
Biarin aja, yang jelas nanti aku bakalan jujur sama papa, kalau yang salah itu mama, tapi kalau masalah aku bohong tentang lumpuh itu, emang aku yang salah, pasti papa bakalan makin benci sama aku "
" udah om gak usah sedih, kalau emang bukan om pelakunya " jannah mencoba menghibur Suaminya tersebut.
ketika mereka sudah sampai di rumah papa mertua Jannah, Jannah heran kok ada Marsha dan juga orangtuanya.
" kok bisa ada pelakor ini om ?" tanya Jannah bingung.
Alvin pun tak kalah bingung, kenapa kok bisa-bisanya Caca ada disini pikirnya.
" Alvin udah datang " ujar mama Irene ingin menghampiri, namun segera Alvin menghindar, ia trauma dengan mama tirinya tersebut.
" Iyah ma kita udah datang " jawab Jannah.
" ada apa papa nyuruh Alvin datang kesini ?" tanya Alvin to the point.
" papa manggil kamu kesini, untuk menjelaskan tentang perjodohan kamu sama Caca, kamu gak lupa kan ?" tanya papa Alvin
Alvin dan juga jannah kaget mendengar kabar dari papa nya tadi.
__ADS_1
" apa ? perjodohan ?" tanya jannah kaget .
" iya, kan anak saya mau saya jodohin sama Caca, sialnya itu sudah janji kami dari dulu, jauh sebelum Alvin lahir ke dunia ini "
" mana bisa gitu pa, kan aku udah nikah, ngapain juga bahas-perjodohan ini lagi, kenapa bahas itu sekarang setelah aku sudah menikah, maaf aku gak bisa " tolak alvin. yang bener saja, papa nya ingin menjodohkan dirinya dengan Caca.
walau Alvin masih cinta sama Caca, tapi sekarang situasinya sudah beda. gak mungkin juga Alvin mengkhianati sang istri, apalagi dirinya baru bertemu dengan Abang ipar nya tadi.
" terus kamu mau menolak perjodohan yang sudah lama di rencanakan ini, kau tau begitu banyak jasanya orang tua Caca terhadap perusahaan kita asal kau tau itu, harusnya kamu bersyukur kalau bukan karena orang tua Caca kamu gak akan pernah hidup enak" ujar papa Alvin mengungkit-ungkit masa lalu nya.
" tapi kan pa sekarang situasinya sudah jauh beda, apalagi aku sudah menikah, dulu aja Caca di ajak kenapa dia gak mau, dengan alasan ingin fokus karir, tapi disaat aku udah nikah, terus papa sama keluarga Caca malah mengungkit-ungkit itu, maaf Alvin gak bisa, lagian Alvin juga sudah tidak ikut dalam perusahaan papa kan, Alvin sudah berdiri sendiri, jadi perjodohan bisa di batalkan " ujar Alvin panjang lebar. ia menolak perjodohan itu dengan keras.
"apa sih yang kamu banggain dari istri kamu itu Vin, bahkan dia aja gak bisa masak, gimana harus ngurus kamu, mending kamu sama Caca aja, sudah jelas, wanita karir, pintar masak, yang pasti dia sudah bisa merawat kamu dengan baik " ucap mama irene menambahkan.
" siapapun istri aku, itu pilihan aku, aku menikahi nya bukan untuk ku jadiin pembantu, dia gak bisa masak , aku sudah mencarikan asisten rumah tangga, lagian dia juga masih kuliah, ada cita-cita yang harus dia gapai, jadi kalian gak usah sok mengatur rumah tangga ku, apalagi dengan menyuruh aku meninggalkan Istri ku, itu tidak akan terjadi " ujar Alvin dengan lantang nya sambil menggenggam tangan sang istri.
jannah yang di belain seperti itu merasa bahagia, dia berfikir kalau Alvin akan meninggalkan nya, ternyata dugaan nya salah.
" emang kamu sanggup melihat istri kamu yang keluyuran kesana-kemari, sedangkan kamu capek-capek kerja untuk membiayai perempuan royal seperti itu, belum lagi istri kamu itu suka balap-balapan, nanti nama baik kamu akan tercoreng, ulah istri kamu yang Bar-bar itu " ujar mama Irene lagi, semakin memojokkan Jannah.
