Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 22


__ADS_3

Alvin menarik Jannah menjauh dari tamu nya tersebut.


" kamu itu apa-apaan sih ha, kamu tau mereka itu calon investor di perusahaan aku yang baru, tapi kamu seenaknya mengacaukan semuanya"


" terus kalau investor yang baru kenapa? "


" maksud Lo apa gak anggap gua sebagai istri Lo, malah perempuan itu yang Lo bilang bakalan nikah sama perempuan itu, apa iya ? " tanya Jannah dengan emosi.


Alvin yang di tanya seperti itu bingung, entah apa yang ada di pikiran laki-laki tersebut, hidup nya terlalu plin-plan, Jannah pun tak mengerti dengan kelakuan suaminya tersebut.


" serah Lo lah, mau nikah sama dia,mau pacaran sama dia, gua gak peduli, terserah apa yang mau Lo lakuin, lakuin aja gua gak peduli " ujar Jannah berlalu turun, lalu Jannah masuk ke dalam kamar tamu.


setelah kepergian Jannah, Alvin tetap berdiri di tempat ia dan Jannah tadi ribut, pikiran nya kacau.


" apa yang harus gua lakuin, Caca itu cinta pertama gua, sedangkan Jannah istri gua" aghhhhhh Alvin meremas rambutnya bingung dengan keadaan nya sekarang, semuanya kacau, ia yang ingin baru tau siapa pelaku yang membunuh saudara kembar nya, Marsha alias. Caca cinta pertama nya kembali setelah iya menikah.


Alvin masih harus mencari bukti untuk bisa membuat orangtuanya percaya, kalau bukan dirinya yang membuat saudara nya meninggal.


Alvin ingat kalau dia masih ada tamu, ia bergegas menuju ke meja dimana Caca dan juga tamunya tadi, ketika hampir naik ke atas, ternyata Caca dan juga tamu nya akan segera pergi.


" Vin, mereka mau pergi" bisik Caca ke Alvin.


" ah iya, maaf ya pak, bapak harus melihat pemandangan yang kurang mengenakkan tadi " ujar Alvin menjadi tak enak, melihat tamu nya seperti agak kesal terhadap dirinya.


" iya tidak masalah, kalau begitu kami permisi dulu tuan " ucap sang asisten.


setelah mereka berdua pergi, Caca segera menarik nya menuju ke sofa, Caca masih penasaran siapa perempuan tadi, yang bertengkar dengan Alvin, kalau iya benar adik nya, Deden lalu , kenapa dia semarah itu tadi pikir Marsha.


" Vin cewek tadi siapa ?" tanya Caca sambil memegang tangan Alvin .


Alvin pun bingung mau jawab apa, apa iya dia harus jujur, kalau dia jujur takutnya nanti kalau Marsha akan menjauhinya, karena dia sudah beristri, tapi kalau gak jujur, sama aja dia ngasih peluang untuk orang yang akan merusak rumah tangga nya.


" Vin ?" Caca masih menunggu jawaban dari teman nya itu.


" se, sebenarnya cewek itu istri aku " ucap Alvin jujur


Marsha yang mendengar kalau Alvin mengakui perempuan tersebut ada rasa perih di hatinya.


" oh, jadi kabar itu beneran yah, kalau kamu udah nikah ?" tanya Marsha

__ADS_1


" iyah, kabar yang beredar itu emang benar " ucap Alvin.


" khm, khm, " tiba-tiba Jannah sudah berdiri di samping mereka berdua, Alvin yang masih menggenggam tangan Caca langsung melepaskan nya.


" kenapa di lepas ? lanjut aja sampai besok tatap-tatapan nya " sindir Jannah


" kamu itu siapa sih mbak " ujar Jannah sudah sangat heran dengan perempuan tersebut.


" hm, saya Marsha, teman masa kecil nya Alvin " Marsha mengulurkan tangannya


" oh, perkenalkan juga, saya, Miftahul Jannah, istri sah nya Alvin Wijaya " Jannah menyambut uluran tangan Marsha lalu meremas nya dengan kencang.


