
"Apa kau ingat Aegi? Dulu waktu kita masih kelas 3 sekolah dasar, kau pernah terjatuh ke dalam selokan sekolah bukan? Kau menangis sesenggukan sambil memegangi baju mu yang basah dan kotor. Aku benar benar tidak bisa melupakan bagaimana ekspresi mu waktu itu..." Jungkook bercerita dengan nada meledek seolah sedang menertawakan Eunha.
"Haisshh, kau ini. Yang membuat ku terjatuh ke dalam selokan kan kau, kalau saja kau tidak jahil dan melempar sepatu ku, aku tak akan jatuh ke dalam selokan itu..." seru Eunha dengan mengerucutkan bibirnya.
"Eoh kenapa pipi mu merah seperti itu? Kau sakit Eunha-ahh?" ledek Jungkook.
"Haisshh.. Sudahlah lupakan saja, aku sangat malu jika mengingat kejadian itu" imbuh Eunha yang masih merasa kesal.
"Arrasseo arrasseo.. Kau sungguh menggemaskan saat merajuk seperti ini.." Jungkook terkekeh karna tingkah Eunha yang ia rasa menggemaskan saat cemberut. Lalu ia mencubit pipi chubby milik Eunha.
"Ahh.. Jangan di cubit Jungkokk! Nanti semakin melar!" seru Eunha yang semakin mengerucutkan bibirnya.
Jungkook tertawa puas akan tingkah menggemaskan Eunha.
"Jungkook.. Apa kau ingat anak kecil yang selalu menangis saat aku menceritakan kisah horror kepadanya? Saat aku mulai bercerita, ia selalu mendelik ngeri dan langsung pergi berlindung di belakang ibunya, apa kau ingat? Sungguh penakut sekali dia.." kini giliran Eunha yang meledek Jungkook.
"Tidak! Aku sama sekali tidak mengingatnya bahkan aku juga sama sekali tidak mengenalnya!" seru Jungkook dengan yakin.
"Eoh benarkah?" tanya Eunha dengan menyipitkan kedua matanya.
Jungkook mengangguk yakin.
"Anak itu sama sepertimu Kook.. Ia juga sangat takut pada hantu Apa kau tidak merasa jika itu bukan diri mu bunny? Kaulah anak kecil penakut itu!!" seru Eunha dengan girangnya.
"Haisshh.. Baiklah baiklah! Iya! Itu memang aku. Ayo lanjutkan! Tertawalah sepuas mu.." Jungkook berucap dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tidak tidak.." Eunha hanya terkekeh melihat ekspresi Jungkook. Ia merasa menang karna berhasil menjahili balik Jungkook.
"Apa kau tau Aegi? Aku sedih saat kau memutuskan untuk pindah melanjutan pendidikan SMP mu di Seoul. Aku merasa kesepian.. Kan biasanya kau yang selalu menemani ku, dan kau juga yang selalu menjadi korban kejahilan ku..." ucap Jungkook dengan mengingat saat saat setelah Eunha pergi meninggalkannya.
"Jadi.. kau sering merindukan ku yaa?" ledek Eunha.
"Tidak! Tidak sama sekali! Kau masih saja sama seperti dulu, selalu aja narsis.." Jungkook melirik sinis ke arah Eunha.
"Haisshh.. Kau juga masih sama! Sama menyebalkannya seperti dulu!!" seru Eunha.
__ADS_1
***
"Ku dengar setahun yang lalu kau sudah punya tunangan bukan? Lalu dimana dia sekarang? Apa kau tidak mau mengernalkannya pada ku Aegi?" tanya Jungkook sambil meminum secangkir coffe latte pesanannya begitu juga dengan Eunha.
Eunha hanya menggeleng pelan.
"Dia meninggal karena kebakaran di perusahaannya" Eunha menjawab seraya memalingkan wajahnya.
"Eoh, maafkan aku Eunha-ahh" Jungkook refleks memegang kedua tangan Eunha, nampak jelas di kedua matanya, Jungkook tak bermaksud untuk membuat Eunha mengingat kembali kesedihannya itu.
"Kita ganti topiknya yaa.. Hmm oh iya apa kau masih suka melihat makhluk makhluk mengerikan itu Eunha-ahh?" tanya Jungkook kembali.
