
Setelah acara Pernikahan nya selesai, mereka semua sedang menikmati Makanan yang sudah tersedia di meja makan dan makanan itu dimasak sendiri oleh Chef terkenal di Kota itu.
Semua orang sudah pada mengambil makanannya sendiri, kecuali Naila. Dia sendiri tampak sedang bingung untuk mengambil makanan mana yang harus dia makan,
Karena menurutnya, semua makanan yang tersedia itu sudah pernah dia liat sewaktu dia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran, tapi dia belum pernah mencoba semua makanan itu sama sekali,
' Apa yang harus aku makan ya? Semua nya tampak sangat enak! ' batin Naila,
Melihat Naila bingung saat melihat semua makanan itu membuat Satya menjadi heran,
" Ada apa? Kenapa tidak dimakan? Apakah ini semua tidak sesuai dengan selera mu? " tanya Satya pada Naila,
Mendengar perkataan dari Satya membuat Naila sadar dari lamunannya dan langsung menatap ke arah Satya,
" Ehh!! Enggak kok! Bukan itu aku hanya.. " ucap Naila sambil melambaikan tangannya,
" Hem?! " ucap Satya,
" Bingung, mau makan yang mana! Karena semua makanan ini tampak sangat enak, jadi aku hanya bingung mau makan yang mana! " ucap Naila sambil menatap Satya,
" Dari pada Kakak ipar bingung! Lebih baik Kakak pilih saja makanan yang pernah Kakak makan, gampang kan! " ucap Kaila pada Naila,
" Itu benar Naila! Ayo, kamu tinggal milih makanan yang pernah kamu makan aja! " ucap Hana juga,
" Hmm, itu sebenarnya.. "
" Aku belum pernah mencoba, makanan yang ada disini, Mah!" ucap Naila sambil menundukkan kepalanya,
Mendengar hal tersebut membuat semua orang yang berada di situ kaget dan ada juga yang tersedak saat makan,
' ***Apa Nona Muda belum pernah mencoba makanan seperti ini? '
' Padahal kita aja yang hanya seorang pelayan aja sering memakan makanan ini, tapi kenapa Nona Muda belum pernah*? '
begitu lah kira - kira pikiran semua orang mengenai Naila,
Mendengar hal itu dari Naila membuat Satya menjadi penasaran dan bingung, dan kemudian membuat Satya bertanya pada Naila,
" Kamu belum pernah mencoba makanan seperti ini? Lalu apa saja yang setiap hari kamu makan? " tanya Satya pada Naila,
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Satya membuat Naila teringat dengan perkataan Dimas waktu itu,
" ***Kamu jangan pernah sekali - kali mengatakan apapun kepada semua orang, mengenai Apa saja yang kamu lakukan di rumah ini dan perlakuan kami pada kamu! "
" Tapi kenapa Pah? "
" Karena ini adalah masalah keluarga kita! Saya tidak mau masalah keluarga sampai diketahui oleh orang lain*! "
Namun, tiba tiba saja Perkataan Hana juga terlintas di pikiran Naila,
" Kita sekarang adalah sebuah keluarga, Naila! Jadi kalau kamu ada masalah apapun langsung katakan saja pada kami ya! Pasti kami akan langsung membantu kamu! "
****
' Karena mereka sekarang adalah keluarga ku juga! Mungkin tidak ada masalah jika aku katakan yang sebenarnya aja ya! ' batin Naila,
" Hmm, aku jarang makan sih! Paling aku makan kadang hanya beberapa kali dalam seminggu, dan itupun hanya dengan telur atau Mie aja! " ucap Naila dengan tampang polos nya sambil menatap Satya,
Mendengar hal tersebut dari Naila, langsung membuat semua orang kembali kaget tapi kali ini berbeda, ada yang menatap Naila dengan kasihan dan ada juga yang dengan amarah yang sudah tampak di wajah nya, dan itu adalah Satya sendiri,
' Apa - Apaan ini? ' batin Satya,
' Kalau sudah seperti ini! Berarti Tuan Muda sudah sangat kesal! ' batin semua orang,
Melihat Satya yang memukul meja, membuat Naila bingung dan khawatir,
" Ada apa? " tanya Naila pada Satya,
Melihat Naila khawatir padanya membuat, amarah Satya mulai mereda,
" Maaf, aku tidak apa apa! " ucap Satya sambil meletakkan tangannya di kepala Naila,
" Kamu makan saja yang ada disini, kalau ada yang kurang kamu bisa meminta nya pada Chef agar membuat makanan yang lain! "
" Hmm, baiklah! "
Setelah itu mereka melanjutkan acara makan nya lagi, tapi kini dengan suasana yang sudah berbeda dari sebelumnya,
***
__ADS_1
Setelah selesai, mereka langsung meninggalkan meja makan dan membiarkan para pelayan yang membereskan semuanya.
Saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga sambil menonton televisi bersama,
" Naila! " ucap Hana,
" Iya Mah! Ada apa? " tanya Naila,
" Kamu dan Satya sebaiknya segera pergi ke kamar untuk beristirahat soalnya ini sudah larut! " ucap Hana pada Naila dan Satya,
" Hm, baiklah Mah! " ucap Naila
" Dan kamu juga Kaila! Cepat sana tidur, ini sudah larut! Besok kamu harus sekolah kan! " ucap Hana pada Kaila yang sedang asik memainkan Hpnya,
" Sebentar lagi Mah! " ucap Kaila,
" Tidak ada sebentar lagi! Kamu pergi tidur sekarang atau Mama akan blokir semua aset kamu? " ancam Hana pada Kaila,
" Iya - Iya! Kaila pergi tidur sekarang! " ucap Kaila sambil mematikan Hpnya,
Sementara Naila dan Satya hendak pergi ke kamar mereka, tiba tiba aja..
" Naila, kamu duluan aja ya istirahat nya! Aku masih ada urusan dengan Ken dulu, sebentar lagi aku akan menyusul ke kamar! " ucap Satya pada Naila,
" Hm, baiklah! " ucap Naila sambil menganggukkan kepalanya,
" Kaila sudah sana cepat pergi tidur! " ucap Satya juga pada Kaila,
" Cih.. Iya - Iya! " ucap Kaila sambil beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah Naila,
" Ayo Kakak ipar, kita jalan bareng ke kamar nya! " ucap Kaila sambil menggandeng tangan Naila,
" Baiklah, ayo! " ucap Naila pada Kaila,
Kemudian Mereka segera pergi dan meninggalkan Satya dan yang lainnya,
" Sepertinya ada yang perlu kita bahas dulu Mah! " ucap Satya pada Hana,
" Mama juga berpikiran sama dengan kamu! " ucap Hana sambil beranjak dari tempat duduknya,
__ADS_1
Kemudian, Satya dan yang lainnya mengikuti Hana ke sebuah ruangan.