Istri Bar-bar Tuan Muda

Istri Bar-bar Tuan Muda
chapter 21


__ADS_3

BRAK....... Jannah menendang meja yang ada di hadapannya,lalu berlalu keluar dari ruangan tersebut.


sakit sudah pasti, walaupun jannah mau menikah dengan dirinya, karena Jannah mau tanggung jawab, tapi seenggaknya dia menganggap lah Jannah sebagai istrinya.


" Vin ? " tanya Deden bingung.


Alvin yang mendapat sapaan seperti orang bingung malah tidak peduli sama sekali.


" daripada gua emosi, naik darah, pingin nonjok orang mending gua pulang, vino bangk* awas aja lu,kalau lu balik kerumah nanti gua pastiin Lo gak bakalan bisa jalan dengan Tegap besok pagi awas aja Lo " umpat Jannah terus berjalan keluar dari kantor suaminya tersebut.


Jannah memutuskan untuk kerumah Vina, tadi pas si kampus Vina ngasih tau kalau ayah sama bunda nya batu balik.


dengan mengendarai motor nya, Jannah mengarahkan motor nya ke rumah Vina.


" bundaaaaaa " teriak Jannah ketika sudah tiba di halaman rumah Vina.


bunda Amel yang melihat Jannah baru datang segera menyusulnya.


" Jannah " Jannah pun berlari menuju ke arah bunda amel


" Jannah kangen " ucap Jannah terus di pelukan Amel.


" bunda juga kangen " ucap Amel membelai kepala Jannah


" sama ayah gak kangen kah ?" ujar Rudi


" kangen dong, masa engga " Jannah melepaskan pelukannya dari Amel, lalu menuju ke arah Rudi.


" mulai, mulai, bakalan jadi anak pungut nih gua gara-gara Lo " umpat Vina ketikan melihat ayah dan bundanya memeluk jannah bergantian.


" bodoh amat wleeeee " Jannah malah menjulur kan lidah nya mengejek Vina.


Vina pun gak pernah cemburu ketika melihat Jannah lebih dekat dengan orangtuanya, Vina tau kalau dari kecil Jannah tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu. makanya Vina selalu membawa jannah kerumah nya supaya jannah tidak terlalu kesepian, Jannah juga tidak terlalu dekat dengan mama tirinya.

__ADS_1


" bunda denger kalau anak bunda usah punya mantu, tapi kok gak keliatan yah ?" ujar bunda Amel basa basi.


" dia sibuk Bun makanya Jannah kesini, lagian kan Bun dia itu bisanya cuma buat emosi aja kesal banget " ucap Jannah lalu berjalan masuk ke dalam rumah bersama ayah dan bunda nya Vina.


" walau bagaimanapun dia tetap suami kamu, bunda usah denger cerita semuanya dari Vina. pesan bunda kamu harus berbakti sama suami kamu, mungkin begitu cara jalan kalian untuk di pertemukan, jadi ubah sifat tomboy kamu ini, jangan ugal-ugalan lagi, kalau bisa balapan nya di tinggal, harus fokus ngurusin suami " ujar bunda Amel memberi nasehat.


Jannah yang mendengar mengangguk mengiyakan, entah dia dengar atau engga, yang penting bunda Amel sudah memberi nasehat.


" wah sepertinya ayah bakalan punya cucu lagi nih " kekeh Rudi menggoda jannah


" tapi kan Jannah mau fokus kuliah dulu yah, gak mau punya anak dulu, ntar ribet ngurus nya, apalagi Jannah masih 21 tahun yah, mau senang-senang dulu " ucap Jannah


yah dirinya untuk saat ini belum siap, kalau harus mempunyai anak, apalagi rasa traumanya, mengingat bagaimana mama nya menghadap sang illahi ketika melahirkan nya, Jannah masih terbayang-bayang.


