Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 11


__ADS_3

1 bulan berlalu rumah tangga Jannah dan juga Alvin masih seperti itu, Alvin yang sibuk ke kantor, jannah pun sibuk kuliah mengingat dirinya sudah memasuki semester akhir, bentar lagi juga mau ujian.


" om aku berangkat yah " Jannah Salim lalu bergegas berangkat di antar supir. semenjak menikah Alvin tak memperbolehkan Jannah memakai motor nya lagi. Alvin tak ingin kejadian seperti dirinya, terjadi sama orang lain nantinya.


" kebiasaan banget sih, buru-buru amat berangkat nya " keluh Alvin.


sesampainya di kampus, Jannah sudah di tunggu oleh Vina di depan gerbang kampus tersebut.


" enak yah jadi istri tuan muda, di antar jemput " ucap Vina bercanda Melihat teman nya turun dari mobil.


" berisik lu, lu pikir enak di antar jemput, gua gak bisa nongkrong lagi, ngumpul-ngumpul lagi sama kalian " keluh Jannah.


" ck Lo itu yah, udah jelas-jelas punya suami, masih aja mikirin nongkrong, yang Lo pikirin itu, gimana cara nyenengin hati suami Lo, ngapain kek Lo dirumah, bukan malah mikirin nongkrong, ngumpul, sunmori, hadeh, Jannah Jannah "


" dah ah ayok masuk, pagi-pagi dah ceramah lu, kek Mama Dedeh aja "


mereka pun masuk ke dalam kelasnya, karena hari ini ada kelas pagi, dan juga ada pergantian dosen.


setelah memasuki kelas,kelas mulai berisik, ada mahasiswa yang bercandaan, bernyanyi-nyani gak jelas, namun mereka berhenti ketika ada yang masuk ke dalam kelas, Jannah dan juga Vina mengerutkan heran, kok bisa orang ini ada disini pikir nya.


" nah suami Lo ngapain disini ?" tanya Vina bingung


" gua juga gak tau, dia gak ada ngomong apa-apa sama gua " jannah memang gak tahu apa-apa, apalagi kalau suaminya akan ke kampus nya.


Alvin yang melihat wajah keterkejutan sang istri, cuma bisa tersenyum


" gua balik ke kantor dulu, ntar gua balik lagi ke sini " ujar Deden setengah berbisik.


Alvin mengangguk mengiyakan, Deden juga ada kerjaan yang harus dia selesai kan nya.


" khem, baiklah perkenalkan saya Alvin Wijaya, mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa saya ada disini, saya akan menggantikan pak Dodi untuk sementara waktu, jadi mohon kerjasama nya yah " ujat Alvin memperkenalkan diri.


Jannah menganga tak percaya, kenapa harus suaminya coba yang menggantikan pak Dodi.


" ck sama-sama kiler dosen nya " umpat Jannah

__ADS_1


Alvin memulai mata kuliah nya pagi itu,dengan semangat Alvin menerangkan materi, saat menoleh, Alvin gak sengaja melihat Jannah yang sedang melamun.


" yang kursi nomor 3 urutan tengah bisa maju ke depan? " ujar Alvin


namun Jannah yang masih asik Melamun tak mendengar kan panggilan dari Alvin.


" woi " Vina menyenggol bahu Jannah membuat sang empu nya terkejut


" Lo, apa-apaan sih " ucap jannah gak suka.


" itu, Lo di panggil pak Alvin "


" ha ?" Jannah masih gak fokus


" kenapa anda melamun saja, apakah pelajaran saya ini menurut anda tidak penting, sehingga membuat anda tidak fokus " ujar Alvin bicara formal


" awas aja Lo yah, sampe dirumah nanti habis Lo sama gua " kesel jannah dalam hati.


