
Alvin yang melihat Deden tertawa seperti itu, malah makin kesal.
" bulan ini, Lo gak akan terima gaji " ucap Alvin lalu pergi meninggalkan Deden sendiri.
" kan udah gua bilang, Lo jangan main api, kan ke bakar sendiri "
akhirnya Deden pun segera menyusul nya, ia ingin nebeng dengan Alvin , Mayan ongkos taksi nya bisa di simpan buat beli mie bareng Vina lagi.
" Lo Mu kemana ha ?" tanya Alvin ketika melihat Deden mengekor di belakangnya.
" yah mau pulang lah, terus mau kemana lagi ?"
" kan udah gua bilang, Lo pulang sendiri, ini pasti ulah Lo kan, Lo yang bilang ke Jannah, kalau gua lagi bareng sama Caca, dan juga orangtuanya nya kan * tuduh Alvin
" eh, kok Lo nuduh gua kek gitu sih, gua Lagi makan tadi, eh kebetulan Jannah juga lagi makan bareng-bareng sama Abang-abang nya itu, terus dia ngeliat gua, makanya dia samperin gua, gua udah bohong tadi ke Jannah, gua bilang Lo emang beneran meeting, eh taunya dia liat Lo lagi makan bareng di bawah, makanya dia susul, eh malah ada percakapan yang tidak mengenakan hahahah " Deden masih saja menertawakan teman nya tersebut.
" pasti akan asa gosip baru ni, CEO kepergok selingkuh "
" berisik" Alvin pun meninggalkan Deden seorang diri.
Deden yang ditinggal pun malah bingung kemana, perginya sahabat nya tadi.
" Hay calon ayah dari anak-anak ku "
" ck Lo lagi, Lo lagi, kok Lo gak pulang bareng jannah tadi sih " keluh Deden melihat Vina sudah berada di sampingnya, lagi.
" aku disuruh bang Azam bawa motor nya Jannah pulang, ayang tau kan aku lagi pake rok kek gini, mana bisa bawa motor Segede itu, ayang bisa. kan antarin ke rumah Jannah, sekalian antar aku pulang juga "
" kalau gua gak mau gimana?" tanya Deden acuh
" ya udah kalau gak mau, nanti aku bilang ke Jannah aja, kalau ayang gak mau bantuin aku, habis itu, nanti ayang di pukul deh sama Jannah" ucap Vina tapi seperti mengancam.
" hadeh, ya udah deh, ayok pulang " ajak Deden pasrah.
ketika mau keluar dari restoran tersebut, Vina di kaget kan dengan seseorang yang memanggil namanya.
" vinaa" Vina menoleh
__ADS_1
" eh, ayah ,bunda " ujar Vina cengengesan.
" ayah bunda ngapain disini ?" tanya Vina bingung
" terus, kenapa, kalau ayah sama bunda disini, gak boleh ? kan ayah sama bunda lagi qualiti time " ujar ayah Vina
" ini siapa?" tanya bunda
" eh, ini calon nya Vina yah, bun" ujar nya sambil menggandeng tangan Deden. Deden yang mendapat perlakuan seperti itu makin bingung, kenapa dirinya harus terjebak,dengan orang-orang, seperti ini keluh Deden.
" kamu kalau serius sama anak saya, kamu bawa orangtua kamu, untuk bertemu dengan saya, saya gak mau kalian pacaran kesana kemari gak jelas. * ujar ayah Vina
Deden pun bingung, apa yang ia harus lakukan, Sedangkan dirinya tak tahu kejadian akan seperti ini. bahkan orang tua wanita di depan nya menyuruhnya untuk bertemu keluar besar.
" ayah tenang aja, ayang Vina pasti akan secepatnya datang melamar Vina kok, iya kan ayang ?" tanya Vina sambil memberi kode untuk mengiyakan.
" i,,i,iya om, secepatnya saya akan membawa orang tua saya " ucap Deden terpaksa mengiyakan semua .
" ya udah ayah tunggu, yok sayang kita pergi " ujar ayah Vina mengajak sang istri untuk pergi, mereka pun berlalu meninggalkan Vina dan juga Deden.
" Lo itu apa-apaan sih, udah gua bilang kan kalau gua gak kenal sama Lo, Lo dengan seenaknya ngaku-ngaku, kalau gua itu. calon suami lo, kalau kek gini gimana jadinya ha, apa Lo mau tanggung jawab atas semua yang udah lo perbuat" ucap Deden marah-marah.
