Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 38


__ADS_3

" Jannah smaa Alvin tadi mana ?" tanya Deden


" barusan Jannah nelpon katanya ga jadi pergi, gak tau juga sih kenapa " ucap Vina bingung tanpa menatap ke arah Deden.


" pasti ada yang gak beres nih, ran Lo mau tetap pergi apa gimana? gua mau ngusulin mereka dulu, gua yakin mereka ada sesuatu ini, mengingat tadi Alvin banyak diam gak kek biasanya " ujar Deden lagi.


" ya udah gua ikut Lo aja, sama kita juga " ujar Sandy dan juga Randy sama-sama, akhirnya mereka membatalkan perginya lalu menyusul Jannah ke tempat dimana mereka meninggalkan Jannah dan juga Alvin tadi.


Jannah tak pulang kerumahnya dan suami, melainkan pulang ke rumah papa nya. entah kenapa bentakan yang di lakukan tadi membuat Jannah sedih, menurutnya Alvin sudah sangat keterlaluan, dengan tak punya hatinya, membentak Jannah di depan umum seperti itu.


" huh enak aja dia main bentak-bentak segala, ya udah syukurin aja aku tinggal pulang kerumah papa, biar nanti dia di marahin sama Abang Azam " gumam Jannah terus berjalan memasuki rumah nya tersebut.


" assalamualaikum " Jannah langsung masuk ke rumah nya, ternyata Abang nya tengah berkumpul di sana, Jannah mengerut kan keningnya, melihat beberapa koper dan juga tas


" ini punya siapa ?" tanya jannah bingung


" ini punya Abang kamu, mereka mau pergi berlayar lagi " ujar papa nya.


Jannah yang mendenger pun tak suka, kenapa terlalu cepat Abang nya pergi lagi.


" yah, kok Uda mau berangkat aja sih, kan katanya abang libur nya 3 bulan, ini baru juga sebulan " ujar Jannah sedih, sehingga matanya telah berembun ingin menangis.


" Abang juga dapat kabar semalam sayang, makanya buru-buru, sebenernya sengaja gak ngasih tau kamu, nanti kamu sedih, benar aja kan, ini aja udah mau nangis kamu nya" ucap Azam memeluk adik nya tersebut.


" gimna gak sedih, ditinggal lama lagi, selalu begitu, ntar lebaran juga gak pulang pasti, dah lah kesel banget liat Abang mah " ujar Jannah dengan suara serak menahan tangis.


" iyah, kan Abang udah minta maaf, insya Allah Abang usahain kalau lebaran Abang cuti, sampai idul Adha, doain makanya " ujar Adam mengambil alih sang adik lalu mengusap kepalanya.


hiks


hiks


hiks

__ADS_1


hiks


" udah kok malah makin nangis Sih, udah gede padahal, lagian udah jadi istri juga, masa sih nangis Mulu ditinggal Abang nya berlayar " kekeh Adam berusaha menghibur adik nya tersebut.


" kan beda bang, suami sama abang "


" apa beda nya coba, ka sama-sama laki-laki " ujar Azam menghapus air mata adik nya.


" pokok ny beda "


" iya deh, iya iya, yang waras mah ngalah aja "


" apa ? jadi abang pikir adik Abang ini udah ga waras gitu ? iya, ha " geram Jannah.


mereka pun terkekeh, akhirnya Jannah sudah tak menangis lagi seperti tadi.


" aku ikut yah anter Abang ke bandara "


" boleh sayang, nanti kita berangkat sama-sama yah " ujar papa nya


Alvin tadi yang mengejar Jannah terpaksa berhenti karena tiba-tiba motor yang di kendarai nya tiba-tiba berhenti, Alvin baru sadar ternyata bensin nya habis.


" ck ini apa lagi, astagfirullah " geram Alvin. mana ia berhenti di tempat yang sepi. akhirnya mau tak mau ia mencoba menghubungi Deden, semoga saja dia masih di tempat perkumpulan tadi gumam Alvin.


Deden yang melihat aada panggilan masuk dari Alvin langsung mengangkat telepon nya, ketika tau di mana lokasi nya Deden dan juga kawan-kawan segera menyusul tempat Alvin berada.


" Vin Jannah mana ?" tanya Deden yang baru sampai di tempat Alvin berada.


