Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 21


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 9, namun pasangan suami-istri baru itu masih setia di tempat tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain,


Hingga suara telpon mengganggu dan membangunkan sang suami, siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Satya. Dengan malasnya Satya mulai membuka matanya dan mencoba meraih Hpnya di atas nakas,


' Ck.. siapa yang menggangu tidur gue? ' batin Satya,


Namun saat dilihat ternyata suara itu bukan berasal dari Hpnya. Dahi Satya mengkerut,


' Lalu dari mana asalnya suara itu? ' batin Satya,


Kemudian Satya mencoba untuk duduk dengan gerakan pelan, agar tidak menggangu tidur sang istri yang masih terlelap.


Mata Satya kemudian mulai menatap sekeliling untuk mencari dari mana suara itu berasal, yang sudah mengganggu tidurnya. Dan mata Satya berhenti di meja di samping Naila,


' Nah itu ternyata! ' batin Satya,


Ternyata suara itu berasal dari Hp milik Naila, kemudian Satya mencoba meraih Hp tersebut dan mencari tau siapa yang telah menelpon sang istri dan mengganggu tidurnya.


Dan muncullah nama Adelia di layar telpon,


' Adelia? Siapa dia? ' ucap Satya pelan,


Kemudian Satya segera menekan tombol hijau dan meletakkan Hp di telinga nya,


" Hal- " ucap Satya terpotong oleh suara di seberang sana,


" Naila loh dimana? Ini udah siang, loh gak kerja apa? " teriak Adelia di telpon hingga membuat Satya menjauhkan Hp tersebut dari telinganya,


' Gila nih cewek! ' batin Satya,


" Naila loh dengar gue gak? Woii Naila! Tadi loh udah lama ngangkat telpon gue dan sekarang gak dijawab lagi. " omel Adelia dari sebrang sana,


Satya mulai kesal, " Bisa diam gak! Telinga orang bisa rusak dengar suara kamu! " ucap Satya sedikit keras, untungnya tidak sampai membangunkan Naila,


" Hah suara cowok? "

__ADS_1


" Woii, siapa loh? Dimana teman gue? " teriak Adelia,


" Naila lagi tidur dan ini suaminya, jadi jangan ganggu lagi! " ucap Satya kesal dan kemudian langsung mematikan telpon sepihak,


Satya kemudian melempar Hp Naila tepat di tempat semula, dan kemudian menimbulkan suara yang cukup keras hingga membangunkan Naila,


Naila menggeliat di samping Satya, melihat hal itu membuat Satya tersenyum,


" Selamat pagi, Sayang! " ucap Satya sambil mengusap pipi Naila,


" Hmm, pagi juga! "


" Udah jam berapa sekarang? " Tanya Naila yang belum sadar sepenuhnya,


Satya kemudian menatap jam, " Hmm, baru pukul 9 kok! "


" Kalau masih mengantuk, kamu tidur aja lagi! " ucap Satya sambil tangannya berpindah mengusap rambut Naila,


Naila bergumam pelan dan kembali memeluk tubuh Satya. Melihat itu membuat Satya tersenyum,


" Hmm, sangat nyaman! " ucap Naila sambil menggerakkan tubuhnya mencari kenyamanan,


" Kalau kamu bergerak seperti itu terus, lama - lama aku tidak bisa menahannya lagi! "


Mendengar hal itu membuat Naila berhenti bergerak dan mulai bergumam pelan, " Suara cowok? Tapi kaya pernah dengar? " gumam Naila tapi masih bisa di dengar oleh Satya,


" Apakah kamu sudah melupakan suara suamimu ini, sayang? " tanya Satya,


" Suami? " ucap Naila,


Kemudian Naila mengangkat kepalanya dan mengerjap kedua matanya,


1.. 2.. 3.. mata Naila terbuka lebar,


Betapa kagetnya Naila saat mengetahui bahwa yang berbicara dengan nya adalah Satya, kemudian dengan gerakan cepat Naila mulai melepaskan pelukannya dan langsung mendudukan badannya yang lalu membuat kepalanya sakit,

__ADS_1


" Aduh! " keluh Naila sambil memegang kepalanya,


Melihat itu membuat Satya khawatir dan langsung menarik tangan Naila hingga membuat Naila kembali di pelukan Satya, " Kamu gak 'papa? " tanya Satya sambil memegang kedua pipi Naila,


Naila kembali mengerjapkan kedua matanya dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban,


Satya menghela nafas, " Syukurlah! Makanya kalau bangun tidur jangan langsung duduk! " ucap Satya sambil mengacak rambut Naila,


-----


Setelah kejadian tadi, Mereka berdua kemudian berbaring lagi di tempat tidur selama 10 menitan, dan selama itu Satya meletakkan kepala Naila di atas lengannya, lalu mengelus kepala Naila dengan lembut, sambil memainkan Hpnya dengan tangan yang satu nya, sedangkan Naila jangan ditanya lagi, dia hanya diam karena perlakuan Satya padanya plus dengan wajah nya sudah sangat memerah.


' Wuahhh.. sampai kapan Tuan Muda akan seperti ini? ' batin Naila,


' Aku tau pasti sekarang wajahnya sudah sangat memerah! ' batin Satya,


Setelah dirasa cukup, Satya kemudian mulai menarik lengannya dari kepala Naila, dan kemudian beranjak duduk,


" Aku akan mandi duluan, tolong kamu siapkan pakaian ku! " ucap Satya sambil berdiri dari tempat tidur dan meletakkan Hpnya di nakas,


Naila segera beranjak untuk duduk lalu menganggukkan kepalanya,


" Siapkan pakaian yang .


santai saja! " ucap Satya saat akan memasuki kamar mandi,


Sebelum Satya benar benar masuk, Naila mulai mengeluarkan suaranya, " Hmm, anda tidak bekerja? " Tanya Naila,


Satya segera berhenti lalu menoleh ke arah Naila dan menyilangkan kedua tangannya,


" kamu menyuruhku untuk bekerja di hari Sabtu, disaat semua orang beristirahat di rumah mereka? " tanya Satya,


Naila berpikir sejenak lalu segera menggelengkan kepalanya, dan tersenyum pada Satya,


" Ya udah sana siapkan pakaian untukku. Aku mau mandi duluan! " ucap Satya sambil memasuki kamar mandi dan kemudian menutup pintu,

__ADS_1


Setelah Satya memasuki kamar mandi, Naila langsung turun dari tempat tidur dan menuju lemari pakaian untuk memilih pakaian untuk Satya dan tidak lupa juga pakaian untuk dirinya sendiri.


__ADS_2