tapi aku ingin ikut.." rengek Eunha.
"Tidak! Udara malam sungguh tidak baik untuk mu, jadi lebih baik kau tunggu saja aku disini!" seru Jungkook.
__ADS_1
"Emm.. Baiklah" Eunha pun terpaksa mengiyakannya.
Jungkook beranjak turun dari tempat tidurnya dan meraih kunci mobil serta jaketnya karna kebetulan malam itu udaranya sangat dingin. Ia segera berlalu pergi meninggalkan kamar tidurnya setelah sebelumnya sudah berpamitan dan tak lupa mengecup lama dahi Eunha.
***
Sudah satu jam Jungkook berkeliling mencari warung atau restoran yang masih buka untuk membeli Teokbeokki permintaan istrinya itu. Namun sudah selama itu pula kedua matanya tak menangkap satu pun warung atau restoran yang masih buka.
Jungkook mengusap kasar wajahnya, Ia terlihat sangat frustasi karna rasa kantuk yang sejak tadi tak ingin pergi dari matanya di tambah lagi permintaan istrinya itu. Ia bukan kesal pada istrinya, melainkan kesal pada matanya yang tak bisa di ajak kompromi itu.
Ia kembali melajukan mobil untuk sekali lagi berkeliling agak jauh untuk mencari lagi warung atau restoran yang masih buka dan masih menyediakan Teokbeokki.
Setelah dirasa berkeliling cukup jauh, Jungkook memberhentikan mobilnya saat matanya menangkap satu restoran yang masih buka dan kebetulan juga masih menyediakan Teokbeokki permintaan istrinya. Ia tersenyum girang dan langsung turun dan segera memasuki restoran itu untuk membeli Teokbeokki.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