
Saat ini Satya sedang duduk berdua bersama Naila di meja makan, sambil menunggu para pelayan membawakan makanan untuk mereka berdua,
Melihat para pelayan menghidangkan makanan, membuat Naila beranjak dari kursi nya dan berniat untuk membantu mereka,
" Bisa aku bantu? " tanya Naila,
" Ehh, tidak usah Nona Muda! Kami bisa melakukan nya sendiri, jadi Nona duduk saja ditempat anda! " ucap salah satu pelayan,
" Sayang, biarkan saja mereka dan kembali duduk lah! " ucap Satya pada Naila,
" Tapi, aku hanya ingi-.. "
Satya langsung menarik tangan Naila, hingga membuat Naila terjatuh di pangkuannya,
" Sudah aku bilang, biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka sendiri. " ucap Satya,
" Tapi, aku hanya ingin membantu aja! Memangnya gak boleh ya? " tanya Naila sambil menatap Satya,
Satya Kemudian menaruh kepalanya di lekuk leher Naila, " Hmm,,, kalau aku bilang tidak boleh gimana? " tanya Satya,
Naila merasa geli saat kepala Satya berada di lekuk leher nya, namun dia tetap berusaha menjawab pertanyaan Satya, " La_Lalu pekerjaan ku disini apa? " tanya Naila,
" Pekerjaan? " tanya Satya,
" Uhm,,, " ucap Naila sambil menganggukkan kepalanya,
" Bukannya Mama membawamu kemari untuk menikah dengan ku? atau Mama ada mengatakan yang lain padamu? " Tanya Satya,
" Hmm,,, itu sebenarnya.. " ucap Naila ragu,
" Kenapa? Apakah ada sesuatu? " tanya Satya,
" Itu,, Sebenarnya aku berada di sini sebagai pengganti dari adikku! Dia yang seharusnya menikah dengan anda, bukan dengan ku! " ucap Naila sambil menunduk serta memainkan jarinya,
" Adik? " tanya Satya,
" Hmm,,, namanya Citra! " ucap Naila,
" Lalu apa maksudnya pengganti? " tanya Satya lagi,
" Yah,, Sebenarnya dia yang seharusnya menikah dengan anda, tapi karena dia sudah mempunyai seorang tunangan jadi akulah yang menikah dengan anda! " ucap Naila,
" Hmm, seperti itu ya! " ucap Satya sambil menganggukkan kepalanya,
" Iya,.. "
Lalu meja makan sudah terisi dengan berbagai macam makanan, seperti ayam kecap, udang asam manis, dan berbagai jenis masakan dari sayuran,,
" Silahkan dinikmati, Tuan dan Nona! " ucap salah satu pelayan,
" Terimakasih banyak! " ucap Naila yang dibalas oleh senyuman para pelayan,
" Kalian bisa meninggalkan kami! " ucap Satya,
" Baik Tuan, kami permisi! " dan kemudian para pelayan itu meninggalkan Satya dan Naila untuk makan,
Setelah para pelayan sudah pergi, mereka berdua masih terdiam dengan posisi Naila dipangkuan Satya dan Satya memeluknya sambil menaruh kepalanya di lekuk leher Naila,
__ADS_1
' Kenapa Tuan Muda tidak melepaskan ku?Apakah kita akan seperti ini terus? ' batin Naila,
Karena tidak merasakan pergerakan dari Satya, Naila akhirnya membuka suaranya,
" Hmm,,, anu.. "
" Hmm,,, "
" Kenapa anda tidak melepaskan tangan anda? Apakah anda tidak lapar? " tanya Naila,
" Bagaimana denganmu? " tanya Satya balik,
Naila merasa bingung kenapa Satya bertanya kembali padanya,
" Hmm,,, se_sedikit! " ucap Naila,
" Kalau begitu cepat makanlah! Apa lagi yang ditunggu? Makanannya sudah ada tersedia! " ucap Satya,
' Ahh, Tuan Muda! Tolong mengertilah, bagaimana aku bisa makan kalau anda seperti ini? ' batin Naila,.
