INDIGO (Love Two World)

INDIGO (Love Two World)
Air Mata


__ADS_3

Jimin merasa tak tenang memikirkan Eunha yang sudah lama berada di kamar kecil dan tak kembali. Ia memutuskan untuk menemui Eunha, saat ia tiba disana, betapa terkejutnya ia saat melihat Eunha sudah melayang layang di langit langit dan terhempas begitu saja ke lantai.


"Siapa pun kau pergi dari sini hantu sialan!! Aku tidak akan pernah membiarkan mu menyakiti Eunha!!" bentak Jimin.


Tidak ada yang terlihat disana selain angin yang berhembus dengan kencangnya. Dengan segera Jimin membawa Eunha pergi dari sana dan langsung mengobati luka Eunha. Ia begitu khawatir dengan Eunha sampai terlupa dengan pestanya.


Beberapa menit kemudian Eunha sadar, ia mengerjapkan matanya dan menyesuaikan dengan cahaya yang ada di kamar Jimin. Ia mengernyit merasakan sakit di kepalanya.


"Sayang, apa masih terasa sakit?" tanya Jimin dengan cemasnya.


"Sudah tidak.." Eunha tersenyum lalu menjawab dengan suara yang lemah.


"Apa yang terjadi? Mengapa kau bisa seperti ini sayang?" tanya Jimin lagi.


"Ahh.. Tidak apa apa, ini kan hanya luka ringan saja. Ayo kita kembali, orang orang pasti sedang menunggu kita" ajak Eunha agar Jimin tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Walaupun Jimin mengiyakan namun hatinya menolak akan hal itu, ia begitu takut akan hal hal buruk yang nantinya akan kembali terjadi pada Eunha.


***


Seusai jamuan makan malam, gerombolan anak muda itu berkumpul di taman belakang rumah sedang melakukan BBQ party dengan begitu riang.


Setelah puas melakukan BBQ party, teman teman Jimin berpamitan pulang terlebih dahulu. Jimin mengantarkan mereka kedepan dan berterima kasih kepada mereka karna sudah mau hadir di pesta kecilnya, lalu mengantarkan Eunha pulang ke rumahnya. Hanya menyisakan Jin dan Yoongi di rumah Jimin.


***


Keesokan harinya, Jimin mengantarkan Eunha ke kampus.


"Apa kepala mu masih terasa sakit sayang?" tanya Jimin, ia terlihat begitu sangat khawatir pada Eunha.


"Sudah tidak kok, percayalah pada ku" jawab Eunha dengan menepiskan senyuman manisnya.


"Ahh, baiklah. Tapi ingat kau tidak boleh pergi sendirian! Aku tak mau hantu itu kembali dan membuat mu terluka, hmm?" ujar Jimin


"Iya iya dasar kau cerewet!" cibir Eunha.

__ADS_1


Jimin hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


***


Sesampainya di kampus..


"Hati hati di jalan CEO muda, pulang dengan selamat. Seminggu lagi pernikahan kita. Jangan sampai sakit oke?" tutur Eunha sambil mengusap lembut pipi Jimin.


"Belajar yang rajin gadis hantu-ku, aku mencintai mu. Seminggu lagi bersiaplah untuk ku tiduri oke?" goda Jimin dengan memberi Eunha wink genitnya


"Haisshh.. Dasar BYUNTAEEE!!!" teriak Eunha sambil memukul pelan lengan Jimin.


Jimin hanya terkekeh.


"Tidak, tidak. Bye sayang aku berangkat dulu, nanti setelah kelas selesai aku akan jemput kamu oke?" pamitnya dengan mengecup lembut dahi, pipi dan tak lupa bibir Eunha.


Eunha hanya menganggukkan kepala dan tersenyum hangat sambil mengelus pipinya yang lembut bagaikan kue mochi itu.


Jimin masuk lagi kedalam mobilnya, Eunha tersenyum sambil melambaikan tangannya. Kemudian Jimin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang pergi meninggalkan kampus itu dan menghilang dari pandangan Eunha. Dan saat di rasa mobil Jimin sudah tak tampak lagi di pandangannya, Eunha melangkahkan kakinya ke kelas.


