
Tak ada hal yang mencurigakan menurut Jannah, namun ketika ia ingin beranjak dari tempat duduk nya, ia tak sengaja wmnd when kalau mereka pacaran.
" Iyah mi, kita berdua udah pacaran, iya kan sayang " ujar Caca menggenggam tangan Alvin.
" Alvin malah mengangguk mengiyakan"
Jannah yang kesal langsung berjalan ke arah meja mereka lalu tiba-tiba.
Brak.........
mereka berempat,Yang ada di meja pun kaget, tak kalah mendengar meja di gebrak di tempat mereka.
Alvin yang kesal, melihat siapa yang melakukan itu, ketika ia berdiri dan melihat siapa orangnya, nyalinya menciut.
" oh, ini yang katanya lagi meeting, meeting apa ketemu sama calon mertua ha " ucap Jannah dengan keras, ia tak peduli kalau orang lain tau dengan keadaan rumah tangga nya.
" Lo" sambil menunjuk Marsha " Lo udah gua peringati kemaren kan, kalau sampai gua liat Lo dekat sama suami gua, Lo gak akan bisa hidup dengan tenang, apa emang Lo mau mencoba nya ha " ujar Jannah dengan kesalnya.
Marsha yang melihat kemarahan Jannah tak bisa menyembunyikan, ketakutan nya. dia takut kalau orangtuanya tau, kalau sebenarnya Alvin sudah memiliki istri.
" eh,kau itu siapa ha, enak sekali menunjuk-nunjuk anak saya seperti itu " ujar mami Marsha tak terima anak nya di perlakukan seperti itu di depan banyak orang.
" Tante mau tau, kelakuan anak Tante, biar saya kasih tau yah, kalau dia ini udah jadi pelakor di rumah tangga saya dan suami saya,saya sudah kasih tau dia loh tan waktu itu, tapi sepertinya nya peringatan saya waktu itu, mungkin dia anggap bercanda "
" cih, mana ada laki-laki yang mau sama perempuan bar-bar seperti kamu ini, tengok lah penampilan kau itu, gak ada feminin nya sama sekali, mungkin kalau kau gak pake kerudung itu, orang gak akan tau kalau kau itu perempuan, malah nuduh anak saya pelakor segala " mami Caca pun membela anak nya.
" tapi buktinya suami saya yang ada di depan ini " Jannah menunjuk Alvin.
" anak ibu tau kalau tuan Alvin Wijaya ini adalah suaminya dari Miftahul Jannah, wanita yang sedang anda bilang gak ada feminim nya sama sekali " ucap Jannah menjelaskan.
" apa ibu mau bukti? sepertinya ibu kurang up-to-date yah, padahal kami menikah live Lo buk, di beberapa stasiun tv, eh, tapi ibuk kek nya ibu-ibu sosialita, pasti fyp nya tentang ibu-ibu yang pamer barang-barang branded " Kekeh Jannah tak ada takutnya
" kau itu sopan dikit bisa, dia itu mami saya " ucap. Marsha tak suka ketika Jannah mengejek mami nya.
" Lo gak usah bahas masalah sopan santun sama gua, emang Lo punya sopan santun? dah tau Alvin dah punya istri malah Lo ngaku-ngaku sama orang tua Lo sebagai pacar, Lo juga, sebagai cowok, sekaligus suami harusnya punya pendirian, masa pelakor datang ke dalam rumah tangga kita, Lo open begitu aja " ucap Jannah menunjuk-nunjuk suaminya tersebut.
plak ,,,,,,,,,
" kau itu masih kecil, tapi nyali kau kuat juga yah, ngomong seperti itu, kalau memang ini suami mau, apa pantas kau ngomong seperti itu, apa kau gak di ajari sama ibu mu tentang sopan santun ha, saya yakin ibu mu pasti menyesal melahirkan anak seperti kau ini.
Jannah yang mendengar, ibu nya Marsha bicara' seperti itu malah diam, kalau bahas orangtua pasti Jannah akan diam dan tidak akan banyak bicara, apalagi soalnya ibu.
__ADS_1
Alvin yang melihat Jannah tertunduk, merasa bersalah, Alvin tau bagaimana sedih nya Jannah kalau membahas mengenai seorang ibu.
...****************...
Adam dan Azam yang masih menunggu Jannah merasa heran, Karena sudah dari tadi dia pergi namun tak kunjung datang.
Vina pun juga bingung, kemana perginya sahabat nya tersebut. ketika sedang asik mencari-cari, Vina malah melihat Deden sedang melihat ke arah bawah, seperti nya ada yang ribut-ribut. pikirnya.
Vina pun langsung menghampiri Deden.
" Hay masa depan " ucap Vina menyapa Deden.
Deden menoleh, lalu kaget.
