Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 31


__ADS_3

Alvin pun tak kalah khawatir dengan keadaan sang istri mengingat kalau mama tiri dan juga Marsa sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya.


" Vin lu kenapa ?" tanya Deden bingung, ia heran melihat teman nya tiba-tiba saja jadi bengong.


Alvin tak bicara, namun ia memutar rekaman hasil obrolan mama tirinya dan juga Marsha.


" wah parah banget tuh, Lo harus ekstra jaga jannah kalau gitu " ujar Deden yang di angguki oleh Alvin


...****************...


Deden yang baru tiba dirumah tiba-tiba heran melihat mama nya sedang duduk santai di sofa, tumben pikir Deden. ketika ia mau masuk ke kamar nya, Deden di hentikan oleh suara seseorang yang memanggil nya.


" den mama mau ngomong bentar " ujar mama Deden


" saya capek mau istirahat " jawab Deden singkat.


" Bentaran aja "


" mau apa ?" tanya Deden jutek


" mama mau minta tolong sama kamu, kamu bisa gak bayarin uang semester adik kamu, tadi dia gak bisa ikut ujian karena belum bayar " ujar mama Deden


" terus, kenapa minta sama saya, kan dia ada bapak nya, ya udah minta aja sama dia "


" kamu tau kan kalau sari gak pernah di anggap oleh papa nya sendiri " ujar mama Deden mulai meninggikan suaranya.


" terus, kenapa minta nya sama saya, sedangkan papa nya sendiri aja gak pernah mengganggap dia ada, ya udah cari sendiri aja, dulu juga gitu kan ?"

__ADS_1


" sampai kapan kamu mau marah kek gini sama mama ha, mama ini mama kamu, yang melahirkan kamu, kamu harus ingat itu "


" yah, anda wanita yang sudah melahirkan saya, mengandung saya berbulan-bulan, Anda ibu saya, saya tau, saya ingat, sampai kapan pun saya tidak akan pernah lupa tentang dari mana asal usul saya, tapi, apakah anda pernah berfikir kalau anda itu seorang istri, seorang ibu? apa anda pernah berfikir sejauh itu, engga kan, sehingga dengan muda nya anda berselingkuh bahkan di depan papa saya, apa anda ingat ?" ujar Deden meluapkan emosi nya.


" kan udah mama bilang kalau mama waktu itu khilafah, mama juga sudah sangat menyesal, apa kamu gak bisa kasih maaf buat mama walau sedikit ?"


" bisa, saya bisa maafin anda kalau papa saya kembali "


" itu tidak mungkin terjadi Deden, papa kamu itu udah meninggal, mana bisa mama membalik lagi, kamu jangan ngacok "


" ya udah berarti saya juga tidak mungkin untuk memaafkan anda, kesalahan yang anda perbuat membuat saya membenci anda " ujar Deden menunjuk mama nya tersebut.


adik nya Deden yang baru pulang dari kantor melihat pertengkaran di hadapannya merasa muak, muak dengan keadaan rumah seperti itu, selalu saja ribut.


" bang udah gak usah di ladenin, kalau dia butuh uang kasih aaja " ujar Randy sang adik yang baru datang.


" tapi kalau gak ke gitu dia gak akan pernah diam bang, pusing gua liat nya dirumah ini, tiap pulang kantor selalu saja melihat drama bangsa*** ini, gua juga butuh ketengan, bukan kek gini tiap hari " ujar Randy prustasi.


Randy pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya, sungguh pikiran nya saat ini benar-benar kacau, apalagi kantor papa nya sekarang sedang bermasalah.


Deden pun langsung pergi, setelah melihat kepergian sang adik, Deden Berfikir kalau Randy adik nya sedang banyak masalah saat ini, Deden tak langsung masuk ke kamar nya, ia malah singgah ke kamar sang adik dulu.


" Lo kenapa ?" tanya Deden sambil duduk di dekat sang adik.


" gua pusing bang, perusahaan papa lagi bermasalah " ujar Randy tanpa menoleh ke Abang nya.


" lah kemaren Lo bilang baik aja, omset naik, sekarang kok Lo bilang ada masalah, Lo cerita ke gua " ujar Deden penasaran.

__ADS_1


Deden melepaskan sepenuhnya, tanggung jawab kantor ke adik nya, Deden tak mau mengambil alih perusahaan karena ia rasa tak mampu untuk menjadi seorang pemimpin.


" itulah masalahnya, awal nya gua pikir bakalan baik-baik, apalagi pas omset naik, eh taunya itu cuma trik orang agar kita berinvestasi banyak, setelah itu mereka membuat perusahaan rugi, bahkan mereka yang ingin minta ganti rugi, katanya perusahaan melakukan penipuan" ujar Randy panjang lebar.


" lah, ini masalah besar, kenapa Lo gak cerita ke gua sih, kalau kantor lagi gak baik " kesal Deden menjitak kepala Sang adik.


" gua pikir gua bisa mengatasi nya, taunya engga, gua tetap aja lemah, gua berharap Lo bisa bantuin gua bang, Lo balik ke perusahaan, jujur gua gak sanggup kalau sendiri " ucap Randy dengan suara pelan.


Deden pun terdiam, kalau dia balik ke kantor untuk mengurus perusahaan papa nya, bagaimana nantinya dengan Alvin pikir nya


" iya Abang pikir-pikir dulu "


" eh bang, kemaren gua liat Lo sama cewek, itu pacar Lo ?" tanya Randy memecahkan keheningan di Antara mereka.


" bukan, dia anak teman bisnis nya Alvin, gak sengaja ketemu, terus bokap nya minta anterin pulang, ya udah gua anter " bohong Deden. ..


" tapi gua liat kok mesra banget, mana gandengan tangan lagi " Kekeh Randy


" kalau emang itu pacar Lo, gua juga restuin kali bang, Lo udah cukup lama menyendiri, Lo harus buka hati Lo buat perempuan yang ingin masuk ke kehidupan Lo, ingat gak semua wanita sama kek mama, apalagi wanita di masa lalu Lo itu, mungkin emang Lo ketemu nya yang gak baik Mulu, tapi kan gak memungkinkan juga semua akan kek gitu, mau sampai kapan Lo hidup dalam bayang-bayang masa lalu, Lo harus bangkit dong, ayolah, ingat Lo udah 32 loh Sekarang, apa mau gua langkahin Lo, gua nikah duluan, apa Lo mau ?" ujar Randy sedikit mengancam sang Abang.


" emang nya Lo udah punya calon ?" tanya Deden mengejek adiknya, Deden juga tau kalau Randy sang adik sama dengan dirinya, sama-sama trauma dengan perempuan.


" gua udah Nemu orang nya, cuma gak tau dianya mau apa engga, soalnya yang gua denger dia gak mau pacaran, dia takut sama Abang-abang nya, Abang nya galak " ucap Randy menjelaskan.


" lah, terus kok bisa Lo suka ke dia, Lo aja suka dari jauh ,kek mana dia mau Nerima elu " ejek Deden


" yah kan gua mau deketin dia perlahan, rencana besok gua mau langsung ngomong ke dia, pas pergi sunmori besok "

__ADS_1


" pantas aja perusahaan gak Lo urus, Lo sibuk sunmori-sunmori Mulu " kesal Deden .


__ADS_2