INDIGO (Love Two World)

INDIGO (Love Two World)
Pandangan Buruk


__ADS_3

"Iya, hati hati di jalan ya sayang, kalau gak kuat pulang kamu tidur aja di kantor, jangan terlalu di paksakan mengemudi ya sayang" ujar Eunha.


"Iya, kalau begitu aku berangkat ya sayang.." pamit Jungkook seraya mencium lembut bibir Eunha dan tak lupa iya mencium dan mengelus perut Eunha yang sedikit membuncit itu. Jungkook melangkahkan kakinya keluar rumah dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


***


Pukul 23.00 malam di kamar Jungkook dan Eunha


"Eonnie!!! Eonnie!!! Bangun Eonnie!!!" Yurra datang dan menarik narik selimut milik Eunha.


"Eoh Yurra-ahh ada apa??" tanya Eunha dengan setengah sadar.


"Jimin Oppa ingin membunuh suami Eonnie!! Dia bisa keluar dari rumah itu di bantu oleh iblis Eonnie, Jimin Oppa ingin membunuh Jungkook Oppa.." Yurra berteriak dengan kencang, terlihat dari wajah Yurra bahwa sekarang ia sangat panik.


"Yurra-ahh kamu jangan bercanda!!" seru Eunha.


"Yurra tidak berbohong Eonnie!! Lebih baik Eonnie lakukan sesuatu untuk mencegahnya" desak Yurra.


Dengan cepat Eunha mengambil ponselnya, ia mencoba menelfon Jungkook agar tidak pulang dari kantor dan tetap disana dan jangan pergi kemana pun, tapi hasilnya nihil. Ponsel Jungkook mati.


***


Sementara itu..


Jungkook sedang berada di jalan, setengah perjalanan pulang melewati jalan tol di daerah Seoul, cuaca cukup dingin malam itu dan membuatnya sedikit merinding.


"Oh ayolah Jungkook singkirkan ketakutan mu itu, fokus!! Istri dan anak mu di rumah sedang menunggu mu!!" ucap Jungkook memberanikan dirinya.


Saat mobil Jungkook sedikit lagi melewati tikungan tajam tiba tiba saja terdengar suara ketukan kecil di samping jendela dan saat dirinya melirik..


Sebuah kepala bersimbah darah berada di sampingnya, sontak Jungkook membanting stirnya membuat mobilnya mulus jatuh ke jurang dan menabrak pembatas jalan.


Malam itu kejadian cukup menegangkan, polisi segera datang dan banyak orang yang berkerumun. Ambulans dan petugas lainnya mencoba mencari tahu penyebab kecelakaan tunggal itu.


***


"Oppa!!!" teriak Eunha yang baru saja tiba di depan pintu rumah Taehyung, sepupu Jungkook.


Eunha memutuskan untuk ke rumah Taehyungie Oppa, dia adalah sepupu Jungkook. Eunha tidak tau letak pasti kantor Jungkook dan hanya Taehyunglah yang tau, jadi Eunha memutuskan untuk meminta bantuannya.


"Eunha-ahh ada apa??" tanyanya saat ia membuka pintu rumahnya.


"Oppa, Jungkook!! Bantu aku!! Antarkan aku ke kantor Jungkook, ku mohon oppa!!" pinta Eunha pada Taehyung.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi Eunha-ahh?? Ini tengah malam, apa kamu yakin ingin pergi kesana hm??" tanyanya memastikan kembali.

__ADS_1


"Ayolaahhh oppa, ku mohonnn!!" desak Eunha.


Akhirnya Taehyung mau mengantarkan Eunha ke kantor suaminya itu. Saat di tengah perjalanan tepatnya disebuah tikungan tajam ada banyak sekali polisi dan orang orang yang sedang berkerumun, menarik perhatian Taehyung dan Eunha untuk lebih mendekat.


"Permisi ahjussi, ini ada apa ya??" tanya Eunha pada seorang lelaki paruh baya.


"Ada kecelakaan tunggal nona, mobilnya masuk ke jurang, korbannya adalah seorang pemuda" seru lelaki itu.


"Pemuda??" tanya Eunha kembali memastikan.