" stop,,,,"
" udah ngomel-ngomel nya ? "
" iya saya emang salah, saya sudah suka sama laki-laki seperti anda, saya perempuan yang tak tahu diri, kalau memang anda risih dengan saya, oke saya tidak akan ganggu anda lagi, maaf kalau saya sudah membuat hidup anda tidak tenang, tapi satu pesan saya,kalau memang gak suka, bilang baik-baik, gak usah kek gini, makasih " setelah mengatakan itu Vina langsung pergi meninggalkan Deden yang masih mematung.
Vina bingung harus pulang dengan siapa, gak mungkin kan dia pulang dengan keadaan kek gini, ia pun mondar mandir, mengambil hp nya untuk menghubungi Sandy, ternyata Sandy pun tidak bisa membantu karena Sandy lagi di luar kota lagi sunmori.
" ayok saya antar pulang " ujar Deden tiba-tiba
Vina yang memang sudah hilang respek dengan Deden pun langsung menolaknya.
" gak usah, saya bisa minta tolong sama teman saya kok, anda tak perlu repot-repot " ujar Vina langsung ngomong dengan bahasa formal nya.
" udah, sini aku antar "
__ADS_1
" saya bilang engga, ya engga, antar paham kan ?" ujar Vina
Deden pun menyadari kalau dirinya memang bersalah akibat omongan nya tadi. tak harusnya dirinya membentak Vina di tengah-tengah kerumunan orang banyak tadi.
" aku minta maaf, udah ngebentak kamu tadi, aku tau aku salah, sekali lagi maaf yah " Deden menyadari kesalahannya.
mau tak mau akhirnya Vina pun terpaksa ikut, karena dia sudah bingung kalau nantinya pulang bareng siapa.
" ya udah deh, iya " akhirnya mereka pun berdua pulang dengan mengendarai motor Jannah.
sedangkan Alvin bingung, apakah ia harus kerumah Jannah, untuk meminta maaf atau tunggu nanti dulu kalau emosi Jannah sudah reda.
akhirnya mau tak mau Alvin menurun kan ego nya, lalu ia bergegas ke rumah Jannah, supaya masalah yang tengah di hadapi nya cepat selesai.
akhirnya Alvin sampai di kediaman Jannah. dengan langkah agak berat ia. memasuki rumah istrinya tersebut.
Jannah yang melihat Alvin berdiri di depan pintu langsung menghampiri nya.
" om kenapa gak masuk ?" tanya jannah melihat suaminya berdiri disana tak berani masuk.
Alvin yang melihat tatapan kedua Abang nya, jadi ragu untuk masuk.
" ayok masuk " Jannah mengajak Alvin masuk dan duduk di dekat nya.
" bisa di jelaskan apa yang terjadi di restoran tadi ?" tanya Adam langsung to the point.
Alvin tak berani menatap Abang ipar nya tersebut, entah kenapa melihat tatapan Adam nyali menciut.
" maaf,, saya memang salah, sudah membohongi Jannah, saya memang telah berbohong sama istri saya "ujar Alvin
" saya sebagai Abang, sebenarnya tak boleh terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, tapi kalau sudah seperti ini, pasti harus. ada yang akan menyelesaikan nya. apalagi mengingat kalian baru menikah. kamu kalau memang gak bisa jaga adik saya baik-baik, kamu pulang kan saja dia ke rumah ini, serahkan. ke papa kami dengan baik. kau mengambil nya dengan utuh, jadi kau harus mengembalikan nya dengan keadaan utuh juga " ucap Adam menasehatinya.
Alvin yang mendengar ucapan Adam cuma mengangguk mengiyakan, memang dirinya bersalah.
" iya bang, saya janji,saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah saya perbuat.sekali lagi saya minta maaf "
" ya udah sekarang kalian baik ke atas, perbaiki semuanya, adek bawa suami kamu ke atas, kalian selesaikan dengan kepala dingin " Jannah mengangguk mengiyakan, iaa pun membawa suaminya masuk ke kamar nya.
__ADS_1
*******************
telat up nya, karena kerjaan lagi banyak. makasih semua yang udah mampir salam hangat. 🤗🤗🤗🤗