
"Daddy bacakan dongeng, mau?"
"Tidak!" tolak Jaemin tegas, efek kelelahan mungkin? Jungkook bukannya sedih malah tertawa pelan.
"Daddy yang baca celita, daddy uga yang tidul, Jae di tinggal, cebal!" sambungnya dengan bibir mengerucut.
Eunha terkikik pelan di samping Jungkook, memang dasar kelakuan suaminya itu. Dan lebih sedihnya Eunha di tinggal tidur sendirian.
***
"Ya ampun Jaemin! Itu bahaya! Turun!" teriak Eunha saat melihat Jaemin yang berjoged ria di atas meja makan. Wait, meja makan? Berjoged? Wah benar benar kelakuannya!
Yang Eunha takutkan Jaemin jatuh dan disana banyak garpu beserta pisau, pikiran negatif tentang hal buruk pun langsung menguasai Eunha.
Eunha menggendong Jaemin dengan sekali sentak, "Jangan di ulangi!" tegas Eunha dengan menatap kedua mata Jaemin.
Jaemin memalingkan muka dengan bibir mengerucut, merajuk euh?
"Mommy celalu malah malah.." gumamnya dengan lucu.
Eunha menghela nafas dengan berat.
"Kamu keras kepala seperti daddy mu, mommy jadi khawatir. Jadi mommy marah marah.."
Mata Jaemin berkaca kaca, masih dengan memasang wajah angkuh. Benar benar lucu!
Eunha mengulas senyum hangat, dengan perlahan di gelitikinya perut Jaemin, yang selalu sukses membuatnya kembali ceria.
"Hahaha geyi mom, Ampun Jae kayah ah ahahahaha"
Saat melihat Jungkook datang menghampirinya, Jaemin langsung berhenti tertawa, sedangkan Eunha mengernyit bingung.
"Kenapa?"
"Daddy..." Jaemin turun dan langsung menghampiri Jungkook.
Eunha memasang wajah sedih dan mengerucutkan bibirnya, gemas. "Giliran ada daddy, Jae lupa sama mommy.."
Jaemin yang mendengar itu pun sontak berbalik dan langsung berlari menuju Eunha, "Mana mungkin Jae lupakan mommy, Jae sayang sama mommy. Cekalang giliran daddy, oke mom?" ucap Jaemin seraya mencium pipi Eunha. Eunha hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Jaemin menatap Jungkook yang sedang menghampirinya, setelah tepat di depan sang daddy Jaemin langsung meraih tangan kanan Jungkook dengan riang.
"Dad?"
Jungkook membungkuk sedikit
"Apa jagoan?"
Jaemin menarik tangan Jungkook,
"Jae ikut baca kolan baleng daddy"
Jungkook mengulas senyum,
"Siap.. Ayo!"
Jungkook menahan langkah Jaemin, mencolek lengan Eunha. Eunha yang masih setia di posisinya dengan senyum manis itu kini menatapnya.
"Bawakan aku kopi dan susu ke depan ya sayang, Jae ikut aku"
__ADS_1
Eunha mengangguk dengan senyum hangat, Jungkook mengecup dahi Eunha seraya berbisik.
"Kamu cantik"
Jungkook akui, gaya Eunha biasa khas rumahan dress tidur motif bunga dengan rambut di gelung asal namun di mata Jungkook malah terlihat err seksi.
"Yuk jagoan.." Jungkook menuntun Jaemin ke halaman depan.
***
Jungkook memeluk Eunha dengan erat, cuaca dingin seperti sekarang ini memang sangat pas untuk bermanja manja dengan istri di atas kasur.
"Sayang.. Mau kasih adik untuk Jaemin?"
Eunha mengadahkan kepala menatap Jungkook.
"Jaemin masih kecil.."
"Umur Jaemin juga sudah 3 tahun, ayo buat adik untuk Jaemin"
Eunha menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jungkook.
"Ayo" gumamnya dengan malu malu.
***
Jungkook merangkul Eunha yang tengah merajuk, istri kesayangannya itu marah karena Jungkook terlalu boros memanjakan putranya. Bukan tidak boleh, hanya saja Eunha tidak ingin putranya terbiasa di manja dan boros. Eunha di didik oleh ibu dan ayahnya walaupun di manja tapi tidak dalam hal membeli sesuatu. Eunha harus mengumpulkan uang jajannya jika ingin sesuatu.
