Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 32


__ADS_3

gua udah Nemu orang nya, cuma gak tau dianya mau apa engga, soalnya yang gua denger dia gak mau pacaran, dia takut sama Abang-abang nya, Abang nya galak " ucap Randy menjelaskan.


" lah, terus kok bisa Lo suka ke dia, Lo aja suka dari jauh ,kek mana dia mau Nerima elu " ejek Deden


" yah kan gua mau deketin dia perlahan, rencana besok gua mau langsung ngomong ke dia, pas pergi sunmori besok "


" pantas aja perusahaan gak Lo urus, Lo sibuk sunmori-sunmori Mulu " kesal Deden .


" gua urus kok bang, Lo tau kan gua juga butuh refreshing kali, masa iya di kantor Mulu liat berkas-berkas, yang ada isi otak gua isinya angka-angka semua " kekeh Randy bercanda.


" boleh juga tuh, gua ikut sekali-kali, buat refreshing, apa iya bisa buat tenang" ujar Deden


" boleh, Minggu depan kita pergi, tapi gak tau dah cewe yang gua incar itu pergi apa engga, soalnya, udah jarang gua liat dia nongkrong sama teman-teman nya"


" Lo mau pergi buat refreshing, apa cuma mau ngincar si betina itu ?"


" yah kalau bisa dua-duanya nya lah bang, kan enak sambil menyelam minum air " ucap Randy dengan semangat nya.


" gaya Lo sok-sokan sambil menyelam minum air, Lo aja gak bisa berenang " Deden malah menertawakan adik nya.


" ck, gua kan ngomong tadi pake peribahasa, gimana sih bang " ujar Randy menjelaskan.


" iya iya gua tau kok, ya udah gua balik ke kamar dulu, capek mau istirahat "


" Iyah bang, gua juga nih "


pas Deden mau masuk ke dalam kamar nya, dia tak sengaja mendengar suara tamparan, dahi nya mengerut, siapa lagi yang di tampar oleh mama nya ini, apa pembantu di rumah karena berbuat kesalahan pikir nya.


Deden yang penasaran, akhirnya turun melihat, ternyata mama nya tengah menampar sari adik nya.

__ADS_1


" kau sudah ku sekolah kan di sekolah mahal, aku kuliah kan di tempat kuliah terbaik, tapi apa yang kau lakukan ha, kau malah jual diri di luar sana, apa gak cukup uang yang mama kasih buat kamu selama ini ha " bentak mama nya ke sari.


sari cuma bisa menangis, meratapi kebodohan nya, dia memang salah sudah mengecewakan mama nya.namun apa boleh buat, semua sudah terjadi.


" lalu sekarang ini harus bagaimana ha, apa laki-laki itu mau tanggung jawab,engga kan, astaga kenapa harus terjadi sama kamu sih ha, mama nya yang geram malah menarik rambut sari .


Deden yang melihat sari di perlakukan seperti itu menjadi iba, akhirnya ia berusaha melepaskan tangannya dari rambut sari.


" mama apa-apaan sih ha " bentak Deden langsung menarik sari untuk bersembunyi di belakang nya.


" ngapain kau larang mama ha, mama mau kasih dia pelajaran, bisa-bisanya dia berbuat malu dengan hamil di luar nikah, mau Tarok di mana muka mama ha " ujar mama nya dengan emosi bergebu-gebu


" apa mama bilang, buat malu ? apa aku gak salah dengar ha " kekeh Deden


" kok bisa malu sih, kan emang bener kata pepatah, buat tidak jauh jatuh dari pohon nya, yah gitu, mama nya dulu kerjaan nya apa, jadi sekarang nurun ke anak nya, jangan salahin anak nya dong, makanya introspeksi diri dong,jadi gimana sekarang? udah dapat karma nya ha ?" ujar Deden dengan sedikit mengejek.