Pria itu hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


"Eunha-ahh jangan bilang kamu mengajak aku kesini karena mendapat pandangan buruk mengenai Jungkook?" Taehyung tiba tiba ikut bersuara.


Mereka berdua turun dari mobil dan yang di lihat Eunha adalah sebuah mobil yang tak asing lagi baginya.


Itu mobil Jungkook. Batinnya.


Eunha paham betul mobil suaminya itu. Seketika itu juga kakinya melemah dan tak bertenaga.


Dan ketika di angkat ke dalam ambulans, sungguh itu Jeon Jungkook dengan darah di sekujur tubuhnya.


"JUNGKOOKKK!!!" teriak Eunha dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ia tahan.


***


"Ini adalah sebuah keajaiban, tubuh Tuan Jungkook baik baik saja. Tapi, yang kami herankan adalah dirinya dalam keadaan koma dan kami tak tau apa yang harus kami perbuat, karena tak ada kerusakan apa pun pada tubuhnya" ucap seorang dokter yang tadi menangani Jungkook.


Perkataan dokter itu masih terngiang ngiang di kepala Eunha.


Jika Jungkook baik baik saja lalu mengapa dia koma? Pikirnya seperti itu.


Sebuah tangan kecil menarik narik baju Eunha.


"Jimin Oppa masih menunggu Jungkook Oppa Eonnie!!!" teriak Yurra.


"Maksud Yurra??" tanya Eunha dengan sedikit bingung.


"Nyawa Jungkook oppa masih di tunggu oleh Jimin oppa, rohnya Jungkook oppa dikurung oleh Jimin oppa agar tidak bisa kembali lagi. Satu satunya cara menyelamatkan Jungkook oppa adalah dengan meminta nyawanya pada Jimin oppa Eonnie. Jika terhitung hingga 24 jam Jungkook oppa belum sadar juga, itu berarti nyawanya sudah hilang Eonnie" jelasnya.


***


Tanpa basa basi Eunha dengan cepat melangkahkan kakinya pergi ke rumah lamanya, untuk apa lagi jika tidak ingin bertemu dengan Jimin, saat Eunha melangkahkan kakinya ke dalam rumah, Jimin telah berbeda bentuknya, sudah menjadi sangat menyeramkan.


Itu karena dia sudah bersekongkol dengan iblis, hantu yang baik akan berpenampilan cantik dan bersih, sedangkan hantu dengan hati yang buruk akan berparas menyeramkan.

__ADS_1


"Apa mau mu Park Jimin??!!" tanya Eunha lantang.


"Dirimu!!" jawabnya singkat.


"Lepaskan dia!!" pinta Eunha pada Jimin.


"Tidak akan pernahh!!! Aku tidak akan pernah mengembalikannya padamu Eunha-ahh aaaakkkkhhhhh!!" Jimin berteriak, seketika itu juga lampu di rumah Eunha berkedip dengan cepat.


"Tidak!! Aku tidak akan pernah mengembalikan dia padamu jika kau terus kembali padanya. Aku ingin kau disini dengan ku, aku sudah bisa keluar saat siang, dan aku juga sudah bisa pergi kemana pun!! Eunha-ahh aku akan selalu di sisi mu!!" imbuhnya kembali.


"Apa kau masih tak sadar juga?? Kita ini berbeda Jimin!!" nada suara Eunha terdengar melemah, ia berucap dengan suara yang gemetar.


"Tidak!! Yang ku tau aku mencintai mu dan aku hanya ingin diri mu!!" mata Jimin memerah, raut wajahnya jelas menunjukkan bahwa dia sangat marah.


"Jimin, kenapa kau mempersulit ku hm?? Kau berubah Jimin.. Aku tak pernah meminta mu pergi dari ku, tapi bisakah kau memahami jika aku masih punya kehidupan Jimin??" ucap Eunha lirih.


"Aku begini karna aku mencintai mu!!" seru Jimin.


"Park Jimin-ku tak pernah seperti ini!!" kini Eunha mulai menangis.


"Dulu, Jimin-ku selalu mengutamakan kebahagiaan ku, ia juga tak pernah membuat ku menangis"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like komen and votenya ya kakak kakak 😅


Baper ga nih? 😂

__ADS_1


__ADS_2