Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
Hari Pernikahan


__ADS_3

seminggu telah berlalu, hari yang di tunggu-tunggu juga akhirnya tiba, yang mana hari ini adalah hari pernikahan Alvin dan juga Jannah. banyak yang kaget dengan kabar yang mendadak tersebut.


Jannah sudah di rias oleh MUA,Vina yang melihat temannya di dandani seperti itu, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap teman nya tersebut. bagaimana tidak, Jannah yang jarang sekali, bahkan tidak pernah memakai makeup, tapi tiba-tiba hari ini, dia di rias begitu sangat membuat orang memukau.


" subhanallah, cantik nya teman gua " ujar Vina masih tak mengalihkan pandangannya dari teman nya tersebut.


Jannah yang di tatap seperti itu tak bisa menyembunyikan kesal nya, bukannya malu, bahkan sikap bar-bar nya tak hilang.


" ck lebay lu, gua gerah anj** pake baju ginian, gua lebih milih pake Hoodie seharian deh 3 lapis daripada pake baju sempit, ketat kek gini, gak suka banget " keluh Jannah.


" apaan sih Lo, dah tau ini hari pernikahan Lo, yah gak papa kali, sekali-kali pake baju begituan, lagian Lo juga pake nya sekali seumur hidup Lo,jadi Lo tenang aja yah, cuma menjelang sore kok, gua yakin Lo kuat, semangat Jannah " Vina tak henti-hentinya memberikan teman nya itu semangat.


ketika mereka asik bercanda papa Toni datang, mereka pun berhenti tertawa, Toni yang melihat anak nya, buat tak berkutik, Jannah sangat anggun terlihat oleh Toni, bahkan Toni mengingat mendiang istrinya, Jannah sangat mirip sekali dengan mendiang istrinya.


" papa kenapa?" tanya Jannah Bingung.pasalnya Toni memandanginya tanpa berkedip.


" kamu cantik banget sayang, mirip sama almarhumah mama kamu, papa jadi kangen " ujar Toni menghapus air matanya yang hampir jatuh membasahi pipinya.


" Jannah juga kangen sama mama pa, tapi papa gak boleh gitu, kan sekarang udah ada Tante Lina yang jagaian papa, nanti kalau Tante Lina tau papa masih sering kangen sama mama pasti Tante Lina sedih nantinya " ujar Jannah menghapus air matanya


tanpa mereka sadari ternyata Lina sang mama tiri sudah berdiri di belakang mereka, Lina tau mungkin sangat sulit melupakan seseorang yang amat dia cintai, apalagi mama Jannah meninggal karena melahirkan nya.

__ADS_1


" kok pada sedih sih, kan ini hari bahagia nya Jannah, kamu juga mas kok masih aja nangis, gak mau liat anak kamu mau nikah, bentar lagi kita juga bakalan punya cucu, udah ah jangan sedih lagi, aku juga yakin kalau mbak Laras sudah bahagia di atas sana " ucap Lina menenangkan mereka berdua.


" makasih Tante " ucap Jannah


Jannah sampai saat ini masih belum bisa menggantikan panggilan ke Lina, entah kenapa rasanya sangat berat untuk memanggil nya dengan sebutan mama.


Lina pun gak masalah, walaupun terkadang Lina merasa sedih, tapi apa boleh buat, Lina tak bisa memaksakan perasaan seseorang. Jannah dan abang-abang nya yang sudah mau menerima Lina dan juga siska saja Lina sudah sangat bersyukur untuk itu.


" ayok mas kita keluar, bentar lagi acara nya sudah mau mulai, kamu tunggu sini ya sayang " ujar Lina mengajak Toni keluar.


" Jan kok lu gak manggil Tante Lina mama sih, padahal udah beberapa tahun ini dia udah jadi mama Lo " tanya Vina


" gak semudah itu Vin, gua juga dari awal gak tau rasanya di sayang mama itu kek mana, apalagi mereka datangnya baru beberapa tahun ini, jadi rasanya berat banget mau ganti panggilan itu " Jannah menjelaskan. Vina yang tak mau membuat sahabat nya menjadi makin sedih di hari pernikahan nya, cuma bisa diam dan tak menanyakan hal-hal yang akan membuat dirinya sedih.


" ck wanita mana yang mau sama laki-laki lumpuh seperti kamu ha, papa yakin kalau kamu itu sudah membayar perempuan supaya dia mau menikah dengan kau kan " ujar papa Alvin menatap ke arah dirinya.


" maksud papa apa ngomong seperti itu, emang nya kalau Alvin lumpuh, Alvin gak bisa menikah gitu,apa cuma laki-laki sempurna saja yang bisa menikah lalu bahagia begitu ?"


" papa restuin atau tidak aku akan tetap menikah hari ini, terserah juga kalian mau datang atau tidak, toh dari awal aku juga tidak pernah di anggap dirumah ini, Deden ayok kita berangkat, percuma ngomong sama mereka " ujar Alvin mengajak Deden untuk pergi bersama dirinya.


" tunggu nak, mama mau ikut sama kamu " ujar mama Irene.

__ADS_1


Celina yang mendengar kalau Alvin menikah hari ini, merasa tidak rela, bahkan Celine tak menyangka kalau Alvin begitu cepat untuk menemukan pengganti dirinya.


" pa, kamu gak boleh kek gitu, walau bagaimanapun Alvin itu nak kandung kamu, kenapa kamu seperti itu, lupakan masa lalu, jangan hukum anak kamu seperti ini,kalau kamu gak mau pergi ya udah aku yang akan pergi bersama dengan Alvin " ucap mama Irene meninggalkan suaminya yang masih berdiri.


Celine dan juga Bayu akhirnya juga ikut pergi bersama dengan mereka, Celine masih penasaran siapa perempuan yang mau menikah dengan laki-laki lumpuh seperti Alvin. gumam nya.


Alvin gak memikirkan, apakah keluarga akan pergi apa tidak.


setelah semuanya kumpul kecuali papa nya Alvin, akhirnya mereka memutuskan untuk segera berangkat ke gedung tempat pernikahan Alvin dan juga Jannah.


" nak kenapa kamu gak cerita sama mama, kalau kamu mau menikah nak" ujar mama Irene.


" kalau Alvin cerita juga gak akan ada yang respon ma, jadi percuma juga, toh dari awal aku dirumah itu cuma jadi angin lalu saja, tak pernah di Anggap " ujar nya.


" kamu gak boleh gitu nak, walau bagaimanapun, mereka tetap orangtua kamu, mama disini. cuma ibu sambung kamu, jadi mama tak punya banyak hak itu bicara " ucap mama Irene lagi.


" makasih yah ma, udah ngertiin Alvin, maaf Alvin belum bisa ngasih apa-apa sama mama " ucap Alvin menggenggam tangan mama tirinya.


30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di gedung tempat pernikahannya. ada rasa deg-degan dalam diri Alvin


" ck kok gua deg-degan gini si den " ujar Alvin mengusap peluh yang ada di keningnya.

__ADS_1


" yah wajar dong, kalau Lo deg-degan, kan Lo mau nikah peak, ya kali Lo gak ada deg-degan nya, kan ini mau nikah, hidup berumah tangga, jadi Lo bakalan ada yang ngurus Lo, enak dong klau bobok dah ada yang temenin " Deden mengajak Alvin bercanda supaya tak terlalu tegang


__ADS_2