" mama memang salah di masa lalu, tapi apakah mama salah berharap kalau anak mama gak ada yang mengikuti jejak mama ha, apakah mama salah ? " tanya mama sonia dengan berderai air mata


" gak salah sih, tapi anda tau kan setiap apa yang di kerjakan, baik itu pekerjaan yang baik, ataupun yang buruk, pasti ada. balasan nya, jadi kalau balasannya ke anak anda, ya udah terima aja nasib anda sendiri "


" sari kau masuk kamar, jangan pernah keluar sampai saya kasih izin untuk keluar, dan satu lagi kamu gak usah kuliah lagi " ujar Deden memperingati.


sari yang mendengar ucapan Abang nya tersebut, menatap nya dengan tatapan sulit di artikan, apakah ia bahagia karena Abang nya sudah mau bicara dengan dirinya, atau cuma terpaksa karena keadaan sudah darurat kek gini.


tanpa menjawab ucapan Abang nya tersebut, sari berlalu meninggalkan mama nya yang masih menangis tersedu-sedu.


Randy yang hendak turun untuk makan malam, malah melihat drama baru lagi, apalagi ini sari sang adik yang mereka benci.


" ada drama apa lagi ini ?" tanya Randy dengan terus berjalan menuruni tangga.

__ADS_1


" bang kenapa dia ?" tanya Randy penasaran. namun Deden enggan menjawab ia berlalu masuk ke dalam kamar sari sambil menyeret nya.


Randy yang melihat Deden tidak seperti biasanya, bergegas menyusulnya, takutnya nanti ia melakukan yang tidak-tidak.


sesampainya di dalam kamar sari, Deden langsung menduduk kan nya di kasur lalu memeluk nya, entah apa yang ada di pikiran nya, tapi yang pasti Deden merasa sudah gagak menjadi Abang bagi adik-adik nya tersebut.


Randy yang masuk cuma mendengar Isak tangis yang keluar dari mulut sari.


" ck, apa lagi sih ini ha ?" ujar Randy penasaran, ia memang tak tahu apa-apa


" siapa laki-laki yang sudah menghamili kau ha " ujar Deden setelah melepaskan pelukannya terhadap adik nya tersebut.


sari pun enggan menjawab, ia bungkam, ia takut kalau mengadukan siapa yang sudah menghamili nya


mereka tau kalau sang adik tidak pernah kek gitu, yah walaupun dia sering keluar tapi selalu di pantau oleh Deden.


" apa ? hamil, kau hamil ?" tanya Randy bingung.


sari cuma bisa mengangguk tanpa berani mengeluarkan suaranya.


" kau itu yah, benar-benar muraha* sama kek mama kau itu, terus apakah anak kau lahir akan tanpa bapak nya seperti dirimu ha " bentak Randy lagi dia benar-benar emosi.


" Randy udah Lo gak usah bentak-bentak dia lagi, tadi dia udah di hajar habis-habisan sama mama nya " ucap Deden ia takut kalau nanti semakin tertekan bisa-bisanya mental sari akan kena.


" gua gak habis pikir aja bang, bisa-bisanya dia mengikuti jejak mama nya, Lo bilang sama gua siapa laki-laki yang udah menghamili Lo, biar gua seret tu laki-laki ke hadapan Lo, biar dia mau tanggung jawab " ujar Randy lagi. .


namun sari masih enggan membuka suaranya, mungkin dia masih shock, dengan apa yang dia alami saat ini.


" ingat pesan Abang tadi, untuk saat ini kau gak boleh keluar dulu, kalau mau kuliah, daring aja, biar saya yang ngomong sama dosen kamu nanti, dan buat laki-laki itu, saya akan cari sampai dapat " lagi-lagi Deden bicara dengan dirinya sari cuma mengangguk mengiyakan, ada rasa bahagia dalam dirinya, dengan kejadian ini, sia malah bisa mendapatkan pelukan hangat dari Abang nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2