" dia udah pergi duluan gua ketinggalan jejak nya, udah capek gua hubungi gak di angkat sama sekali sama sama dia " ujar Alvin jujur


" Lo itu kenapa sama jannah ? kok tiba-tiba jadi gini ? perasaan gua tadi Lo baik-baik aja sama Jannah, eh tiba-tiba dapat kabar kalian ga jadi pergi " tanya Deden penasaran.


" iya emang ini salah gua, makanya Jannah ngambek terus ga jadi pergi " ujar Alvin menyesali nya.

__ADS_1


" Iyah, emang nya kenapa ?" tanya Deden masih penasaran.


" tadi kan Marsha hubungin gua, dia bilang kalau gua sampai pergi sama Jannah, jangan harap bakalan selamat, karena ia udah buat beberapa jebakan, bukan cuma itu, gara-gara dia nyabut saham yang ada di kantor papa, papa jadi serangan jantung, sampai sekarang belum sadarkan diri, perusahaan nya bangkrut, Marsha ngancam gua, kalau gua gak mau nikah sama dia, dia bakalan buat Jannah yang bakalan minta pisah sama gua, gimana gua gak kepikiran coba, gak tau lagi gua mau gimana, makanya dari tadi gak fokus, karena itu gua gak sengaja ngebentak Jannah, dia kaget terus pergi gitu aja naik taksi " ujar Alvin menjelaskan semuanya.


" Lo kenapa gak cerita sama kita, terutama sama Jannah, Jannah itu harus tau, dia itu istri Lo, ini nih, sifat Lo yang gak gua suka, Lo selalu mendam sendiri, makanya jadinya kek gini, kacau " ucap Deden kesal.


Vina mencoba menghubungi jannah, mungkin kalau Alvin yang menghubungi, ia enggan untuk mengangkatnya, Makanya Vina berinisiatif mencoba menghubungi nya.


" jan, Lo dimana ?" isi pesan Vina


" gua di rumah papa, Abang Azam sama bang adam mau berangkat sekarang "


" ha? bukannya mereka libur 3 bulan ? ini baru juga 1 bulan "


" gua juga baru tau, Abang sengaja gak cerita takut gua sedih katanya, bentar lagi mau otw bandara ini, bilang ke mas Deden yah, gua gak jadi berangkat, sampein juga sama maaf gua buat Sandy dan anak-anak yang lain "


setelah mendapat informasi Vina pun memberitahu mereka, kalau Jannah pulang ke rumah papa nya, kebetulan juga Abang nya mau pergi berlayar lagi, tanpa pikir panjang mereka pun segera otw ke rumah Jannah.


Deden tak sengaja beradu tatapan dengan Vina, beberapa detik akhirnya Vina tersadar lalu membuang muka ke sembarang arah.


Deden yang merasa kalau Vina seperti menjauhinya merasakan ada sesuatu yang hilang. ia pun sedikit tak suka ketika melihat tangan nya memeluk pinggang Sandy, walaupun Sandy seperti perempuan jadi-jadian, tapi dia tetap lah laki-laki.


setelah mereka sampai di kediaman nya, Alvin tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata keluarga istrinya sudah berkumpul, Jannah yang melihat suaminya datang segera menepis ego nya lalu berjalan menghampiri nya.


" mas udah sampai ?" tanya Jannah basa basi sembari memberi kode kalau mereka sedang baik-baik aja


" ia sayang, maaf yah mas telat " ujar Alvin berusaha menyembunyikan kegugupan nya.


" permisi, cewe cantik datangg " teriak Vina dari luar tanpa menghiraukan Deden yang menatap nya ia segera berlari menuju ke aarah Abang dari sahabat nya tersebut lalu memeluk nya.


" Abang mau pergi kok gak ngabarin kita sih " ucap Vina dengan suara serak


" mendadak kabar nya, Jannah juga gak tau, eh kebetulan dia datang kesini, ketahuan deh " kekeh Adam

__ADS_1


tepat pukul 1 siang akhirnya mereka siap-siap untuk mengantarkan Abang nya ke bandara.


" sayang maaf " bisik Alvin namun Jannah malah jengah mendengar kata maaf dari suaminya tersebut.


__ADS_2