
Deden yang melihat siapa perempuan yang pake Hoodie hitam tersebut tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya. apa iya adik nya menyukai perempuan tersebut.
" seriusan Lo suka sama dia ?" tanya Deden masih tak percaya
" serius, udah dari lama gua suka sama dia " ucap Randy dengan yakin.
" Lo itu kalau mau suka sama cewe liat-liat dulu lah status cewe nya, masa iya wanita yang udah punya suami Lo sukai " kekeh Deden sambil meninju perut sang adik dengan pelan.
Randy yang penasaran dengan ucapan Abang nya segera menyusul nya, apa maksud dari ucapan nya tersebut
" maksud Lo apaan sih bang ngomong kek gitu, Lo pikir lucu Bercanda kek gitu ?" gerutu Randy dengan kesal, yang benar saja wanita di depan nya itu sudah bersuami.
" ck, gua serius tolol, kok bisa-bisanya gua punya adek bodoh kek lu sih astagfirullah " geram Deden
" Lo emang kenal sama perempuan itu, terus dari mana Lo tau kalau dia udah nikah ?" tanya Randy masih penasaran.
" ya jelas gua kenal la bodoh, dia itu istri nya bos gua "
" ha ? ga, ga ga, mungkin,. gua ga percaya, Lo pasti bohong kan ?" ucap Randy masih tak percaya.
" ya udah sini biar gua buktiin di depan Lo langsung " Deden menarik tangan adik nya untuk mendekati perempuan tersebut.
" hy Jan " sapa Jannah. yah wanita yang di sukai oleh adik nya tersebut adalah Jannah, bagaimana Deden gak kaget, ternyata adik nya menyukai istri dari bos nya.
" Hay mas Deden, udah lama datang ?" tanya Jannah
" baru juga datang, Alvin mana ?" tanya Deden, pasal nya ia tak melihat kalau Alvin berada di samping jannah.
" oh, mas Alvin tadi lagi Nerima telepon, udah dari tadi sih " ujar Jannah
" oh iya ini kan bang Randy, mas kenal smaa bang Randy ?" tanya Jannah padahal ia sudah tau kalau mereka saudaraan, tapi Jannah memilih pura-pura tidak tahu.
" gak kenal lagi nah, kita satu produk " Kekeh Deden
Jannah yang mendengar pun mlah tertawa, ternyata Randy dan Deden beneran saudara.randy yang shock dengan semua itu masih bingung, dia tak tahu harus berkata apa, dia pun masih gak menyangka kalau iya Jannah sudah menikah.
" sayang maaf yah lama " ujar seseorang tak lain adalah Alvin yang baru datang.
" Iyah mas gpp kok " ucap Jannah sambil tersenyum ke arah sang suami.
Randy yang melihat mereka seperti itu malah cemburu, lalu ia baru percaya kalau Jannah beneran sudah menikah.
__ADS_1
" Vin, Lo ada saingan " kekeh Deden sambil melirik ke arah adik nya.
Alvin yang melamun malah gak menghiraukan omongan Deden. Jannah yang melihat suaminya melamun langsung menyikut siku suaminya tersebut.
" eh iya sayang kenapa ?" tanya Avin
" itu tadi mas Deden ngajakain kamu ngobrol tapi kamu melamun aja, ada yang di pikirin ?" tanya Jannah penasaran.
" gak ada sayang " ucap Alvin berusaha menutupi nya.
" seriusan ?" tanya Jannah masih penasaran
" seriusan sayang " ujar Alvin lagi.
" Lo kapan datang den?" tanya Alvin yang sudah melihat Randy dan juga Deden sudah gabung bersama mereka.
" gak lama juga sih " Alvin yang mendengar pun cuma mengangguk-angguk saja.
Jannah yang melihat suaminya agak berbeda, sebelum mengangkat telepon tadi, beda dengan sekarang, seperti nya orang yang menelpon tadi ada sesuatu pikir Jannah.
" woi gimana udah siap semua ?" teriak salah satu teman mereka .
" udahhhh " ujar rombongan teriak bareng.
" siappp " teriakk mereka sama-sama. ..
" ya udah kalau gitu, sebelum kita berangkat berdoa dulu, menurut kepercayaan masing-masing, berdoa mulai" ..
" berdoa selesai, ya udah selamat berangkat hati-hati di jalan "
" brummmmmmm"
sebagian orang pun sudah berangkat, rombongan Jannah pun tengah siap-siap, alvin yang masih diam pun tak menghiraukannya tatkala Jannah memberikan helm kepada dirinya.