Ahh Eunha benar benar tidak menyangka tiga tahun menjalin hubungan dengan pria bantet bernama Park Jimin, dan seminggu lagi ia pun resmi menjadi istrinya, Nyonya Park.


Eunha ingat saat pertama kali mereka bertemu dan berkenalan. Jimin itu pria yang sangat sangat sangat menyebalkan, dia membuat Eunha bekerja seperti pembantu di kantornya. Kelakuan jahil nya itu benar benar membuat Eunha sangat frustasi.


Hingga saat perkenalan itu berjalan 2 bulan lamanya, Eunha tak menyangka Jimin menyatakan perasaan padanya, dan kini dia berubah, bukan lagi Park Jimin yang sangat sangat sangat menyebalkan seperti dulu melainkan dia Park Jimin yang sangat sangat sangat Eunha cintai. Entah apa yang membuat Eunha jatuh cinta pada pria itu, yang jelas rasa tak ingin kehilangan yang perlahan lahan tumbuh di hati mereka masing masing, membuat mereka memantapkan diri untuk hidup bersama.


***


Eunha sedang berada di kelasnya, pagi ini ada kelas tambahan. Terlihat Tuan Kim baru saja memasuki kelas Eunha untuk memulai pelajaran.


Eunha duduk paling depan, ia beranggapan bahwa fokusnya belajar seseorang itu terletak pada posisi tempat duduknya. Eunha termasuk kedalam daftar mahasiswi tercantik di kampusnya, lebih lebih ia juga memiliki kepintaran di atas rata rata. Berbeda dengan perempuan cantik, biasanya kan jarang ditemui yang tergolong pintar. Namun Eunha memiliki keduanya. Cantik, pintar lagi. Itulah yang membuatnya masuk dalam kategori mahasiswi populer di kampusnya.


Tapi ada juga sebagian orang yang tidak menyukainya di sana. Sudah menjadi hal yang lumrah, namun Eunha tak pernah mempermasalahkan itu. Tak jarang juga ia mendapat cibiran dari orang orang yang sengaja menyindir tentang bakatnya dalam melihat hantu.


Ada macam macam pendapat dari orang lain. Ada yang mengatakan Eunha siluman, Eunha istimewa, Eunha anak hantu, dan semacamnya. Sebenarnya Eunha merasa risih, sangat risih malah! Tapi Eunha tidak memperdulikannya dan bersikap seperti biasa.

__ADS_1


***


Pukul 11.00 pagi di Kampus Eunha


Jam pelajaran utama dan tambahan selesai, Eunha merasa sangat lelah, ia berjalan ke arah taman kampus untuk sekedar menghirup udara segar hingga tak sengaja indra penglihatannya menangkap sesosok pria berlarian seorang diri di koridor.


Tunggu!! Aku sangat mengenal pria itu! Batin Eunha.


"Yoongi oppa kenapa? Kenapa berlarian disini? Apa yang sedang kau cari?" tanya Eunha begitu Yoongi tiba di hadapannya, keadaan Yoongi benar benar kacau matanya terlihat sembab dan raut wajahnya begitu sangat frustasi.


"Kantor!! Kantor Jimin Eunha-ahh!!" Yoongi kembali menangis memegang erat bahu Eunha.


"Ka-kantor Jimin kenapa Oppa??" Eunha bertanya dengan terbata bata dan dengan mata yang sudah berkaca kaca. Seketika itu juga ada banyak sekali ketakutan yang muncul dalam pikirannya.


"Kantor Jimin kebakaran. Jimin meninggal!!" Yoongi berucap dengan menundukkan kepalanya karna ia tak mau Eunha melihat kesedihannya.


Brruukkk!!


Seketika itu juga tubuh Eunha ambruk begitu saja, air mata yang semula dapat ia bendung kini meluncur deras di kulit pipinya yang mulus itu. Air mata yang tak ia undang pun ikut merayakannya, fikirannya seketika kosong tak beraturan.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ayooo ayoo Auhor minta dukungannya kakak kakak like komen dan votenya yaa kakak kakak jangan lupa juga rate *5 hehe 😅 Biar Author semangat lagi ngelanjut ceritanya.


Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍


__ADS_2