Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 35


__ADS_3

" udah jangan di pikirin, mungkin suasana nya lagi gak baik, kasih aja dia waktu " ujar Alvin yang di angguki oleh Jannah.


Deden yang melihat tingkah laku Vina yang cuek, gak kek biasa merasa ada yang kurang, biasanya kalau ngeliat Deden ia langsung nempel, tapi ini dia seolah-olah menjauh pikir Deden


...****************...


" mas kamu udah siap packing baju-baju yang mau di bawa ?" tanya Jannah, sebab nanti siang mereka akan melakukan perjalanan.


" udah nih" Alvin menunjuk barang-barang nya yang ada di atas kasur, Jannah yang melihat barang bawaan suami nya malah tertawa terbahak-bahak.


" hahaha "


" hahahah"


"hahahah"


" kamu mau Turing atau mau pindah rumah mas hahahah " ujar Jannah terpingkal-pingkal melihat kelakuan suaminya tersebut.


" iya kan mau Turing sayang, terus ngapain aku siap-siap mau berangkat " ujar nya rada kesal melihat istrinya menertawai nya.


" sayang, kita itu melakukan perjalanan di motor, jadi ini, baju sebanyak ini buat Apa, gak perlu kali mas bawa baju sebanyak ini, cukup 2 sampai 3 stel aja, udah, ini kamu malah bawa baju sekoper hahahaha " Jannah masih aja ketawa terbahak-bahak.


Alvin yang awal nya kesal, melihat tawa sang istri malah merasa bahagia, ternyata gak sulit membuat wanita tertawa pikir nya.


" ya udah, kamu aja yang siapin baju aku, aku nunggu beres aja " ujar Alvin memilih duduk di sofa Yang ada di dalam kamar tersebut.


" iya udah, mas duduk manis aja yah, biar aku yang siapin semuanya" ucap Jannah


Jannah langsung melalukan pekerja nya, mulai dari packing-packing baju yang akan dia bawa dengan suaminya. tak membutuhkan waktu lama, Jannah sudah selesai mempersiapkan nya.


" Huh akhirnya siap juga " ucap Jannah.


" eh iya, mas Deden perginya sama siapa mas ?"


" sama adik nya "


" cewe apa cowo ?"

__ADS_1


" kenapa emang nya, kok kamu tanya-tanya?" ujar Alvin agak kesal.


" kan nanya doang mas, mana tau kalau aku kenal kan sama adik nya mas Deden " ucap jannah


" dia cowok, namanya Randy "


" oh kak Randy, jadi kak Randy itu adik kandung nya mas Deden ?" tanya Jannah lagi


" Iyah sayang, apa sih kamu nanya-nanya laki-laki lain di depan suami. sendiri " ujar Alvin kesal


" ya elah, gitu doang cemburu " cibir Jannah


" siapa yang cemburu ?" tanya Alvin tetap dengan wajah kesalnya


" ya kamu lah, ya kali mas Deden yang cemburu "


" aku gak cemburu, aku kesal aja, istri aku sendiri, nanya-nanya laki-laki lain, suami mana yang gak kesal coba " ujar Alvin membela diri.


" bilang cemburu aja susah amat pak CEO " kekeh jannah menarik tangan suaminya lalu menggenggam nya.


" kak Randy itu salah satu anggota geng motor tempat aku biasa nongkrong mas, makanya aku kenal, tapi aku gak tau kalau dia itu adik nya mas Deden, udah itu aja gaak lebih " ucap Jannah menjelaskan sambil mengelus-elus punggung tangan suaminya.


Alvin pun mengangguk, mengikuti arahan istrinya tanpa banyak bicara.


di sisi lain Deden dan juga Randy tak kalah semangat nya untuk pergi. apalagi dia tahu kalau perempuan yang dia incar ternyata pergi juga.


" semangat sekali mau pergi ?" tanya Deden


" iya dong bang, gimana gak semangat, cewek yang gua incer juga pergi, jadi bisa dong nanti gua deketin dia " ujar Randy dengan semangat nya.


" gua kok penasaran yah, seperti apa perempuan yang bisa buat adek gua ini klepek-klepek "


" makanya nanti kalau udah sampai di tempat perkumpulan, gua tunjukkin orang nya ke elu, Lo bisa nilai sendiri " ucap Randy masih sibuk memasukkan baju-baju nya ke dalam tas.


" Lo udah siap-siap?" tanya Randy


" udah "

__ADS_1


Deden yang sibuk meng scroll-scroll hp nya tak sengaja melihat satu pesan yang membuatnya bingung, pesan yang mampu membuat ia pengen marah, siapa lagi kalau bukan pesan Vina.


" tumben tuh anak gak gangguin gua lagi, biasanya, kau gua slow respon ke dia, dia selalu bawal banget, tapi sekarang kok dia kek menjauh gitu yah " gumam Deden terus menatap isi pesan tersebut yang di kirim beberapa Minggu yang lalu.


sari yang melihat Abang nya beres-beres malah heran mau kemana mereka pikir nya.


" Abang mau kemana ?" tanya sari dengan suara pelan


" mau pergi refreshing, suntuk di rumah Mulu " ujar Deden ketus.


sari yang mendengar jawaban Abang nya seperti itu, segera beranjak dari situ, ia takut nanti Abang nya memarahinya.


" selama Abang gak dirumah, kamu jangan pergi kemana-mana, ingat pesan saya " ujar Deden lagi sebelum sari memasuki kamar nya.


" i i ia bang " cuma kata itu yang bisa keluar dari mulut sari saking takutnya dengan Abang nya tersebut.


sari langsung masuk ke dalam kamar nya, dalam hati ia merasa lega, sebab abangnya akhir-akhir ini sudah mau berbicara dengan dirinya, walaupun gak banyak, sari sangat bersyukur untuk itu.


" bang kita berangkat yok, anak-anak juga udah pada datang " ajak Randy


" oke "


sebelum berangkat Deden tak lupa mengabari teman nya si Alvin. sebelum keluar dari rumah ia mencari asisten rumah tangga nya dulu.


" bik selama aku sama Randy pergi, tolong kamu awasi sari, jangan sampai dia pergi keluyuran, bibik masak masakan yang dia suka yah, bibik tau kan kalau perempuan hamil itu seperti apa, jadi aku minta tolong sama bibik untuk menjaga dia " ujar Deden menjelaskan.


" baik den, siap " ujar sang asisten rumah tangga tersebut.


tanpa mereka sadari ternyata Sonia mendengar obrolan mereka berdua, Sonia terharu, ternyata anak nya mulai bisa menerima sari di hidup mereka berdua.


" semoga aja kalian berdua mau memaafkan kesalahan mama nak, mama benar-benar menyesali, apa yang mama lakukan dulu, mama malu ke diri mama sendiri " Isak tangis Sonia dari balik tembok tersebut.


Deden sebenernya tau kalau Sonia ada di balik tembok tersebut, namun ia pura-pura tak mendengar saja.


" ya udah bik kita berangkat yah " pamit Deden


sang asisten pun mengangguk mengiyakan.setelah Deden sudah keluar dari dapur ia segera membuatkan makanan yang enak untuk sari. sang asisten rumah tangga merasa bahagia, seenggaknya Deden sudah mau berbicara dengan sari, bik Asmi yang tahu bagaimana berantakan hidup nya Deden, apalagi setelah kepergian Linda kekasih majikannya itu.

__ADS_1


" semoga aja den Deden bisa mendapatkan perempuan yang baik sama dia, yang tulus sayang sama dia, yang paling penting setia sama den Deden " ujar bik asmi berdoa dalam hati.


__ADS_2