" Naila? " tanya Satya,
" I_Iya.. "
" Ada apa? Apakah semua ini kurang? atau mau makan yang lain? " tanya Satya,
Naila langsung menghadap ke arah Satya dan menatapnya,
" Bu_Bukan seperti itu.. " ucap Naila sambil menggelengkan kepalanya,
Naila langsung menatap tangan Satya yang sedang memeluk nya,
" Ini? Tanganku? " tanya Satya,
Naila menganggukkan kepalanya,
" Lalu? Memangnya kenapa? " tanya Satya,
' Tangan anda menghalangi ku, Tuan Muda! ' batin Naila,
Sebenarnya Naila ingin mengatakannya secara langsung, namun dia tidak punya keberanian seperti itu,
Waktu terus berjalan, namun mereka sama sekali belum menyentuh makanan tersebut,
" Hmm,, Tu_Tuan Mu-.. "
" Sudah berapa kali aku katakan! Jangan memanggilku seperti itu! " ucap Satya memotong perkataan Naila,
Naila menghela nafas nya, " Sa_ Sayang.. " ucap Naila,
Satya tersenyum, " Apa? "
" Apakah kamu tidak capek? Soalnya dari tadi kamu memangku ku terus! " ucap Naila,
" Tidak! " ucap Satya singkat,
Naila lalu menundukkan kepalanya, ' Lalu bagaimana ini? ' batin Naila,
__ADS_1
Tiba - Tiba...
" Selamat siang, Kakak ipar! " ucap Kaila tiba - tiba datang,
Naila hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap tangan Satya, dan membuat Kaila menjadi bingung dengan nya,
' Ada apa dengan Kakak ipar? ' batin Kaila,
" Kenapa kalian tidak makan? Tidak lapar? " tanya Kaila,
" Kak Satya.. " Kaila Menatap Satya,
Satya hanya mengangkat bahunya, dengan sebelah tangannya memegang Hp dan yang lainnya memeluk Naila, lalu kepalanya di lekuk leher Naila,
Melihat tingkah Satya membuat Kaila tahu yang sedang terjadi,
' Pantas aja Kakak ipar kaya gitu! ' batin Kaila,
" Kak Satya.. " panggil Kaila,
" Hmm,,, " ucap Satya tanpa mengalihkan pandangan dari Hpnya,
" Coba tangan kakak lepas dulu dari Kakak ipar.. "
" Hah? Apa maksudmu? " tanya Satya lalu menatap Kaila,
Kaila menggelengkan kepalanya, " Ck.. Ck.. "
" Bagaimana kakak ipar mau makan, kalau kakak terus memeluknya seperti itu? " tanya Kaila sambil menunjuk tangannya Satya,
" Lalu apa hubungannya? Kan dia masih bisa mengambil makanannya, aku kan tidak memegang tangannya! " ucap Satya,
Kaila kesal dengan sikap Satya, lalu dia berdiri dan mendekati Satya, dan..
Ctak..
" Aduh!! Kaila apa yang kau lakukan, hah? " omel Satya saat dahinya di sentil Kaila,
" Lepaskan Kakak ipar! Kasihan dari tadi dia mau makan tapi gak bisa ngambil, gara gara kakak memeluknya seperti itu! Kakak mau membuat Kakak ipar ku kelaparan,hah? " omel Kaila pada Satya,
" Kaila, sudahlah.. " ucap Naila menenangkan Kaila,
" Huh.. " ucap Kaila sambil membuang wajahnya,
Setelah mendengar omelan dari adiknya, baru Satya menyadari kesalahannya,
" Kaila benar.. " ucap Satya, lalu Naila dan Kaila menatapnya,
" Seharusnya aku tidak seperti ini, aku sudah membuat mu tidak bisa makan! " ucap Satya lalu melepaskan tangannya,
" Aku gak apa - apa kok! " ucap Naila sambil tersenyum menatap Satya,
Lalu Satya menatap Kaila,
" Kaila.. "
************
__ADS_1