
Setelah mereka Yudha dan Hana memperkenalkan mereka semua satu sama lainnya, Kaila menjadi senang dan bersemangat karena sekarang dia sudah ada teman cewek yang bisa diajaknya berbelanja,
Sedangkan Satya dan Ken sangat kaget ketika mereka melihat Naila, dan dalam pikiran mereka semua penyamaran yang dipersiapkan oleh Mamanya akan langsung terbongkar begitu saja,
Karena sebelumnya mereka sudah bertemu di Sebuah Hotel tadi pagi.
' *Hah! Sepertinya penyamaran Tuan Muda akan segera berakhir begitu saja! Karena tidak akan ada drama seperti sebelumnya! ' batin Ken,
' Sepertinya kali ini penyamaran ku gagal! Semuanya percuma saja, lebih baik aku segera mengakhiri ini! Aku sangat yakin gadis ini sudah mengenali aku! ' batin Satya*,
Sejanak Semua orang menjadi diam, hingga seseorang mengakhiri suasana yang mencekam ini,
" Ekhem! Ada apa ini?! " tanya Yudha,
" Pah sepertinya kali ini rencana dan penyamaran Satya gagal! " ucap Satya yang akan segera berdiri dari kursi roda,
" Apa maksud Kakak?! " tanya Kaila,
Namun, sebelum Satya berdiri. Tiba tiba saja Naila langsung bersujud dihadapan Satya, dan otomatis itu membuat semua orang bingung,
" Eh, Naila apa yang kamu lakukan?! " tanya Hana setelah melihat Naila bersujud,
" Saya sangat minta maaf Tuan Muda! Saya tidak tau kalau ini rumah anda! Saya mohon maaf Tuan Muda, tolong jangan hukum saya Tuan Muda! " ucap Naila sambil bersujud
Setelah mendengar semua ucapan dari Naila, tiba tiba saja Satya langsung tertawa mendengarnya,
" Hahahaha! Kenapa kamu sangat lucu sekali, gadis manis?! Siapa juga yang akan menghukum mu?! " ucap Satya sambil tertawa,
Setelah mendengar ucapan dari Satya semua orang menjadi bingung, kecuali Ken. Karena dia sudah tau apa yang terjadi,
" Ada apa ini sebenarnya?! " tanya Yudha yang bingung,
" Iya, ada apa ini Satya?! " tanya Hana juga
" Sebenarnya aku pernah bertemu dengan gadis ini, Mah, Pah! " ucap Satya sambil menatap Hana dan Yudha bergantian,
" Ehh! Sudah pernah bertemu? " tanya Hana memastikan,
" Hemm! " ucap Satya sambil mengangguk kepalanya,
__ADS_1
" Kapan? Dimana? " tanya Hana lagi,
" Tadi pagi, di Hotel client Satya Mah! " ucap Satya,
Semua orang kembali menjadi diam. Namun, pada akhirnya Yudha lah yang membuka suara lagi,
" Jadi kali ini rencana gagal ya, bahkan sebelum dimulai! " ucap Yudha sambil menatap Satya dan Naila bergantian,
" Benar sekali Pah! " ucap Satya sambil menjentikkan jarinya,
" Karena gadis ini sudah pernah melihat Satya sebelumnya, ya walaupun waktu itu dia tidak mengenali Satya seperti kebanyakan orang! " ucap Satya sambil menatap Naila,
" Maksudnya Kak? " kali ini Kaila lah yang bertanya,
" Ya, waktu pertama kali kami bertemu, gadis ini sama sekali tidak mengenaliku, bahkan sampai - sampai aku bertanya padanya, ' Apakah kamu tidak mengenali siapa aku? ', kaya gitu! Padahal ya, semua orang kalau bertemu denganku langsung mengenali siapa aku ini, tapi gadis ini berbeda! " ucap Satya panjang lebar sambil menatap Naila dan tangannya berada di dagunya,
" Eh?! Seriusan Kak?! " tanya Kaila lagi,
" Yap! Makanya dia jadi seperti ini ketika melihat ku! " ucap Satya sambil menatap Naila,
" Wah, aku mendapatkan seorang Kakak ipar yang sangat langka! " ucap Kaila sambil menepuk kedua tangannya dan menggelengkan kepalanya,
Satya tersenyum ketika melihat respon adikknya, namun tatapan nya langsung teralihkan kepada Naila lagi, yang masih setia bersujud di hadapannya.
