
Seketika Alvin tersadar apa yang di omongin oleh teman nya tersebut, bergegas Alvin masuk ke dalam rumah, untuk mengambil kursi rodanya tersebut.
" mau nipu tapi gak bisa, yah gini jadinya " Deden menepuk jidatnya sendiri, melihat random nya sang bos
Jannah mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh, dia pun ngebut-ngebutan di jalan, ntah kenapa setelah melakukan hal itu hatinya sedikit tenang.
Jannah pun melakukan motor nya ke arah pemakaman umum, entah apa yang membawanya kesini, apa iya kangen sama almarhumah mamanya karena ucapan Alvin semalam, entah lah.
" mau ke makam mamanya yah non " ucap penjual bunga yang sudah kenal dengan jannah
" iya mbak, aku duluan yah " ujar Jannah tersenyum ramah.
" silahkan mbak"
tak jauh berjalan akhirnya Jannah tiba di pemakaman mama nya. tanpa disadari air mata nya jatuh membasahi pipi nya tak kalah melihat makan sang mama.
" Hay ma assalamualaikum, apa kabar " ucap jannah menyapa.
" jannah kangen mama, kenpa sih mama cepat banget pergi ninggalin Jannah disini, mama tau kan Jannah selaku di ejek sama orang karena dari kecil gak punya mama " gumam nya sambil membersihkan rumput liar yang sudah mulai menjalar di makan sang mama.
" emang nya kalau Jannah gak punya mama, orang-orang bisa seenak nya ngomong kek gitu yah mah, walaupun yang ngomong kek gitu suami jannah sendiri, tapi Jannah gak suka denger nya" Jannah terus bercerita seorang diri seolah-olah dia lagi ngobrol dengan sang mama.
siang hari nya Alvin memutuskan untuk ke kampus, niat nya memang ingin mengajar, terlebih lagi dia ingin meminta maaf atas apa yang sudah di ucapkan nya semalam. dengan semangat Alvin di dorong oleh Deden untuk masuk ke dalam kelas nya.
setibanya Alvin masuk ke dalam kelas, seketika kelas mendadak sepi,,mereka tau kalau dosen nya sudah masuk.deden yang sudah selesai mengantar Alvin berniat pergi, namun sebelum pergi, langkah kakinya di hentikan oleh Alvin.
" den, Jannah ga ada di kelas" ujar Alvin berbisik.
Deden mencari keberadaan Jannah, benar saja kalau jannah tidak berada di kelas nya.
mau tak mau dengan lesu Alvin mengajarkan mahasiswa nya, kadang pikiran nya tidak fokus mengingat kemana Jannah pergi, kenapa dia tidak masuk kelas, pikir nya.
setelah mengajar Alvin berniat ingin menanyakan kenapa Vina sahabatnya, kemana perginya jannah sehingga dia tidak masuk ke kelas hari ini.
" Vina tunggu sebentar " ujar Alvin mengentikan langkah kaki Vina yang ingin keluar dari ruangan tersebut.
" iya pak ada apa ?" tanya Vina bingung, pasalnya tak biasanya suami teman nya ini mau ngobrol dengan dirinya. ....
__ADS_1
" jannah kemana? kok dia tidak masuk ?" tanya Alvin
" eh, kok bapak nanya saya, kan dia serumah sama bapak, kok bapak gak tau sih kemana istrinya pergi " tutur Vina kesal.
" iya, saya semalam ada konflik dengan Jannah, sampai tadi pagi dia masih marah, kamu tau gak kalau Jannah lagi sedih atau lagi ada masalah dia pergi nya kemana ?" tanya Alvin penasaran.
" biasanya jannah kalau lagi ada masalah paling ia selesaikan sendiri, tapi kalau masalah rumah tangga sih saya gak tau, kalau Jannah lagi sedih, biasanya dia paling ke makam mama nya, biasanya sih gitu " ujar Vina menjelaskan.
" emang pemakaman nya dimana?" tanya Alvin makin penasaran.
