
Tiba tiba saja Satya menarik tangan Naila dan langsung memeluk tubuh Naila dengan satu tangannya yang mengelus rambut Naila dan satunya lagi melingkar di pinggang Naila,
Otomatis perlakuan Satya itu membuat wajah Naila menjadi sangat merah,
' Apa yang Tuan Muda lakukan? Kalau posisi nya seperti ini, bagaimana aku bisa tidur? ' batin Naila,
Kemudian Naila berusaha melepaskan tangan Satya yang sedang melingkar di pinggang nya,
Namun hal itu hanya sia - sia karena kekuatan Naila tidak sebanding dengan kekuatan Satya,
Dan malahan hal itu justru membuat Satya makin mendekat kan badannya ke arah Naila, dan kemudian Satya mulai menciumi leher Naila,
Hal itu membuat Naila merasa geli di bagian leher nya, dan tanpa sengaja mengulangi hal yang tidak disukai oleh Satya, yaitu memanggil Satya dengan ' Tuan Muda ',
" T - Tuan m - muda.. " ucap Naila pelan saat Satya menciumi leher nya,
Mendengar hal itu membuat Satya makin gencar melakukan aksinya menciumi leher Naila,
" Kamu mau aku berhenti? " tanya Satya di sela - sela kegiatan nya,
Naila menganggukkan kepalanya, " I - Iya,.. " ucap Naila,
" Kalau begitu, panggil aku dengan sebutan Sayang , barulah aku akan melepaskan kan nya! " ucap Satya,
" Ehh,.. t - tapi.. " ucap Naila kaget,
" Kalau gak mau, aku akan melakukan nya sampai pagi.. " ucap Satya mengancam Naila,
" Bagaimana? " tanya Satya memastikan sambil meletakkan kepalanya di bahu Naila sambil menghirup aroma rambut Naila,
' Sampo apa yang dia pakai? ' batin Satya
' Ahh, kok jadi kaya gini sih!! ' batin Naila teriak,
' Kalau gak dituruti, Tuan Muda bakalan melakukan nya sampai pagi dan aku gak mau itu! '
__ADS_1
' Tapi kalau aku memanggil nya dengan sebutan Sayang hal itu bakalan sampai seterusnya! '
' Aku harus bagaimana ini? Mama tolongin Naila.. '
Satya bosan menunggu jawaban dari Naila, hingga membuat bibirnya manyun, kemudian dia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari,
' Sudah jam segini? Sampai kapan dia akan memikirkan nya? Padahal kan ini pertanyaan gampang! ' batin Satya,
Satya menghela nafas nya, " Waktu terus berjalan, sampai kapan kamu akan memikirkannya? " tanya Satya,
" Ehh.. " ucap Naila,
" Aku akan hitung satu sampai lima, kalau kamu gak jawab pertanyaan aku, kamu tanggung sendiri resikonya! " ucap Satya mengancam,
" Satu.. "
" Dua.. "
" Tiga.. "
" Empat.. "
" Li-.. "
" Sayang.. "
Perkataan Satya terpotong dengan suara Naila yang sangat pelan, tapi masih didengar oleh Satya,
Mendengar hal itu membuat Satya tersenyum kemenangan, namun Satya tidak merasa puas karena suara Naila terlalu kecil, jadi dia meminta Naila untuk mengulangi nya,
" Kamu bilang apa barusan? Aku tidak mendengar nya! " tanya Satya,
" Ehh, itu.. " ucap Naila,
" Coba ulangi sekali lagi, suara kamu terlalu pelan aku tidak bisa mendengar nya dengan jelas! Coba ulangi lagi, tapi dengan keras sedikit! " ucap Satya sambil mengangkat kepalanya dan menatap Naila yang wajahnya sudah memerah,
__ADS_1
' *Imutnya.. ' batin Satya,
' Ahhh, masa Tuan Muda tidak mendengar nya sih? ' batin Naila*,
" Ayo, ulangi! Aku menunggu! " ucap Satya sambil menopang kepalanya dengan sebelah tangannya,
" A - Anu, i - itu.. " ucap Naila gugup,
" Cepatlah, beberapa jam lagi akan pagi! Dan kita belum sama sekali tidur dari tadi! " ucap Satya,
Kemudian Naila menghela napasnya dengan panjang, dan menaruh kedua tangannya di depan dada nya karena dari tadi jantungnya berdegup sangat kencang saat memandang Satya,
' Kamu bisa Naila! Ini hal mudah, kamu cukup mengatakan nya saja dan semuanya akan selesai! dan kemudian kamu dan Tuan Muda bisa tidur! ' batin Naila,
Naila membuka mulutnya, tapi kedua matanya tertutup rapat, " S - Sayang! " ucap Naila kali ini cukup keras, sambil mengintip dengan sebelah matanya,
Melihat tingkah Naila itu, membuat Satya tersenyum dan menjadi gemas sendiri, dan kemudian satu kecupan lagi dari Satya berhasil mendarat di bibir mungil Naila,
Otomatis perlakuan Satya barusan membuat kedua mata Naila terbuka lebar,
" Itu kecupan selamat malam! Mulai besok malam kamulah yang harus melakukan nya padaku! " ucap Satya sambil menatap Naila dan tersenyum lembut,
Kemudian Satya langsung memeluk tubuh Naila dengan kedua tangan nya,
" Selamat tidur, istri mungil ku! " ucap Satya sambil mengecup kening Naila,
Namun sekali lagi, Naila ingin keluar dari pelukan Satya, kemudian Satya mendekati telinga Naila dan membisikkan sesuatu,
" Kalau kamu bergerak lagi, jangan salahkan aku melakukan hal yang lebih malam ini! " bisik Satya di telinga Naila,
Mendengar hal itu membuat Naila berhenti bergerak dan mulai mengikuti perkataan Satya,
" Gadis pintar! " ucap Satya sambil menarik selimut dibawah nya,
" Tidur lah, Sebentar lagi pagi! " ucap Satya yang mulai menutup kedua matanya dan mulai memasuki alam mimpi,
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Naila hanya pasrah dan kemudian mengikuti Satya ke alam mimpi,