
" maafin jannah yah, karena Jannah om harus ribut dengan papa om sendiri, kalau om memang mau menikah sama pelakor itu, jannah gak papa kok, Jannah ikhlas asal om pulangin Jannah ke Abang " ujar jannah masih memeluk suaminya tersebut.
Alvin yang mendengar ucapan Jannah malah terkekeh, mana ada orang ikhlas tapi disuruh pulangkan kerumah orangtuanya. Alvin pun melepaskan tangan Jannah dari perut nya, membalikkan badan, Alvin pun memeluk istrinya dengan erat.
" itu gak akan terjadi, sampai kapan pun " ujar Alvin
" tapi kan, Karena masalah itu hubungan om sama papa om gak baik " ujar Jannah masih dalam dekapan suaminya tersebut.
" sebelum masalah ini terjadi, kan aku udah pernah cerita ke kamu, Papa gak pernah baik sama aku, semenjak kematian saudara kembar aku, jadi ada atau engga nya kamu, hubungan kami tetap seperti ini " ujar Alvin lagi.
" ok tidur yok, ngantuk, capek juga "
Alvin pun mengikuti, benar sekali, kalau mereka sudah capek, dan juga mengantuk.
" kamu gak ada tugas kuliah ?" tanya Alvin sebelum Jannah memejamkan matanya.
" kek nya ada om, tapi lagi mlas bahas tugas kuliah dulu, otak aku udah mumet banget ini, gak akan masuk kalau lagi bahas pelajaran untuk saat ini " ujar jannah.
" terus gimna besok? emang gak di marahin dosen kamu " tanya Alvin lagi.
" engga, kan aku minta tolong ke Vina, jadi om gak usah khawatir kalau masalah tugas mah gampang " ucap Jannah dengan bangga nya.
" ya udah deh, iya percaya aku mah " kekeh Alvin sambil memandangi sang istri yang sudah terlelap, emang benar kalau dia sudah sangat ngantuk
" selamat tidur baby " cup Alvin mencium kening sah istri lalu menarik nya agar makin dekat lalu memeluk sang istri mereka pun tidur mengejar mimpi masing-masing.
di sisi lain, setelah kepergian Alvin dan juga istrinya, Marsha pun makin memaksa papa Alvin supaya perjodohan mereka tetap jalan, kalau tidak maka saham yang ada di perusahaan papa nya Alvin akan segera di cabut oleh orang tua Marsha.
seminggu berlalu Jannah pagi ini mau UAS ia pun buru-buru ke kampus nya.
__ADS_1
" mas, jannah duluan yah " teriak Jannah dari bawah
Alvin yang berniat mengantar istri nya ke kampus malah gak jadi, karena dia mendapatkan kabar mendadak dari Deden, kalau mereka ada pertemuan pagi ini, orang tersebut memaksa bertemu hari ini karena mereka akan berangkat lagi ke luar negeri.
" maaf ya, mas gak bisa antar kamu " ujar Alvin menyambut tangan Jannah yang ingin menyalim nya.
" iya mas, gak papa kok, ya udah Jannah berangkat yah " Jannah dan juga Alvin sepakat merubah panggilan mereka, Alvin gak mau nantinya, Jannah keceplosan ngomong pakai kata om apa kata karyawannya kalau dirinya di panggil om, sama istri nya sendiri.
sesampainya mereka di sebuah restoran tempat Alvin janjian, ia segera langsung menemui rekan kerja nya tersebut.
Deden yang baru datang membawa berkas kaget tatkala melihat rekan bisnis dari bos nya itu .
" kamu ? yang waktu di restoran itu kan, yang sama anak saya ?" ternyata rekan bisnis Alvin adalah ayah Vina.
" iy, iya om " jawab Deden gugup
" maaf tuan bukannya seperti itu, akhir-akhir ini kantor lagi banyak kerjaan, makanya saya belum bisa menemui anda membawa orang tua saya " ujar Deden berbohong.
pasal nya dirinya memang belum siap untuk bertemu dengan orangtua Vina.
" baiklah, setelah saya pulang dari luar negeri saya tagih janji kamu "
setelah obrolan panjang, akhirnya selesai juga meeting nya. ayah Vina yang buru-buru tak bisa berlama-lama disana.
" kalau begitu saya undur diri dulu, karena sebentar lagi saya akan terbang lagi " ujar ayah Vina s ambil melihat jam tangan nya.
" baik tuan, semoga dengan kerjasama yang kita lakukan ini, hubungan kita kedepannya akan semakin erat " ujar Alvin mengulur kan tangannya.
setelah kepergian ayah Vina, Alvin langsung menanyai teman nya tersebut.
__ADS_1
" den apa iya Lo sama Vina udah pacaran ?" tanya Alvin penasaran.
" ck, bukan lah, gua aja bingung ini, mana bokap nya nyuruh gua Mulu buat ketemu sama secara langsung, sambil bawa orangtua, Lo tau kan gimna hubungan gua sama orangtua gua, apalagi mau menikah, udah gua bilang, gua gak mau nikah " ujar Deden lagi.
" Lo coba buka hati Lo, gak semua perempuan kek gitu kok, apalagi Vina gua yakin dia itu perempatan baik, rasa trauma yang Lo alami itu gak akan hilang, kalau bukan Lo yang menghilangkan nya, apa Lo mau stuck di situ-situ aja, Lo gak mikir kedepannya Lo harus gimana kalau masih sendiri ? coba aja buka hati Lo, gua yakin semua akan baik-baik aja, gak semua perempuan kek gitu " ujar Alvin panjang lebar...
" iya gak semua, tapi apa, mama gua selingkuh, bahkan di depan mata gua sendiri, gua liat mereka lagi ***-*** an di kamar dengan santai nya di depan papa gua yang udah mau sekarat, terus di Linda, Lo pasti tau gimana sayang, cinta nya gua sama Linda, tapi apa dia juga ninggalin gua tanpa sebab lantas perempuan mana yang harus gua percaya, sedangkan wanita yang sudah lahirin gua aja kek gitu " ucap Deden lesu.
" tapi gua yakin kalau Vina gak akan kek gitu, percaya deh sama gua " ujar Alvin meyakinkan sahabatnya tersebut.
" Alvin, Deden " teriak seseorang dari agak jauh
Alvin dan juga Deden menoleh ternyata ada Marsha dan mama irene. dahi Alvin mengerut, ada apa mereka berdua.
" wah kebetulan sekali yah kita ketemu disini, kamu mau ikut aku gak ?" tanya Marsha langsung bergelayut manja di tangan Alvin.
Alvin yang risih langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Marsha.
" saya mau ke kantor, masih ada urusan " ujar Alvin cuek
" lah, mana bisa gitu, kan kita mau fighting baju pengantin " ujar Marsha dengan santai nya.
sontak membuat Alvin dan juga Deden kaget.
" apa? baju pengantin, apa saya gak salah salah dengar?" tanya Alvin lagi memastikan.
" kan papa kamu ngomong kalau perjodohan Kita tetap di lanjutkan, gak ada penolakan " ucap marsha dengan santai nya.
" dalam mimpi mu" ujar Alvin lalu berlalu meninggalkan marsha dan juga mama tirinya.
__ADS_1