Jungkook tiba tiba saja mengeluarkan ekspresi lucu yang membuat Eunha menahan keras tawanya.
"Kau masih saja penakut seperti dulu rupanya, haha.." Eunha akhirnya tertawa dengan puasnya setelah sebelumnya sempat menahan keras dirinya agar tidak tertawa.
"Ahh.. Aku tak habis fikir kenapa kau bisa hidup dengan bakat itu. Eunha-ahh, bakat itu seharusnya dalam bidang tertentu seperti bakat menyanyi atau menari bukan bakat melihat hantu!" seru Jungkook dengan ekspresinya yang masih tak dapat di jelaskan itu, Eunha kembali menahan keras tawanya dan berucap..
"Jung--" ucapan Eunha terdengar menggantung dan ia menatap tajam ke arah belakang Jungkook.
"Jangan membuat ku takut Eunha-ahh!!" imbuhnya lagi.
"Di belakang mu Jung, ada wanita. Rambutnya panjang sekali, tangannya hilang sebelah, wajahnya hancur dan--" Eunha berucap dengan nada bicara dan ekspresi yang menakut nakuti Jungkook. Seketika itu juga Jungkook membungkam mulut Eunha dengan telapak tangannya.
"Eunha-ahh!! Jangan menakut nakuti ku seperti itu.." Jungkook berdiri dan menyeret bangkunya agar lebih mendekat dan bisa duduk tepat di samping Eunha.
"Aku hanya bercanda, dasar kau ini. Penakut sekali, huuu.." Eunha terkekeh meledek Jungkook yang sedang bergidik seram membayangkan apa yang di katakan oleh Eunha itu.
"Bercanda mu sungguh jelek sekali nona -_-" Jungkook langsung mengubah ekspresinya menjadi datar.
^
Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu, Jungkook adalah satu satunya teman Eunha dan satu satunya orang yang berhasil membuat Eunha melupakan tujuan hidupnya yaitu untuk mati, mungkin karena Jungkook teman kecilnya, tak butuh waktu lama untuk Eunha nyaman berada di dekat Jungkook.
Pukul 16.00 sore di Taman
__ADS_1
"Kau tau, kau jelek sekali ketika melamun dengan pandangan kosong seperti itu Eunha-ahh" celetuk Jungkook ketika ia baru saja tiba di hadapan Eunha yang tengah duduk melamun sambil memegang buku di tangannya namun sama sekali tidak di baca olehnya.
Kala itu Jungkook sengaja membawakan dua cup coklat hangat kesukaan Eunha di tangannya.
"Bilang saja kau takut kan saat aku sedang seperti itu" ketus Eunha dengan mengambil cup coklat hangat dari tangan Jungkook.
"Kau memang tak pernah berubah" Jungkook menatap hangat kedua manik coklat milik Eunha.
"Hmm??" Eunha ikut menatapnya, tangan Jungkook beralih lembut mengusap pipi Eunha dan menyingkirkan rambut Eunha yang kala itu beterbangan karna hembusan angin sehingga menghalangi wajah cantik Eunha.
"Jangan di tutup, jelek tau. Wajah cantik mu itu harus kelihatan"
"Apa sih kook" Eunha tertawa kecil dengan pipi yang sudah bersemu merah merona karna ucapan Jungkook.
"Tidak, hanya saja Eunha-ku sangat cantik sama seperti sepuluh tahun yang lalu, mata coklatnya itu selalu berhasil menghipnotis diri ku" ujar Jungkook seraya mengelus lembut pipi Eunha. Demi apapun Eunha tidak pernah merasa sangat kacau seperti ini di depan laki laki, bahkan Jimin sekalipun.
Tanpa sadar keringat telah mengucur di dahi Eunha, ia terus memandang manik coklat milik Jungkook itu, senyum bunny nya yang mengembang tanpa henti seolah membuat hati Eunha sangat sangat sangatlah hangat, sama seperti saat Eunha menatap Jimin dulu.
.
.
.
.
.
.
Ayoo kakak kakak Jangan lupa di like komen dan votenya yaa kakak kakak hehe 😅 Biar Author makin semangat ngelanjut ceritanya hehe 😂
Selamat halu berjamaah.
Salam hangat dari istri sahnya Jungkook 😍
__ADS_1