Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 7


__ADS_3

Di suatu ruangan,


Bruk..


Naila terjatuh karena didorong oleh Dimas,


" Apa-apaan kamu tadi hah? Kamu mau membuat semua ini jadi gagal?! " Tanya Dimas,


" Apa maksud Papa, Naila gak ngerti Pah?! " balas Naila,


" Dua orang tadi yang berada di luar adalah Tuan Yudha dan Nyonya Hana! Mereka adalah calon mertua kamu! " ucap Dimas,


" Mertua? Apakah Papa bermaksud menikah kan Naila?! Tapi kenapa Papa gak pernah membicarakan hal ini kepada Naila Pah?! Kenapa harus mendadak seperti ini?! " tanya Naila,


" Iya saya bermaksud untuk menikah kan kamu dengan anak mereka! Dan saya ingin kamu menerima nya tidak ada yang namanya penolakan! " ucap Dimas,


" Tapi Pah, kenapa harus Naila?! Bukannya ada Citra dia juga kan anak Papa! " tanya Naila,


" Tentu saja, harus kamu! Karena Citra sudah bertunangan dengan Tuan Muda Vero, masa depannya sudah jelas dan Tuan Muda Vero itu sudah sangat membantu mengembangkan perusahaan saya! Jadi kenapa harus Citra yang menikah dengan anak mereka yang lumpuh itu? " balas Dimas,


" Apa lumpuh? Jadi Papa bermaksud menikah kan Naila dengan seorang yang lumpuh?! Tapi kenapa Pah?! " tanya Naila lagi,


" Karena Tuan Yudha itu sudah mengancam saya untuk menikahkan anak nya yang lumpuh itu dengan Citra! Kalau tidak perusahaan saya yang akan kena akibat nya! " ucap Dimas,


" Tapi karena Citra sudah bertunangan dengan Tuan Muda Vero, jadinya saya membujuk mereka agar mau memilih kamu saja sebagai penggantinya! Saya tidak ingin menghancurkan masa depan Citra! " ucap Dimas,


" Tapi kenapa Papa melakukan semua ini kepada Naila! Salah Naila apa Pah?! " tanya Naila,


" Salah kamu ya! Kamu tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar, tidak pernah mendapat kan pekerjaan yang layak dan menghasilkan uang yang banyak buat kami! Tapi liat Citra dia lebih muda dari kamu tapi dia sudah menghasilkan sesuatu yang berguna buat kami! " ucap Dimas yang membandingkan Naila dan Citra,


" Kamu adalah anak yang tidak berguna dan pembawa sial! Tapi sekarang kamu sudah ada kesempatan untuk membayar semua jasa-jasa kami yang sudah merawat mu di rumah ini! " ucap Dimas,

__ADS_1


" Tapi Pah.. " ucap Naila,


Tiba tiba saja, datang Dara dan langsung memeluk Naila dengan erat,


" Mama mohon Naila! Kamu terima pernikahan ini! Mama mohon, ini semua demi Perusahaan Papa kamu, Naila! Kalau pernikahan ini gagal mereka akan menghancurkan begitu saja Perusahaan yang selama ini Papa kamu dirikan! " ucap Dara sambil memeluk Naila,


" Kamu tau kan, di Perusahaan itu banyak orang yang hidupnya bergantung disitu, nanti kalau Perusahaan itu sampai hancur, bagaimana nasib mereka dan keluarganya! Mama mohon Naila, terimalah pernikahan ini! " ucap Dara sambil ' pura-pura ' menangis,


' Bagus sekali aktingmu, Dara! ' batin Dimas,


' Kita lihat saja! Pasti gadis ini langsung menerimanya begitu saja! Dia kan gadis yang sangat bodoh! ' batin Dara,


' Apa yang harus aku lakukan? Apakah harus aku terima atau kutolak? Tapi kalau aku tolak bisa-bisa Perusahaan Papa akan hancur dan banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya gara-gara aku! Itu tidak boleh terjadi! Baiklah, akan aku lakukan! ' batin Naila,


Setelah beberapa lama Naila berpikir, akhirnya dia selesai dengan keputusannya,


" Baiklah, Mah! Naila akan terima pernikahan ini, Naila gak mau banyak orang yang kehilangan pekerjaannya gara-gara Aku! " ucap Naila,


' Bagaimana? ' batin Dara,


' Sangat bagus, Dara! ' batin Dimas,


" Baiklah, kalau begitu sudah final Semuanya! Sekarang kita keluar dan membicarakannya dengan mereka! " ucap Dimas sambil pergi meninggalkan Naila dan Dara,


" Baiklah, Ayo Naila! " ucap Dara sambil berdiri membantu Naila dan pergi menyusul Dimas,


" Baik, Ma! " ucap Naila


Setelah percakapan itu selesai, akhirnya mereka semua kembali berkumpul untuk membicarakan pernikahan itu,


" Jadi bagaimana keputusan nya? " tanya Yudha,

__ADS_1


" Saya menerima nya, Tuan! " balas Naila,


" Baguslah kalau begitu! Sepertinya urusannya sudah selesai dan kita akan langsung melangsungkan pernikahan, tapi menurut perjanjian pernikahan ini akan dilakukan di atas kertas saja! " ucap Yudha,


" Kamu tidak keberatan kan, Naila! " tanya Hana,


" Tidak, Nyonya! Saya juga tidak terlalu begitu suka keramaian, jadi tidak ada masalah! Semuanya terserah kalian saja! " balas Naila,


" Baiklah, kalau begitu kamu silahkan ikut dengan Istri saya menuju mobil dulu karena ada sedikit masalah yang masih ingin saya bicarakan dengan orangtua mu! " ucap Yudha,


" Tapi kamu tidak ada hal penting yang perlu dibawa Naila?! " tanya Hana,


" Ah, iya! Saya harus membereskan pakaian saya, Nyonya! Saya permisi dulu! " ucap Naila,


" Kalau hanya pakaian, tidak perlu! Karena kami sudah menyiapkan semua perlengkapan yang kamu butuhkan di kediaman kami! Jadi kamu tidak perlu mambawa pakaian lama kamu! " ucap Yudha,


" Baiklah, kalau begitu! " ucap Naila


" Ayo, Naila! Ikut dengan saya! " ucap Hana,


" Baik, Nyonya! " ucap Naila,


Setelah Hana dan Naila pergi menuju mobil duluan, Yudha mengeluarkan sebuah koper besar dan sebuah map,


" Baiklah ini yang saya janjikan kepada kalian semua, itu sudah lengkap dengan bonus dari saya " ucap Yudha sambil menyerahkan sebuah koper besar yang berisikan sejumlah uang,


" Dan ini surat perjanjian nya! Silahkan kalian baca dulu dan kemudian tanda tangani! " ucap Yudha mengeluarkan Map,


" Ah, tidak perlu dibaca Tuan, saya akan langsung menandatangani nya! Karena saya sangat percaya kepada anda! " ucap Dimas yang langsung menandatangani surat perjanjian tersebut tanpa membacanya terlebih dahulu,


' Sangat bodoh! Ini lah yang terjadi ketika sudah melihat uang yang banyak! Tapi semua ini tidak senilai dengan kesengsaraan dan kesedihan yang dirasakan oleh Naila selama ini! Suatu saat kalian akan menanggung semuanya! ' batin Yudha,

__ADS_1


__ADS_2