
Alvin yang mendenger ucapan mama tirinya, di buat tidak percaya, ternyata selama ini mama tirinya menyukainya.
" apa mama sadar sudah ngomong kek gitu, ingaat mah aku ini anak mama "
" cuma anak tiri sayang " ujar irene membelai wajah sang anak.
Alvin yang mendapat perlakuan seperti itu malah jijik melihat tingkah laku mama tirinya tersebut. karena tidak tahan dan takut nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya Alvin memilih berdiri dan berlari menuju ke kamar nya, dimana sekarang jannah berada. mama irene yang melihat Alvin berlari malah bengong.
" ha Alvin gak lumpuh ?" gumam mama irene kaget melihat Alvin
Alvin yang terus berlari ke kamar tak memperdulikan kalau Irene sudah lihat dirinya berlari, Alvin tak peduli kalau mama Irene sudah tau, Alvin pun lebih terkejut lagi dengan fakta yang ia tau kalau selama ini mama nya mencintai nya.
Jannah yang sudah bangun dan ingin turun ke bawah kaget melihat Alvin yang tiba-tiba berlarian dari tangga menuju ke kamar nya, aada ala ni orang pikir Jannah .
" om ada apa ?" tanya Jannah bingung apakah Alvin menarik tangannya masuk ke dalam kamar lagi.
Alvin tak menghiraukan pertanyaan Jannah, malah setelah sampai di dalam kamar si langsung menciu** bib*r jannah
Jannah yang mendapat perlakuan seperti itu di buat tidak percaya, ada apa dengan suaminya tersebut.
dengan sekuat tenaga Jannah melepaskan tubuh nya dari Alvin yang memeluk nya. setelah lepas Jannah langsung mau marah-marah namun di hentikan oleh Alvin.
" please jangan marah dulu, aku udah gak kuat ,mama ngasih sesuatu ke minuman akU, hampir saja mama melecehkan aku "ucap Alvin dengan suara serak nya.
" ha ? maksudnya gimana ?" gumam jannah bingung.
" mama ngasih aku obat perangsa***, kamu tau kan ?, makanya please bantu aku menghilang kan efek dari obat ini " ujar Alvin lagi, Jannah yang tidak terlalu paham akhirnya mengangguk mengiyakan.
Alvin yang tau kalau Jannah setuju tak membuat waktu, akhirnya mereka pun melakukan malam pertama nya di sore hari dan karena efek obat lakna* tersebut.
......................
__ADS_1
malam harinya Jannah terbangun karena perut nya yang sudah lapar, ketika mau turun dari ranjang Jannah kaget kenapa dirinya tak memakai baju, tapi Jannah mencoba mengingat lagi baru ia sadar kalau dia telah melakukan tugas nya sebagai istri yang seutuhnya.
" om bangun sholat dulu, usah hampir mau isya ini " panggil jannah membangun kan sang suami.
" iya " ujar Alvin segera bangun , namun ia terkaget ketika melihat dirinya gak pakai baju
" ha , Astagfirullah, kok saya gak pake baju " tanya nya bingung.
" Jannah kamu apain saya, kenapa saya tidak memakai baju, kamu melecehkan saya " tuduh Alvin ke Jannah
Jannah yang mendenger ucapan dari Suaminya malah ikut bengong, apa maksud dari suaminya menuduh nya seperti itu.
" maksud om apa ngomong kek gitu, kenapa om yang merasa di lecehkan , sedangkan yang kehilangan keperawanan saya disini, kok jadi om yang nuduh saya" teriak Jannah kesal melihat suaminya tersebut.
tak mau memperpanjang debat, Jannah memilih masuk ke kamar mandi lalu ingin segera mandi, agar badan nya merasa segar karena Jannah merasa are intim nya tak enak sama sekali.
......................
Irene terus bolak balik di kamar tamu, tempat ia hampir melecehkan anak tirinya tersebut.
mama Irene yang mau pulang malah di cegat oleh Jannah terlebih Dahulu.
" mama mau kemana ?" tanya Jannah mencekal tangan mama mertuanya tersebut.
" saya mau pulang ini sudah malam kenapa memangnya?" tanya mama Irene berusaha menutupi kegugupannya.
"saya ingin menanyakan sesuatu ke mama, mama gak usah buru-buru "
" kamu gak bisa mencegah saya mau pulang kapan pun, ada hak apa kamu melarang saya mau pulang?" ujar mama irene berharap jannah mah melepas nya.
" saya mau nanya apa iya mama menyukai suami saya ?" tanya jannah langsung, mama irene yang mendengar ucapan jannah cuma bisa terdiam bingung mau jawab apa.
__ADS_1
" kalau saya bilang iya kenapa?, toh saya sama Alvin cuma ibu dan anak tiri, jadi yah menurut saya, sah sah saja kalau saya menyukai Alvin " ucap mama Irene jujur.
" tapi gak kek gitu caranya, kenapa mama sampai mau menjebak suami saya "
" kalau tidak pakai cara itu, saya tidak akan pernah mendapat kan Alvin, makanya saya lakukan itu " ujar nya tanpa merasa bersalah.
" cih memalukan " umpat Jannah
" saya gak mau tau ini terakhir kalinya mama datang kesini,kalau sampai mama kesini lagi apalagi untuk merayu suami saya, saya bisa melakukan tindakan lebih dari ini " ucap jannah mengancam mama mertuanya tersebut.
" kau mengancam ku ha ? kau tau aku memiliki satu rahasia besar, kau mau tau itu ?" tanya mama Irene setengah berbisik.
" yang membunu** saudara kembar Alvin itu saya, saya yang sudah menghabisi nya, sebab dia tau kalau saya menyukai saudara kembar nya sendiri, kamu mau jadi seperti saudara kembar nya Alvin? kalau mau saya akan melakukannya " ujar mama Irene
Jannah yang mendengar kalau mama Irene yang membunuhnya, tak menyangka sama sekali.
" apah? jadi mama yang melakukan semua itu ?" bukan Jannah yang ngomong melainkan suara Alvin .
mama irene pun kaget, tak kalah Alvin sudah berdiri mematung di belakang sang mama.
" Iyah, saya yang melakukan nya, kamu mau bukti " ucap mama irene tanpa takut
" kenapa mama melakukan itu semua, mama tahu kan, karena ulah mama aku di benci sama papa dan mama kandung ku sendiri ?" keluh Alvin
" itu yang saya mau, saya mau kalau saya yang perhatian ke kamu, gak boleh orang lain, saudara kamu tau aku Suka sama kamu, dia ngelarang aku buat berhubungan, alhasil yah dia yang mat*, kamau istri kamu ini ikut campur juga, mama siap kok antarin dia untuk bertemu sama saudara kamu hahha " ujar mama Irene tanpa takut sama sekali.
" jangan coba-coba mama menyentuh istri saya, kalau sampai mama melukainya seujung kuku pun, aku gak akan membuat hidup mama tenang, mulai hari ini mama gak usah datang kerumah ku lagi, atau mama aku laporkan ke polisi tentang kasus pembunuhan yang di rencanakan "
" kamu pikir mama takut ? engga sama sekali gak takut, kalaupun mama di penjara, mama sudah menyiapkan seseorang untuk memata-matai kalian " ucap mama irene santai.
dengan santai nya ia berjalan menuju ke arah Alvin kalau membelai wajah anak tirinya, Alvin yang mendapat perlukan seperti itu dari mama tirinya merasa sangat menjijikan, ternyata begini sifat asli ini tirinya tersebut.
__ADS_1