Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 30


__ADS_3

Alvin yang risih langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Marsha.


" saya mau ke kantor, masih ada urusan " ujar Alvin cuek


" lah, mana bisa gitu, kan kita mau fighting baju pengantin " ujar Marsha dengan santai nya.


sontak membuat Alvin dan juga Deden kaget.


" apa? baju pengantin, apa saya gak salah salah dengar?" tanya Alvin lagi memastikan.


" kan papa kamu ngomong kalau perjodohan Kita tetap di lanjutkan, gak ada penolakan " ucap marsha dengan santai nya.


" dalam mimpi mu" ujar Alvin lalu berlalu meninggalkan marsha dan juga mama tirinya.


setelah kepergian Alvin dan juga Deden, Marsha malah marah-marah ke mama Irene. Marsha marah karena mama Irene tak berhasil menahan mereka supaya tidak pergi.


" kok Tante gak nahan Alvin sih supaya dia gak pergi, terus sekarang ini gimana, kalau Alvin udah pergi, fighting baju nya gimana ?" tanya Marsha dengan kesal.


" maafin Tante ya sayang , Tante juga gak bisa melarang, atau menahan Alvin , kamu tau kan kalau Alvin udah marah kek mana " ujar mama Irene memberi alasan.


Dengan kesal Marsha pun meninggalkan mama Irene seorang diri.


" cih, pantas saja Alvin gak mau sama perempuan sombong seperti kau " umpat mama Irene setelah kepergian Marsha. kalau bukan karena takut saham nya di cabut dari perusahaan suaminya. Irene enggan sekali berurusan sama wanita sombong seperti Marsha. tapi karena takut bangkrut dan hidup susah makanya Irene melakukan semuanya.


" Jan gimana tadi UAS nya, lu bisa gak ?" tanya Vina setelah mereka selesai melaksanakan ujian akhir semester.


" susah banget anjir " keluh Jannah.


Vina yang mendengar Jannah mengeluh sontak tertawa. yang benar saja Jannah mengeluh, gak Biasa nya dia kek gitu.

__ADS_1


" tumben lu ngeluh ?"


" gua semalam ga belajar anjir "


" gimana mo belajar sibuk di gangguin suami " Kekeh Sandy yang baru datang.


" apaan sih Lo " ujar Jannah tak suka.


" oh iya, kita kemana nih, mau jalan-jalan kemana ?" tanya Vina pasal nya Meraka sudah selesai ujian, libur semester pun tiba


" gua mana bisa jalan-jalan lagi, kalian tau kan gua sekarang sudah ada misua " ucap Jannah lesu


" yah berarti Lo gak bisa dong ikut sunmori, anak-anak rencananya mau keliling pulau Kalimantan " ujar Sandy memberi tahu.


" wah asik banget kayanya nya itu, gua mau ikut lah, ntar gua izin sama suami gua " ujar Jannah berharap suaminya mau mengizinkan nya untuk pergi.


" kalau gak di kasih izin gimana ?" tanya Sandy mematahkan semangat Jannah.


" iya deh, iya iya semoga di izinin sama suami Lo yah " Sandy pun berharap teman nya bisa pergi, soalnya dia sudah rindu juga pergi-pergi dengan Sabahat nya ini.


" Vin Lo pergi gak ?" tanya Sandy ke Vina


" kalau gua sih seperti biasa, kalau Jannah pergi, gua ikut, kalau engga yah gua stay di rumah aja " ujar. Vina.


" sama gua aja gimana pergi nya ?"


" Lo tau kan ayah sama bunda gimana, kalau gua pergi sendiri mana di kasih izin sama bunda, tapi kalau sama Jannah, ke neraka pun jannah ngajak gua pasti di bolehin bunda " kekeh Vina.