" ck, dimana-mana kenapa sih Lo Mulu yang ketemu, kek gak ada orang lain aja, padahal penduduk dunia ini banyak, bisa-bisanya gua ketemu sama Lo Lo mulu " kesal Deden.
" iyahh, karena saya itu di takdir kan emang sama kamu, makanya kita ketemu terus " ucap Vina mengedipkan matanya
Deden yang melihat tingkah laku Vina malah bergidik ngeri.
" calon suami liat Jannah gak ?" tanya Vina
" Lo nanya sama siapa ?" tanya Deden pura-pura gak tau.
" gua itu punya nama, nama gua itu Deden Prayoga, bukan calon suami Lo, apalagi calon ayah dari anak-anak Lo, gak banget " ucap Deden dengan seenaknya tanpa memikirkan perasaan Vina.
Vina yang emang aslinya gak Baperan tak memikirkan ucapan Deden.
" tuh Jannah di bawah, lagi pergoki suaminya jalan sama perempuan lain " tunjuk Deden kearah bawah.
Vina pun melihat lalu matanya membulat kaget.
" Abang,,,,,,,, " teriak Vina.
" jannah lagi ribut di bawah bang "
Adam dan Azam yang mendengar teriakannya Vina segera menghampiri, lalu melihat ke bawah, dan benar saja, kalau Jannah lagi ribut, bahkan dia di tampar oleh perempuan paruh baya, yang Azam dan Adam belum tau siapa perempuan itu.
mereka pun turun kebawah, tak lupa juga Deden dan Vina mengikuti dari belakang.
" anda tak perlu ngomong seperti itu, sedangkan anda gak bisa mendidik anak perempuan anda, sehingga dia dengan gampang nya masuk ke dalam rumah tangga orang " ucap Azam kesal ketika adiknya di perlakukan seperti itu, apalagi dia membahas kalau Jannah tidak di didik baik oleh ibunya.
__ADS_1
Azam gak mau nantinya Jannah jadi sedih, Azam pun memeluk adik nya dengan erat.
" kau itu siapa, jangan ikut campur dengan urusan kami " ucap mami Marsha masih dengan gaya sombongnya.
Namum perhatian Marsha malah fokus ke arah Azam yang menurutnya, ganteng banget, apalagi badan nya atletis, Maco, malah pikiran kemana-mana, melihat pemandangan yang ada di depan nya tersebut.
" saya Abang nya perempuan yang telah anda tampar tadi " ucap Azam
mereka yang ada disana malah gak percaya, kalau Azam adalah Abang nya Jannah.
" siapa hang berani menampar adek saya tadi ha" ucap Adam tiba-tiba datang , ia tadi malah belok ke kasir dulu, Karena sudah di panggil akhir nya Adam tinggal dulu untuk membayar semua makanan ny.
Alvin yang baru gau kalau Adam dan Azam ialah abangnya, malah menjadi takut, apakah nantinya ia akan di pukul oleh abang-abang nya ini pikirnya.
" anda sebagai orang tua, harusnya bisa menjaga anak anda dengan baik, Jannah memang tidak pernah di ajari oleh ibu nya tentang sopan santun, menghargai, dia tidak pernah mendapatkan itu, karena dia las lahir sudah ditinggal oleh ibu nya, jadi sudah tau kan kenapa adek saya menjadi seperti ini, sudah paham kan "
Adam dan Azam pun membawa jannah pulang.
" anda suami nya adek saya kan, sebelum anda bisa menyadari kesalahan anda, jangan pernah dulu temui Jannah, kalau anda masih nekat, jangan salahkan saya kalau anda tidak akan selamat " ancam Azam dengan sorot mata yang mematikan.
Alvin pun di buat diam,tak tahu apa yang ingin dia katakan. memang dia bersalah telah membohongi istrinya, bahkan sekarang dia malah mengiyakan kalau dirinya berpacaran dengan Marsha.
orang tua Marsha yang malu, akibat ulah anak nya bergegas. pergi dari restoran tersebut. dia juga merasa bersalah z karena omongan nya tadi. tinggal lah Alvin sendiri duduk di meja, yang berisikan beberapa menu makanan.
tiba-tiba Deden datang membawa Toa, lalu tertawa terbahak bahak di depan bos nya tersebut.
hahahha
hahhahaha
hahahah
hahahah
" mampus Lo " ujar Deden masih Dengan tertawa nyam
Alvin yang melihat Deden tertawa seperti itu, malah makin kesal.
" bulan ini, Lo gak akan terima gaji " ucap Alvin lalu pergi meninggalkan Deden sendiri.
" kan udah gua bilang, Lo jangan main api, kan ke bakar sendiri "
__ADS_1
akhirnya Deden pun segera menyusul nya, ia ingin nebeng dengan Alvin , Mayan ongkos taksi nya bisa di simpan buat beli mie bareng Vina lagi.