
Masih ditempat yang sama,
" Tentu saja saya baik Tuan! Kita kan baru saja bertemu! " ucap Naila kepada Satya dengan tersenyum, " Jadi apakah anda tersesat lagi Tuan? " tanya Naila,.
" Ah, benar juga ya! Tapi ngomong-ngomong apakah Nona benar-benar tidak tau siapa saya? " tanya Satya kepada Naila,
" Bukankah tadi saya sudah bilang ya, kalau saya itu tidak mengenal anda bahkan baru hari ini saya melihat anda Tuan! " balas Naila,
" Naila, cepat tundukkan kepala mu! Apakah kau tidak tau dia itu siapa? " bisik Adelia kepada Naila, " Ihh, apaan sih Adel, diam dulu napa! balas Naila,
" Tapi, kenapa anda dari tadi menanyakan hal itu kepada saya ya? Apa mungkin kita sudah bertemu sebelumnya? Mungkin jika anda memberitahukan nama anda siapa, saya akan mencoba mengingat siapa anda! " ucap Naila,
" Ah, begitu ya! Salah saya juga tadi tidak memperkenalkan siapa diri saya! Baiklah, perkenalkan nama saya Satya Mahardika! " balas Satya, " Nama anda Nona? " ucap Satya sambil menaikkan tangan kanannya,
" Saya Naila Faranaya! Tuan Satyaaa.. Mahar..DIKA? " ucap Naila yang bingung dan langsung menghadap Adelia,
Namun, Adelia hanya menjawabnya dengan anggukan saja, setelah itu Naila menatap Satya lagi dan setelah itu langsung menundukkan kepalanya, dan melihat itu Satya langsung menurunkan tangannya,
" Jadi apakah sekarang anda sudah mengenal Siapa saya Nona Naila? " ucap Satya sambil tersenyum melihat tingkah Naila,
Namun, sebelum Naila menjawabnya Reno sang pemilik Hotel langsung mendekati mereka,
" Apa yang terjadi Tuan Satya? " ucap Reno,
" Apakah gadis ini sudah membuat anda tidak merasa nyaman Tuan? " ucap Reno yang langsung menghadap ke arah Naila,
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari Reno wajah Satya yang semula tersenyum langsung berubah menjadi datar lagi,
" Tidak ada apa-apa! Tapi, sepertinya waktu saya disini sudah habis! " ucap Satya sambil menatap Jam tangannya, dan akan beranjak pergi dari tempat itu,
Tapi, sebelum pergi Satya menundukkan sedikit kepalanya dan berbisik sesuatu kepada Naila,
" Sampai jumpa lagi, gadis Manis! Menurut firasatku, tidak lama lagi kita akan bertemu lagi di suatu tempat! " bisik Satya kepada Naila,
Setelah itu, Satya pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan Ken, beserta pengawal pribadi nya,
" Apa yang sudah kau lakukan tadi? " teriak Reno kepada Naila, " Sampai-sampai Tuan Satya pergi begitu saja! " ucap Reno, dan tangan nya akan segera menampar Naila,
Namun, sebelum benar-benar menampar Naila, tangan Reno tiba-tiba berhenti setelah mendengar suara dari Satya,
" Aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu, Tuan Reno! Aku sangat menyukai Hotelmu ini, karena Nona itu sudah memperlihatkan kepada ku semuanya mengenai hotel ini, jadi jangan hukum gadis itu! " ucap Satya, sebelum benar-benar pergi dari Hotel,
Setelah, Satya beserta rombongannya pergi, perhatian semua orang langsung beralih kepada Naila,
" Kau beruntung sekali hari ini! Tapi hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi di dalam Hotel saya! Jika terjadi lagi, kau akan langsung saya pecat dan memasukkan mu kedalam penjara! " ucap Reno kepada Naila,
" Dan untuk mu Adelia! Saya sudah berbaik hati kepada mu untuk menerima Temanmu yang bodoh ini bekerja part time di Hotel saya! Jika lain kali terjadi lagi seperti ini, kamu adalah orang yang pertama kali saya pecat! " ucap Reno kepada Adelia,
" Dan untuk kalian semua! Segera bubar dan kembali ke pekerjaan kalian yang lainnya! Kalian juga ingat baik-baik kejadian hari ini, jika terjadi lagi seperti ini saya tidak akan segan-segan lagi untuk memecat kalian semua! ucap Reno, yang kemudian seluruh karyawan nya langsung segera membubarkan diri,
" Terimakasih banyak atas kemurahan hati anda Tuan! " ucap Naila dan Adelia kepada Reno dengan menundukkan kepalanya,
__ADS_1
Namun, Reno sama sekali tidak memperdulikan mereka dan langsung segera pergi dari situ,
Setelah Reno pergi dari situ, yang tersisa hanya Naila dan Adelia, mereka berdua masih menundukkan kepala dan terdiam, tidak ada yang mengatakan apapun, hingga Naila memulai percakapan,
" Hmm, Adel! Maafin aku ya! Gara-gara kebodohan ku tadi kamu sampai kena masalah juga! " ucap Naila,
" Eh?! A - Aku gpp kok Naila! " balas Adelia,
" Tapi kenapa kamu diam saja? Apa benar kamu gpp Del? " tanya Naila Khawatir,
" Oh itu! Aku hanya merasa syok sekaligus senang aja, Nai! " balas Adelia, " Hah? Maksudnya apa? " tanya Naila yang bingung dengan ucapan Adelia,
" Itu, aku syok karena tadi tiba-tiba saja Tuan Muda Satya berada di depanku, dan aku senang karena tadi mata kami berdua sempat bertemu! Astaga Naila katakan padaku tadi itu bukan mimpi kan? " tanya Adelia dengan antusias,
' Heh?! Jadi dari tadi dia diam karena memikirkan hal itu?! ' batin Naila,
" Jadi kau baik-baik saja? " tanya Naila sekali lagi, " Tentu saja Naila! Aku tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya! " ucap Adelia dengan sangat semangat,
" Hah! Kau ini bikin aku khawatir aja! " ucap Naila melihat tingkah Adelia,
" Hehehe, habisnya sih! Ini merupakan kejadian yang sangat langka dalam hidup gue, kapan lagi kan bisa berhadapan langsung dengan Tuan Muda Satya itu! walaupun tadi kita hampir di pecat, tapi menurut gue itu tidak masalah! " balas Adelia,
" Ya udah! Sebaiknya kita segera ganti baju dan pergi dari sini! Sebentar lagi waktu kerja part time kita disini habis dan kita harus kerja lagi di Cafe kan! " ucap Naila sambil melihat jam tangannya,
" Hah! Kau ini mengganggu khayalan ku saja! Ya udah, ayo kita segera pergi! " balas Adelia yang langsung pergi meninggalkan Naila sendirian,
__ADS_1
" Dasar! Adel.. Adel ! " ucap Naila melihat tingkah Adel sahabatnya itu,