" woi ngomong yang bener lah, ya kali gua mau ngajak Lo ke neraka, yah walaupun dosa Lo banyak, tapi gua juga gak tega kali bawa Lo ke neraka "

__ADS_1


" iya deh, iya, kita Nongkrong aja yok, kangen gua, kapan lagi coba kita kumpul-kumpul lagi ye kan " ujar Sandy, jannah dan Vina pun mengikut


ketika mereka sampai di tempat mereka biasa nongkrong ternyata ada mama Irene disana dengan pelakor alias Marsha.


" Tan, gimana sih cara bujuk Alvin supaya mau nikah sama aku, coba gitu om sama Tante kasih ancaman apa gitu biar Alvin mau ninggalin cewek bar-bar itu " ujar Marsha yang ternyata di dengar oleh Jannah.


Jannah pun berinisiatif menelpon suaminya, Agar Alvin mendengar semua obrolan antara mama mertua nya dengan pelakor tersebut.


Alvin yang Melihat ada telpon masuk, yang ternyata istrinya yang telpon segera ia angkat, namun Alvin tak mendengar suara jannah dari seberang sana, namun ia sayup-sayup dengar ada yang sedang membicarakan dirinya. Alvin pun paham lalu dia diam mendengar semua obrolan orang tersebut.


" Tante juga bingung ca, kamu udaah liat sendiri kan waktu kamu sama mami,papi kamu kerumah, udah di ancam sama papa nya, tapi Alvin masih aja gak takut sama sekali, Tante juga gak tau lagi gimna caranya, atau apa perlu kita singkirkan aja istrinya dulu, baru deh bisa kamu sama Alvin " mereka yang ada disana pun kaget, apalagi Jannah, ternyata mama mertuanya sejahat itu, bahkan dengan mudanya menghilangkan nyawa seseorang.


Alvin yang mendengar pun tak kalah terkejutnya, apa iya sekejam itu mama tirinya.


" dulu Tante udah berhasil membunuh saudara kembar nya Alvin, sekarang datang pengacau baru istrinya, ya udah kita singkirkan aja, kita buat seolah-olah Alvin yang mencelakai istrinya sendiri, sama kek saudara kembar nya waktu itu "


" ha, jadi Marsha tau, kalau yang bunuh saudara aku itu mama Irene, kok bisa tau, sebenarnya ini ada apa, kenapa bisa mama Irene sama Marsha bekerja sama


" tutur Alvin Seorang diri, sambil mendengarkan obrolan mereka, tak lupa juga Alvin merekam pembicaraan tersebut, agar nanti bisa jadi bukti.


" yah,. itu sih terserah Tante, Tante atur aja deh gimna bagus nya, kalau memang Tante mau menyingkirkan wanita bar-bar itu silahkan aja, tapi ingat kalau ketahuan jangan sampai nama aku juga terseret, aku gak mau " ucap marsha yang tak mau terlibat nantinya.


" kamu tenang aja, pasti aman kok " mama Irene pun mengiyakan dengan semangat, seolah-olah dirinya memang yang paling pintar, namun ia tak tahu kedepannya nasib nya bagaimana.


Jannah yang mendengar semua obrolan mereka pun merasa was-was, apa benar mereka mau menyingkirkan aku dari dunia ini pikir Jannah sambil mengepalkan tangannya. ingin sekali jannah menarik rambut 2 perempuan itu, lalu ia botak kan supaya tak berani keluar rumah lagi. namun lagi-lagi ia tahan, mengingat saat ini keberadaan nya tidak di ketahui oleh 2 perempuan gila tersebut.


Alvin pun tak kalah khawatir dengan keadaan sang istri mengingat kalau mama tiri dan juga Marsa sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya.


" Vin lu kenapa ?" tanya Deden bingung, ia heran melihat teman nya tiba-tiba saja jadi bengong.

__ADS_1


Alvin tak bicara, namun ia memutar rekaman hasil obrolan mama tirinya dan juga Marsha.


" wah parah banget tuh, Lo harus ekstra jaga jannah kalau gitu " ujar Deden yang di angguki oleh Alvin.


__ADS_2