"Maaf sayang.. Aku tidak bisa melihat wajah memelas dan sedih Jaemin.." bisik Jungkook dengan senyum kecil, Eunha semarah apapun di mata Jungkook tetap saja terlihat lucu.
Eunha masih bungkam, matanya masih fokus pada putranya yang berjalan di depannya dengan membawa barang yang ia beli.
"Kenapa jagoan?" tanya Jungkook, Jaemin menoleh menatap Jungkook.
"Jae atut.." cicitnya dengan wajah memberengut ketakutan.
"Eoh? Takut apa sayang?" tanya Eunha seraya meraih robot robot di tangan Jaemin.
Jaemin melangkahkan kakinya kearah Jungkook, memeluk kaki daddy nya dengan erat.
"Celam dad.. Antu"
Jungkook mengedarkan pandangannya, mencari hantu yang di maksud Jaemin. Sedangkan Eunha hanya diam, ia sangat paham dengan apa yang di katakan Jaemin.
"Hantu apa jagoan?"
Jungkook menggendong Jaemin, dengan cepat Jaemin membenamkan wajahnya di leher Jungkook.
"Dia lihat ke alah kita.." bisiknya dengan sedikit terisak.
Jungkook mengernyit heran, tak ada apapun di depan, suasananya sepi di sekitaran kompleks ini.
Jungkook sengaja tidak membawa mobil, toh mallnya tidak jauh dari rumahnya, alangkah bagusnya jalan kaki menikmati pemandangan sore dan hitung hitung olahraga juga.
Jaemin merentangkan tangannya ke arah Eunha, Eunha yang paham langsung saja ikut merengkuh tubuh mungil putranya. Namun enggan mengeluarkan sepatah kata pun, yang hanya di pikirannya hanya Jaemin sama sepertinya, indigo!
"Gwaenchana jagoan, sstt kenapa menangis?"
Jaemin menghentikan tangisannya, namun dengan tiba tiba Jaemin memekik histeris.
__ADS_1
"Aaa dad atut, dia kecini aaa hiks hiks"
***
Jungkook terlihat serius mendengarkan penjelasan dari Eunha.
"Jaemin punya kelebihan, dia sama seperti ku, indigo" ucap Eunha pada Jungkook.
Kedua mata Jungkook membulat dengan sempurna.
"Pantas saja aku sering melihat Jaemin main kejar kejaran, main petak umpet. Padahal dia lagi sendirian"
"Jaemin tidak menyadarinya selama ini, sikapnya yang hiper dan sering tidak bisa diam, kadang bicara sendiri itu karena hantu hantu yang mendekatinya. Wujudnya tidak seram, mereka berubah, mereka juga seusia Jaemin, mereka lagi di pojok sana lihat ke arah kita, dan mereka baik baik. Dan hantu yang seram tadi, dia penghuni rumah kompleks sebrang. Memang seram dan jahat, dia juga tidak memperlihatkan wujud palsu ke Jaemin. Jangan khawatir kalau Jaemin teriak bahkan nangis dan mengeluh lihat hantu, jangan buat Jaemin merasa kalau dia beda, dia akan jadi pendiam dan menutup diri nantinya.. Gwaenchana" ujar Eunha menenangkan Jungkook.
***
Jaemin menangis histeris tak membiarkan Jungkook pergi meninggalkannya.
"Aduh sayang bagaimana? Tiket pesawat yang kemarin aku pesan apa di batalkan saja?"
Eunha yang sudah pasti tau apa yang di maksud Jaemin juga mencoba menyakinkan Jungkook agar tidak jadi pergi meninggalkan mereka. Seolah tak ingin membuat Jungkook merasa sesuatu yang ah sudahlah.
"Apa rapatnya bisa maju? Ehm dan coba disini aja rapatnya, kamu sendiri juga tahu Jaemin selalu tidak ingin kamu tinggal keluar kota.."
Jaemin semakin histeris.
"Hiks.. Daddy sini aja! Jae atut.."
***
Jungkook tertegun di duduknya, jantungnya berdebar kencang.
"Pesawat Z4567D penerbangan menuju Busan jatuh, tak ada yang selamat dari-----"
Jungkook mematikan televisi, dengan tergesa menghampiri Eunha yang tengah mengajak Jaemin bermain di taman belakang bersama dengan Jimin dan Yurra.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author up lagi nih, jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😂 like komen vote nya kakak kakak ga maksa kok hehe :v
__ADS_1
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