" aw,,,,, aw,,,,,,aw,,,,aw,,, " Marsha sangat kesakitan ketika tangan nya di remas kuat oleh Jannah.


Alvin yang melihat Jannah memerlukan Marsha seperti itu, cuma bisa menggeleng kan kepalanya.


" udah, udah, Jannah dia itu teman aku, dia kesakitan itu, lepasin " ucap Alvin tak tega melihat Marsha yang kesakitan ulah Jannah.


" makanya Dari awal itu jujur sama istri, itu teman kamu, kamu malah bilang aku adek nya mas Deden, pengen banget deh gua tampol tu perempuan "


Alvin yang takut kalau Jannah akan marah segera menyuruh Marsha untuk segera pergi.


" Gilak tu cewek sadis banget, kok bisa-bisanya nya Alvin nikah sama perempuan seperti itu " ujar Marsha sambil membenarkan penampilan nya.


" apa liat-liat " bentak Jannah


Alvin yang melihat Jannah seperti itu, malah takut, ia pun segera turun ke bawa mencari pembantu untuk membersihkan meja yang ada di atas.


...****************...


Vina yang keluar ingin membeli makanan malah tak sengaja bertemu dengan Deden asisten dari Alvin.


" Hay calon ayah dari anak-anak ku " ujar Vina langsung duduk di dekat Deden yang sedang makan.


Deden yang baru memasukan, makanan kemulutnya,malah kaget dan tersedak kaget, ketika ada seseorang langsung duduk di samping nya.


uhuk,,,,,,,


uhuk,,,,,,,

__ADS_1


uhuk,,,,,


Vina yang melihat Deden tersedak segera memberikannya minum.


" maaf mas, ini minum dulu " Deden yang di tawari air Langsung meminumnya.


" Lo itu apa-apaan sih, tiba-tiba ngagetin gua " umpat Deden kesal, muka nya pun merah akibat kesal karena tersedak makanan pedas.


" kan calon ibu dari anak-anak mu mah menyapa, emang salah yah ?" ujar Vina dengan percaya dirinya.


" ini orang, makin gak bener, gak waras kali " umpat Deden dalam hati.


" eh ayang itu apaan di mie kamu ?"


" mana " tanya Deden bingung sambil mengangkat piring mie nya.


" itu Lo yang di sumpit itu "


" mana sih ?" tanya Deden bingung.


Deden yang mengangkat mie pake sumpit masih mencari sesuatu yang di bilang perempuan itu, ketika mengangkat nya gak tunggi, tiba-tiba Vina mendekat lalu memasukkan mie tersebut ke dalam mulutnya, seperti Deden tengah menyuapi Vina.


Deden yang melihat tingkah laku Vina malah melongo, Vina malah tersenyum, kalau tertawa.


" hahahha, calon suami kenapa ?" tanya Vina sambil mengedipkan matanya.


" is, Lo apa-apaan sih, jadi cewek ga jelas banget " ucap Deden kesal, tapi dalam hati Deden malah deg-degan. baru kali ini si di deketin cewek seperti ini.


ketika mereka sedang asik rebutan makan mie, tiba-tiba Vina di kaget kan dengan beberapa teman nya.


" Vin tumben Lo gak bareng jannah ?"


" Iyah, ngapain juga gua sama jannah Mulu, gua juga udah punya calon suami, iya gak yang " ucap Vina sambil tersenyum tapi kaki nya menekan kaki Deden seolah minta tolong kalau ia beneran calon suaminya.


" i,iya,iya, sayang, masa sama jannah Mulu sih, kan udah ada aku " ucap Deden


" kirain Lo gak bakalan bisa lepas dari jannah, secara kan kemana-mana, sama Jannah Mulu, kek ibu ayam sama anak nya "


" berisik Lo, gua mau pacaran nih sama pacar gua udah sana lo ganggu aja "

__ADS_1


mereka pun pergi meninggalkan Vina dan juga Deden Yanga Sibuk merebut mie tadi


__ADS_2