Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 6


__ADS_3

" Mama menyuruh seorang mata-mata buat mengawasi nya?! Memangnya gadis itu siapa sih? Sehingga Mama melakukan hal ini! " tanya Satya,


" Adalah pokoknya! Nanti akan Mama ceritakan semuanya padamu! Tapi sekarang Mama ingin kamu duduk di kursi roda, pakai selimut dan kacamata itu! Pokoknya berakting lah seperti halnya orang lumpuh!" balas Hana,


" Hah! Baiklah terserah Mama saja! " ucap Satya sambil duduk di kursi roda,


" Bagus, anak pintar! " sambil menepuk kepala Satya, " Baiklah kalau begitu! Mama dan Papa akan pergi untuk menjemput calon menantu dan istri buat kamu! Ayo, Pah kita berangkat! " ucap Hana sambil berjalan keluar rumah,


" Baiklah! Papa dan Mama pergi dulu! Lakukan tugas mu dengan baik ya, Satya! " ucap Yudha tersenyum sambil mengikuti Hana keluar,


Beberapa saat kemudian, Yudha dan Hana sedang berada di dalam mobil, diikuti oleh beberapa rombongan pengawal dan membawa hadiah untuk keluarga calon menantunya.


" Papa sudah menyiapkan semua yang di butuhkan, bukan?! " tanya Hana, " Tentu saja! Semuanya sudah disiapkan! Mama jangan khawatir soal itu! Papa yakin mereka tidak akan menolak hal ini! " balas Yudha.


" Baguslah kalau begitu! Mama hanya ingin segera membawa dia keluar dari rumah yang terkutuk itu! Mama juga tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuatu yang jahat buat dia lagi! " ucap Hana,


Yudha hanya tersenyum mendengar perkataan dari sang Istri.


Setelah berkendara setengah jam lamanya, akhirnya mereka sampai di kediaman calon menantu. Dan tepat didepan kediaman tersebut sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan mereka.


" Selamat datang, Tuan Yudha dan Nyonya Hana! " ucap seorang pria paruh baya, yang diketahui sebagai kepala keluarga,


" Kami sangat senang akan kedatangan, Tuan dan Nyonya di kediaman kami yang sederhana ini! " ucap sang istri,


" Terimakasih atas ! "


" Tuan Yudha bisa saja! Ah, silahkan masuk! Tuan dan Nyonya kita berbicara didalam saja!" ucap Dimas,


Dalam rumah,


Kedua keluarga sedang berkumpul untuk membicarakan sesuatu hal,


" Silahkan Tuan dan Nyonya! " ucap seorang gadis muda,


" Terimakasih banyak! Kalau boleh tau ini siapa ya? " tanya Hana,

__ADS_1


" Ah, ini Citra! Anak kedua saya Nyonya! " balas Dara,


" Oh, begitu ya! Cantik sekali ya! " ucap Hana,


" Terimakasih banyak, Nyonya! Anda juga tidak kalah cantik! " ucap Citra,


" Bisa aja kamu! Oh iya! Ini kami ada membawa sedikit hadiah buat kalian semua! Silahkan diterima! " ucap Hana sambil memberi kode kepada salah satu pengawal nya agar memberikan hadiah tersebut,


" Ah, Terimakasih banyak, Nyonya! Seharusnya anda tidak perlu repot-repot untuk membawa kan kami hadiah! " ucap Dara,


' Wahh! Gila, ini semua isinya Emas dan mutiara, juga ada tas dan pakaian limited edition incaran aku dari kemarin! Tapi percuma saja mereka orang kaya, kalau anak nya saja lumpuh dan sekarang hidup di kursi roda! ' batin Citra,


" Tidak seperti itu! Hal ini hal yang biasa buat kami kok! Jadi tidak perlu sungkan! " ucap Hana,


' Aku tau apa yang kau pikirkan, gadis muda!


Tapi semuanya yang kau pikirkan itu tidak benar adanya! dan suatu saat nanti kau akan menyesali semua ini! ' batin Hana,


" Oh iya! Ngomong-ngomong dimana ya anak pertama kalian, dari tadi kok belum kelihatan ya! " tanya Yudha,


" Oh seperti itu ya! Tidak apa-apa kalau begitu, kami akan menunggu sebentar disini! " ucap Yudha,


" Baiklah, Tuan Yudha! " ucap Dimas,


' Sebenarnya kemana anak sialan itu pergi?! Kalau dia tidak segera datang, bisa jadi pernikahan ini akan gagal, dan akan berimbas kepada Perusahaan ku lagi! ' batin Dimas,


Setelah beberapa lama mereka menunggu, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu dari tadi datang juga.


" Aku pulang! " ucap seorang gadis muda,


" Ah, itu dia anak pertama kami sudah datang!


Ayo kemari, sayang! " ucap Dara,


" Baiklah! " ucap gadis muda itu,

__ADS_1


" Nah, ini dia anak pertama kami Tuan dan Nyonya! Ayo nak perkenalkan dirimu! " ucap Dara,


' Sebenarnya ada apa ini? Kenapa tiba-tiba saja Mama berbicara seperti ini?! " batin gadis tersebut,


" Sayang! Ada apa? Ayo perkenalkan dirimu! " ucap Dimas,


" Eh! Baiklah! " ucap gadis tersebut,


" Selamat sore semuanya, perkenalkan nama saya Naila Faranaya! " ucap gadis tersebut yang ternyata adalah Naila,


' Akhirnya kita bertemu lagi Naila! ' batin Hana,


' Jadi ini dia Naila! Yang dibicarakan oleh Hana! Sangat cocok untuk Satya! batin Yudha,


" Wah, jadi ini ya Naila! Cantik sekali ya Pah, calon menantu kita! " ucap Hana,


" Benar sekali Mah, sangat cantik sekali cocok untuk anak kita! " ucap Yudha,


' Iya, sangat cocok untuk anak kalian yang lumpuh itu! ' batin Citra tertawa,


" Hah?! Calon menantu?! Ada apa ini sebenarnya?! " tanya Naila yang bingung, sambil menatap Papa dan Mamanya,


" Loh, kamu belum tau Naila? " ucap Hana,


" Apa maksudnya ini, Tuan Dimas?! " tanya Yudha,


" Maafkan kami Tuan dan Nyonya! Kami belum sempat memberitahukan kepada Naila soal ini, tapi beri kami waktu sebentar untuk membicarakannya dengan Naila! " ucap Dimas,


" Baiklah, akan aku beri waktu setengah jam untuk memberitahukan nya! Kalau sampai saat itu belum ada keputusan Tuan Dimas tau sendiri kan akibatnya apa?! " ucap Yudha,


" Baik Tuan Yudha! Kami permisi dulu! " ucap Dimas sambil berdiri, " Ayo ikut dengan ku! " ucap Dimas sambil membawa pergi Naila,


" Saya juga permisi sebentar Tuan dan Nyonya! " ucap Dara, " Citra, kamu tunggu disini sebentar ya! Mama dan Papa akan memberitahukan hal ini kepada Kakakmu dulu! " ucap Dara kepada Citra,


" Baiklah, Mama! Serahkan saja pada Citra, Mama urus saja Kakak Naila ya! " Ucap Citra,

__ADS_1


Setelah itu, Dara segera menyusul Dimas dan Naila, untuk membicarakan tentang pernikahan ini.


__ADS_2