" gak boleh mengomel dalam hati, sekarang maju ke depan, lanjutkan materi saya ini " Jannah yang mendengar mengepalkan tangannya dengan kesal, yang bener Aja, dari tadi dia tak mendengar kan Alvin bicara tentang apa. malah sekarang dia disuruh menjelaskan semua materi.


" bisa di jelaskan " ujar Alvin menaikan alis nya menjaili Jannah


" makanya, lain kali, dosen menerangkan di depan anda harus dengarkan, jangan mentang-mentang yang ada di depan ini suami anda,jadi anda seenaknya saja, mau mendengarkan pelajaran saya atau tidak " Jannah yang mendengar Alvin bicara seperti itu, ingin sekali memukul kepalanya itu, enak sekali dia ngomong kek gitu tanpa menyaring terlebih Dahulu.


" sebagai hukumannya, anda berdiri disana, sampai mata pelajaran saya selesai " tutur Alvin


dengan langkah malas Jannah mengikuti arahan yang di ucapkan oleh dosen nya tersebut.


" awas aja ya Lo sampai di rumah nanti, gua bejek-bejek "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" nah, Lo lamunin apa sih tadi, sampai-sampai di tegur gitu sama suami Lo " tutur Vina setelah selesai kuliah ..


" gua juga gak tau, kenapa bisa Melamun tadi, eh tiba-tiba om om itu malah manggil gua, gua yakin dia itu sengaja ngehukum gua, gua yakin itu awas aja kalau udah dirumah nanti, habis itu om-om sama gua "

__ADS_1


" lah, emang lu apaain kok bisa habis pak Alvin nya ?" tanya Vina dengan polosnya.


" gua makan ntar, biar habis "


" dih kok lu jadi kaniba** sih "


" dah ah, makin stres gua kalau ngomong sama Lo " ujar jannah


ketika mau pulang Jannah gak di panggil seseorang


" Jannah tunggu "


Jannah menoleh, ternyata yang memanggil nya adalah teman nya yang beda fakultas.


" apaa ?"


" lu udah nikah kok ngak ngasih kabar sih "


" emang penting buat loh ?" tanya jannah jengah


" iya penting lah, gua kan mantan lu, jadi gua harus tau siapa laki-laki yang jadi suami lu"


" eh kodok darat, Lo itu cuma mantan gua, jadi jangan terlalu ikut campur sama urusan gua, lagian gua mau nikah sama siapa juga itu bukan urusan elu, jadi gak usah ikut campur yah lu " ujar Jannah kesal. kenapa juga sang mantan sok ikut campur


" Iyah gua gak mau aja, nanti ada laki-laki yang nyakitin elu, cukup gua aja dulunya "


" tuh sadar lu, dah ah gak usah Lo sok perhatian lagi sama gua, gua udah punya suami, jadi berhenti ganggu gua "


" tapi kok lu mau sih sama laki-laki cacat seperti itu, gua akuin dia ganteng, kaya, banyak duit, tapi kan cacat, emang Lo gak malu apa jalan sama suami yang kemana-mana pake kursi roda " tutur Bima


Jannah yang mendengar ucapan Bima malah emosi, Vina yang tau akan ada perang segera melerai mereka berdua, namun apa daya, kekuatan Vina gak ada apa-apanya.


" maksud Lo apaan ha, hina-hina suami gua kek gitu ha,emang Lo pikir Lo itu sempurna, Lo itu baik, enak banget ngomong kekurangan orang lain, dia itu cacat juga karena kecelakaan , ntar juga sembuh, jangan banyak omong jadi orang kalau Lo cuma ngandelin harta orang tua Lo " ujar Jannah menarik kerah baju nya Bima.


" suami cacat aja Lo banggain "

__ADS_1


BUGH......


tanpa aba-aba jannah langsung meninju perut Bima. jannah sudah sangat kesal sebab Bima ngomong terlalu lancang menurut nya. tak cuma sekali, bahkan Bima meninju nya lagi sampai Bima di buat kewalahan oleh nyam


__ADS_2