__ADS_1
" istri aku royal, karena aku sanggup ngasih dia, dia suka keluyuran, wajar karena dia masih menjalani masa remaja yang hendak dewasa, aku tidak pernah mempermasalahkan itu, selagi istri aku izin sama aku, aku tau dia kemana, aku gak masalah, mama bilang dia balap-balapan, semenjak dia nikah sama aku, dia sudah tidak ada balapan lagi, mama jangan sok tau, tentang rumah tangga saya dan juga istri saya " ujar Alvin lagi-lagi dirinya membela sang istri.
Marsha pun tak tahu harus ngomong apa lagi. dulu memang dirinya yang meninggalkan alvin, ketika Alvin baru merintis bisnis nya bersama dengan Deden. marsha yang tak mau menemani. Alvin berjuang, ia akhirnya memutuskan untuk pergi kuliah ke luar negeri, Deden menjadi saksi bagaimana susah payah nya Alvin berjuang, sampai di titik sekarang ini.
Marsha yang mendengar kabar dari teman nya kalau Alvin sudah menikah, dia awal nya gak percaya, namun ketika melihat foto-foto yang tersebar dia media akhirnya dia pun percaya, dia ingin mengambil Alvin kembali dengan kembali ke tanah air, dia berharap Alvin masih menunggu dirinya.
Marsha pun sengaja menggantikan sang papi nya untuk membahas kerja sama dengan perusahaan Alvin, awal nya Marsha heran kok bisa sama pemilik perusahaan dengan Alvin teman nya dulu, pas dia cari di sosial media, dia di buat tak percaya, kalau Alvin yang dulu, bukan lah yang sekarang, sekarang dia sangat sukses, bahkan hampir semua perusahaan besar sudah bekerja sama dengan perusahaan nya.
" kalau papa cuma bahas itu, maaf aku menolak perjodohan itu, ya udah kalau gitu kami pergi dulu " ujar Alvin membawa sang istri pergi dari rumah papa nya tersebut.
" kalau kamu keluar dari rumah ini, berarti ini terkahir kalinya kamu menginjakkan kaki dirumah ini, jangan pernah menganggap saya ini papa kamu " ancam papa Alvin ke anak nya tersebut.
" terserah papa mau bilang apa, bahagia pun pala memutus hubungan dengan ku, itu tidak akan pernah terjadi, apalagi sekarang aku sudah menikah, kalaupun istri aku hamil laku melahirkan ingat darah daging papa masih mengalir di dia, papa yang akan berdosa ketika memutuskan hubungan seperti itu karena keegoisan papa,ingat pa kita cuma bisa berencana , tapi yang di atas menentukan segalanya, kami permisi " Alvin pun membawa jannah pergi tanpa menoleh kebelakang
Jannah yang melihat Alvin semakin dingin seperti itu, membuat nya merasa bersalah. di perjalanan pulang mereka tak ada yang membuka suaranya, sampai di rumah pun Alvin masih enggan usah membuka suaranya. Jannah pun semakin bingung, apa yang harus dia lakukan disaat keadaan sudah seperti ini.
" om " ucap Jannah sambil memeluk suaminya dari belakang, tangan nya ia lingkarkan di perut sang suami.
" maafin jannah yah, karena Jannah om harus ribut dengan papa om sendiri, kalau om memang mau menikah sama pelakor itu, jannah gak papa kok, Jannah ikhlas asal om pulangin Jannah ke Abang " ujar jannah masih memeluk suaminya tersebut.
__ADS_1
Alvin yang mendengar ucapan Jannah malah terkekeh, mana ada orang ikhlas tapi disuruh pulangkan kerumah orangtuanya. Alvin pun melepaskan tangan Jannah dari perut nya, membalikkan badan, Alvin pun memeluk istrinya dengan erat.
" itu gak akan terjadi, sampai kapan pun " ujar Alvin masih memeluk istrinya tersebut.