Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 20


__ADS_3

Bayu yang mendengar semua cerita dari jannah semakin penasaran, apa iya, mamanya yang melakukan hal menjijikan itu.


" mama " teriak Bayu memasuki rumah tersebut.


" ada apa sayang, kok kamu teriak-teriak" ujar mama Irene keluar dari kamar nya menghampiri sang anak.


" aku tadi udah ke kantor nya Alvin, tapi apa yang ku dapat, aku dapat kabar kalau mama yang ingin melecehkan Alvin, bukan dia, aku jadi pusing, jadi ini yang benar yang Mana, siapa yang harus ku percaya ha " ujar bayu frustasi.


" jadi mau gak percaya sama mama ,kalau Alvin berusaha melecehkan mama, jadi kamu lebih percaya sama mereka itu, iya, jadi kamu mau mama kamu jadi korban pemerkosa***, iya itu yang kamu mau ?" ujar mama Irene dengan suara serak menahan tangis.


" bagaimana bisa aku percaya, toh mama sering stang ke rumah nya Alvin, bahkan dari cerita istri nya Alvin, mama yang dengan sengaja memberikan obat perangsang ke minuman Alvin, apa itu benar mam " ujar Bayu menyelidiki.


Irene yang di tatap seperti itu oleh anak nya, merasa takut, takut akan semuanya terbongkar.


" please mama jujur sama aku, apa iya mama mencintai anak tiri mama sendiri ?"


Brak......


papa Alvin yah baru datang kaget mendengar ucapan Bayu ke mama nya, apa tadi, istrinya mencintai anak nya.


" apa ini yang aku dengar " ujar Nugraha


" pa, papa, ini gak seperti yang papa dengar, iya wajar dong mama mencintai anak tiri mama sendiri, sama juga seperti mama mencintai Bayu " ujar masa Irene.


" tapi papa dengar nya bukan kek gitu tadi, jadi bisa jelaskan ada apa ini sebenernya, mama di lecehkan sama anak tiri, mama mencintai anak tiri, mama sengaja memberikan minuman yang udah di campur obat ke Alvin, ini sebenarnya ada apa " tanya Nugraha setengah berteriak.


" gak ada yang mau jawab, ya udah jangan sampai papa yang tau dari orang lain " ujar Nugraha ingin pergi namun segera di tahan oleh Bayu.


" semalam mama pulang sambil nangis-nangis, baju nya juga robek-robek, aku tanya mama kenapa, mama bilang kalau mama hampir di lecehkan oleh Alvin, dan beruntung mama bisa kabur, tapi baju mama sudah tak beraturan " ujar Bayu menjelaskan.

__ADS_1


" terus aku ke kantor nya Alvin, aku yang emosi langsung memukul Alvin tanpa ampun, lalu tiba-tiba istrinya Alvin datang, laku sia menjelaskan semuanya, kalau Alvin sudah di kasih obat sama mama " ujar Bayu menjelaskan.


" terus mama mencintai Alvin itu apa benar, apa mencintai sebagai anak apa kekasih " bentak Nugraha emosi. ternyata Irene tega melakukan hal yang menjijikan itu.


" maaf " cuma kata itu yang keluar dari mulut Irene.


" maaf, kau bilang cuma kata maaf, yang benar saja, kau mencintai anak ku, anak kandungku, Dimata otak mu ha" Nugraha bener-bner si buat emosi. mendengar kebenaran yang mana istrinya mencintai anak nya, anak kandung nya.


Bayu yang melihat kemarahan papa nya tak jadi menanyakan apa benar juga mama nya yang melakukan, pembunuhan tersebut, kalau sampai papa nya tau, Bayu yakin kalau detik ini juga dia dan mana nya akan di tendang dari rumah ini, Bayu tak mau hidup miskin lagi, apalagi sekarang dia sudah menikah dengan perempuan yang ia cintai.


disisi lain di kantor nya Alvin, Jannah membersikan luka Alvin, apalagi bibir nya berdarah akibat pukulan dari Bayu tadi.


" om beneran gak mau kerumah sakit ?" tanya Jannah masih khawatir.


" Gak usah, di obati kek gini juga sembuh kok "


" tapi ini parah loh om, nanti kalau infeksi gimana ?" tanya Jannah masih saja bawel


" ya udah terserah om aja " Jannah masih malas berdebat dengan suaminya ini.


ketika mereka masih sibuk dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luas


" masuk " teriak Alvin.


" orang yang mau ngajak Lo kerja sama udah datang, suruh datang kesini atau ke ruang rapat " ujar Deden mengingat di ruangan bos nya ada istrinya.


" suruh aja langsung ke sini " ucap Alvin santai.


" yang bener aja Alvin menyuruh orang itu masuk, bisa-bisanya mereka nanti malah ada perang dunia ke 4 lagi " gumam Deden seorang diri.

__ADS_1


tak lama dari itu muncul lah Deden dengan seorang perempuan cantik, Alvin yang menyadari orang tersebut langsung berdiri dan mengacuhkan Jannah yang masih mengompres pipi nya tadi.


" alvinnnnn " teriak perempuan itu langsung memeluk Alvin


Alvin yang mendapat pelukan mendadak malah membalas pelukan perempuan tersebut. Jannah yang melihat adegan tersebut malah melongo.


" khem, khem, disini ada orang yah, enak banget main peluk-peluk " ujar Deden mengacaukan nya .


" sorry den, aku tu kangen sama kalian tau, apalagi ini si Alvin " ujar perempuan itu mencubit pipi Alvin.


perlakuan mereka berdua terus di perhatikan oleh jannah.jannah tak tau ada hubungan apa antara mereka berdua.


" kamu apa kabar, kok baru datang ?" tanya Alvin basa basi, bahkan ia melupakan luka yang ada di pipi nya.


" aku baik, aku baru balik kemaren, Karena kangen sama kamu ya udah aku langsung datang aja, apalagi papa nyuruh aku buat ketemu sama orang yang akan bekerja sama dengan kantor papa, pas aku hubungi eh ternyata investor nya kamu, ya udah aku aja yang ngurus nya "


" oh iya dia siapa ?" tanya perempuan itu bingung, pasalnya dari awal dia masuk, Jannah masih aja di ruangan itu. biasanya kalau karyawan biasa, kalau ada tamu pasti dia akan pergi, tapi ini dia masih saja ada disamping Alvin


" oh dia adik nya Deden, dia kesini disuruh sama dosen nya buat ngantar berkas untuk dia magang " ujar Alvin berbohong.


Jannah yang mendenger ucapan Alvin, kalau dirinya tidak di anggap oleh suaminya, ada rasa sakit dalam hatinya ketika mendengar ucapan sang suami, padahal tadi malam Jannah sudah menyerahkan sesuatu yang berharga milik nya ke suaminya, namun apa yang dia dapat, bahkan di anggap pun tidak.


Deden pun gak kalah terkejutnya, ketika Alvin ngomong, Jannah adalah adiknya.


" shi** si Alvin kampret ini maunya apa sih, bisa-bisanya dia ngomong kalau Jannah adiknya, parah banget "


BRAK....... Jannah menendang meja yang ada di hadapannya,lalu berlalu keluar dari ruangan tersebut.


sakit sudah pasti, walaupun jannah mau menikah dengan dirinya, karena Jannah mau tanggung jawab, tapi seenggaknya dia menganggap lah Jannah sebagai istrinya.

__ADS_1


" Vin ? " tanya Deden bingung.


Alvin yang mendapat sapaan seperti orang bingung malah tidak peduli sama sekali.


__ADS_2