" di TPU ****** " setelah mengetahui alamat tersebut Alvin pun bergegas untuk pergi ke pemakaman tersebut.tak lupa juga Deden dan juga Vina ikut sekaligus.
" kamu yakin Jannah kesini ?" tanya Alvin masih kurang yakin, mengingat gimna jannah sehari-hari"
" iya kak saya yakin kalau jannah kesini, lagian saya juga liat motor nya ada di samping warung jual bunga tadi "
akhirnya Alvin pun tak sabar ingin menemui sang istri, lalu meminta maaf dengan ucapan nya semalam, dia sadar kalau dirinya sudah keterlaluan menurut nya.
benar saja ketika sudah sampai di makam orangtuanya Jannah, dia sedang menangis sambil memegangi batu nisan mama nya tersebut.
Deden yang sada, kalau mereka berdua harus bicara akhirnya Deden mengajak Vina untuk menjauh dari area tersebut.
" maaf " cuma kata itu yang keluar dari mulut Alvin.
Jannah masih diam dan enggan untuk membuka suaranya.
" aku salah, aku sudah keterlaluan sama kamu, tak seharusnya aku ngomong kek gitu sama kamu, maafkan aku " ucap alvin lagi
namun jannah cuma diam dan enggan membuka suaranya.
" masih marah sama aku ?, emang nya kamu gak mau ngenalin aku sama mama mertua aku gitu " ujar Albian ingin bercanda.
" tanpa di kasih tau juga mama sudah tau " ucap Jannah singkat. Alvin sengaja ngomong seperti itu tadi, agar Jannah mau bicara dengan dirinya.
Alvin pun memutuskan untuk turun dari kursi roda nya,lalu berjalan ke samping jannah yang masih duduk di samping batu nisan mama nya.
" mama, maafin menantu mama ini yah, Alvin sudah buat anak mama sedih, Alvin janji sama mama kalau Alvin gak akan Sakitin jannah lagi, itu janji Alvin di depan mama " ucap Alvin panjang lebar. Jannah cuma bisa memandangi nya saja, diam-diam Jannah pun tersenyum, walaupun senyuman nya tak terlihat oleh Alvin.
__ADS_1
sementara itu Deden dan juga Vina yang bingung harus kemana, malah memutuskan untuk masuk kedalam mobil nya.
" pak, masih lama gak ?" tanya Vina membuka obrolan.
Deden yang tidak biasa ngobrol dengan cewe, apalagi sekarang mereka cuma berdua di dalam mobil.
" ga tau " jawab Deden singkat.
" jutek banget sih pak, ganteng-ganteng tapi jutek " ..
" biarin, ada pepatah mengatakan diam itu emas, jadi saya lebih memilih diam "
" mana ada diam, udah banyak gitu ngomong nya tadi hahahah " ujar Vina merasa lucu dengan tingkah Alvin.
" gak ada yang lucu ngapain ketawa ?" tanya Deden bingung.
" bapak lucu, lucu nya gak bikin ketawa " ujar Vina lagi
Deden tak mengerti dengan ucapan Vina malah mengerutkan keningnya.
" maksudnya apaan ,lucu gak bikin ketawa ?" tanya Deden penasaran.
" iya lucu, lucu ny bikin sayang " hahahaha kekeh Vina menggombal.
Deden yang mendapat gombalan receh dari Vina malah malu-malu.
" ih kok malu-malu gitu sih pak hahahah " ujar Vina lagi
" bisa diam gak ?" ujar Deden dengan sedikit meninggikan suaranya.
" oh tidak bisa, suara, suara saya, kok bapak ngelarang saya ngomong " ucap Vina tak mau kalah
" ya sudah terserah kamu " Deden malah memilih diam tak banyak bicara.
" nama bapak siapa ?" tanya Vina lagi soalnya dia belum tau nama orang yang sedang bersamanya ini.
" kok kamu pengen tau nama saya ?" tanya Deden dengan nada tak suka
__ADS_1
" Iyah saya mau tau aja nama calon ayah dari anak-anak ku kelak " ujar Vina lagi, sukses membuat Deden jadi salah tingkah.