Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 26


__ADS_3

Keesokan harinya, di hari Minggu,


Satya menggeliat dari tidurnya lalu meraba sisi disebelahnya mencari seseorang, namun saat dia membuka matanya tidak menemukan seseorang yang dia cari,


" kemana dia? " Tanya Satya pada dirinya sendiri,


Lalu dilihatnya jam disebelahnya, sudah menunjukkan pukul 7 pagi,


" Sudah jam segini? "


Lalu Satya duduk bersender di sisi kasur,


dan mengecek perusahaan nya lewat Tab miliknya. Setelah dirasa cukup, Satya kemudian bergegas mandi lalu dia akan kebawah untuk mencari istri mungilnya, yaitu Naila,


Setelah mandi dan mengganti pakaian nya, Satya segera turun kebawah, namun baru saja dia menuruni beberapa anak tangga, dia sudah mencium aroma yang sangat wangi,


" Bau apa ini? Sangat wangi.. " gumam Satya,


Lalu dia mengikuti arah bau itu dan berhenti di area dapur, " Tentu saja bau ini dari dapur, tapi tidak biasanya seperti ini.. " gumam Satya,


Satya lalu memasuki area dapur baru saja beberapa langkah berjalan tanpa diduga dia akhirnya menemukan seseorang yang sedang dia cari dari tadi, yaitu Naila,


Naila saat ini sedang dikerumuni oleh beberapa pelayan wanita, entah apa yang terjadi di sana.


Lalu Satya dia memutuskan untuk melihat nya dari jauh, tapi pembicaraan Naila dan yang lainnya masih bisa terdengar sambil bersandar di dinding,


" Nona tolong berhentilah, biarkan kami saja yang lanjutkan.. "


" Iya benar Nona, anda duduk saja, saya telah menyiapkan tempat duduk anda.. "


" Iya Nona, kalau Tuan Muda mengetahui Nona berada di sini, bisa - bisa kami semua dalam masalah Nona.. "

__ADS_1


" Jadi kami mohon berhentilah Nona, biarkan kami yang melanjutkan nya.. "


Begitulah perkataan dari beberapa pelayan yang sedang mengelilingi Naila, namun Naila tidak memperdulikan mereka semua, dia tetap melanjutkan pekerjaannya.


Apa yang sedang dilakukan oleh Naila?


Saat ini Naila sedang membuat sebuah kue yang sangat diinginkan oleh Kaila kemarin, dan saat berada di Mall kemarin mereka membeli bahan - bahannya, tapi karena Kaila tidak bisa membuat kue akhirnya Naila lah yang membuatkannya,


" Kalian gak perlu khawatir, aku bisa kok melakukan nya sendiri, lagi pula ini Kaila sendiri yang meminta ku untuk membuatkan nya.. "


" Nanti kalau, Tuan Muda memarahi kalian, kalian tinggal memberitahu kan nya padaku, nanti aku yang akan menjelaskan padanya.. "


" Jadi, kalian bisa meninggalkan aku disini, dan melanjutkan pekerjaan kalian yang lainnya.. " ucap Naila sambil menghentikan pekerjaannya lalu menatap para pelayan,


Lalu dengan terpaksa para pelayan tersebut meninggalkan Naila sendirian disitu, namun baru saja mereka membalikkan badannya, mereka dikejutkan oleh sosok yang sedang bersandar di dinding dan menatap mereka dari sana,


Dan sosok itu tidak lain tidak bukan adalah, Satya. Lalu Satya dengan tangannya mengisyaratkan agar mereka segera meninggalkan Naila tapi jangan sampai Naila tau kalau dia ada disini..


Saat Naila melanjutkan pekerjaan nya dalam membuat kue, sedangkan Satya mulai berjalan mendekati Naila,


°•°•°•°•°•°•°•°•°


Naila sedang asik menghias kuenya, tiba tiba saja ada seseorang yang memeluk nya dari belakang lalu menciumi lekuk leher Naila,


Naila kegelian di lehernya, " Kyaa-.. " pekik Naila langsung dihentikan oleh sebuah tangannya yang menutup mulutnya,


" Syuttt.. jangan berisik ini aku... " bisik seseorang yang memeluk Naila dari belakang, lalu dia melepaskan tangannya dari mulut Naila,


" Sa_Sayang... " cicit Naila, ternyata seseorang yang sedang memeluk nya adalah Satya,


" Hmm.. ternyata kamu disini ya... Pantas aja tadi waktu aku bangun kamu sudah tidak ada... " ucap Satya sembari meletakkan kepalanya di lekuk leher Naila,

__ADS_1


" Ma_Maafkan aku,, tadi saat aku bangun kamu masih tertidur, aku gak berani membangunkan kamu.. " ucap Naila,


Satya menghela nafas nya,


" Sudahlah tidak 'papa, tapi lain kali kamu harus membangunkan aku ya.. agar aku bisa membantu kamu.. " ucap Satya,


Naila menganggukkan kepalanya, " Baiklah.. " ucap Naila,


" Gadis pintar.. " ucap Satya lalu menciumi pipi kanan Naila,


" Selamat pagi, Sayang... " ucap Satya,


" Hmm, Selamat pagi, juga.. " balas Naila,


" Ekhem.. " dehem Satya,


Naila lalu membalikkan badannya, " Ada apa? Apakah tenggorokan kamu sakit? " tanya Naila tanpa sengaja memegang kedua pipi Satya menggunakan kedua tangannya yang terdapat kream,


Satya dibuat terkejut oleh reaksi Naila, lalu dibibir nya membentuk sebuah senyuman, " Hmm, kamu sudah mulai berani ya.. " ucap Satya sambil memperhatikan tangan Naila yang ada di kedua pipi nya,


Saat Naila sadar akan hal itu, Naila dengan cepat langsung melepaskan tangannya, " Ma_Maafkan aku.. " ucap Naila,


Namun, tangan Naila langsung dipegang oleh Satya, dan Satya lalu menjilati jemari Naila yang terdapat kream " Sa_Sayang.. " ucap Naila,


Satya tidak memperdulikan perkataan Naila, dia tetap melanjutkan aksinya menjilati jemarinya Naila, " Hmm, manis.. seperti yang buat.. " ucap Satya sambil tersenyum,


Sedangkan Naila yang diperlakukan seperti itu hanya bisa terdiam dengan wajah nya yang memerah..


' Ahhhh,. Tuan Muda hentikan.. ' batin Naila,


Naila hanya bisa berteriak dalam batinnya saja,

__ADS_1


' Aku suka reaksi nya... ' batin Satya,


__ADS_2