Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 33


__ADS_3

Namun sari masih enggan membuka suaranya, mungkin dia masih shock, dengan apa yang dia alami saat ini.


" ingat pesan Abang tadi, untuk saat ini kau gak boleh keluar dulu, kalau mau kuliah, daring aja, biar saya yang ngomong sama dosen kamu nanti, dan buat laki-laki itu, saya akan cari sampai dapat " lagi-lagi Deden bicara dengan dirinya sari cuma mengangguk mengiyakan, ada rasa bahagia dalam dirinya, dengan kejadian ini, sia malah bisa mendapatkan pelukan hangat dari Abang nya tersebut.


setelah mengatakan itu, dedek dan juga Randy keluar dari kamar sari.


" bang ini gimana ?" tanya Randy bingung.


" apanya yang gimna?" tanya Deden balik.


" itu, sari gimana solusinya, gimna caranya kita nyari laki-laki itu, sedangkan dia aja gak mau ngomong " ujar Randy


" kita biarin aja dulu dia tenang,kalau dia sudah tenang, kita tanyain baik-baik ke dia, dia lagi bingung itu sekarang "


" tumben Lo tiba-tiba peduli sama dia ?" tanya Randy penasaran.


" entah lah, gua juga gak tau, kenapa tiba-tiba gua peduli sama dia, gua ngerasa gagal jadi Abang yah baik buat dia, walaupun gua kesal sama mama, yang berbuat kek gitu mama, entahlah bingung gua " ujar Deden meninggalkan Randy seorang diri.


" hemm, drama apalagi yang akan terjadi di rumah ini, tiba-tiba bang Deden peduli sama sari " ucap Randy ngomong sendirian.


Randy pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya, niat mau makan malam, malah gak jadi karena drama tadi.


" mama saya cuma mau bilang, untuk saat ini jangan memarahi sari, mental nya sudah terguncang, nanti takut nya anak mu itu jadi gila, karena tertekan " ucap Deden memberitahu mama nya yang masih duduk di rumah tamu sendirian, masih terisak.


Deden yang melihat mamanya menangis seperti itu sebenernya kasihan, namun mengingat pengkhianat nya dulu, ego Deden pun menolak untuk mendekati mama nya tersebut.

__ADS_1


setelah mengatakan itu ia pun beranjak masuk ke dalam kamar nya, terlalu banyak masalah yang harus dia hadapi pikir nya.


ketika ingin memejamkan mata, Deden malah harus bangkit tatkala melihat hp nya bergetar, langsung ia mengambil hp nya lalu Melihat siapa yang mengirim pesan untuk nya, kalau Alvin ada perlu Biasa nya langsung menelpon, Deden pun mengerut kan kening nya, tatkalah nomor baru di hp nya.


" ini siapa sih, mana bahasanya pake kata sayang-sayang pulak " geram Deden mengabaikan pesan tersebut. ia meletakkan hp nya malah hp nya berdering lagi, ternyata nomor baru tadi, keluh Deden dengan berat hati ia mengangkat telpon tersebut.


" hallo siapa ini,?" tanya Deden agak kesal.


" bisa gak sih, gak usah ganggu orang, lagian sekarang tuh udah malam, ganggu banget " Tut Deden mematikan hp nya, men silent hp nya lalu tidur


di seberang sana, ada seorang yang kesal karena telepon tiba-tiba di matiin sepihak.


" ikh, dasar yah, kesel banget sih, kan belum juga ngomong usah main matiin segala, kok sikap nya beda banget sama pak Alvin yah, pak Alvin aja ramah, sampai-sampai dia mau ngasih nomor nya ke aku, lah dia marah-marah gak jelas " ujar Vina saking kesel nya.


Vina dengan senang nya ketika Deden mengangkat telepon Tersebut, baru ia menyebutkan namanya, tiba-tiba telepon sudah mati, Vina di buat kesal oleh laki-laki tersebut.


" huh, dah lah percuma juga kek nya mau ngejar-ngejar dia, dia aja susah banget mau di deketin, ya udah deh, gua nyerah " ujar Vina dengan lesu lalu menghapus nomor yang sudah di beri nama ayang oleh nya. setelah menghapus nomor telepon Deden tadi, ia pun memutuskan untuk tidur tak mau ambil pusing dengan sikap laki-laki tersebut.


...****************...


" mas boleh yah, kan aku perginya sama Vina sama Sandy juga " ucap Jannah masih meminta izin sama suaminya.


" mas gak bisa lepasin kamu gitu aja sayang, yang benar aja, kamu sudah menikah, pergi Turing mana keliling pulau Kalimantan lagi, yang benar aja sayang, aku gak mau ngasih kamu izin " ujar Alvin tegas.


Jannah pun masih membujuk nya, agar sang suami mau memberinya izin.

__ADS_1


" kan mas bisa pergi juga, daripada kerja Mulu, kan enak pergi Turing, sekali-kali doang, lagian perginya juga palingan satu mingguan " ucap jannah lagi.


" seminggu itu lama sayang, yang benar aja, aku tinggalin kantor selama itu "


" dih, kan bisa ambil cuti, bilang aja lagi cuti menikah, kita kan juga belum pernah bulan madu, ya udah mas bilang aja kalau mau pergi bulan madu, apa susah nya sih, enak tau pergi ramai-ramai, sambil motoran, aku juga kan pengen gitu si boncengin, masa iya boncengin Vina Mulu " ucap Jannah dengan suara lesu, ia sengaja menelan kan suaranya supaya terlihat lagi sedih gitu, padahal aslinya Jannah orang yang susah untuk menangis.


" liat besok aja yah, kalau kerjaan bisa di tinggalin, ya udah aku temanin kamu, tapi kalau kerjaan banyak, jadi kamu harus sabar, gak ada pergi sendirian, gak boleh"


Jannah pun mengerucutkan bibir nya kesal, masa iya dia kali ini gak pergi, mana teman-teman nya mau pergi jauh.


" iya deh, Iyah, semoga aja bisa pergi " ujar jabang berharap yang masih di dengar oleh suaminya


Jannah pun ingin menelepon Vina, apa dia lagi telponan sama ayang nya, Jannah pun iseng, ketika menelpon ternyata masuk tapi gak di angkat, feeling Jannah mengatakan kalau Vina pasti sudah tidur.


" mas, gimana mas Deden mau gak sama Vina ?" tanya Jannah penasaran.


" mas juga gak tau sayang, tapi sepertinya Deden masih trauma kalau ingin mempunyai hubungan, apalagi tentang pernikahan,dia trauma berat " ujar Alvin menjelaskan.


" trauma kenapa emang nya mas ?" tanya jannah lagi.


" ia,mama nya Deden itu selingkuh, di depan matanya,yang lebih parah nya dia melihat papa nya sudah terbaring tak berdaya,tapi mama nya tetap saja melanjutkan kegiatan menjijikan nya, Deden melihat semuanya. terus dia pernah membuka hati sama perempuan, mereka sudah pacaran lama, eh ternyata si cewek nya ngilang gak ada kabar sampai sekarang, makanya Deden susah percaya sama perempuan " ujar Alvin menjelaskan.


Jannah yang baru tau pun mengangguk mengiyakan, pantas saja, ketika Vina dekatin dia, dia seperti risih gitu, tapi tatapannya, kek tatapan tidak suka.


" udah ah, ayok tidur " Alvin pun mengajak istrinya untuk tidur, mereka pun akhirnya tidur saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2