" mas ?"
" massssss " teriak Jannah kesal
" e eh, iy, iya sayang " ujar Alvin gugup.
" kenapa?" tanya Jannah lagi.
__ADS_1
" engga kenapa-kenapa sayang " ujar Alvin bohong.
" kalau mas kek gini gak usah lah kita pergi, malas aku, takutnya nanti pas di tengah jalan malah kecelakaan, ya udah ayok pulang " ucap Jannah lesu.
entah apa yang membuat suaminya tersebut banyak diam, setiap di tanya jawab nya gak papa mulu.
" engga sayang, maaf yah mas tadi gak fokus, ya udah ayok kita berangkat " ajak Alvin tapi mood Jannah benar-benar sudah hancur, bahkan semangat yang menggebu-gebu tadi hilang entah kemana.
" gak mau, aku mau pulang, kalau emang mas terpaksa mau pergi sama aku bilang, aku gak bakalan mau pergi, kamu liat teman-teman semua sudah pergi bahkan Vina sama Sandy udah jauh, mas Deden juga, dah lah pulang aja, aku kabarin mereka dulu " Jannah mengambil hp nya dari dalam tas lalu menghubungi Vina.
Alvin yang melihat kekecewaan di mata Jannah, merasa sangat bersalah, tak seharusnya ia membawa masalah nya Dalam keadaan seperti ini.
" sayang, udah jangan ngambek, ayok kita berangkat " bujuk Alvin ia segera naik ke atas motor nya dan menunggu Jannah segera naik, namun bukannya baik Jannah malah menjauh ke dari suaminya tersebut untuk menghubungi Vina.
" jadi gak sih pergi nya " bentak Alvin tiba-tiba.
Jannah yang mendengar Alvin membentak dirinya malah kaget, tak percaya.
" mas " pekik Jannah, ia menggelengkan kepalanya melihat Alvin yang tiba-tiba membentak nya seperti itu.
Alvin yang membentak istri nya pun merasa sangat bersalah, tak seharusnya ia melakukan itu.
Jannah yang melihat ada taksi langsung memanggilnya lalu masuk ke dalam taksi tersebut, pergi meninggalkan alvin seorang diri.
" bodoh-bodoh apa yang udah lakuin sih astagfirullah " umpat Alvin dengan sendirinya.
tanpa pikir panjang Alvin langsung melakukan motornya guna menyusul Jannah yabg entah pergi kemana, ia terus mengikuti taksi tersebut, dalam hati ia sangat mengutuki dirinya yang melakukan itu terhadap istrinya tersebut.
" awas aja kau Marsha, kalau sampai kau melakukan sesuatu sama istri ku, jangan harap kau bisa menghirup udara dengan tenang " geram Alvin terus memperhatikan kemana arah taksi tersebut perginya.
di tempat lain Vina dan juga Sandy terapkan berhenti ketika mendengar kabar kalau Jannah tak jadi pergi, mereka pun bertanya-tanya apa gerangan yang membuat mereka tak jadi pergi. Deden dan juga Randy pun seperti itu, melihat teman nya tak kunjung terlihat mereka putar balik, lalu gak sengaja melihat Sandy dan juga Vina tengah duduk di pinggir jalan, Deden pun tak langsung berhenti di tempat mereka tersebut.
" Jannah smaa Alvin tadi mana ?" tanya Deden
" barusan Jannah nelpon katanya ga jadi pergi, gak tau juga sih kenapa " ucap Vina bingung tanpa menatap ke arah Deden.
" pasti ada yang gak beres nih, ran Lo mau tetap pergi apa gimana? gua mau ngusulin mereka dulu, gua yakin mereka ada sesuatu ini, mengingat tadi Alvin banyak diam gak kek biasanya " ujar Deden lagi.
" ya udah gua ikut Lo aja, sama kita juga " ujar Sandy dan juga Randy sama-sama, akhirnya mereka membatalkan perginya lalu menyusul Jannah ke tempat dimana mereka meninggalkan Jannah dan juga Alvin tadi.
...****************...
__ADS_1
yang mau mampir ke cerita-cerita aku yang lain juga boleh yah kak, judul nya, Elma wanita yang ku nodai sama wanita dingin itu istri ku . terimakasih salam hangat 🤗🤗🤗🤗🤗