" kalau memang Allah kasih sekarang harusnya kamu syukuri, di luaran sana banyak para wanita yang ingin mempunya anak, bahkan ada yang mengikuti program bayi tabung, bahkan ada juga yang harus rela si poligami, supaya tetap mendapatkan keturunan, makanya bunda berpesan jangan di tunda-tunda dulu, kalau memang Allah ngasih , ya udah kamu nikmati, percaya sama bunda, kalau mengurus anak itu, sesuatu yang paling menyenangkan, yah walaupun kita harus begadang di buat nya"


setelah asik ngobrol dengan orangtuanya Vina, Jannah pun ingin pulang karena hari pun sudah mulai gelap.


" gak boleh, ntar suami Lo panik lagi nyariin Lo, waktu itu aja panik nya setengah mati, apalagi kalau sekarang, gak, ga mau, pokok nya Lo pulang sana " ujar Vina dengan tegas.


" huhff, gini yah kalau gak punya rumah selalu di usir" ujar Jannah lesu.


" gua. gak akan luluh sama Lo yang kek gitu, sekarang Lo balik udah mau magrib "


" iya, iya bawel banget Lo, gua mau pamit sama ayah Bunda dulu "


setelah berpamitan Jannah segera pergi dari rumah teman nya tersebut.


" hufft malas sekali gua pulang ke rumah itu "


dengan langkah lesu jannah masuk ke dalam rumah, namun baru melangkah beberapa langkah Jannah heran, karena ada wanita paruh baya sedang membersihkan meja, sepertinya baru selesai makan, tapi siapa yang makan sebanyak itu pikir nya.


" permisi, ibuk siapa yah ?" tanya Jannah dengan sopan.

__ADS_1


" eh nyonya, saya pembantu Baru di rumah ini nyonya " ujar perempuan itu memberi tahu.


" oh iya yah, jangan. panggil saya nyonya dong bik, kek udah tua banget saya di panggil kek gitu "


" ya udah bibi panggil non aja yah " ujar pembantu tersebut Jannah pun hanya mengangguk.


" ini kok banyak piring kotor bik, ada acara apa emang ?" tanya Jannah bingung.


" itu non, tadi tuan Alvin membawa teman-teman nya kumpul, terus makan bersama tadi disini " ujar pembantu menjelaskan.


" bawa teman-teman, makan-makan, tapi dia gak ngajakin gua sebagai istrinya, itu si om om kenapa sih, tadi siang dia gak nganggap gua sebagai istrinya, sekarang dia malah pesta tanpa ngasih gau istrinya, bener-bner yah itu orang "


Jannah yang mendengar gelak tawa dari lantai atas segera naik, sesampainya di lantai atas Jannah melihat pemandangan yang membuat dirinya emosi. dengan langkah terburu-buru Jannah berjalan ke arah perkumpulan tersebut.


byurrrr........


Jannah mengambil jus Yang ada di meja tersebut, lalu menyiram nya ke arah perempuan yang duduk di samping suaminya tersebut.


" Jannah apa-apaan kamu ha ?" bentak Alvin melihat melihat Jannah melakukan pembuatan yang tidak menyenangkan tersebut.


" Lo yang apa-apaan, ini maksudnya apa ha, tadi di kantor Lo bilang gua adek asisten Lo, sekarang Lo bilang kalau Lo mau nikah sama perempuan ini, jadi cowo gak ada pendirian nya banget " ujar Jannah emosi.


sebelum Jannah naik ke lantai atas Jannah memang mendengar kalau Alvin akan menikahi perempuan yang Jannah tidak tahu namanya itu.


Alvin menarik Jannah menjauh dari tamu nya tersebut.


" kamu itu apa-apaan sih ha, kamu tau mereka itu calon investor di perusahaan aku yang baru, tapi kamu seenaknya mengacaukan semuanya"


" terus kalau investor yang baru kenapa? "


" maksud Lo apa gak anggap gua sebagai istri Lo, malah perempuan itu yang Lo bilang bakalan nikah sama perempuan itu, apa iya ? " tanya Jannah dengan emosi.


Alvin yang di tanya seperti itu bingung, entah apa yang ada di pikiran laki-laki tersebut, hidup nya terlalu plin-plan, Jannah pun tak mengerti dengan kelakuan suaminya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2