" Karena, semua orang sudah tau yang sebenarnya terjadi, lebih baik kamu berdiri saja. " ucap Satya pada Naila,
Tak lama kemudian, Naila langsung mengangkat kepalanya dan menatap Satya.
" Ayo, aku bantu berdiri! " ucap Satya yang tersenyum pada Naila sambil menjulurkan tangannya untuk membantu Naila berdiri,
Tapi Naila tidak membalas uluran tangan Satya, malahan yang terjadi adalah air mata Naila yang perlahan mulai turun,
Hikss.. Hikss..
Sontak saja hal itu membuat Satya menjadi kaget dan bingung,
" Ehh! Kamu kenapa? " ucap Satya yang bingung melihat respon Naila yang berbeda dari ekspetasi nya,
Tapi Naila tidak menjawab Perkataan Satya dan tangisan Naila malah makin menjadi,
__ADS_1
Hikss...Hiksss.. huaaa..
tangis Naila sambil menaruh kedua tangannya di wajahnya untuk menutupi tangisnya,
Hal tersebut membuat Satya semakin bingung dan menjadi gelagapan melihat respon Naila,
' Aduh gimana nih? '
Kemudian Satya menatap Hana, Mama nya untuk meminta bantuan,
Mah bantuin Satya, Satya bingung bagaimana caranya menghentikan gadis ini menangis, begitu lah kira - kira arti tatapan Satya pada Hana.
Setelah melihat Satya yang kebingungan, akhirnya Hana turun tangan untuk membantu Satya.
Hana mendekati Naila dan kemudian langsung berjongkok di hadapan Naila, melihat hal itu membuat Satya berdiri dan menyerahkan semuanya pada Hana,
" Naila sayang! Kamu kenapa, hm? " tanya Hana pada Naila,
Setelah mendengar perkataan dari Hana, akhirnya Naila mulai menghentikan tangisannya dan mulai menurunkan kedua tangannya dari wajahnya,
" Naila, takut mah.. " ucap Naila dengan kepala menunduk,
" Takut kenapa sayang? " tanya Hana lagi sambil mengelus rambut Naila,
" Tuan Muda! " ucap Naila pelan yang hampir seperti bisikkan, tapi masih didengar oleh Satya dan Hana,
' Dia takut padaku? Tapi kenapa? '
Mendengar perkataan dari Naila membuat Hana menatap Satya, yang ditatap pun hanya bisa menaikkan kedua bahunya, tandanya dia tidak mengerti yang dibicarakan oleh Naila,
" kenapa kamu takut dengan Satya? " tanya Hana,
" Sebenarnya sebelum kemari, aku mendengar cerita dari temanku bahwa Tuan Muda Satya itu orangnya sangat kejam dan dingin, dan dia tidak akan dengan mudah melepaskan orang yang sudah berani mengganggu nya.. " ucap Naila yang bercerita tentang Satya yang dia ketahui,
" Jadi karena hal itu kamu menjadi takut dengan Satya?! " tanya Hana memastikan,
" Iya, Mah! " ucap Naila sambil menganggukkan kepalanya,
Setelah mendengar penjelasan dari Naila membuat semua orang yang berada di sekitarnya menjadi tersenyum dan tertawa,
__ADS_1
Mereka tidak percaya bahwa masih ada gadis yang percaya dengan gosip itu,
****