
Alvin yang mendengar ucapan Adam cuma mengangguk mengiyakan, memang dirinya bersalah.
" iya bang, saya janji,saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah saya perbuat.sekali lagi saya minta maaf "
" ya udah sekarang kalian baik ke atas, perbaiki semuanya, adek bawa suami kamu ke atas, kalian selesaikan dengan kepala dingin " Jannah mengangguk mengiyakan, iaa pun membawa suaminya masuk ke kamar nya.
sesampainya Alvin dan juga Jannah di kamar nya, mereka berdua diam beberapa saat.
" om gak ada yang mau di jelasin ?" tanya jannah, pasalnya sudah hampir setengah jam mereka cuma. diam-diam Saja.
khmm,,,,, Alvin benar-benar gugup, dengan situasi yang di alami nya saat ini.
" maaf " cuma kata itu yang bisa keluar dari mulut Alvin.
" aku kalau gak mikirin malu, pasti perempuan itu sudah babak belur sama ku, sama om juga, aku masih menghargai Abang aku makanya aku gak jadi melakukan itu " ujar Jannah menjelaskan, kenapa dirinya masih bisa se sabar ini menghadapi masalah yang ada dirumah tangga mereka
" om udah berapa kali bohong sama aku, aku gak terlalu peduli, karena aku yakin kalau om masih butuh hiburan atau apalah namanya itu, tapi kalau om mau mencari hiburan dengan perempuan lain, jujur aku gak terima dengan semua itu. lagian kok bisa-bisanya om bohong, katanya mau meeting, tapi malah ketemu sama si cewek kek gitu ?" tanya Jannah masih penasaran, kenapa suaminya ini berbohongn dengan mengatakan ingin melakukan meeting.
" sebenernya bukan meeting Caca minta temenin ke bandara, jemput mami sama papi nya baru pulang dari Paris, aku cuma nemenin, kasian kalau Caca sendirian " ujar Alvin jujur
" apa? kasian , nemenin, enak banget yah jadi teman kamu, terus perempuan itu emang nya sudah. umur berpa sampai-sampai ke bandara harus di temanin segala, kamu pikir dia anak SD yang gak sengaja ketinggalan sama orangtuanya" ucap Jannah heran. bisa-bisanya nya, Alvin sepeduli itu sama Marsha.
" om itu nikahin aku sebenernya buat apa sih ha, ga jelas banget, kalau emang karena tabrakan motor kemaren, sekarang om sudah sembuh, bahkan jauh lebih baik, jujur kalau om kek gini terus, apa yang di bilang Abang aku tadi benar, mending om balikin aku ke pap sama Abang-abang aku, mumpung abang-abang aku masih disini " tutur jannah mulai jengah.
mereka baru nikah beberapa bulan, baru seumur jagung tapi masalah selalu datang, kemaren dengan mama tirinya, sekarang sama teman masa kecil nya.
" aku mau tanya sama om, om cinta gak sama aku ?" tanya Jannah tiba-tiba.
Alvin yang di tanya seperti itu, bingung harus jawabnya. apa iya dia sudah mulai mencintai istrinya tersebut. Alvin saja masih bingung dengan perasaanya sendiri.
" kenapa om diam ? tinggal jawab aja iya apa engga gitu, kok susah bener"
" saya lagi berusaha untuk mencintai kamu" ujar Alvin maju ingin menggenggam tangan sang istri.
" jangan pernah om sentuh aku, apalagi om tadi pegang-pegangan sama perempuan itu tadi, aku gak Sudi "
__ADS_1
" ya udah terus aku harus gimana, supaya kamu mau maafin aku, aku memang salah"
" iya emang om salah, siapa bilang kalau om gak salah, syukur deh kalau emang menyadari kesalahan sendiri "
" aku cuma ngasih peringatan, kalau sampai om aku liat jalan sama perempuan itu, tanpa aku tahu, jangan salahkan aku kalau besok nya om ketemu sama perempuan itu dalam keadaan tidak berambut" ancam Jannah.
Alvin yang mendengar ancaman jannah dibuat bergidik ngeri.
" Iyah, iya aku janji, aku gak akan mengulangi nya lagi, kalau aku ulangi lagi, aku akan berjanji lagi " kekeh Alvin bercanda.
" coba aja, kalau mau coba silahkan, tapi jangan salahkan aku, kalau om besok nya gak bisa jalan dengan baik "
" udah sana om mandi dulu, kalau bisa pake tanah tujuh kali"
" lah, emang aku najis, kok sampai segitu nya ?" tanya Alvin heran.
" iya karena om sudah dekat-dekat bahkan sudah pegang-pegangan sama sesuatu yang haram "
Alvin yang ingin membela Marsha gak jadi, dia gak mau nanti akan bermasalah lagi, mengingat mereka baru saja baikan.
" tapi aku gak ada baju ?" ucap Alvin bingung.
" aku pinjam baju bang Azam dulu, sana mandi " Jannah berlalu keluar dari kamar menuju keruang tamu, dimana Abang nya masih disana.
" Abang pinjam baju " ujar Jannah sesampai di bawah.
" buat siapa ? baju kaos Abang udah banyak adek duri Lo " ucap Azam kesal pasal nya ketika ia membeli baju, selalu di ambil oleh adik nya terlebih dahulu.
" bukan buat adek, tapi buat mas Alvin "
" lah kok mandi siang-siang ? " tanya Azam sambil menaikkan alisnya.
" iya adek suruh dia mandi tadi, kan dia bekas pegang yang haram-haram tadi " kekeh Jannah
" ck, kirain mandi siang-siang gini, lagi begituan, terus mau mandi deh " kekeh Azam
__ADS_1
" ck, apa sih bang, ya udah adek ambil baju nya yah " Jannah pun naik ke atas ke kamar Abang nya. untuk mengambil baju untuk suaminya tersebut.
setelah selesai memilih baju untuk suaminya, Jannah pun segera balik ke kamar nya untuk membarikan baju tersebut ke suaminya.
" om ini bajunya " teriak Jannah dari luar.
" handuk nya mana " ujar Alvin dari balik pintu.
Jannah pun lupa kalau Alvin tadi tak membawa handuk ke kamar mandi. tanpa curiga Jannah berjalan Menuju ke kamar mandi.
" om ini " ujar Jannah.
Alvin malah menarik tangan jannah masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
" om apa apaan sih " ucap Jannah kesal
" dah ah ayok mandi bareng " ujar Alvin akhirnya mau tak mau Jannah pun terpaksa harus mandi di siang hari. bahkan mereka pun gak sekedar mandi.
Azam dan Adam yang masih duduk di ruang tamu merasa heran, pasalnya sudah lebih dari satu jam mereka menunggu adik nya turun tapi tak kunjung turun.
" ini mereka kok lama ?" ujar Adam kesal
" ya elah, Lo gak tau aja kalau pengantin baru kek Mana, terus Lo percaya gitu aja, kalau mereka cuma mandi siang gitu ?" kekeh Azam
" misi cewek cantik datang " teriak Vina dari luar
tanpa menunggu di suruh masuk, Vina langsung saja masuk sambil menggandeng tangan Deden. Deden mau tak mau akhirnya masuk juga.
" wihh cebong bareng siapa tuh " goda Adam melihat Vina datang membawa gandengan.
" ini tuh calon suami aku tau" ucap Vina dengan bangga nya
" mana ada orang yang mau sama kecebong kek kamu " ejek Adam
" ada dong, ini buktinya udah ada di depan mata kalian " ujar Vina
__ADS_1
...----------------...